Loly segera berlari sekencang rusa untuk tiba di rumahnya ia melintasi kerumunan orang yang sedang melihat ledakan dan kematian para Mr. X yang tidak dikenal.
"Wah, banyak sekali kematian! Kasihan! Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa mereka! Amin!" batin Loly, ia berlari dan saat tiba di mini market di ujung blok rumahnya, ia membeli air mineral dan beberapa roti juga minuman berkadar alkohol rendah.
"Aku rasa, aku akan menggaji Jodie dengan minuman ini, saja!" batin Loly kembali melesat ke rumahnya.
"Wah, kau banyak sekali berbelanja Loly! Kamu mencuri dari mana?" sindir Jodie, ia langsung memasang infus penambah darah dari kantung botol infus dengan menggantung di kipas angin menggunakan seutas tali plastik.
Namun, Loly tak peduli dengan sindiran Jodie. Ia hanya mendekati Jeff yang terluka di sofa tuanya, mengamati semua luka yang mulai diperban dan ditaburi obat oleh Jodie.
"Wah, pria ini hebat sekali! Tuhan terlalu sayang padanya?" ucap Loly melihat 5 butir peluru yang dikeluarkan Jodie dari tubuh pria tersebut.
"Jodie, apakah kau ingin minum kopi?" tanya Loly, ia tak tahu harus melakukan apa.
Loly buta sama sekali ia tak mengecap sekolahan hanya tamat di sekolah lanjutan pertama dan ia harus mulai bekerja serabutan karena kakek dan neneknya meninggal.
"Apakah kau punya gula?" tanya Jodie, ia mencibir sinis.
"Aku mencurinya!" umpat Loly berbohong.
"Hahaha! Sejak kapan?" tanya Jodie, ia tahu Loly tak pernah melanggar satu pun aturan pemerintah.
Loly terlalu menyadari siapa dan dari mana status kehidupannya yang berasal dari kelas bawah. Ia harus bertahan hidup sebagai apa saja yang penting menghasilkan uang dan halal.
Jodie masih menyuntik pereda sakit dan banyak hal lain yang Loly sendiri pun tak tahu apa semua itu.
"Nih, untukmu!" Loly mengangsurkan beberapa botol minuman berlabel alkohol.
"Jangan minum, di sini! Aku akan menendangmu!" umpat Loly, "minum kopi saja! Aku ingin kau semenit saja waras!" lanjut Loly, ia memberikan seiris hotdog pada Jodie dan keduanya makan dengan diam.
"Loly …,"
"Hm,"
"Di mana kau temukan pria ini?" selidik Jodie, "mengapa pria ini mirip dengan Jeff si Tangan Besi?" batin Jodie, ia sedikit was-was.
"Di depan pintu rumahku! Memang aku pekerja sosial apa? Enak saja! Hidupku sudah kacau balau. Ngapain pula aku tambahi lagi?" umpat Loly mengunyah rotinya.
"Oh, um …,"
"Ada apa?" tanya Loly, ia menatap Jodie curiga.
"Tidak!" balas Jodie mengangkat bahunya, "setelah dia sembuh, kamu usir saja dia pergi. Satu hal lagi, jangan pernah katakan pada siapa pun, jika kau menolongnya.
"Ingat Loly, semua orang tak sebaik itu! Ada hitam dan putih, namun yang lebih mengerikan adalah garis diantaranya, yaitu : abu- abu! Kau harus mengingat itu!" ucap Jodie, ia menginginkan Loly yang sembrono akan mengingat pesannya.
"Um," Loly menaikkan alisnya, "apakah menolongnya, adalah suatu kesalahan?" tanya Loly, ia tak mengeri.
"Loly … tahun ini umurmu berapa?" tanya Jodie, ia tahu Loly masih teramat muda.
"20 tahun, aku sudah dewasa, ya?" ketusnya.
"Nah, jika kau sudah merasa dewasa. Berlakulah seperti wanita dewasa!" ucap Jodie, "apakah kau masih ingat menggunakan revolver yang aku ajarkan? Dan pisau juga senjata api otomatis lainnya?" tanya Jodie.
"Ya, apakah itu penting?"
"Untuk sekarang tidak! Tapi, aku yakin untuk kedepannya …," balas Jodie, ia masih menatap ke arah Loly.
"Pergilah tidur Loly, besok kau bekerja! Biar aku yang akan menjaganya," ucap Jodie, "ingat kunci pintumu, jangan biarkan siapa pun masuk, termasuk aku!" pesan Jodie dengan brewok, kumis, dan rambut putihnya.
"Baiklah …," balas Loly, ia merasa lucu.
