Naik Kelas

...PoV Syahdu Larasati...

Sore ini kak Wicak mengajakku makan bakso. Katanya ada bakso terenak didepan kampus. Namanya bakso kang Mamat. Anak-anak kampus sudah pasti kenal karena walau murah, bakso kang Mamat ini enak banget.

Setelah kuicip, ternyata benar. Kuahnya saja sudah enak dan seger di tenggorokan.

Kak Wicak sampai tergelak melihatku yang minta tambah lagi.

"Jadi, gimana. Udah kamu pikirin untuk rencana pergi denganku?" Tanya kak Wicak membuka topik.

"Aku harus bilang dulu sama nenek."

"Nanti aku yang minta izin sama nenek. Mudah-mudahan diizinin." Katanya sambil menuangkan air minum.

"Kamu tahu gak, minggu depan ada Expo kampus. Setiap jurusan harus punya sesuatu yang ditampilkan."

Aku menggelengkan kepala. Baru dengar juga.

"Itu khusus menyambut mahasiswa baru, memperkenalkan macam jurusan dan fakultas. Acaranya rame dan meriah selama tiga hari berturut-turut."

"Terus, gak belajar?"

Kak Wicak menggelengkan kepala. "Enggak. Tapi mungkin beberapa dosen akan menyuruh kalian menganalisa bisnis di acara Expo itu."

Aku mengangguk. Lalu meminum air yang sudah dituang kak Wicak.

"Syahdu."

Kak Wicak tiba-tiba menggenggam tanganku, menatap dengan wajah yang mendung. Ada apa?

"Kamu bisa merasakannya kan, kalau aku sangat menyayangimu."

Mataku membulat, ada angin apa kak Wicak seperti ini?

"Kamu bisa menungguku, kan? Aku akan berusaha menyelesaikan kuliah satu tahun lagi dan segera melamarmu."

kak Wicak, sudah berapa kali mengatakan ini padaku? Aku sangat paham dan mengerti, aku juga tidak memburunya, kan? Tapi ada apa?

"Aku gak pernah mikirin orang lain, kak. Dari dulu sampai sekarang, aku tetap sayang dan cinta sama kakak." Aku menggenggam lagi tangannya. "Pasti ada sesuatu, ya? Coba ceritakan." Tebakku, dan benar. Dia menunduk.

Kak Wicak sempat terlihat ragu, lalu mulai bercerita. "Kemarin kata temanku, dia melihatmu di perpustakaan dengan laki-laki lain, begitu dekat dan saling tatap."

DEG!

Astaga! Ternyata teman kak Wicak ada yang mengenaliku dan mengadu?

"Katanya kamu pernah diantarnya ke kampus dengan mobil juga. Apa benar?" Tanya Kak Wicak.

Aku merasa kerongkonganku kering, seketika badanku melemas karena ternyata aku diperhatikan orang-orang sekitar kak Wicak. Aku pikir selama ini aku bisa menyembunyikan rahasia dengan mudah dari kak Wicak. Pantas saja dia belakangan lebih perhatian dan menunjukkan perasaannya secara intens. Padahal dirinya yang dingin namun perhatian itu juga aku sangat suka.

"Kak, jangan khawatir. Itu temanku, kami satu kelompok. Jadi, beberapa waktu lalu sering bertemu karena mengerjakan tugas sama-sama. Kami juga gak berdua, tapi rame-rame." Aku menunjukkan foto kami yang kebetulan diambil saat presentasi.

Kak Wicak mulai tersenyum kecil, Kekhawatirannya tidak terjadi.

"Aku gak mungkin melepaskan seorang Wicak. Itu merugikan diriku sendiri karena kak Wicak adalah laki-laki yang hebat. aku sungguh sayang padamu, kak." Bisikku dengan nada yang menekan, supaya dia mendengarnya dengan jelas.

Dia tersenyum, menggenggam tanganku dengan kedua tangannya.

"Syukurlah. Aku takut kau meninggalkanku. Rasanya, aku ga bisa kalau gak bersamamu. Akupun sangat sayang padamu."

Aku tersenyum puas mendengarnya.

"Aheey, asik asik, Joosss!"

