Obrolan Grup

Aku masih aja mikirin kejadian tadi pada kak Wicak. Rasa malunya masih menempel di ubun-ubunku. Rasanya pengen nangis. Aku bahkan tidak fokus dengan buku yang kubaca.

"Syahdu.."

Nenek sudah bangun ternyata.

"Kamu kenapa? Ada masalah?"

"Enggak, nek." Jawabku dan membantu nenek duduk bersandar.

"Bagaimana, nek? Masih ada yang sakit?" Tanyaku.

"Iya, kadang nenek lemas aja, gitu. Suka sesak napas."

"Nenek udah bilang sama dokter yang berkunjung?"

Nenek mengangguk. "Katanya itu karena belum sembuh total."

"Nah, itu. Bukannya Syahdu ga mau bawa nenek pulang. Tapi memang belum bisa." Jawabku pada nenek yang setiap hari merengek minta pulang.

"Nenek cuma mikirin kamu. Kasihan, seharusnya kamu di kota ini bisa belajar dengan tenang. Bukan malah bekerja."

Syahdu menggenggam tangan neneknya. "Nek, Syahdu bahagia disini. Banyak teman, gak seperti di kampung. Terus, soal biaya nenek jangan khawatir, ya."

"Teman kamu itu, nenek ingin kenalan. Bawa dia kemari, ya?"

"Teman?"

"Iya. Yang kamu bilang pemilik rumah sakit ini. Nenek mau ngucapin terima kasih sama dia."

Aku tercengang. Ah, nenek kenapa masih ingat, sih.

"Oh, itu. Iya, nanti Syahdu ajak kemari." Jawabku asal.

"Itu, kalung kamu? Baru beli?" Nenek menatap ke arah leherku.

"Eh, ini dari kak Wicak." Jawabku sambil memegang mainan kecil berbentuk hati itu.

"Dia ngasih itu? Wah, baik sekali. Syahdu.. jangan khianati Wicak. Dia pemuda yang sangat baik. Nenek rasa, tidak ada pemuda yang sebaik dia di zaman sekarang ini."

Aku menunduk, menatap kalung yang kupegang. "Nenek benar, dia lelaki yang baik."

Nenek mengelus rambutku. "Rajin-rajin belajarnya. Jangan bolos. Kalau kamu capek, kemari aja nanti nenek urut."

Aku tersenyum lalu merebahkan kepalaku di pangkuannya.

"Makasi ya, nek. Nenek juga, jangan cepat-cepat tinggalin Syahdu. Syahdu mau nenek terus ada sampai Syahdu punya anak. Makanya, nenek harus terus disini sampai benar-benar sembuh. Syahdu akan lakukan apapun supaya nenek terus disini." Aku menghapus air mataku yang mengalir supaya nenek tidak tahu aku menangis.

Nenek hanya diam sembari mengelus lembut rambutku, begitu saja sampai suster Fina datang. Suster yang khusus merawat nenek. Lalu akupun keluar untuk mengerjakan tugas di warnet. Karena aku tidak punya laptop untuk belajar.

Tak lupa aku mengirim pesan pada Arga, kalau aku akan pulang telat karena harus menyelesaikan tugas sebelum ke apartemennya.

'Aku telat datang kayanya, soalnya ngerjain tugas dulu di warnet'

TRING

Aku melihat layar di ponsel. Seseorang menambahkan aku ke dalam grup.

Hangoutzz, itu nama grupnya.

Naya: ini grup khusus bahas tugas ya gaes ya..

Alika: ogehh..

Naya mengirim gambar

Naya: Ras, seru banget. Nyesel gak lo gak dateng.

Alika: keren banget, Arga !

Dina: Lain kali kita kemari bawa Laras.

Ibra: Hoi, khusus bahas tugas katanya!

Naya: 😩

Aku tersenyum membaca obrolan di grup. Ngapain kesana buat liat Arga, tiap malem juga aku tidur bareng dia. Pikirku. Akupun bergegas ke warnet sebelum terlalu malam.

...~...

TRING

'Lo dimana.'

Arga mengirimiku pesan.

'Warnet. Sabar, dikit lagi kelar.'

Arga: Kesini. Pake laptop gue.

"Kok ga ngomong dari tadi!!" Pekikku pada layar ponsel dan berhasil mengundang pandangan orang-orang menatap aneh padaku.

