Setelah pembicaraan siang tadi antara dirinya dan Rony, kini suasana hati Fathur menjadi sangat buruk. Fathur bahkan tidak bisa kembali fokus lagi dengan pekerjaannya. Ucapan Rony benar-benar terus terngiang dikepala Fathur. Dan itu sangatlah mengganggu.
Flashback
"Enggak, gue tegaskan sekali lagi kalau gue nggak bakal lepasin Nadya. Masalah gue cinta atau enggak sama Nadya, itu biar jadi urusan gue sama dia. Lo nggak usah ikut campur." Jawab Fathur sembari memasang wajah dinginnya.
Fathur benar-benar tidak suka Rony ikut campur mengenai hubungan rumah tangganya dengan Nadya.
"Hahaha..." Tanpa diduga, Rony justru tertawa setelah mendengar jawaban Fathur.
Fathur hanya diam membiarkan Rony tertawa. Dan setelah beberapa menit, Rony menghentikan tawanya dan mengganti ekspresi wajahnya menjadi serius.
"Kalau sikap lo ke Nadya terus begini, meskipun lo nggak lepasin Nadya. Gue yakin Nadya sendiri yang akan melepaskan diri dari lo." Ujar Rony sakras.
Fathur hanya diam, ucapan Rony benar-benar menohok jantungnya. Namun Fathur sama sekali tidak memiliki alasan yang tepat untuk membalas ucapan Rony. Fathur kehilangan kata-katanya.
Rony menatap santai kearah Fathur.
"Btw, gue bakal kasih tau lo sebuah fakta yang mungkin nantinya akan mengubah pandangan lo ke Nadya. Yang akan membuat sadar kalau selama ini Nadya adalah..."
"Apa?" Spontan Fathur langsung bertanya. Fathur bahkan memotong ucapan Rony yang belum selesai. Entah kenapa, Fathur sangat ingin tau kira-kira fakta apa yang akan Rony beritahukan kepadanya. Apalagi ini berhubungan dengan Nadya. Fathur merasa kalau dia wajib tau mengenai hal itu.
"Lo tau kalau Nadya punya temen satu profesi yang namanya Andi?" Tanya Rony kepada Fathur.
Sebenarnya Rony tidak berekspektasi kalau Fathur akan mengetahuinya. Pasalnya seperti yang kita tau, Fathur bahkan tidak menganggap Nadya sebagai istri. Jika dipikir-pikir, Fathur pasti tidak akan peduli dengan apapun yang berhubungan dengan Nadya. Tapi tanpa diduga Fathur justru menganggukkan kepalanya.
"Gue tau." Jawab Fathur dengan wajah datar.
"Waoow, gue nggak nyangka kalau lo tau kalau Nadya punya temen kerja yang namanya Andi." Ujar Rony. "Berarti sebenarnya lo peduli dong sama Nadya. Atau malah sebenarnya lo kepoin soal Nadya?"
"Jangan alihin topik. Cepet kasih tau ada apa dengan Nadya dan Andi." Ujar Fathur ketus.
Rony lagi-lagi tertawa.
"Haha... santai bro." Jawab Rony.
Fathur menatap Rony dengan pandangan datar. Dan itu membuat Rony langsung menghentikan tawanya dan kembali memasang wajah seriusnya.
"Andi adalah adek sepupu gue. Dan ya, gue yakin lo belum pernah ketemu sama dia kan? Lo cuma tau kalau Andi guru ditempat Nadya mengajar juga." Ujar Rony.
"Jadi, hubungannya sama Nadya apa?" Fathur sama sekali tidak tertarik dengan status Andi yang ternyata adik sepupu dari Rony, sahabatnya. Fathur tetap penasaran mengenai hubungan antara Nadya dan Andi.
"Lo nggak kaget setelah gue kasih tau kalau Andi itu adek sepupu gue?" Tanya Rony.
"Enggak, biasa aja." Jawab Fathur.
Rony menggelengkan kepalanya.
"Ckckck, ternyata lo lebih penasaran mengenai hubungan Andi sama Nadya. Dan udah kaya gini juga kok masih nyangkal kalau nggak ada perasaan sama Nadya. Lo itu sebenarnya udah suka atau bahkan malah udah cinta sama Nadya, tapi karena gengsi lo gede aja makanya lo terus nyangkal." Ujar Rony.
Tapi tetap, Fathur tidak peduli dengan apa yang Rony katakan. Yang ingin Fathur ketahui adalah hubungan apa yang terjadi diantara Nadya dan Andi.
"Jadi? Nggak usah bertele-tele. Tujuan awal lo cuma buat kasih tau tentang hubungan Nadya sama adek sepupu lo itu." Ujar Fathur.
Akhirnya Rony memilih untuk langsung mengatakan tentang sesuatu yang dia ketahui.
