Deg!
Jeff merasakan kehidupannya menjadi hampa seketika, "Apa maksud kamu? Aku tidak akan membiarkan kamu mengalami kebanyakan kesulitan hanya karena gara-gara menolong diriku," ujar Jeff.
Jeff mulai takut jika gadis bermata bening itu akan terseret semakin dalam di saat ia berkeliaran bebas di luaran. Orang-orang dari Alexander Dove akan terus mencarinya dan mengusut semua itu.
"Hanya orang bodoh yang tidak tahu jika di dalam ledakan ada 5 orang mayat dan semua itu adalah pria. Selain itu, Alexander Dove pasti tahu jika dia telah kehilangan anggotanya malam ini, semua orang di La Costra Nostra juga tahu jika semua itu adalah perbuatanku," batin Jeff, ia mulai meragu untuk membiarkan gadis di depannya akan sendirian.
"Aku menolongmu ikhlas dari hatiku yang paling dalam karena bagaimanapun sesama manusia harus saling tolong menolong. Walaupun dengan menolongmu aku merasakan segalanya menjadi kacau di kehidupanku.
"Tapi aku mohon kepadamu Jeff …biarkan aku pergi meninggalkanmu. Aku tidak akan pernah sanggup terus diburu oleh orang-orang yang ingin membunuhmu.
"Jika aku tidak bersamamu mungkin mereka akan berhenti untuk membunuh dan memburu diriku ini. Aku pastikan itu!" ujar Loly tegas, ia tak lagi ingin bersama dengan Jeff.
Walaupun ia tidak tahu harus pulang ke mana lagi karena rumahnya pun sudah tidak ada. Namun jika dia harus bersama dengan Jeffry maka segalanya akan semakin kacau dan rumit.
"Aku tidak tahu siapa kau? Apakah kau orang baik atau penjahat sehingga banyak orang yang ingin membunuhmu. Aku mohon, biarkan aku bebas pergi kemana aku suka!
"Tolong, jangan ganggu hidupku lagi Jef! Cukup sudah aku banyak kehilangan dan aku tidak ingin kehilangan harga diri atau nyawaku," ketus Loly.
Loly langsung melesat turun dari tempat tidur mengambil tas selempangnya dan berlari ke arah pintu sebelum Jeff mendapatkan dirinya. Loly terus berlari meninggalkan hotel, sementara Jeffry mengejar Loly yang berlari bak puma meninggalkannya.
Jeff hanya diam memandang Loly yang sudah kabur mengendarai taksi, Jeff masih terus berlari walaupun ia tahu tak akan mungkin bisa mengejarnya lagi.
"Bagaimana ini? Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada si Bidadari bermata Bening itu?" batin Jeff bingung, "berhenti!" teriak Jeff menyetop sebuah taksi yang melintas di depannya.
"Kejar taksi di depan sana!" ucap Jeff.
"Baik, Tuan!" balas supir taksi yang langsung mengejar taksi yang membawa Loly.
Jeffry melihat jika loly pergi kembali ke rumahnya yang sudah menjadi debu, "Ya, Tuhan! Apa yang sudah terjadi sebenarnya?" batin Loly bingung, iya hanya melihat sisa-sisa dari rumah yang memiliki kenangan yang tak akan bisa dihapuskan dan digantikan oleh apa pun.
"Hai, itu gadis pemilik rumah tangkap dia!" terima seseorang ingin menangkap Loly.
Loli terperanjat mendengar suara yang memerintahkan untuk menangkapnya, nalurinya langsung membimbing untuk meninggalkan tempat di mana dia berdiri secepat mungkin. Aksi kejar mengejar antara si penjahat yang berpakaian luar biasa necis yang terus mengejar loly yang berlari terkencang-kencangnya tanpa tentu arah.
Dor! Dor!
Jefri langsung menembakkan amunisi ke arah si pengejar yang ingin mengejar loli. Sopir taksi ketakutan namun tidak berani untuk mengatakan apa pun.
Supir taksi terus berusaha untuk mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
"Ayo masuk!"perintah Jefri kepada loly, ia sudah membuka pintu taksi yang mengarah ke arah Loly.
Loly yang tidak memiliki alternatif lain langsung melesat masuk ke dalam taksi, ia duduk di sisi Jefri, dengan kebingungan.