Akupun memakai masker dan topi, menuju apartemen Arga. Sesampainya disana, kulihat dia sudah bebersih dan duduk di sofa sambil memangku laptop.

Aku masuk dan meletakkan tasku di atas meja.

Arga menunjuk satu laptop yang tergeletak di atas meja.

"Pake buat lo ngerjain tugas."

"Serius?"

"Hm."

Aku melihati laptop yang dulu sering kulihat di tv. Laptop yang ada gambar buah nanas digigitnya.

Aku duduk dibawah Arga dan mulai melanjutkan lagi tugas yang sudah banyak kukerjakan. Setelah beberapa menit selesai, aku menutup laptop lalu berdiri untuk bebersih badan.

Setelah berganti piyama tidur, aku menelungkupkan badan di atas tempat tidur sambil membuka buku referensi yang kupinjam dari perpus. Menandai beberapa hal penting dengan sticky notes.

TRING

Serentak hp ku dan Arga berbunyi.

Naya: Ada yang belom tidur?

Alika: udah tengah malem, ga bobo lu?

Naya: pengen ditemenin ayang.

Dina: kaciaan ga ada ayang

Ibra: sini gue temenin

Naya: dih

Aku: 😸😸

Dina: Gue lagi belajar.

Aku: eh, samaan.

Aku mengirim foto buku dan sticky notes di atas tempat tidur.

Alika: pada rajin banget🤣 apakabar gue.

Naya: mewah juga tempat tidur lo, Ras.

Ehh. Aku langsung terduduk dari posisiku. Bagaimana ini? Kenapa dia malah fokus pada tempat tidur. Aku kan, cuma ngirim foto buku di atas tempat tidur.

Aku membuka lagi foto yang kukirim. Ah, ternyata keliatan sandaran tempat tidur Arga yang memang kelihatan mahal.

Aku melirik Arga yang fokus pada laptopnya.

Alika: nyaman banget tidurnya tuh wkakaka.

Arga mengirim foto laptop dan buku-buku diatas meja.

Arga: Berisik. Kerjain tugas kalian.

Naya: eh Argaa. Ngerjain tugas apa? Emang ada?

Dina: Ada dong. Tugas Pak Bondo.

Naya: Mati guee! Aduuh gimana, nih😭

Ibra: abang bantu sini, neng.

Alika: Wkwkw. Njir, gue ngerjain skrg, deh!

Aku melirik Arga yang sudah fokus pada laptopnya lagi. Ah, untung aja beralih topik.

Lain kali, Aku memang harus hati-hati.

...🍁...

...PoV Arga Alexander...

Aku menutup laptop, untunglah tugas kuliah sudah selesai. Lalu aku melihat perempuan itu sudah tertidur sambil memegang pensil. Sepertinya dia ketiduran.

Aku membereskan barangnya ke atas meja, lalu menyelimuti tubuh mulusnya itu.

Agak teringat dengan kejadian siang tadi. Walau aku tahu tubuhnya kaku di awal, tapi aku berhasil membuatnya mengeluarkan suara. Rasanya cukup menyenangkan.

Aku juga sengaja beli laptop baru untuknya, supaya ga repot kalau ngerjain tugas. Zaman sekarang, laptop udah jadi kebutuhan untuk pelajar, kan.

Entah kenapa, ya. Dalam hatiku ada rasa ingin membahagiakan perempuan ini. Padahal, dia juga kayanya ga suka banget samaku. Malah pingin jauh-jauh. Lagian memang aku ga pernah liat ni cewek senyum lebar saat bersamaku kayak dia senyum di depan kaca tadi sambil muter-muter gak jelas. Juga kalo lagi sama cowoknya, cengengesan mulu kaya kuda.

Tadi, aku juga sempat lihat lehernya yang sudah berkalung. Nampaknya dia mendapat hadiah dari pacarnya itu. Apa dia dilamar, ya?

Entahlah, ga peduli juga. Walaupun aku merasa, memang perempuan ini istimewa. Mungkin itu sebabnya laki-laki bernama Wicaksana itu mempertahankannya sampai bertahun-tahun.

Aku duduk di tepi tempat tidur, memandangi wajahnya. Aku tahu, cowoknya itu memanggilnya Syahdu dan aku berspekulasi bahwa nih cewek pasti sengaja merubah nama panggilannya.

