Gubrak!
Loly tersandung jatuh di tanah akibat panggilan sayang dari Jeff, "Sayang, kamu lagi sakit ya?" tanya Jeff, ia langsung membopong Loly membuat Jean langsung meletakkan kedua belah tangan di dadanya.
"Ah, romantis sekali! Loly, sangat beruntung!" ujar Jean, ia tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Loly.
Seakan-akan Jean merasakan kasih sayang Jeff kepada Loly begitu luar biasa besar dan sangat mencintai Loly dengan penuh kasih sayang.
"Jeff, turunkan aku! Jangan gila!" geram Loly, ia sedikit memelankan suara hati tak terdengar oleh Jean.
"Sudah, jika ingin bersandiwara harus sekalian jangan tanggung!" ketus Jeff, ia masih membopong Loly tanpa peduli rasa kesal di hati Loly.
"Apa maksudmu, Jeff? Kau gila!" umpat Loly.
"Bukankah seharusnya suami-isteri melakukan hal ini?" tanya Jeff, ia sengaja membuat Loly semakin kesal.
"Aku tidak tahu, aku tidak memiliki orang tua yang lengkap jadi, aku tidak tahu. Ayah dan ibuku meninggal saat aku kecil, bahkan ayahku pun aku tidak melihat wajahnya selain di sebuah foto," ucap Loly, ia terdiam.
"Bagaimana dengan Jodie?" tanya Jeff penasaran.
"Jodie menyayangiku bagaikan angin, dia datang dan pergi sesukanya. Hanya saja setiap aku membutuhkannya dia selalu saja ada. Aku tak pernah melihatnya berkencan dan memiliki seorang istri,"ujar Loly.
Kini Loly menyadari jika Jodie memiliki kehidupan yang aneh dan penuh dengan teka-teki. Jeff diam, ia berusaha untuk mencari mafia di belahan dunia mana pun yang mirip Jodie, tapi dia pun tak pernah bertemu dengannya.
"Tapi, mengapa setiap aku melihat Jodie. Bayangan itu datang lagi …," batin Jeff, ia penasaran.
Jeff terdiam, ia merasakan jika dia dan Loly memiliki kesamaan dalam kurangnya kasih sayang dari orang tua dan keluarga, membuat mereka menjadi liar dan harus bertahan di dalam kerasnya kehidupan.
"Dasar, kau pasti begitu senang membopongku bukan?" ucap Loly, ia mencebikkan bibirnya.
"Hm, tidak! Kalau kamu tidak suka ya sudah!" balas Jeff.
Bruk!
Jeff menjatuhkan Loly dari gendongannya, "Aw! Dasar sialan!" umpat Loly kesal, ia berusaha bangun dan mengusap pinggulnya yang jatuh ke tanah.
"Dasar manusia tidak memiliki hati!" umpat Loly mengambil keranjang blueberry dan berlari mendahului Jeff.
Pletak!
Loly sengaja melompat tepat di belakang Jeff dan menjitak kepala Jeff, "Wek!" ucap Loly menjulurkan lidahnya ke arah Jeff dan kabur.
"Hahaha! Kejar daku, kau kulempar!" teriak Loly melesat secepat kilat meninggalkan Jeff yang langsung berlari mengejar Loly sambil tertawa mereka saling berkejaran.
Keduanya sampai di rumah dan melihat Jodie sudah tertidur pulas di sofa, Loly langsung memasak dan membuat sarapan dan mandi begitu juga dengan Jeff.
Tengah hari mereka bertiga sudah makan dan menonton TV untuk mencari berita mengenai kerusuhan yang mereka tinggalkan. Mereka juga menonton berita tentang maraknya penculikan anak dan para gadis.
"Penculikan? Memang zaman sekarang terlalu banyak penculikan begitu ya?" tanya Loly, ia masih menatap ke arah TV.
Tok! Tok!
"Jodie! Jodie!" teriak Nyonya Smith, menggedor pintu.
"Ada apa, Matilda?" tanya Jodie melihat ke arah Matilda.
"Jean! Jodie, Jean-ku! " ujar nyonya Smith mengatur napasnya.
"Ada apa dengan Jean?" tanya Jodie.
"Minumlah dulu Nyonya Smith, ada apa dengan Jean? Kamu baru menyelamatkannya dari beruang madu tadi pagi," ujar Loly memberikan segelas air minum pada nyonya Smith yang langsung meminum air dengan sekali teguk.