Sepanjang hidupnya Loly telah mengenal siapa Jodie Crown pria pecandu yang tak diketahui dari mana asalnya tetapi sekalu baik pada semua orang.
Sejak kematian kedua orang tua Loly, ia diasuh oleh neneknya yang janda tetapi karena usia, neneknya pun wafat hingga Jodie dan orang di kawasan salah satu di jalan Port Avenue di Denver yang keras yang mengurus Loly.
Semua orang memanggilnya Loly padahal namanya adakah Lyodra Campbell. Namun orang lebih mengenalnya Loly Campbell.
Jodie mengurus Loly bak putrinya sendiri mengajarkan padanya beladiri, menggunakan senjata, dan banyak hal hingga Loly bagai anak lelaki.
"Di Denver harus mampu bertahan, jika kau ingin hidup! Agar orang tak melecehkanmu, Loly!" teriak Jodie setiap kali Loly enggan untuk berlatih, hingga akhirnya tanpa disadari Loly ia memiliki kemampuan itu.
Satu hal yang disesalkan oleh Jodie untuk mengajari Loly menjadi seorang wanita yang lembut. Jodie lupa jika Loly sejatinya adalah seorang wanita, ia mengingat dan melihat wajah di bingkai foto seorang wanita tua dan wajah mungil dengan gigi depan yang ompong sedang memegang piala lari maraton dengan tersenyum.
"20 tahun sudah …," lirih Jodie, ia tahu Loly sudah mendengkur di kamarnya.
"Sialan! Aku tidak membawa pistol! Aku berharap tak seorang pun yang mencari Jeff Dimitri ini. Jika ada yang mencarinya, matilah kami! Akan ada pertumpahan darah di Port Avenue," batin Jodie, ia mematikan lampu dan memeriksa dan mengunci pintu dan jendela.
Pagi hari ….
"Aduh, nyenyak sekali!" lirih Loly, ia masih berguling-guling di tempat tidur hingga bruk!
"Aduh …!" umpatnya kesal ia sudah terjatuh di lantai kayu rumahnya yang tua warisan keluarga Campbell padanya.
"Jodie!" batin Loly berlari ke luar kamar, ia sudah tak melihat Jodie.
Loly hanya meninggalkan catatan kecil tertempel di kulkas mengenai instruksi pengobatan si Kucing Kurap dan pesan menjaga diri, Jodie berkata, "Aku sudah membayar tagihan listrik dan PAM milikmu.".
"Ah, Jodie! Kau ayah yang sangat baik," batin Loly, ia merasa mendapatkan banyak kasih sayang dari Jodie, walaupun keduanya sering bertengkar.
"Hm, masa sih aku harus melap tubuhnya? Yang benar saja? Seminggu! Aduh, aku harus jadi pembantunya? Mengenaskan!" batin Loly, ia tak menyangka akan begitu lama untuk merawat tamu tak diundang yang sedang berbaring di sofa.
Loly langsung memasak dan membuat makanan, ia langsung membersihkan luka Jeffry dengan memejamkan mata, "Sudah benar belum sih?" batin Loly, ia meraba-raba tubuh Jeff di bagian bawah perutnya dengan kain lap basah air hangat.
Jeff merasakan samar-samar jika tubuhnya sedang digerayangi seseorang, seketika Jeff membuka mata, "A …" ucap batin Jeff, ia hanya diam.
Jeffry melihat gadis muda berambut hitam dikuncir kuda sedang meraba tubuhnya dengan memejamkan mata dan mengerutkan dahi kala tangannya menyentuh harta berharga di bawah perutnya.
Jeff mengerutkan dahi kala gadis berkaus putih dan celana penuh sobekan di sepanjang kaki, Jeff melihat itu sedang trend di antara anak muda. Walaupun ia tak mengerti dengan trend aneh tersebut.
"Jika kau memejamkan mata, kau tidak akan tahu apa yang sedang kau pegang?!" hardik Jeff kesal, ia merasa gadis tak waras di depannya berlama-lama di harta pusakanya seakan itu sebuah kotoran
Bruk! Plak!
Loly terlonjak kaget hingga ia memukul harta pusaka Jeff, "Aw! Apakah kau ingin membunuhku?" teriak Jeff kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Alfhie
semoga ceritanya tidak membosankan😁😁😁
2024-05-22
0
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
Ynk Hitam Pacarku Ynk pertama
Ynk putih pacarku yank kedua
Ynk abu abu pacarku ynk ke tiga... 😀😃😄😁😆😅😂
Loly ooooohhh loly
2022-09-30
0