"Hahaha, kamu ini, seharusnya ambillah yang baik dariku bukan yang buruk! Um, kamu belum menceritakan apa yang terjadi dengan rumahmu?" tanya Jodie, ia melihat Loly dan mengambil burger dan memakannya.
"Aku tidak tahu persis apa yang sedang terjadi, aku pingsan." Loly langsung menceritakan kisahnya yang tragis.
"Ya, Tuhan! Pasti pria itu yang menolongmu dan melakukannya. Dia terkenal sebagai Jeff si Tangan Besi, hanya saja … ya begitulah …," ujar Jodie.
"Jodie, kamu tidak mengatakan kepadaku, jika dia seorang mafia! Jika kamu mengatakannya, aku akan membuangnya ke jalanan malam itu juga setelah kau mengobatinya!" damprat Loly, ia merasa telah tertipu oleh Jodie yang membiarkan Jeff membuat segalanya menjadi kacau balau.
"Hah! Aku tahu, tapi aku juga tahu bagaimana sifatnya dia baik, malah sejak dia menjadi ketua sindikat La Costra Nostra yang paling besar di Amerika segalanya menjadi nyaman.
"Banyak hal kembali kepada peraturan lama yang sesuai dengan tujuan sindikat itu didirikan. Tapi, ya, lingkaran setan akan tetap lingkaran setan yang tak akan bisa terhapuskan … kekejaman mereka tetap mendarah daging dan keserakahan pun tetap berjalan," ujar Jodie.
"Maksudmu?"
"Maksudku para anggota dan ketua dari bawahannya pasti tidak senang jika segala peraturan kembali ke awal, mereka pasti berusaha untuk menyingkirkan pengganti Jovink Nostra," balas Jodie, "besok kita akan pindah dari sini, aku sangat yakin anak buah dari Alexander Dove pasti sedang mencari dan menelusuri Denver.
"Alexander Dove tidak akan membiarkan kematian Jeff begitu saja. Ia pasti mengkambinghitamkan pihak lain, seperti geng Bowen Utara. Aku akan membawa kalian di rumah musim semi kita di pegunungan Rocky di desa Goldblack," ujar Jodie.
"Mengapa kita tidak ke Colorado saja? Bukankah itu lebih baik?" tanya Loly, ia ingin ke ibu kota Denver.
"Tidak! Di sana pun masih wilayah dari Alexander Dove, ia semakin mudah mencarinya, aku sangat yakin dia sangat membutuhkan tempat untuk memulihkan kesehatan dan berpikir mengenai apa yang akan dilakukannya.
"Lagian sindikat La Costra Nostra sedang ada masalah sejak berita kematiannya. Antara Dean dan Dwinov Nostra mulai menunjukkan taring untuk menggantikan Jeffri Dimitri, aku sangat yakin sebentar lagi akan ada pertumpahan darah yang mengerikan di Meksiko dan Amerika perang antar geng semakin kacau dan ya, kerusuhan pasti terjadi lagi.
"Jika sekarang dia muncul segalanya aka semakin kacau, aku rasa Pedrosa dan Lorenzo akan semakin bingung harus memihak kubu yang mana," ujar Jodie.
"Sepertinya kau banyak mengenal mengenai sindikat sialan itu!" sindir Loly, ia menatap Jodie penasaran.
"Jodie, katakan sebenarnya apa kerjamu di luaran sana?" tanya Loly.
"Aku seorang dokter! Apakah kamu lupa?" jawab Jodie, ia menatap ke arah Loly.
"Aku tidak yakin, selain dokter kau pasti seseorang yang … entahlah kalian terlalu banyak rahasia," ucap Loly.
"Diamlah! matikan lampu!" perintah Jodie cepat, "gunakan ini, jangan ragu untuk membunuh jika kau ingin mempertahankan nyawamu!" bisik Jodie ia langsung memberikan sepucuk pistol kepada Loly dan Jodie berlari ke arah jendela mengintai di sana.
Loly langsung mematikan lampu memegang senjatanya dengan kedua belah tangan. Jantungnya bergemuruh, "Ini seperti sedang latihan menembak dengan sasaran kaleng kosong!" batin Loly, ia berusaha untuk meredam ketakutan dan gemetar tubuhnya dia tak membayangkan akan membunuh seorang manusia.
Loly melirik Jody yang bersiap mengokang senjatanya, "Aku yakin, jika taksi itu telah membawanya kemari! Apa kau sudah mendapatkan supir taksi itu?" sebuah suara bergema.
"Tidak, dia begitu lihai kabur!" balas seseorang di balik gudang roti.
"Sialan! Jika kita tidak menemukannya, kita bisa kacau! Dove akan membunuh kita, selain itu, para ketua yang memihak si Tangan Besi akan muncul ke permukaan dan terang-terangan akan melawan kita.