"Sebenarnya Andi sama Nadya nggak ada hubungan apa-apa. Mereka cuma rekan kerja di sekolah. Hanya saja, Andi punya perasaan sama Nadya." Jawab Rony.
Fathur diam sejenak, kemudian menghela nafas santai.
"Cuma Andi kan yang punya perasaan sama Nadya?" Tanya Fathur.
Rony sadar kalau Fathur berpikir bahwa tidak masalah kalau hanya Andi yang menyukai Nadya. Dan selagi Nadya tidak memiliki perasaan yang sama, Fathur pasti akan santai-santai saja.
Dan tentu saja Rony tidak akan membiarkan Fathur tetap tenang dengan pemikirannya itu. Rony ingin Fathur menjadi pusing memikirkan masalah ini dan nantinya mau tidak mau Fathur akan mengakui perasaannya kepada Nadya. Mengenai ucapan Rony yang mengatakan dia menyukai Nadya dan akan menunggu jandanya, itu tidak benar. Sebagai sahabat, Rony ingin rumah tangga Fathur dan Nadya harmonis seperti yang lainnya. Rony hanya ingin membuat Fathur sadar bahwa laki-laki itu nyatanya sudah mencintai Nadya. Karena menurut Rony memang sudah paling cocok Nadya lah yang bersanding dengan seorang Fathur. Nadya yang sabar pasti bisa membuat Fathur yang keras kepala menjadi lebih lunak.
Tapi, kalau nyatanya Fathur tetap tidak sadar dengan perasaannya dan juga tetap tidak mau mengakui Nadya sebagai seorang istri, Rony tidak masalah kalau memang nyatanya dia harus merebut Nadya dari Fathur. Akan sangat rugi kalau Fathur tetap menyia-nyiakan seorang Nadya.
"Kalau dari info yang gue dapet sih bukan cuma Andi doang yang suka sama Nadya. Katanya ada guru lain yang juga punya rasa sama Nadya. Ditambah, ternyata banyak siswa laki-laki juga yang suka sama Nadya." Jawab Rony. "Ya gimana ya, secara Nadya cantik, lemah lembut, dan sabar. Siapa coba yang nggak suka sama dia?" Ujar Rony mencoba untuk memanas-manasi Fathur.
"Jadi maksud lo kasih tau gue tentang semua ini apa?" Fathur sepertinya kembali terusik setelah mendengar ucapan Rony mengenai banyaknya laki-laki yang menyukai Nadya.
"Ya gue cuma mau kasih tau. Kalau misal Nadya lepas dari lo, masih banyak laki-laki yang mau gantiin posisi lo buat jadi suami Nadya. Termasuk gue sendiri. Dan gue bahkan nggak masalah kalau harus bersaing sama adek sepupu gue buat dapetin Nadya." Jawab Rony dengan santai. "Karena bersaing dengan yang lainnya untuk mendapatkan Nadya itu rasanya setimpal banget dengan hasilnya."
"Mimpi aja lo semua." Jawab Fathur ngegas."Asal lo tau, nggak akan ada laki-laki lain yang bakal gantiin posisi gue sebagai suami Nadya. Karena sampai kapanpun, gue nggak bakal lepasin dia." Tambah Fathur.
Nafas Fathur terdengar memburu. Menandakan kalau saat ini laki-laki itu tengah berusaha dengan keras menahan emosinya.
Sementara itu, Rony hanya menggendikkan bahunya santai melihat respon Fathur.
"Ya gue sih cuma kasih tau lo aja." Ujar Rony santai.
Flashback off
Ting...
Tiba-tiba ponsel Fathur berdenting, tanda ada pesan singkat yang masuk.
from: Nadya
Mas Fathur, hari ini aku izin buat pulang telat.
Hanya itu pesan yang Nadya kirimkan. Dan biasanya Fathur akan mengabaikan pesan-pesan dari Nadya. Tapi kali ini...
^^^to: Nadya^^^
^^^Kenapa pulang telat?^^^
Ya, Fathur langsung membalas pesan Nadya setelah dia membacanya. Entah kenapa Fathur merasa kalau dia perlu tau alasan kenapa Nadya pulang telat.
from: Nadya
Hari ini aku mau pergi ke Panti. Soalnya udah lama aku nggak kesana. Bolehkan Mas? Paling aku pulang agak maleman.
.
.
.
Btw setiap hari aku upload 2 bab loh😁
Jadi kalau udah baca UNWANTED WEDDING boleh banget langsung cus baca juga Mengejar Cinta Duda Baru 🥳
Jangan lupa kritik dan sarannya 😍
*Terima Kasih 😘***🥰**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Enung Samsiah
hadeeehhh,,,,, Fatur makin panas nih,,, goood job Roni
2023-10-22
1
Dia Jeng
kena kan fatur cinta tp gengsi
2022-12-27
0
Bzaa
wowwww... mulai bucin nih si babang😆
2022-11-08
0