Rasanya kasihan juga, dia harus bertahan hidup dengan kondisi seperti itu. Dianggap anak pelacur yang buruk padahal cara ngomongnya juga alus banget. Sampai disini malah berteman dengan Alika dan Naya yang menurutku anak malam. Bisa dilihat dari cara mereka menganggap Syahdu yang tidak pernah ciuman adalah keanehan. Padahal, perempuan seperti Syahdu ini sudah sangat jarang ditemui.

Aku juga merasa berdosa udah ngeperawanin dia. Tapi mau bagaimana lagi, aku gak tahu dari awal.

TRING. Ponselku bergetar.

'Arga sayang, penampilan lo bagus banget tadi. Besok malem kita ngamar yuuk.'

Siapa nih? Mungkin salah satu perempuan yang pernah kupake. Udah ga perlu soalnya ada Syahdu yang masih kinyis-kinyis. Block. Hapus. Sudah berapa nomor yang ku block? Entahlah. Semoga nanti ga ada lagi perempuan yang minta kutidurin.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

may

may

"minta kutidurin" 😭

2023-12-06

0

Wirda Wati

Wirda Wati

dasar casanova

2023-10-26

0

Lili Lintangraya

Lili Lintangraya

masih kuliah jdi casanova gitu y argany.kaihan wicak😭

2023-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Syahduku
2 Kuliah Pertama
3 Menawarkan Kontrak
4 Ttd Kontrak!
5 Let's Start
6 Virgin
7 Tak saling kenal.
8 Perintah Kedua
9 Berbohong
10 Sarapan Bareng
11 Satu Kelompok
12 Persetan Rasa Malu!
13 Antara Malu dan Bodoh
14 Obrolan Grup
15 Fakta Baru
16 Semakin Menyesal
17 Perpembalutan
18 Anak Pemilik Rumah Sakit
19 Berbelanja Kebutuhan
20 Naik Kelas
21 Pesta Kelas Atas
22 Suara Syahdu
23 Main Solo
24 Naik dulu!
25 Berpapasan
26 Rooftop Apartemen
27 Aku pemenang?
28 Musim Semi di hati Syahdu
29 Weekend bersama Wicak
30 NightCafe
31 Patah Hati Pertama
32 Sadar
33 Meminta Maaf
34 Sadar Ditatap
35 Ketemu Oma
36 Ke Apartemen Arga
37 Curiga
38 Ketahuan Wicak
39 Kepercayaan pada Syahdu
40 Ikat Rambut
41 Perjalanan ke Pulau
42 You and Sunset!
43 Sorot Mata Syahdu
44 Efek Film Horor
45 Menahan Hasrat
46 Calon Tunangan Arga
47 Keputusan Syahdu
48 Happy Birthday, Syahdu.
49 Putus tanpa Alasan.
50 Rencana Kemah
51 Alasan putus
52 Pesta untuk Syahdu
53 Kebahagiaan Nenek
54 Tidak berniat Nikah.
55 Berbeda Prinsip
56 Perasaan diatas Cinta
57 Hadiah ulang Tahun
58 Packing
59 Gara-gara telefon
60 Obrolan Panjang
61 Belajar Masak
62 Nasi Bekal
63 Susu Stroberi
64 Salah Kirim
65 Makan malam
66 Tunangan Arga?
67 Hamil, kali.
68 Perkelahian Arga dan Awan
69 Prinsip Arga
70 Masalah yang tak terselesaikan
71 Penjelasan Arga
72 Berita Buruk
73 Desas-Desus Rumah Sakit
74 Kebohongan Yang Panjang
75 Kedatangan sang Mami
76 Curahan Hati Perempuan
77 Penghapusan Gosip
78 Membeli Testpack
79 Menebus Obat
80 Cek ke Dokter
81 Berencana Lari
82 Kegelisahan Arga
83 Soraya atau Syahdu?
84 Syahdu Pingsan
85 Sop untuk Syahdu
86 Kesembuhan Syahdu
87 Kehadiran Soraya
88 Undangan Makan Malam
89 Senyum Lebar Arga
90 Why don't you stay?
91 Pindah Kamar
92 Salah Paham Awan
93 Nyanyi dipanggung
94 Ketahuan Naya
95 Kasus Pemerkosaan
96 Dibalik Perlindungan Wicak
97 Menguak Rahasia Syahdu
98 Kata Pengantar Skripsi Wicak
99 Gosip yang Beredar
100 "Tetap Disini"
101 Ancaman Soraya
102 Bukan Cinta Biasa
103 Bolos Sama-sama
104 Lelaki disamping Syahdu
105 Melawan Balik
106 Menentukan Pertunangan
107 Penjelasan Riska
108 Pertunangan Bulan Depan
109 Ancaman sang Ayah
110 Arga hanya Akan Menikah dengan...
111 I am not a Slut!
112 Terhinakan oleh Status
113 Kepergian Suriani