Aku langsung menarik tanganku saat tukang bakso itu malah menyambar ucapan kak Wicak, menyadarkan bahwa kami sedang di tempat umum. Aku merasa malu melihat sekeliling yang senyam-senyum menatap ke arah kami. Aaah.. malunyaa! Kak Wicak malah senyum aja seperti tak peduli dengan ledekan kang Mamat.

...🍁...

...PoV Arga Alexander...

Aku berdiri di depan cermin lemari, sambil memasang dasi. Kulirik gadis disebelahku masih diam menatapi deretan dress yang sengaja kubeli untuknya. Tapi dia baru memakainya sekali. Entah kenapa, mungkin gak sesuai dengan seleranya. Mungkin nanti akan aku ajak dia pilih sendiri sesuai keinginannya.

"Cepetan ganti baju." Cetusku sambil terus melilitkan dasi.

"Harus banget ya, aku ikut?" Tanyanya dengan nada memelas.

"H'em. Cepat."

Dia mendesah pelan, lalu menatapku lagi.

"Nanti kalau ada yang liat, gimana?" Tanyanya khawatir.

"Ga akan ada. Ini acara kelas atas."

Dia malah mencebik mendengar jawabanku.

"Aku kan, kelas bawah. Jadi, aku ga usah ikut aja, ya?"

Dia udah berani membantah ternyata. "Gue yang kelas atas. Makanya gue bawa biar lo naik kelas."

Aku melirik dan dia masih menatapiku dengan bibir mengerucut. Kenapa dia?

"Tapi aku gak mau naik kelas."

Ya ampun anak ini!

"Kalau ternyata aku gak tau apa-apa dan terlihat bodoh, bukannya malah mempermalukanmu, ya?" Sambungnya lagi, berusaha mencari alasan supaya dia tidak jadi ikut.

"Makanya jangan jauh-jauh, dekat gue aja nanti. Buru!"

Dengan malas, dia mengambil satu dress dengan asal.

"Jangan yang itu. Ganti."

Dia menoleh padaku dengan kesal, lalu menggantungkan lagi dress itu ke lemari , mengambil satu lagi dengan asal.

"Jangan yang itu. Ganti." Kataku lagi sambil terus merapikan dasi.

Terdengar helaan napas berat dari bibirnya.

Dia memilih lagi, mengambil dress berwarna merah cerah.

"Ganti."

"Ck! Pilih sendiri!" Tukasnya kesal. Aku mengambil satu dress berwarna hitam senada dengan setelan jasku.

Dress off shoulder sepanjang mata kaki membentuk tubuhnya yang menggoda itu. Sengaja kupilih itu supaya teman-temanku tahu, kali ini aku membawa perempuan berkelas tinggi.

Dia melihati gaun itu, "ini bagian atasnya bukannya terlalu terbuka, ya?"

"Bisa cepat, gak?" Ketusku padanya yang terlalu banyak protes.

"Yaudah sana keluar, aku mau ganti."

Apa, sih. Padahal jelas aku sudah hapal setiap inci bentuk tubuhnya. Jelas aku sudah melihatnya tanpa sehelai benangpun, bisa-bisanya dia masih malu-malu.

"Gue gak liat. Cepat." Aku terus berpura merapikan dasi. Dia lucu sekali, walau berada di belakangnya, aku tetap bisa melihatnya karena seisi ruang dipenuhi cermin besar.

Dia membelakangiku, membuka baju di depan lemari sudut. Aku bisa melihat kakinya yang jenjang dan putih bersih dari cermin depanku. Lalu dengan perlahan dia memakai dress dan berusaha mengancingkan bajunya, tetapi tidak bisa.

Dia tidak sadar dengan kemunculanku dibelakangnya, karena tengah sibuk dengan usahanya meraih kancing kecil dibelakang tubuhnya. Dengan sigap kukancingkan dress itu sambil melihati punggung mulus yang sedikit berbulu halus.

Dia tersentak tetapi diam saja saat aku mengancingkannya dengan perlahan. Kulihati wajahnya dengan gaun hitam itu di depan cermin, diapun tak bergeming menatapku dari cermin di depannya.

Aku membuka jepitan yang menggulung rambutnya, membiarkan rambutnya terurai panjang ke belakang.

"Biarkan begini." Bisikku padanya dan langsung keluar dari ruangan itu. Aku tidak mau berlama-lama karena aku bisa saja menariknya ke tempat tidur dan melupakan acara penting malam ini.

Tapi..