"Iya, dia sudah bilang. Tapi ini berbeda Loly," balas Matilda dengan linangan air mata, janda Smith itu pun berderai air mata.
"Ceritakanlah ada apa?" tanya Jodie, ia menyentuh tangan nyonya Smith untuk menenangkan dirinya yang mulai sedikit tenang.
"Jean! Jean dibawa kabur oleh beberapa orang, begitu juga dengan para gadis di lembah Corner." nyonya Smith langsung menceritakan kronologis kejadian.
"Apa?! Jadi sekumpulan pria yang mengatakan, 'Jika mereka berasal dari mafia La Costra Nostra. Dan mereka yang menculik para gadis. Selain itu, jika yang menyuruh mereka adalah Jeffry Dimitri sang ketua mafia itu,' begitu, Nyonya?" tanya Jeff, ia mengepalkan tangannya.
Darahnya mendidih, ia ingin mematahkan batang leher si penculik. Jeff masih memandang ke arah Nyonya Smith, "Nyonya apakah Anda tahu ke mana mereka membawa para gadis?" tanya Jeff.
"Aku tidak tahu, Frank dan Nick juga semua orang kampung Goldblack sedang mencoba untuk mencari mereka tapi, mereka menggunakan senjata api," ucap Nyonya Smith.
"Baiklah, kalian berdua di sini saja! Aku dan Jeff yang akan mencari mereka. Ingat jika ada apa-apa, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Loly!" ucap Jodie.
Jodie sudah berulang kali memberikan pesan kepada Loly yang sudah sangat lama sering diucapkannya untuk mengingatkan Loly jika ada masalah yang mendesak dan jika dia tak lagi kembali itu artinya dia sudah tewas.
"Baiklah!" Balas Loly, ia mulai merasa jika apa yang diajarkan oleh Jodie selama ini begitu keras ternyata memiliki tujuan, ia tak menyangka jika tujuan yang dimaksud adalah jika dia dipersiapkan untuk menghadapi semua ini.
"Sebenarnya ada apa ini? Siapa sebenarnya Jodie?" batin Loly, ia dan nyonya Smith menatap kepergian Jeff dan Jodie menggunakan mobil yang sudah jauh meninggalkan lereng di mana rumah mereka berada.
***
"Jodie, apakah benar jika sindikat La Costra Nostra di daerah Denver dan Colorado ini selalu menculik dan menjual para gadis dan anak-anak?" tanya Jeff, ia memandang ke arah Jodie dengan rasa penasaran.
"Ya, mereka memang selalu melakukan semua itu. Um, apakah memang kamu yang memerintahkannya Jeff?" tanya Jodie, ia menatap lurus ke depan ke jalanan.
Sementara Jeff yang menyetir mobil, "Apa?! Apa maksudmu Jodie?" tanya Jeff
"Jeff, aku tahu jika kau adalah Jeffry Dimitri sang Jeff si Tangan Besi dan ketua mafia La Costra Nostra. Apakah kamu memerintahkan semua itu Jeff?" ulang Jodie dingin.
"Tidak! Aku tidak pernah memerintahkan hal demikian, malah aku sedang menyelidiki semua kebenaran itu! Siapa yang menyangka malah aku yang hampir tewas."
Jeff menatap ke arah Jodie, "Jodie, aku tahu kamu bukan hanya seorang dokter!
Aku hanya ingin tahu, katakanlah kebenaran mengenai La Costra Nostra yang ada di Denver dan sekitarnya," ujar Jeff, ia merasa ingin mengetahui semua yang sedang terjadi.
"Kau tahu, Alexander Dove selalu mengatakan, 'Jika Bowen Utara yang selalu melakukan kejahatan dengan trafficking dan penyelundupan senjata. Namun, Lorenzo dan Pedrosa curiga jika Alexander Dove dalang semua ini," ucap Jeff.
"Lalu menurutmu bagaimana?" tanya Jodie, ia ingin Jeff mencari semua kebenaran tersebut.
"Aku tidak tahu, tapi melihat mereka begitu ingin menghabisi diriku, aku yakin jika Alexander Dove adalah buang masalah semua ini," ucap Jeff.
"Alexander Dove hanyalah pion, raja dari bidak catur itu adalah yang lebih menakutkan," balas Jodie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
asmaul husnah
ayo lanjut thorrr semangattttt
2024-05-24
0
Younie
makin penasaran .....semanga Thor.....
2022-09-05
1