"Merunduklah loly! Tuan! kemudikan taksi dengan secepat mungkin!" teriak Jefri kepada si supir taksi yang langsung ngebut di jalan raya membelah malam pada pukul 01.00 am.
"Sialan! Siapa sebenarnya pria ini? Aku bisa gila dan mati dengan sia-sia, mana lagi taksi ini belum lunas kreditnya?" batin si supir taksi kebingungan.
Namun, ia masih terus mengendarai taksinya dan berharap tidak ada proyektil yang akan menggores badan taksi, ia terus berdoa di dalam hati.
Jeff langsung menembak orang yang masih mengejar Loly, supir taksi begitu terperanjat ia tak menyangka pria yang duduk di jok penumpang di belakang bersama gadis yang masih terus menunduk di bawah jok mobil begitu hebat.
Supir taksi melihat jika pria mengerikan itu tak satu pun menyia-nyiakan amunisi, ia langsung menembak tepat pada sasaran yang langsung jatuh terkapar di jalanan.
"Siapakah dia? Apakah ketua geng baru lagi? Wajahnya seperti kebanyakan orang Meksiko, aduh matilah aku jika malam ini taksiku hancur. Bukan malah dapat duit nyawaku pun terancam," batinnya.
Taksi terus melesat secepatnya meninggalkan tempat kejadian, Loly terdiam ia masih syok dengan kenyataan yang sedang dihadapinya, ia sama sekali tak pernah membayangkan jika kehidupannya serumit dan berubah secara drastis.
"Apa maksud ucapan Jodie? Ia mengatakan, 'Jika aku tidak boleh memberitahukan kepada orang lain mengenai Jeff?' apakah Jodie mengenal siapa pria bangsat ini?" batin Loly murka.
Untuk pertama kalinya Loly ingin memukul dan mengomel pada Jodie yang menyembunyikan kebenaran mengenai siapa pria di sisinya yang masih menatap ke jalanan melalui kaca mobil belakang.
Glek!
"Apakah dia … aku rasa dari caranya menembak dan berkelahi, Aku rasa … dia adalah pria yang mengerikan … apakah dia seorang mafia? Mata-mata? Sindikat narkoba? Atau … polisi yang sedang menyamar dan mencuri rahasia negara? Atau … jangan-jangan dia putra konglomerat yang sedang diincar harta warisannya?
"Tapi … jika melihat cara dia membunuh … dan rumahku hancur … bajingan! Aaaa!" batin Loly berteriak, ia menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya.
Loly masih ingin berpikir dan menghubungkan semua malapetaka yang sudah mengacaukan semua kehidupannya. Namun, ia tetap tak memiliki jawaban untuk itu.
"Jika dia bajingan! Tak mungkin, Jodie membiarkanku terus merawatnya? Jodie pasti akan melemparkannya di jalanan setelah mengobatinya," batin Loly, ia masih dilema.
Jeff merasa kacau, ia jarang ke Denver dan tidak begitu memahami seluk beluk Denver, ia hanya mengawasi segala sesuatunya dari pusat sindikat La Costra Nostra di Meksiko dan selalu mendampingi Jovink Nostra.
"Ke mana sebaiknya aku pergi membawa gadis ini?" batin Jeff, ia masih bingung.
Selain itu, ponselnya pun telah hilang entah ke mana sehingga ia tak bisa menghubungi siapa pun. Jeff masih beruntung membawa black card ATM yang berbeda dari pemilik semua ATM dari jaringan sindikat mafia mereka.
"Untung saja, intuisiku benar. Aku tidak tahu, siapa sebenarnya dalang di balik semua ini? Jika hanya Alexander Dove, aku yakin pihak La Costra Nostra pasti mencariku! Bukan membiarkan kekacauan semakin mengerikan dan mengundang banyak aparat kepolisian dan keamanan turun tangan?" batin Jeff.
Ia merasakan jika pesawat heli milik SWAT dan mobil patroli polisi dan FBI dari intelijen Amerika mulai hilir mudik. Jeff berusaha untuk berpikir cepat, ia kehilangan ponsel dan itu tidak bisa dilacak dan ia pun tidak memakai ATM dari pemberian sindikat mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
De'Ran7
justru masuk kedalam kehidupan mu lah yg lebih berbahaya..aneh² saja dah..bilang aja takut kehilangan.alesan😅🥱
2022-10-23
0
Younie
lanjut Thor
2022-09-03
0