Aku melirik lagi ke dalam walk in closet. Dia tengah merapikan rambutnya dengan catokan.

Melihatnya secantik itu, membuatku sedikit berdebar. Sayang sekali, aku dan dia hanya bersama selama dua tahun. Setelah itu, dia akan melanjutkan hidupnya bersama pacarnya dan melupakan segala yang pernah kami lakukan berdua. Berpura tidak saling kenal jika suatu hari bertemu. Setidaknya, itulah yang ada di dalam kontrak yang sudah kami sepakati beberapa minggu yang lalu...

Terpopuler

Comments

Ihza

Ihza

yakin ga bisa Kya gitu😅

2023-11-08

0

Wirda Wati

Wirda Wati

aku suku Arga sama syahdu..
tapi gimansdg wicak yg baik

2023-10-26

1

Lili Lintangraya

Lili Lintangraya

bakalan jatuh cinta gk y nanti arga&syahdu??

2023-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Syahduku
2 Kuliah Pertama
3 Menawarkan Kontrak
4 Ttd Kontrak!
5 Let's Start
6 Virgin
7 Tak saling kenal.
8 Perintah Kedua
9 Berbohong
10 Sarapan Bareng
11 Satu Kelompok
12 Persetan Rasa Malu!
13 Antara Malu dan Bodoh
14 Obrolan Grup
15 Fakta Baru
16 Semakin Menyesal
17 Perpembalutan
18 Anak Pemilik Rumah Sakit
19 Berbelanja Kebutuhan
20 Naik Kelas
21 Pesta Kelas Atas
22 Suara Syahdu
23 Main Solo
24 Naik dulu!
25 Berpapasan
26 Rooftop Apartemen
27 Aku pemenang?
28 Musim Semi di hati Syahdu
29 Weekend bersama Wicak
30 NightCafe
31 Patah Hati Pertama
32 Sadar
33 Meminta Maaf
34 Sadar Ditatap
35 Ketemu Oma
36 Ke Apartemen Arga
37 Curiga
38 Ketahuan Wicak
39 Kepercayaan pada Syahdu
40 Ikat Rambut
41 Perjalanan ke Pulau
42 You and Sunset!
43 Sorot Mata Syahdu
44 Efek Film Horor
45 Menahan Hasrat
46 Calon Tunangan Arga
47 Keputusan Syahdu
48 Happy Birthday, Syahdu.
49 Putus tanpa Alasan.
50 Rencana Kemah
51 Alasan putus
52 Pesta untuk Syahdu
53 Kebahagiaan Nenek
54 Tidak berniat Nikah.
55 Berbeda Prinsip
56 Perasaan diatas Cinta
57 Hadiah ulang Tahun
58 Packing
59 Gara-gara telefon
60 Obrolan Panjang
61 Belajar Masak
62 Nasi Bekal
63 Susu Stroberi
64 Salah Kirim
65 Makan malam
66 Tunangan Arga?
67 Hamil, kali.
68 Perkelahian Arga dan Awan
69 Prinsip Arga
70 Masalah yang tak terselesaikan
71 Penjelasan Arga
72 Berita Buruk
73 Desas-Desus Rumah Sakit
74 Kebohongan Yang Panjang
75 Kedatangan sang Mami
76 Curahan Hati Perempuan
77 Penghapusan Gosip
78 Membeli Testpack
79 Menebus Obat
80 Cek ke Dokter
81 Berencana Lari
82 Kegelisahan Arga
83 Soraya atau Syahdu?
84 Syahdu Pingsan
85 Sop untuk Syahdu
86 Kesembuhan Syahdu
87 Kehadiran Soraya
88 Undangan Makan Malam
89 Senyum Lebar Arga
90 Why don't you stay?
91 Pindah Kamar
92 Salah Paham Awan
93 Nyanyi dipanggung
94 Ketahuan Naya
95 Kasus Pemerkosaan
96 Dibalik Perlindungan Wicak
97 Menguak Rahasia Syahdu
98 Kata Pengantar Skripsi Wicak
99 Gosip yang Beredar
100 "Tetap Disini"
101 Ancaman Soraya
102 Bukan Cinta Biasa
103 Bolos Sama-sama
104 Lelaki disamping Syahdu
105 Melawan Balik
106 Menentukan Pertunangan
107 Penjelasan Riska
108 Pertunangan Bulan Depan
109 Ancaman sang Ayah
110 Arga hanya Akan Menikah dengan...
111 I am not a Slut!
112 Terhinakan oleh Status
113 Kepergian Suriani
114 Bunuh Diri
115 Berusaha Jujur pada Wicak
116 Perpisahan
117 Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118 Pamit Syahdu
119 Menerima Syahdu Kembali
120 Masa Kritis
121 Kondisi Terbaru Wicak
122 Kehilangan Kedua Kali
