Acara pemberkatan pernikahan keduanya begitu luar biasa, apalagi semua orang berdansa dan memaksa kedua pasangan tersebut untuk berdansa bersama mereka.
"Ayolah, berdansa bersama kami! Loly, ajak suamimu menari!" ujar semua orang pada mereka berdua.
Jeff menyadari jika Loly terlalu bingung, "Apakah Loly tidak pernah berdansa?" batin Jeff, "sial! Loly masih terlalu anak-anak!" umpat batinnya.
Kini, Jeff semakin bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa dengan Loly si manis lolipop yang menggoda tanpa disadari si pemilik mata bening tersebut. Jeff tahu, Loly tak pernah menyadari jika dia adalah wanita cantik dan luar biasa hebat.
"Rasanya aku tidak pantas menikahinya … aku bukanlah pria baik dan suci. Tanganku sudah berlumur dengan darah dan kejahatan, selain itu … gila!
"Aku sudah terlalu biasa menghabiskan malam dengan wanita penggilan! Bagaimana ini? Masa aku harus mendapatkan wanita yang luar biasa baik dan masih terlalu polos begini sih?" batin Jeff.
Jeff tak pernah berharap jika Tuhan akan memberinya istri yang baik dan apa adanya juga seorang wanita tangguh, karena Jeff menyadari.
"Siapalah aku? Pendosa dan penjahat … semua orang sudah terlalu takut dan mencap diriku demikian. Tapi, kini …," batinnya.
Berulang kali Jeff ingin menembak kaki atau dadanya agar ia terbangun dari mimpi panjang dan acara pernikahan yang begitu luar biasa sakral dihadiri oleh orang-orang luar biasa yang sama sekali tak dikenal dan memberikan cinta juga kasih sayang serta menerima dirinya apa adanya.
"Aku mengira jika pernikahan kami hanyalah sekedar main-main tapi … saat aku mengucapkan janji suciku rasanya … ini sungguhan!" batin Jeff, ia berulang kali melirik cincin dijari manis yang diselipkan Loly padanya.
Berulang kali pula Jeff memandang pengantinnya yang tersenyum manis pada semua orang dan dirinya. Jeff semakin bingung dan pusing.
"Apakah Loly seorang artis? Dia begitu pintar memainkan perannya … berbeda denganku … mungkin aku terlalu serius menanggapi semua ini …," batinnya galau.
Jeff masih menatap Loly yang dipaksa oleh semua orang berdansa, ia melihat Loly begitu pucat seakan dansa adalah momok mengerikan di kehidupannya.
"Aku tidak bisa berdansa," lirih Loly, ia merasa sangat aneh.
Loly menatap Jeff seakan ia butuh pertolongan. Di sepanjang hidup dirinya hanya berlari dan terus berlari tak seorang pun pernah mengajak atau mengajari dirinya untuk berdansa. Jodie hanya mengajarkan mengenai bertahan di dalam kehidupan keras Denver dengan berkelahi, menggunakan pistol, dan berlari ke sana kemari.
"Mari … berdansalah denganku Manis …!" ucap Jeff, ia mengulurkan tangan bak seorang pangeran dari antah berantah, nalurinya mendorongnya untuk menyelamatkan istrinya yang berada di lingkaran para gadis yang ingin menyuruhnya untuk berdansa.
Jeff melihat Loly bagaikan seorang tuan putri yang kebingungan di tengah serigala lapar dan butuh diselamatkan. Jeff merasa kasihan dan ia ingin menyelamatkan istri mungil dan polos tersebut.
"Jeff, aku tidak pernah berdansa …," bisik Loly, ia menyambut uluran tangan Jeff dan bersyukur akan hal itu.
"Jangan khawatir, cukup naikkan saja kakimu di atas sepatuku, Loly," ucap Jeff, ia melingkarkan tangan ke pinggang Loly.
"Oh …," balas Loly, ia merasa hatinya berdebar tak karuan.
Kala Jeff,mulai merengkuh dirinya semakin rapat menempel di tubuh Jeff. Deg! Deg! Jantung Loly bergemuruh hampir meledak, ia takut jika goncangan jantungnya akan merobohkan Gereja.