114 Bunuh Diri
115 Berusaha Jujur pada Wicak
116 Perpisahan
117 Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118 Pamit Syahdu
119 Menerima Syahdu Kembali
120 Masa Kritis
121 Kondisi Terbaru Wicak
122 Kehilangan Kedua Kali
123 Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124 Harapan Baru
125 Engangement Invitation
126 Secercah Harapan
127 Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128 5 Hari Lagi~
129 Trauma dan Luka Batin
130 Mimpi Nyata
131 Kenyataan Baru bagi Arga
132 Sisi Lain Arga
133 Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134 Happy Birthday, Arga.
135 Menunggu Syahdu Kembali
136 Kehidupan Baru Arga
137 Kehidupan Baru Syahdu
138 Tak Segampang Itu...
139 Tergalinya Masa Lalu
140 Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141 Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142 Memantapkan Hati Untuk Kembali
143 Bertamu ke Makam Wicak
144 Reuni Kelas
145 Bertemu Setelah Sekian Lama
146 Memori yang Masih Melekat
147 Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148 Keputusan Akhir Karir
149 Marry Me, Syahdu.
150 Bertemu Adik Arga
151 Beban Terberat Syahdu
152 Gangguan Stres Pascatrauma
153 Lelaki Pilihan Wicak
154 Netflix and Chill
155 And Chill~
156 Melamar Syahdu
157 Melanjutkan Karir Arga
158 Syahdu Balik Ke Desa
159 Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160 Hot News Paparazi
161 Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162 Menuju Desa Bebatu
163 Drama Perjalanan Desa Bebatu
164 Mempersunting
165 Gosip Baru
166 Sanggahan Langsung
167 Meminta Restu Margareth
168 Ziarah
169 Konseling
170 Pertemuan dengan Julia
171 Ujian Pranikah (1)
172 Ujian Pranikah (2)
173 Ujian Pranikah (3)
174 Perubahan Sikap Syahdu
175 Menahan Keinginan Demi Arga
176 The End of The Long Story
177 ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178 ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179 ExtraBab - Karena Rokok
180 ExtraBab - Potong Rambut
181 ExtraBab - Ngidam
182 ExtraBab - Arga Junior
183 ExtraBab - Perencanaan Panti
184 RelationSHIT!
185 ExtraBab - BIG HUG
186 What If - Arsya Besar
187 What If - Selesai Kontrak
188 What If - Syahdu Tidak Kabur
189 SEPUPUKU, CANDUKU
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Syahduku
2
Kuliah Pertama
3
Menawarkan Kontrak
4
Ttd Kontrak!
5
Let's Start
6
Virgin
7
Tak saling kenal.
8
Perintah Kedua
9
Berbohong
10
Sarapan Bareng
11
Satu Kelompok
12
Persetan Rasa Malu!
13
Antara Malu dan Bodoh
14
Obrolan Grup
15
Fakta Baru
16
Semakin Menyesal
17
Perpembalutan
18
Anak Pemilik Rumah Sakit
19
Berbelanja Kebutuhan
20
Naik Kelas
21
Pesta Kelas Atas
22
Suara Syahdu
23
Main Solo
24
Naik dulu!
25
Berpapasan
26
Rooftop Apartemen
27
Aku pemenang?
28
Musim Semi di hati Syahdu
29
Weekend bersama Wicak
30
NightCafe
31
Patah Hati Pertama
32
Sadar
33
Meminta Maaf
34
Sadar Ditatap
35
Ketemu Oma
36
Ke Apartemen Arga
37
Curiga
38
Ketahuan Wicak
39
Kepercayaan pada Syahdu
40
Ikat Rambut
41
Perjalanan ke Pulau
42
You and Sunset!
43
Sorot Mata Syahdu
44
Efek Film Horor
45
Menahan Hasrat
46
Calon Tunangan Arga
47
Keputusan Syahdu
48
Happy Birthday, Syahdu.
49
Putus tanpa Alasan.
50
Rencana Kemah
51
Alasan putus
52
Pesta untuk Syahdu
53
Kebahagiaan Nenek
54
Tidak berniat Nikah.
55
Berbeda Prinsip
56
Perasaan diatas Cinta
57
Hadiah ulang Tahun
58
Packing
59
Gara-gara telefon
60
Obrolan Panjang
61
Belajar Masak