123 Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124 Harapan Baru
125 Engangement Invitation
126 Secercah Harapan
127 Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128 5 Hari Lagi~
129 Trauma dan Luka Batin
130 Mimpi Nyata
131 Kenyataan Baru bagi Arga
132 Sisi Lain Arga
133 Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134 Happy Birthday, Arga.
135 Menunggu Syahdu Kembali
136 Kehidupan Baru Arga
137 Kehidupan Baru Syahdu
138 Tak Segampang Itu...
139 Tergalinya Masa Lalu
140 Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141 Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142 Memantapkan Hati Untuk Kembali
143 Bertamu ke Makam Wicak
144 Reuni Kelas
145 Bertemu Setelah Sekian Lama
146 Memori yang Masih Melekat
147 Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148 Keputusan Akhir Karir
149 Marry Me, Syahdu.
150 Bertemu Adik Arga
151 Beban Terberat Syahdu
152 Gangguan Stres Pascatrauma
153 Lelaki Pilihan Wicak
154 Netflix and Chill
155 And Chill~
156 Melamar Syahdu
157 Melanjutkan Karir Arga
158 Syahdu Balik Ke Desa
159 Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160 Hot News Paparazi
161 Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162 Menuju Desa Bebatu
163 Drama Perjalanan Desa Bebatu
164 Mempersunting
165 Gosip Baru
166 Sanggahan Langsung
167 Meminta Restu Margareth
168 Ziarah
169 Konseling
170 Pertemuan dengan Julia
171 Ujian Pranikah (1)
172 Ujian Pranikah (2)
173 Ujian Pranikah (3)
174 Perubahan Sikap Syahdu
175 Menahan Keinginan Demi Arga
176 The End of The Long Story
177 ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178 ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179 ExtraBab - Karena Rokok
180 ExtraBab - Potong Rambut
181 ExtraBab - Ngidam
182 ExtraBab - Arga Junior
183 ExtraBab - Perencanaan Panti
184 RelationSHIT!
185 ExtraBab - BIG HUG
186 What If - Arsya Besar
187 What If - Selesai Kontrak
188 What If - Syahdu Tidak Kabur
189 SEPUPUKU, CANDUKU
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Syahduku
2
Kuliah Pertama
3
Menawarkan Kontrak
4
Ttd Kontrak!
5
Let's Start
6
Virgin
7
Tak saling kenal.
8
Perintah Kedua
9
Berbohong
10
Sarapan Bareng
11
Satu Kelompok
12
Persetan Rasa Malu!
13
Antara Malu dan Bodoh
14
Obrolan Grup
15
Fakta Baru
16
Semakin Menyesal
17
Perpembalutan
18
Anak Pemilik Rumah Sakit
19
Berbelanja Kebutuhan
20
Naik Kelas
21
Pesta Kelas Atas
22
Suara Syahdu
23
Main Solo
24
Naik dulu!
25
Berpapasan
26
Rooftop Apartemen
27
Aku pemenang?
28
Musim Semi di hati Syahdu
29
Weekend bersama Wicak
30
NightCafe
31
Patah Hati Pertama
32
Sadar
33
Meminta Maaf
34
Sadar Ditatap
35
Ketemu Oma
36
Ke Apartemen Arga
37
Curiga
38
Ketahuan Wicak
39
Kepercayaan pada Syahdu
40
Ikat Rambut
41
Perjalanan ke Pulau
42
You and Sunset!
43
Sorot Mata Syahdu
44
Efek Film Horor
45
Menahan Hasrat
46
Calon Tunangan Arga
47
Keputusan Syahdu
48
Happy Birthday, Syahdu.
49
Putus tanpa Alasan.
50
Rencana Kemah
51
Alasan putus
52
Pesta untuk Syahdu
53
Kebahagiaan Nenek
54
Tidak berniat Nikah.
55
Berbeda Prinsip
56
Perasaan diatas Cinta
57
Hadiah ulang Tahun
58
Packing
59
Gara-gara telefon
60
Obrolan Panjang
61
Belajar Masak
62
Nasi Bekal
63
Susu Stroberi
64
Salah Kirim
65
Makan malam
66
Tunangan Arga?
67
Hamil, kali.
68
Perkelahian Arga dan Awan