Perlahan Loly memandang wajah Jeff yang masih memandangnya dengan segenap rasa cinta dan kasih sayang. Keduanya terus berdansa dan menari mengikuti irama musik, tanpa bicara hanya saling pandang dan terdiam.
Keduanya tidak menyadari musik telah berakhir dan keduanya semakin merapatkan diri, tanpa Loly sadari dirinya telah melingkarkan kedua belah tangan ke leher Jeff sebaliknya Jeff semakin erat memeluk pinggangnya.
Setelah acara selesai semua orang memberikan ucapan selamat dan doa yang baik-baik kepada kedua mempelai.
"Loly, Jodie mana? Apakah dia masih berbicara dengan para ketua desa Goldblack?" tanya Jeff, ia tak melihat Jodie, ia masih menanti Jodie di dalam mobil.
Sepanjang pesta setelah pemberkatan Jodie sudah tak terlihat lagi batang hidungnya, ia merasa penasaran dengan sikap Jodie yang selalu bak hantu yang pulang pergi tak diundang dan diantar.
Jeff merasa banyak yang ingin ditanyakannya kepada Jodie. Namun, kini ia sudah kehilangan Jodie lagi.
"Siapakah Jodie Crown?" batin Jeff, ia semakin penasaran.
"Ada pasiennya yang mendadak koma dan butuh pembedahan," ujar Loly berbohong, "apakah tidak aneh rasanya, jika suami-istri saling berbohong untuk pertama kalinya di dalam menjalani pernikahan mereka?" batin Loly bingung.
Namun, Loly telah berjanji pada Jodie untuk menutup mulut atas nama keluarga Nostra di belakang nama Jodie dan dirinya.
"Aku berharap jika aku dan Jeff bukan saudara kandung. Aku bersyukur jika aku hanyalah putri angkat Jodie, tapi Jeff … siapakah dia? Apakah dia benar-benar darah daging dari keluarga Nostra? Tapi mengapa Jodie harus berbohong?" batin Loly semakin penasaran.
Loly maupun Jeff sama-sama masih bingung di dalam menghadapi pernikahan mereka, tetapi keduanya bersikap sangat romantis dan saling menyayangi di depan semua orang.
Walaupun keduanya tidak merasa jika mereka berusaha untuk melakukan pencitraan diri. Semua itu mengalir begitu saja, walaupun pada akhirnya mereka hanya saling diam dan kadang tanpa banyak bicara.
"Oh, begitu!" balas Jeff, "apakah Jodie sudah kabur lagi untuk menyelidiki banyak hal? Aku penasaran siapa sebenarnya Jodie.
"Ia memiliki banyak senjata dan kepintaran di bidang kedokteran juga senjata api. Apakah mungkin jika di siang hari dia sebagai malaikat yang menyelamatkan nyawa dan di malam hari sebagai iblis yang mengambil nyawa orang lain, begitu?" batin Jeff, ia masih penasaran.
"Loly, apakah Jodie ada berpesan sesuatu?" tanya Jeff, ia sendiri tidak tahu harus bagaimana.
"Tidak!" balas Loly.
"Oh, begitu? Lalu, apakah kita akan tidur bersama Loly? Bukankah aku suamimu secara hukum dan negara kita sah untuk tidur dan melakukan banyak hal secara bersama?" tanya Jeff, ia hanya bermaksud menggoda istrinya yang cantik duduk di sampingnya.
"Apa?! Yang benar saja! Tidak! Ini, hanya …," lirih Loly bingung.
"Hanya sandiwara saja begitu? Tapi, dihadapan Tuhan dan negara kita sah menjadi suami-isteri. Mau dan tidaknya kamu, yang penting kita sudah menjadi suami-isteri," ujar Jeff, ia tersenyum menyeringai.
"Ish!" cibir Loly, ia masih kesal dan bingung dengan semua keadaan dan ia pun masih berpikir mengenai Nostra.
Namun, ia tak ingin berdebat. Loly masih melihat cincin indah bermata berlian berkilau dengan congkak di jari manisnya yang memakai sarung tangan tipis.
"Mengapa Jodie, bagian dari Nostra?" benak Loly, keduanya masih mengendarai mobil hingga tiba di rumah mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Younie
lanjut Thor..... semangat
2022-09-06
0