"Jika Jeff selamat maka, dia akan mengetahui kebenaran, apa yang sedang disembunyikan para ketua yang ingin menghancurkan dan mengambil alih La Costra Nostra," balas seseorang.
Keheningan terjadi ….
"Hei, Kalian! Menyerahlah! Kami sudah mengepung tempat ini?" teriak seseorang bergema.
Keheningan terjadi, Jodie dan Loly semakin erat memegang senjata dan saling pandang.
"Aku tahu kau di dalam Jeff! Menyerahlah … kau tak ada pilihan lagi!" teriak seseorang, "jika kau tak menyerah, kami akan menghancurkan gudang ini!" ancam pria tak dikenal tersebut.
Namun, lagi-lagi hening.
"Tembak dan hancurkan gudang!" teriaknya.
Dor! Dor! Dor!
Tembakan bergema menghancurkan pintu gudang membuat lubang menganga di sana akibat serangan dari senjata Laras panjang.
Dor! Dor!
Jodie membalas tembakan dengan cepat begitu juga Loly berusaha untuk melindungi dirinya dan Jodie.
"Brengsek! Kalian berani menembak Jodieku! Bajingan kalian dasar manusia-manusia berpikiran anjir!" umpat Loly, ia langsung menembak dengan cepat ke arah si pembobol pintu.
Adu tembak terjadi dengan dahsyat, "Bajingan peluruku habis!" umpat Loly bingung, begitu juga dengan Jodie.
Keduanya saling pandang dan terdiam, "Menyerahlah!" teriakan orang dari luar, "angkat tangan kalian! Jika tidak kami akan membunuh kalian!" ujarnya.
Jodie dan Loly saling pandang dan menganggukan kepala keduanya langsung terdiam dan mengangkat kedua belah tangan mereka.
Beberapa orang langsung masuk dengan senjata Laras panjang yang mengarah kepada mereka, "Bajingan! Pantas saja kami kalah! Lihat saja pelurunya begitu banyak. Aku seperti menonton film perang saja," batin Loly, ia masih menatap ke arah para bandit yang menerobos masuk.
"Tuan John! Si Tangan Besi berada disini! Apakah kita langsung membunuhnya? Dia sedang pingsan!" teriak salah satu anak buah yang memeriksa Jeff dan yang lain mengikat tangan Loly dan Jodie ke belakang tubuh mereka.
"Jangan! Biarkan saja Tuan Alexander Dove yang akan melakukannya. Aku sangat yakin dia akan melakukan semua itu. Ayo, bawa saja si Bangsat itu! " ujar pria berkepala plontos dengan cincin di seluruh jarinya dan tampang mengerikan.
"Ah, Cantik! Kamu begitu menggoda!" ucap si Botak.
"Cuih!" Loly kagusng meludahinya.
Plak!
Tamparan mendarat di wajah Loly membuat darah merembes di sudut bibirnya.
"Bajingan! Aku benar-benar muak!" teriak Loly, ia lelah sudah berulang kali harus dipukul.
Teriakan murka Loly, membuat Jeff tersadar yang sedang dipapah oleh para anak buah Alexander.
"Lepaskan gadis dan Pria Tua itu!" lirih Jeff, ia memutar kepalanya dan menatap ke arah Loly dan Jodie.
"Apa kau bilang? Hahaha, kau meminta kami untuk melepaskan mereka? Hei, menurut kalian bagaimana?" tanya si Botak kepada bawahannya.
"Hahaha!" tawa bergema di sekeliling mereka.
"Aku ulangi! Lepaskan mereka! Kalian menginginkanku bukan? Bawa saja aku!" tawar Jeff dingin.
"Well! Well! Kau pikir kami bodoh! Dengan! Menangkapmu mungkin akan membuat segalanya lebih indah. La Costra Nostra akan kembali ke jalannya yang indah bukan mengikuti aturan gila dan bodoh yang kau buat itu!" umpat si Botak.
"Kau tahu apa?! Hah! Kau hanya anak kemarin sore yang bergabung dengan sindikat ini," ujar Jeff, ia memandang sekitarnya dan menghitung dengan cepat 10 orang pria di depannya dan senjata laras panjang tersebut.
Jeff diam mulai mencari celah dan sudut yang tepat untuk membunuh mereka hanya dengan waktu 5 menit.
"Hahaha, Jeff si Tangan Besi! Kau harus mencium kakiku, agar aku membebaskan kedua manusia yang tak berguna ini!" ucap si Botak dengan angkuh.
"Baiklah! Tak masalah, asal kau melepaskan mereka," ucap Jeff.
Jodie melihat ke arah Jeff dengan mengerutkan dahinya, "Apakah mungkin bos mafia gila, ini akan berlutut dan mencium kaki bawahannya yang berkhianat demi kami?" batin Jodie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Younie
makin menantang ..... lanjut Thor
2022-09-04
1