69
Prinsip Arga
70
Masalah yang tak terselesaikan
71
Penjelasan Arga
72
Berita Buruk
73
Desas-Desus Rumah Sakit
74
Kebohongan Yang Panjang
75
Kedatangan sang Mami
76
Curahan Hati Perempuan
77
Penghapusan Gosip
78
Membeli Testpack
79
Menebus Obat
80
Cek ke Dokter
81
Berencana Lari
82
Kegelisahan Arga
83
Soraya atau Syahdu?
84
Syahdu Pingsan
85
Sop untuk Syahdu
86
Kesembuhan Syahdu
87
Kehadiran Soraya
88
Undangan Makan Malam
89
Senyum Lebar Arga
90
Why don't you stay?
91
Pindah Kamar
92
Salah Paham Awan
93
Nyanyi dipanggung
94
Ketahuan Naya
95
Kasus Pemerkosaan
96
Dibalik Perlindungan Wicak
97
Menguak Rahasia Syahdu
98
Kata Pengantar Skripsi Wicak
99
Gosip yang Beredar
100
"Tetap Disini"
101
Ancaman Soraya
102
Bukan Cinta Biasa
103
Bolos Sama-sama
104
Lelaki disamping Syahdu
105
Melawan Balik
106
Menentukan Pertunangan
107
Penjelasan Riska
108
Pertunangan Bulan Depan
109
Ancaman sang Ayah
110
Arga hanya Akan Menikah dengan...
111
I am not a Slut!
112
Terhinakan oleh Status
113
Kepergian Suriani
114
Bunuh Diri
115
Berusaha Jujur pada Wicak
116
Perpisahan
117
Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118
Pamit Syahdu
119
Menerima Syahdu Kembali
120
Masa Kritis
121
Kondisi Terbaru Wicak
122
Kehilangan Kedua Kali
123
Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124
Harapan Baru
125
Engangement Invitation
126
Secercah Harapan
127
Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128
5 Hari Lagi~
129
Trauma dan Luka Batin
130
Mimpi Nyata
131
Kenyataan Baru bagi Arga
132
Sisi Lain Arga
133
Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134
Happy Birthday, Arga.
135
Menunggu Syahdu Kembali
136
Kehidupan Baru Arga
137
Kehidupan Baru Syahdu
138
Tak Segampang Itu...
139
Tergalinya Masa Lalu
140
Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141
Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142
Memantapkan Hati Untuk Kembali
143
Bertamu ke Makam Wicak
144
Reuni Kelas
145
Bertemu Setelah Sekian Lama
146
Memori yang Masih Melekat
147
Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148
Keputusan Akhir Karir
149
Marry Me, Syahdu.
150
Bertemu Adik Arga
151
Beban Terberat Syahdu
152
Gangguan Stres Pascatrauma
153
Lelaki Pilihan Wicak
154
Netflix and Chill
155
And Chill~
156
Melamar Syahdu
157
Melanjutkan Karir Arga
158
Syahdu Balik Ke Desa
159
Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160
Hot News Paparazi
161
Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162
Menuju Desa Bebatu
163
Drama Perjalanan Desa Bebatu
164
Mempersunting
165
Gosip Baru
166
Sanggahan Langsung
167
Meminta Restu Margareth
168
Ziarah
169
Konseling
170
Pertemuan dengan Julia
171
Ujian Pranikah (1)
172
Ujian Pranikah (2)
173
Ujian Pranikah (3)
174
Perubahan Sikap Syahdu
175
Menahan Keinginan Demi Arga
176
The End of The Long Story
177
ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178
ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179
ExtraBab - Karena Rokok
180
ExtraBab - Potong Rambut
181
ExtraBab - Ngidam
182
ExtraBab - Arga Junior
183
ExtraBab - Perencanaan Panti
184
RelationSHIT!
185
ExtraBab - BIG HUG
186
What If - Arsya Besar
187
What If - Selesai Kontrak
188
What If - Syahdu Tidak Kabur
189
SEPUPUKU, CANDUKU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!