Mereka tiba di sebuah rumah terbuat dari batu gunung yang disusun dengan sangat rapi dengan cerobong asap, bunga-bunga Magnolia dan semak blueberry merambat di setiap pagar.
"Wah, kau benar-benar merawat rumah ini Jodie!" teriak Loly bahagia, ia berlari menyentuh bunga pansy dan gladiol dengan berbagai warna indah.
Jeff hanya diam keluar memandang keindahan alam dan rumah nyaman itu, ia merasa bahagia dan merasakan sebuah rumah yang bisa memberikan kebahagiaan. Selama ini ia berkutat di rumah mewah bak kastil di Meksiko di pusat La Costra Nostra yang megah dikelilingi oleh orang-orang dengan senjata juga berpakaian mewah.
Namun, siapa pun tahu tak ada yang merasakan kedamaian di sana, "Selamat datang Jeff! Mungkin tidak seindah kastilmu di La Costra Nostra," ujar Jodie, ia memandang ke arah rumah yang diimpikannya bersama Miranda dulu.
Sebelum banyak malapetaka yang memisahkan Jodie dan calon istrinya Miranda. Jodie termenung ia melihat Loly berlarian ke sana kemari mirip anak seusia 10 tahun yang energi. Loly sudah mengutip blueberry dan ingin membuat jam (selai) blueberry yang sangat lezat.
Jodie tahu jika ia tinggal bersama dengan Loly ia akan sangat bahagia mendapatkan semua cinta dan kasih dari putrinya. Namun, Jodie tak ingin sesuatu menimpa kehidupan gadis baik tersebut.
"Aku susah payah menjauhkan Loly dari malapetaka, tetapi takdir tetap saja menyeretnya untuk itu. Kini, malah ia harus terlihat dalam perang antar mafia," batin Jodie getir, ia tak tahu lagi harus bagaimana untuk menjauhkan Loly di dalam semua itu.
"Ayo, masuk!" ajak Jodie, "tapi, jika kau ingin berkeliling silakan, ajak saja Loly. Aku ingin tidur. Berhati-hatilah … jangan perlihatkan senjatamu pada orang kampung!" pesan Jodie.
Jodie merasa umurnya yang sudah 55, tahun membuatnya tak sekuat dulu lagi di dalam bergerak apalagi dia harus menghabiskan 3 jam perjalanan tanpa jeda dari Denver ke Goldblack.
"Baik, Jodie!" balas Jeff patuh, ia sendiri tidak mengetahui mengapa ia harus seperti itu.
Jeff melihat jodie memasuki rumah, Jeff masih ingin menikmati indahnya desa Goldblack, yang nyaman dan aman.
"Terlalu nyaman," benak Jeff, ia merentangkan kedua belah tangan dan mendongakkan wajah ke langit juga memejamkan mata.
Menikmati semilir pagi yang indah, "Pagi! Apakah kamu tetangga baru? Apakah Jodie sudah menjual rumah ini?" tanya seorang wanita tua, dengan tudung motif bunga dan pakaian ala pedesaan dan juga sepatu boot yang tinggi membawa sekeranjang strawberry manis yang menggoda.
"Eh, bukan! Aku adalah menantunya," ujar Jeff mengingat pesan Jodie.
"Oh, Loly sudah menikah? Benar begitu?" ucap wanita tersebut.
"Kenalkan aku Nyonya Smith," ujarnya.
"Oh, senang berkenalan dengan Anda Nyonya Smith," ujar Jeff, ia langsung mengulurkan tangan.
Untuk pertama kalinya Jeff berbicara normal pada kebanyakan orang tanpa pandangan dingin, curiga, dan senjata yang terkadang hanya bicara.
"Aku Jeff," balas Jeff, tersenyum.
"Apakah Loly sedang di rumah?" tanya Nyonya Smith.
"Tidak! Loly sedang mengutip blueberry di semak di sana," jawab Jeff menunjuk ke arah semak blueberry yang rimbun yang menyembunyikan Loly.
"Oh, baiklah! Katakan pada Jodie, untuk ikut acara penobatan kalian sebagai suami-istri," ujar Nyonya Smith.
"Baiklah!" balas Jeff bingung, ia memandang nyonya Smith meninggalkan rumah dan Jeff langsung berlari ke arah semak blueberry.
"Aku harus mencari Loly, segalanya semakin kacau!" batin Jeff, ia ngeri membayangkan berada di antara orang-orang dusun yang berhati mulia.
Bruk!
"Aw! Jeff! Apa yang kau lakukan?" teriak Loly, kala Jeff menabrak dan keduanya jatuh di semak blueberry dengan posisi Loly di bawah tubuh Jeff.
