"Hahaha, kau tidak akan mendapatkan apa pun dariku, Jeff. Kau memang diinginkan untuk mati!" teriak Alexander Dove, ia tertawa bahagia.
"Katakan, siapa yang menginginkan kematianku Bangsat?!" teriak Jeff, ia benar-benar ingin membunuh Alexander Dove.
"Tidak akan pernah!" bakas Alexander Dove dengan seringainya.
Buk!
Pukulan mendarat di tulang iga Alexander Dove, "Bunuh saja aku, Jeff. Aku tidak akan mengatakannya. Kau tahu peraturan kita di La Costra Nostra bukan? Hingga kematian pun tak akan pernah bisa membebaskan kita," lirih Alexander Dove getir.
Deg!
Jeff melihat rasa kesakitan dan penderitaan di mata abu-abu milik Alaxander Dove.
"Katakan Dove, aku akan berusaha untuk mengampuni dan melindungimu …," bujuk Jeff.
Alexander Dove ingin membuka mulut dan dor! Sebuah peluru langsung menembus kepala Alexander Dove hingga darah dan otak berhamburan di tubuh Jeff.
"Bajingan! Seorang sniper telah menembak Alexander Dove hingga tewas. Ya, Tuhanku! Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Siapakah yang menginginkankan kematianku?" batin Jeff, ia mencampakkan mayat Alexander Dove yang terkulai di dekapannya.
"Jeff! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Jodie, ia khawatir dengan Jeff.
Semua para penduduk desa Goldblack langsung menyelamatkan para gadis dan membawa mereka pulang.
"Aku Bowen! Kamu hebat sekali, Jodie beruntung memiliki menantu sepertimu," ucap Bowen, ia menyalakan cerutunya dan melihat jasad Alexander Dove.
"Hah! Aku tidak mengerti mengapa ada saja manusia yang mau menjadi kaki tangan manusia iblis?" umpat Bowen, "apakah Dimitri mengirimkan pembunuh untuk membunuh Alexander Dove?" ucap Bowen, ia masih menyesap cerutunya.
Jeff hanya diam, ia ingin membantah tetapi ia tak memiliki bukti untuk itu. Dia hanya mengamati jasad dari Alexander, ketika Bowen dan semua orang berlalu meninggalkannya dan Jodie. Jeff berjongkok di depan mayat Bowen dan membuka dompetnya melihat ATM dan mengambil ponsel Alexander.
"Aku ingin tahu siapa saja yang sering menghubunginya? Siapa tahu aku bisa mendapatkan teka-teki dari semua ini," benak Jeff, ia langsung melihat kotak masuk dan kotak keluar.
"Bajingan! Alexander begitu pintar dia sudah menghapus semua daftar panggil bahkan kontaknya pun tak ada nama siapa pun!" umpat Jeff, "andaikan Greg masih hidup, aku tidak akan sesulit ini …," batin Jeff.
"Ayo, aku tidak ingin polisi ataupun pasukan La Costra Nostra yang lain yang memihak kepada Alexander Dove akan tiba di sini," ucap Jodie, ia menepuk bahu Jeff pelan.
Jeff beranjak meninggalkan tempat kejadian bersama Jodie, para gadis sudah pergi bersama para pria dari desa Goldblack begitu juga Bowen.
"Apakah ada yang terluka Jodie?" tanya Jeff, ia ingin mengetahui semua hal.
"Tidak, semuanya selamat!" balas Jodie, mereka ingin meninggalkan TKP tetapi saat mereka bergerak menjauh mereka mendengar suara mobil. Keduanya saling pandang dan bersembunyi untuk melihat apa yang terjadi.
"Siapa mereka?" lirih Jodie.
"Aku tidak tahu? Sepertinya kau benar, ada orang yang mendalngi semua kejahatan di La Costra Nostra. Tapi siapa?" batin Jeff, ia melihat mobil Van mengangkut semua mayat dan membersihkan semua kejadian. Hingga tak ada pun yang tersisa lagi dari semua bekas pertemuan yang baru saja terjadi.
Beberapa orang langsung membawa mobil Alexander Dove dan kaki tangannya pergi, sebagian orang menyiramkan air dan cairan kimia untuk membersihkan sisa pertempuran.