62
Nasi Bekal
63
Susu Stroberi
64
Salah Kirim
65
Makan malam
66
Tunangan Arga?
67
Hamil, kali.
68
Perkelahian Arga dan Awan
69
Prinsip Arga
70
Masalah yang tak terselesaikan
71
Penjelasan Arga
72
Berita Buruk
73
Desas-Desus Rumah Sakit
74
Kebohongan Yang Panjang
75
Kedatangan sang Mami
76
Curahan Hati Perempuan
77
Penghapusan Gosip
78
Membeli Testpack
79
Menebus Obat
80
Cek ke Dokter
81
Berencana Lari
82
Kegelisahan Arga
83
Soraya atau Syahdu?
84
Syahdu Pingsan
85
Sop untuk Syahdu
86
Kesembuhan Syahdu
87
Kehadiran Soraya
88
Undangan Makan Malam
89
Senyum Lebar Arga
90
Why don't you stay?
91
Pindah Kamar
92
Salah Paham Awan
93
Nyanyi dipanggung
94
Ketahuan Naya
95
Kasus Pemerkosaan
96
Dibalik Perlindungan Wicak
97
Menguak Rahasia Syahdu
98
Kata Pengantar Skripsi Wicak
99
Gosip yang Beredar
100
"Tetap Disini"
101
Ancaman Soraya
102
Bukan Cinta Biasa
103
Bolos Sama-sama
104
Lelaki disamping Syahdu
105
Melawan Balik
106
Menentukan Pertunangan
107
Penjelasan Riska
108
Pertunangan Bulan Depan
109
Ancaman sang Ayah
110
Arga hanya Akan Menikah dengan...
111
I am not a Slut!
112
Terhinakan oleh Status
113
Kepergian Suriani
114
Bunuh Diri
115
Berusaha Jujur pada Wicak
116
Perpisahan
117
Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118
Pamit Syahdu
119
Menerima Syahdu Kembali
120
Masa Kritis
121
Kondisi Terbaru Wicak
122
Kehilangan Kedua Kali
123
Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124
Harapan Baru
125
Engangement Invitation
126
Secercah Harapan
127
Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128
5 Hari Lagi~
129
Trauma dan Luka Batin
130
Mimpi Nyata
131
Kenyataan Baru bagi Arga
132
Sisi Lain Arga
133
Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134
Happy Birthday, Arga.
135
Menunggu Syahdu Kembali
136
Kehidupan Baru Arga
137
Kehidupan Baru Syahdu
138
Tak Segampang Itu...
139
Tergalinya Masa Lalu
140
Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141
Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142
Memantapkan Hati Untuk Kembali
143
Bertamu ke Makam Wicak
144
Reuni Kelas
145
Bertemu Setelah Sekian Lama
146
Memori yang Masih Melekat
147
Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148
Keputusan Akhir Karir
149
Marry Me, Syahdu.
150
Bertemu Adik Arga
151
Beban Terberat Syahdu
152
Gangguan Stres Pascatrauma
153
Lelaki Pilihan Wicak
154
Netflix and Chill
155
And Chill~
156
Melamar Syahdu
157
Melanjutkan Karir Arga
158
Syahdu Balik Ke Desa
159
Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160
Hot News Paparazi
161
Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162
Menuju Desa Bebatu
163
Drama Perjalanan Desa Bebatu
164
Mempersunting
165
Gosip Baru
166
Sanggahan Langsung
167
Meminta Restu Margareth
168
Ziarah
169
Konseling
170
Pertemuan dengan Julia
171
Ujian Pranikah (1)
172
Ujian Pranikah (2)
173
Ujian Pranikah (3)
174
Perubahan Sikap Syahdu
175
Menahan Keinginan Demi Arga
176
The End of The Long Story
177
ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178
ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179
ExtraBab - Karena Rokok
180
ExtraBab - Potong Rambut
181
ExtraBab - Ngidam
182
ExtraBab - Arga Junior
183
ExtraBab - Perencanaan Panti
184
RelationSHIT!
185
ExtraBab - BIG HUG
186
What If - Arsya Besar
187
What If - Selesai Kontrak
188
What If - Syahdu Tidak Kabur
189
SEPUPUKU, CANDUKU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!