Keduanya saling pandang, kemudian keduanya tersadar dengan posisi mereka berdua hingga keduanya bergerak dengan cepat untuk menjauh dari satu dan yang lain.
"Tolong! Tolong!" suara teriakan bergema membelah pagi indah tersebut.
"Ada apa itu?" tanya Loly, ia langsung bergerak berlari ingin menolong ke arah teriakan tersebut.
"Sial! Mengapa sih, gadis ini selalu saja membahayakan dirinya?" batin Jeff, ia semakin bingung mendapati jika Loly begitu senang berlari untuk menyongsong musuh daripada menyelamatkan dirinya sendiri.
"Sial!" umpat Jeff, ia pun ikut mengejar Loly, "aku lebih mengawatirkan gadis ini daripada orang yang berteriak minta tolong," batin Jeff, ia terus berlari mencoba untuk melewati semak ranting pohon apel dan buah plum yang menjuntai membuatnya sedikit sulit untuk menembus kebun buah tersebut.
"Milik siapa sih kebun ini? Tidak dirawat sama sekali!" umpat Jeff, ia harus berulang kali melambat karena ranting dan dahan yang hampir menggores wajahnya karena tubuhnya yang terlalu tinggi.
"Busyet!" batin Jeff.
Jeff langsung menarik kakinya agar tak terlalu berlari ke sana karena di dataran di antara semak pohon tersebut seekor beruang madu sudah marah ingin mencabik seorang wanita yang sudah terjatuh di tanah dengan mencoba untuk menyelamatkan diri dengan bertumpu pada kedua tangan dan terduduk di tanah.
Keranjang dan apelnya berserakan tak tentu arah, "Ya, ampun!" ucap Jeff, ia semakin bodoh akan hal itu.
"Padahal dengan menembaknya saja, beruang itu sudah mati!" batin Jeff, tetapi ia mengingat pesan Jodie agar tidak memperlihatkan senjata kepada orang kampung.
"Loly!" teriak Jeff, ia sudah melihat Loly melesat dengan sebilah balok kayu, melompat dengan cepat dengan bertumpu pada tubuh bagian belakang beruang.
"Hah!" batin Jeff, ia tak membayangkan ada gadis bodoh yang akan berkorban demi orang lain yang tak dikenal dan rela mengorbankan nyawanya yang sangat berharga.
Kini Jeff melihat Loly sudah memeluk leher si beruang madu ddngan balok kayunya membuat dia harus berayun ke sana kemari karena si beruang berlarian di tanah datar tersebut.
"Sialan!" umpat Jeff, ia pun mengambil dahan ranting pohon apel dan berlari melesat secepatnya untuk menolong istri bohongan dan bidadari penyelamatnya.
"Jeff! Apa yang kau lakukan?" teriak Loly bingung, ia melihat Jeff berusaha untuk menancapkan bilah ranting di bagian kaki lutut si beruang.
"Sungguh aneh jika seorang suami tidak menolong istrinya disaat istri anehnya malah sibuk memeluk beruang madu!" umpat Jeff, ia ingin sekali istirahat terapi selalu saja ada masalah.
"wow! Hebat sekali mulutmu bicara, ya? Kapan pula aku ingin memeluk beruang?" teriak Loly, ia sudah meluncur dan berjumpalitan menghindari cabikan cakar beruang yang sedang marah.
Jlep! Jlep!
Ranting dahan apel sudah mendarat di paha dan lutut si beruang membuat darah mengucur di sana.
Grggrh!
Teriakan si beruang mulai kesakitan dan berlari ke dalam hutan di daerah pegunungan Rocky.
"Hadeh!" Jeff dan Loly berbaring kelelahan menatap langit.
"Terima kasih, Loly! Terima kasih Tuan-" ujar gadis tersebut.
"Jean! Kau Jean 'kan?" tanya Loly, ia melihat Jean yang tersenyum kepadanya.
"Ya, aku Jean!" ujarnya tersenyum.
Loly langsung bergerak berdiri dan memeluk Jean, "Apa kanar Loly? Siapa dia?" tanya Jean.
"Oh, dia …-"
"Aku Jeff, suami Loly," ucap Jeff, ia ingin membuat Loly mati kutu, "rasain kamu! Memang enak!" batin Jeff bahagia.
"Oh, kamu sudah menikah Loly? Wah, hebat sekali! Nanti kita akan mengadakan acara peresmian pernikahanmu!" ucap Jean bahagia.
"Oh …," lirih Loly, " yang benar saja? Pemberkatan saja belum bagaimana bisa pesta sih?" batin Loly.
"Baiklah, kami akan pulang! Sampai ketemu Jean. Sayang, aku lapar …," ucap Jeff.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Younie
lanjut Thorrr...... semangat
2022-09-05
0