"Apa yang sedang mereka lakukan? Jadi, mereka mereka memiliki orang yang akan membersihkan sisa dari kejahatan sehingga di kantor pusat tidak tahu kelakuan keji mereka?" lirih Jeff, ia mulai memahami keadaan.
"Ya, aku sangat yakin, mereka telah merencanakan banyak hal," balas Jodie, "sudahlah, mari kita pulang! Aku takut terjadi sesuatu kepada Loly dan Matilda," ujar Jodie.
Jeff hanya menganggukkan kepala, ia berusaha untuk memahami banyak hal. Keduanya kembali ke Goldblack Village. Sepanjang perjalanan Jeff masih memikirkan banyak kebetulan dan misteri dari semua yang sudah terjadi.
"Aku harus keluar dari sini, aku ingin menyelidiki keseluruhannya, sebaiknya aku akan kembali ke Meksiko jika ingin mengetahui banyak hal," batin Jeff.
"Aku akan pergi besok malam dari sini, aku akan mencari tahu banyak hal. Aku harap kamu akan selalu mengaktifkan ponsel yang tidak terlacak. Jika aku menemukan sesuatu, aku akan mengabarimu," ucap Jodie.
"Baiklah, terima kasih!" balas Jeff, "mengapa Anda begitu baik denganku dan ingin menyelamatkan diriku juga La Costra Nostra?" tanya Jeff, ia mulai curiga pada Jodie.
"Aku tidak ingin menyelamatkan La Costra Nostra, malah sebaliknya, aku memiliki dendam pribadi dengan Jovink!" ucap Jodie.
"Apa? Lalu mengapa kamu menyelamatkanku? Dia adalah ayahku!" ujar Jeff.
"Hahaha, ayah angkat dan … Sudahlah suatu saat kau akan mengetahui siapa sebenarnya Jovink?" balas Jodie, ia tak ingin banyak bercerita.
"Siapa sebenarnya Jodie? Dan ada dendam apa antara dirinya dan Ayah?" batin Jeff, ia begitu penasaran dan ingin mengorek semua keterangan mengenai masa lalu Jovink dan Jodie.
Mobil terus menebelah jalanan di mana hari mulai senja, Jeff melihat bias senja di pucuk cemara begitu indahnya. Ia menarik napas lega, tapi tak selega semua beban yang mulai menari di benaknya.
"Jodie, aku ingin kembali ke Meksiko. Bagaimana menurutmu?" tanya Jeff, ia ingin mengetahui apa tanggapan Jodie.
"Boleh saja, itu hakmu. Aku tidak bisa melarangmu," ujar Jodie.
"Bagaimana dengan Loly?" tanya Jeff, ia masih tak tega meninggalkan Loly.
"Jangan khawatir, Loly adalah wanita hebat dan juga luar biasa tangguh. Sebelum dirimu muncul di kehidupannya dia selalu baik-baik saja!" balas Jodie dingin.
Jeff diam dan membenarkan semua itu, Jodie melirik Jeff, "Jangan bilang, kau sudah jatuh hati pada putriku! Aku sudah berusaha untuk menjauhkan dirinya dari semua masalah.
"Namun, aku tidak tahu mengapa masalah selalu saja muncul di kehidupannya?" balas Jodie.
"Jodie, aku minta maaf. Aku yang telah menyeret putrimu untuk semua ini," ujar Jeff, ia sendiri heran mengapa begitu mudah berbicara dengan Jeff daripada dengan Jovink Nostra.
Jeff melirik ke arah Jodie, ia seakan melihat dirinya saat ia menjadi tua nanti, "Jeff, mengapa bisa wajah kita begitu mirip? Apakah kau memiliki anak yang kau buang?" tanya Jeff penasaran.
"Apa?! Kau kira aku gila! Membuang darah dagingku sendiri? Aku tidak pernah melakukan hal itu," bisik Jodie, ia mengepal kedua tangannya seakan menahan rasa sakit yang pernah dideritanya.
"Oh, syukurlah! Aku seakan melihat masa tuaku jika memandangmu!" balas Jeff, ia merasakan lega dan kecewa secara bersamaan.
Jodie hanya diam, Jeff mulai berpikir. Ia seakan melihat dirinya sendiri yang sedang berpikir dan menyembunyikan suatu kebenaran dan berusaha untuk menyangkal sesuatu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments