"Raja dari bidak catur? Maksudmu di dalam kubu La Costra Nostra itu sendiri begitu? Apakah salah satu pendiri yang utama di La Costra Nostra itu adalah biang keladi semua ini?" tanya Jeff, ia menangkap arti kata dari Jodie yang masih diam memandang ke arah jalanan.
"Ya, aku akan menelepon Frank! Mereka sudah di mana?" ucap Jodie, ia langsung menelepon Fran dan berbicara cepat.
"Ayo, gunakan saja GPS dan share lokasi yang diberikan Frank. Bajingan! Mereka memasuki daerah Bowen Utara. Mereka selalu saja mengkambinghitamkan Bowen yang selalu gencar menghalangi sindikat mereka," ucap Jodie.
"Apa?! Jadi, Bowen tidak ada hubungan sama sekali dengan semua kerusuhan yang sedang terjadi?" tanya Jeff, ia semakin bingung.
"Siapa yang bisa aku percaya lagi? Sementara semua laporan mengarah ke Bowen Utara, tetapi ternyata segalanya malah dari kubu La Costra Nostra itu sendiri.
"Aku harus menyelidiki semua ini dengan benar, jika tidak ini akan semakin kacau," batin Jeff, ia tak ingin apa yang dikatakan oleh Jodie benar adanya.
"Jika benar, siapa sebenarnya dalang di balik semua kejahatan ini? Dean, Dwinov, Pedrosa, atau Lorenzo? Selain mereka hanya diriku yang paling berkuasa di La Costra Nostra. Setelah ayah," batinnya semakin bertanya.
"Lalu Alexander Dove bekerja dengan siapa?" tanya batin Jeff, ia masih menerka keempat orang yang paling dominan dan paling memiliki kekuasaan tertinggi setelah dirinya yang bisa menggerakkan semua orang di La Costra Nostra.
"Tidak!" balas Jodie tegas.
"Jeff, kamu harus menggunakan penyamaran. Aku tidak ingin kubu Bowen ada yang mengenalimu dan langsung membunuhmu tanpa mengetahui semua kebenaran yang sedang kamu sembunyikan," ucap Jodie memberikan topi dan kacamata tanpa resep dokter.
"Kau sangat tampan, seperti aku muda …," lirih Jodie, ia sendiri pun tak mengerti mengapa Jeff begitu mirip dengannya.
"Kita sudah tiba, minggir ke semak itu!" perintah Jodie, ia mengambil sebuah tas besar dan membukanya.
"Jodie! Aku setuju dengan Loly, apa sebenarnya pekerjaanmu?" ucap Jeff, ia curiga melihat senjata yang begitu lengkap dengan berbagai jenis senjata api juga amunisi berada di dalam tas besar tersebut.
"Aku seorang dokter!" ucap Jodie, ia tak peduli jika Jeff masih memandangnya dengan curiga.
"Sudah, jangan terlalu banyak berpikir. Ayo, gunakan senjata yang mau kamu pakai!" ujar Jodie, "ingat jangan pernah Hb menyebut dirimu adalah Jeffry Dimitri sang ketua La Costra Nostra, ini wilayah Bowen.
"Aku sangat yakin, ada yang ingin menjebakku dan Bowen untuk semakin berseteru," ucap Jodie.
Jeff mengambil dua pistol otomatis dengan jumlah peluru yang lebih banyak.
Ia menyelipkan amunisi dan kedua pistol di balik kemejanya. Jeff mengikuti Jodie yang berlari membelah semak perdu dan hutan di dekat lereng pegunungan Rocky di lembah Corner.
Jeff dan Jodie terus berlari hingga mendapati Frank dan beberapa orang yang sedang mengintai musuh. Mereka melihat jika di bawah lereng di mana Jean dan beberapa wanita sedang diikat tangan dan mulutnya dilakban.
"Bajingan mereka benar-benar brengsek!" umpat Jeff di dalam hati, ia melihat dengan dingin ingin rasanya ia menyerang dengan cepat ke bawah tetapi ia tahu jika dia gegabah maka para gadis akan menemui ajal.
"Alexander Dove!" lirih Jeff, ia melihat Alexander senang berada di sana, ia sedang tertawa dengan berusaha untuk menyentuh para gadis.
"Layani aku! Ayo, sebelum pembeli datang!" teriak Alexander begitu berhasrat dengan Jean.
Jean menggeleng-gelengkan kepala dan menangis, Kaka tangan-tangan Alexander Dove mulai meluncur di bukit kembar Jean.
"Bajingan!" umpat Jeff, ia langsung meluncur dengan cepat menggunakan tubuhnya menuruni lereng yang dipenuhi semak dan kayu-kayu kecil, Jeff tak peduli dengan semua itu.
"Siapa itu?" tentu Bowen, "dia bodoh sekali!" umpatnya murka, ia merasa kali ini semua rencana untuk menghabisi Alexander Dove akan gagal lagi.
Pria berkulit gelap, rambut gimbal, mirip anak punk, dan kalung salib perak menjuntai di lehernya, ia masih memegang senjata otomatis Laras panjang di tangan.
"Anak buah siapa itu?" tanya bisik Bowen, "dia bisa menggagalkan rencana kita!" ujar Bowen kesal.
"Jangan khawatir! Dia menantuku!" balas Jodie.
"Apa? Kau! Sejak kapan kau memiliki anak?" tanya Bowen.
"Sudahlah! Lihat saja! Dia tidak akan menggagalkan rencana kita," ucap Jodie, ia sangat yakin akan hal itu.
Semua orang mengawasi Jeff yang terus meluncur dengan cepat langsung menembak tanpa suara ke arah para pengawal Alexander Dove yang sedang memegang para wanita tersebut.
Dor! Dor!
"Tembak! Bunuh penyusup itu?" teriak Dove ia langsung menarik pistolnya menembak ke arah Jeff tapi Jodie dan Bowen langsung melindungi Jeff yang begitu cekatan melumpuhkan semua anak buah Alexander Dove.
Dor! Dor!
Jeff bergulingan bersembunyi di balik semak dan kembali menembak ke arah Alexander.
"Well! Well! Aku sangat yakin kau masih hidup Jeff si Tangan Besi!" teriak Alexander Dove dengan kedua tangan memegang pistol mengarah ke arah Jeff.
"Apa?! Apa kata si Bajingan itu? Jeff? Jeff si Tangan Besi?" teriak Bowen.
"Dia hanya mengigau, bukankah Jeff sudah mati! Dan kau yang meledakkan mobilnya?" tanya Jodie.
"Enak saja! Aku tidak akan selicik itu membunuh musuhku!" balas Bowen kesal.
Mereka kembali menembak musuh mereka, "Jadi, bukan kau Bowen?"
"Tentu saja tidak!" jawab Bowen, "aku memang ingin membunuhnya tapi bukan begitu?" umpat Bowen.
Dor! Dor!
Akan tetapi bukan Jeff jika dia tak bisa menembak dengan meluncur dan sesulit apa pun. Bowen, Jodie, dan semua kaki tangan Bowen dan orang-orang desa langsung membantu Jeff menyerang ke arah Alexander Dove.
"Aku benar-benar ingin membunuh bajingan ini. Dia telah membuat namaku hancur lebur tak tersisa lagi," batin Jeff kesal, ia merasa semua orang menyalahkan La Costra Nostra dan semua mengarah kepadanya.
Dor! Dor!
Jeff menembak ke arah tangan Alexandre Dove yang memegang senjata hingga pistol terpental, anak buahnya yang masih memegangi para gadis susah melepaskan pegangan dan langsung membantu bos mereka untuk menghadapi tembakan demi tembakan yang sedang menyerang mereka.
Buk! Buk!
Jeff dan Alexander Dove langsung saling pukul dan dan baku hantam berusaha untuk melumpuhkan dan membunuh musuh mereka.
"Aku tidak menyangka kau masih hidup! Dasar bajingan!" umpat Alexander Dove, ia tak mengerti mengapa semua yang sudah dilakukannya pada akhirnya harus berakhir dengan kekecewaan.
"Kau bajingan Dove! Kau mengkambinghitamkan diriku untuk sesuatu yang tak pernah aku perintahkan. Apa maksud kalian yang sesungguhnya?
"Katakan, siapa yang telah memerintahkan untuk melakukan penculikan dan perdagangan senjata juga narkoba?" hardik Jeff, ia ingin mengetahui kebenaran tersebut.
"Bukankah kau yang memerintahkan hal itu?" ketus Alexander Dove, "mengapa Jeff bisa kemari dan bersekutu dengan Bowen Utara?" batin Alexander Dove.
Alexander Dove masih berusaha untuk menangkis pukulan demi pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh Jeff, "Andaikan aku bisa kabur, aku ingin mengatakan semua kebenaran ini kepada Dean dan Dwinov jika Jeff sudah membelot!" batinnya.
"Katakan jika kau masih ingin selamat?" ancam Jeff, ia langsung memukul dan membekuk Alexander dengan jepitan tangannya yang terkenal sekuat besi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Younie
makasih Torrr
2022-09-05
0