Antara Malu dan Bodoh

Aku berdiri di depan lemari, memilih baju yang Arga belikan untukku. Belum ada yang pernah aku pakai karena pakaian itu terlihat terlalu mahal dan berkelas untukku yang anak kampung.

Aku memilih dress selutut berwarna peach. Kulitku yang memang putih jadi terlihat lebih bersih dengan warna ini. Ditambah dress ini polos saja, jadi tidak begitu terlihat mahalnya.

Lalu rambutku, ku ikat sedikit ujung kiri dan kanan ke belakang, dengan pita senada yang membuat wajahku lebih fresh. Tak lupa kububuhkan make up tipis dan tada..

Aku berputar di depan cermin sambil tersenyum cerah. Kira-kira bagaimana ya, respon kak Wicak saat melihatku seperti ini?

Aku keluar dari walk in closet dan melihat Arga masih berkutat dengan laptopnya.

"Ini punyamu." Aku menyerahkan kartu Atm Arga yang sempat kupegang kemarin.

"Bawa aja." Katanya tanpa menoleh padaku.

"Hah."

"Buat lo. Gue akan kirim 15 juta perbulan buat jajan lo."

Aku bengong. Maksudnya dia memberiku uang saku 15 juta perbulan??

"Kenapa? Kurang?"

"Eng.. bukan. Kenapa sampai seperti itu?" Tanyaku heran. Soalnya, ini kan, engga ada di dalam kontrak.

"Ga papa. Bawa aja. Pinnya masih ingat, kan."

Aku mengangguk. Kulihati kartu di tanganku itu. Gimana, ya. Kok kesannya sekarang aku beneran kaya kupu-kupu malam?

Aku juga meletakkan kantong tas di atas meja. Dia melirik tas itu dan mengeluarkan isinya.

Wajah Arga tampak terkejut melihat jeket yang ada di dalamnya. Dia lalu mendongak, menatapku yang masih berdiri di depannya.

"Gimana lo bisa tau?"

"Parfum di jeket itu sama persis denganmu." Jawabku.

Dia meletakkan jeketnya dan raut wajahnya tak bisa ditebak.

"Udah terlanjur, aku gak marah kok. Kesalahanku juga. Yang penting nenekku masih hidup sampai sekarang." Ucapku dan langsung pergi, keluar dari apartemen Arga yang malah bengong di kursinya.

...🍁...

Aku menghampiri kak Wicak di kampus, sesuai janji. Kak Wicak sedang berbicara dengan temannya, kakak perempuan yang waktu itu, saat pertama kali aku kemari dan berkenalan. Siapa ya, namanya. Aku lupa.

"Kak Wicak." Sapaku dan ikut bergabung diantara mereka.

Kakak itu melihatku dan langsung mengakhiri obrolan mereka.

"Kalau gitu, gue balik dulu, ya. Bye." Kakak itu melambaikan tangan pada kak Wicak yang malah menatapku tanpa kedip. Padahal aku sudah senyum juga pada kakak itu, tapi dia tidak menoleh lagi padaku dan langsung pergi. Aneh sekali.

"Kamu dari mana?" Tanya Kak Wicak yang menatapku penuh kekaguman.

"Dari rumah, lah." Jawabku bohong. Ah, akhir-akhir ini aku sering berbohong.

"Tadi siang aku udah ke rumah sakit, nenek juga udah lumayan banyak makan. Semoga bisa pulang cepat, kak." Ucapku sambil memakai helm yang diberikan kak Wicak.

"Kita kemana, kak?" Tanyaku lagi.

Kak Wicak masih terus menatapku. "Apa kita naik taksi aja, ya. Kamu cantik banget, kalau naik motor bisa kena debu." Ucapnya dengan wajah serius dan aku tertawa.

"Gak apa."

Aku naik dan melingkarkan tangan di pinggangnya. Motorpun berjalan menuju tengah kota. Tak lama, kak Wicak berhenti di sebuah tempat karaoke.

"Kesini, kak?" Tanyaku sambil menatap bangunan besar itu.

"Iya, pengen denger kamu nyanyi. Yuk."

Kak Wicak menggandeng tanganku masuk. Setelah memesan, kami masuk ke ruangan yang cukup luas.

Aku meletakkan tasku berdekatan dengan kak Wicak. Lalu mengambil mic sementara kak Wicak duduk menunggu aku mencari lagu.

"Mau dinyanyiin lagu apa?" Tanyaku dari mic sampai suaraku menggema di ruangan itu.

"Apa aja. Aku akan dengarkan."

Aku mengangguk-angguk, nampaknya kak Wicak memang merindukan suaraku sebab dia tersenyum saja sejak tadi disana.

Aku berdiri di depan, menghadap layar. Sementara kak Wicak duduk tenang menatapku.

🎶Haruskah ku ulangi lagi kata cintaku padamu

Yakinkan dirimu

Masihkah terlintas di dada keraguanmu itu

Susahkan hatimu🎶

Aku bernyanyi dengan penghayatan, sesekali melihat ke arahnya, supaya dia tahu bahwa lagu ini benar adanya, dari hatiku untuknya.

🎶… Tak akan ada cinta yang lain

Pastikan cintaku hanya untukmu

Pernahkah terbersit olehmu

Aku pun takut kehilangan dirimu

… Ingatkah satu bait kenangan cerita cinta kita, Tak mungkin terlupa

Buang semua angan mulukmu itu percaya takdir kita

Aku cinta padamu🎶

Aku menatapnya saat mengatakan kata cinta itu. Sungguh, aku serius menyanyikan itu dari lubuk hatiku yang paling dalam.

Aku duduk disebelahnya dan menyerahkan mic.

"Nyanyi, gantian." Ucapku dan dia dengan senyum kecilnya menerima mic itu dan memilih lagu.

Dia berdiri menghadapku, dan mulai bernyanyi.

🎶Jika bukan dirimu orangnya, mengapa jiwaku merasa senang hari ini?

Jika bukan dirimu orangnya, mengapa tanganku serasi denganmu seperti ini?

Jika dirimu bukan milikku, akankah aku memiliki kekuatan untuk berdiri?🎶

Aku menatap kak Wicak yang tak lepas pandangan dariku. Entah mengapa ekspresi wajahnya membuatku merasa berbeda. Lalu lagu itu, dia memang pernah menyanyikannya. Tapi tak seperti sekarang, rautnya menatapku penuh kesungguhan dengan lirik yang bermakna dalam terucap dari mulutnya.

🎶Aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan

Tapi aku tahu kamu ada di sini bersamaku sekarang

Kita akan mewujudkannya

Dan ku harap dirimu adalah tempat berbagi tentang hidupku

Jika diriku bukan tercipta untukmu, lalu mengapa hatiku mengatakan bahwa dirikulah pasanganmu?🎶

Kak Wicak menghampiriku, padahal lagu belum usai. Dia duduk dan memberiku kotak yang aku tahu itu kotak perhiasan.

"A-apa ini, kak?"

"Bukalah."

Aku membukanya perlahan dan terkejut melihatnya.

"Kak.." Aku tak bisa berkata-kata. Kak Wicak memberiku kalung berwarna emas bergambar hati kecil. Cantik sekali.

Kak Wicak memakaikannya di leherku. Aku sampai tidak bisa berkata-kata. Ini emas, kan? Kak Wicak kenapa sampai membelikanku ini? Menurutku ini mahal dan hadiah yang terlalu besar nilainya.

"Kak, ini.. apa gak terlalu besar?" Tanyaku padanya yang menatapku dengan senyuman.

"Cocok, cantik sekali." Pujinya tanpa memperdulikan apa yang kukatakan.

Aku malah merasa sedih dan bersalah lagi. Perlakuan manis dan cintanya kak Wicak semakin terasa kurasakan. Dulu dia tidak terlalu seperti ini. Sekarang, bisa kurasakan dia sangat mencintaiku.

"Sebenarnya aku ingin memberi ini saat ulang tahunmu. Tapi aku ga sabar. Jadi, kuberi sekarang." Ucapnya sambil mengelus rambutku.

Aku menangis, tidak bisa kupungkiri, aku lagi-lagi teringat akan kejahatanku. Apalagi tadi, bisa-bisanya aku menikmati permainan Arga.

Kak Wicak menghapus air mataku. Lalu menangkup kedua pipiku. "Aku mencintaimu. Jangan pernah berpikir untuk pergi, ya?"

Aku memeluk kak Wicak. Aku sungguh sayang padanya. Ucapannya yang meminta aku untuk tidak meninggalkannya, aku pasti akan mengabulkannya.

"Kuharap kau mau menungguku beberapa tahun lagi. Aku akan selesaikan kuliah, setelah mendapat kerjaan tetap, aku akan menikahimu." Tukasnya lagi sambil mengelus lembut punggungku.

Aku melepas pelukan, "Aku sudah jatuh terlalu dalam. Mana bisa aku meninggalkanmu." Ucapku padanya.

Dia tersenyum senang, menangkup kedua pipiku dengan tatapan yang penuh cinta.

Aku merasa seluruh tubuhku berdesir saat kak Wicak perlahan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Aku tahu, dia ingin menciumku.

Aku memejamkan mata, menunggu ciuman yang akan mendarat dibibirku.

Aku berdebar saat sentuhan bibirnya yang lembut menyentuh bibirku, membuatku seolah melayang. Aliran darahku terasa sangat kencang. Kak Wicak menciumku dengan penuh cinta.

Ah, ini berbeda sekali dengan ciuman Arga yang kasar. Kak Wicak melakukannya dengan sangat lembut dan benar-benar membuatku ketagihan.

Lalu, aku merasakan sesuatu di inti tubuhku. Dia berdenyut. Entah mengapa sekilas aku bisa merasakan nikmatnya bercinta dan denyutan semakin terasa saat kak Wicak memperdalam ciumannya.

Apa mungkin ini adalah efek aku yang sudah merasakan kenikmatan dunia, membuatku ingin melakukannya dengan kak Wicak.

Perlahan tanganku naik ke atas, meraba dada bidang kak Wicak. Lalu menyentuh tengkuknya. Disaat itu juga aku merasa kak Wicak mulai memanas. Dia memasukkan lidahnya.

Aku mengerang, lalu dengan berani tanganku menyentuh sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana.

Kak Wicak, aku bisa merasakan tubuhnya yang merespon baik dan..

"Syahdu."

Aku tersadar, tanganku sudah menyentuh celana bagian bawahnya.

"Ah, maaf kak. Maaf." Aku gemetar, aku merasa malu dan bodoh. Bagaimana mungkin aku berani melakukan itu. Bodoh, bodoh, bodoh. Makiku dalam hati.

"Hahaha." Kak Wicak malah tertawa melihat wajahku yang memerah.

"Sabar ya, Syahdu. Aku masih tahan, kok." Ucapnya dan aku menutup wajahku karena benar-benar malu. Dia lalu memelukku sambil tertawa, entah kenapa.

Tapi aku benar-benar malu. Aaaaaaaa.. Bagaimana ini...

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Wirda Wati

Wirda Wati

lanjuut

2023-10-25

0

nurlela nasution

nurlela nasution

lanjut

2023-05-28

0

Euis Yohana

Euis Yohana

aku jd deg degan takut sahdu ketahuan sama Arga ,,kasian Wicak tp syahdu jg begitu demi neneknya aaaaaaahh...ini semua salahnya si nasib 😤😤

2023-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Syahduku
2 Kuliah Pertama
3 Menawarkan Kontrak
4 Ttd Kontrak!
5 Let's Start
6 Virgin
7 Tak saling kenal.
8 Perintah Kedua
9 Berbohong
10 Sarapan Bareng
11 Satu Kelompok
12 Persetan Rasa Malu!
13 Antara Malu dan Bodoh
14 Obrolan Grup
15 Fakta Baru
16 Semakin Menyesal
17 Perpembalutan
18 Anak Pemilik Rumah Sakit
19 Berbelanja Kebutuhan
20 Naik Kelas
21 Pesta Kelas Atas
22 Suara Syahdu
23 Main Solo
24 Naik dulu!
25 Berpapasan
26 Rooftop Apartemen
27 Aku pemenang?
28 Musim Semi di hati Syahdu
29 Weekend bersama Wicak
30 NightCafe
31 Patah Hati Pertama
32 Sadar
33 Meminta Maaf
34 Sadar Ditatap
35 Ketemu Oma
36 Ke Apartemen Arga
37 Curiga
38 Ketahuan Wicak
39 Kepercayaan pada Syahdu
40 Ikat Rambut
41 Perjalanan ke Pulau
42 You and Sunset!
43 Sorot Mata Syahdu
44 Efek Film Horor
45 Menahan Hasrat
46 Calon Tunangan Arga
47 Keputusan Syahdu
48 Happy Birthday, Syahdu.
49 Putus tanpa Alasan.
50 Rencana Kemah
51 Alasan putus
52 Pesta untuk Syahdu
53 Kebahagiaan Nenek
54 Tidak berniat Nikah.
55 Berbeda Prinsip
56 Perasaan diatas Cinta
57 Hadiah ulang Tahun
58 Packing
59 Gara-gara telefon
60 Obrolan Panjang
61 Belajar Masak
62 Nasi Bekal
63 Susu Stroberi
64 Salah Kirim
65 Makan malam
66 Tunangan Arga?
67 Hamil, kali.
68 Perkelahian Arga dan Awan
69 Prinsip Arga
70 Masalah yang tak terselesaikan
71 Penjelasan Arga
72 Berita Buruk
73 Desas-Desus Rumah Sakit
74 Kebohongan Yang Panjang
75 Kedatangan sang Mami
76 Curahan Hati Perempuan
77 Penghapusan Gosip
78 Membeli Testpack
79 Menebus Obat
80 Cek ke Dokter
81 Berencana Lari
82 Kegelisahan Arga
83 Soraya atau Syahdu?
84 Syahdu Pingsan
85 Sop untuk Syahdu
86 Kesembuhan Syahdu
87 Kehadiran Soraya
88 Undangan Makan Malam
89 Senyum Lebar Arga
90 Why don't you stay?
91 Pindah Kamar
92 Salah Paham Awan
93 Nyanyi dipanggung
94 Ketahuan Naya
95 Kasus Pemerkosaan
96 Dibalik Perlindungan Wicak
97 Menguak Rahasia Syahdu
98 Kata Pengantar Skripsi Wicak
99 Gosip yang Beredar
100 "Tetap Disini"
101 Ancaman Soraya
102 Bukan Cinta Biasa
103 Bolos Sama-sama
104 Lelaki disamping Syahdu
105 Melawan Balik
106 Menentukan Pertunangan
107 Penjelasan Riska
108 Pertunangan Bulan Depan
109 Ancaman sang Ayah
110 Arga hanya Akan Menikah dengan...
111 I am not a Slut!
112 Terhinakan oleh Status
113 Kepergian Suriani
114 Bunuh Diri
115 Berusaha Jujur pada Wicak
116 Perpisahan
117 Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118 Pamit Syahdu
119 Menerima Syahdu Kembali
120 Masa Kritis
121 Kondisi Terbaru Wicak
122 Kehilangan Kedua Kali
123 Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124 Harapan Baru
125 Engangement Invitation
126 Secercah Harapan
127 Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128 5 Hari Lagi~
129 Trauma dan Luka Batin
130 Mimpi Nyata
131 Kenyataan Baru bagi Arga
132 Sisi Lain Arga
133 Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134 Happy Birthday, Arga.
135 Menunggu Syahdu Kembali
136 Kehidupan Baru Arga
137 Kehidupan Baru Syahdu
138 Tak Segampang Itu...
139 Tergalinya Masa Lalu
140 Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141 Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142 Memantapkan Hati Untuk Kembali
143 Bertamu ke Makam Wicak
144 Reuni Kelas
145 Bertemu Setelah Sekian Lama
146 Memori yang Masih Melekat
147 Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148 Keputusan Akhir Karir
149 Marry Me, Syahdu.
150 Bertemu Adik Arga
151 Beban Terberat Syahdu
152 Gangguan Stres Pascatrauma
153 Lelaki Pilihan Wicak
154 Netflix and Chill
155 And Chill~
156 Melamar Syahdu
157 Melanjutkan Karir Arga
158 Syahdu Balik Ke Desa
159 Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160 Hot News Paparazi
161 Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162 Menuju Desa Bebatu
163 Drama Perjalanan Desa Bebatu
164 Mempersunting
165 Gosip Baru
166 Sanggahan Langsung
167 Meminta Restu Margareth
168 Ziarah
169 Konseling
170 Pertemuan dengan Julia
171 Ujian Pranikah (1)
172 Ujian Pranikah (2)
173 Ujian Pranikah (3)
174 Perubahan Sikap Syahdu
175 Menahan Keinginan Demi Arga
176 The End of The Long Story
177 ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178 ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179 ExtraBab - Karena Rokok
180 ExtraBab - Potong Rambut
181 ExtraBab - Ngidam
182 ExtraBab - Arga Junior
183 ExtraBab - Perencanaan Panti
184 RelationSHIT!
185 ExtraBab - BIG HUG
186 What If - Arsya Besar
187 What If - Selesai Kontrak
188 What If - Syahdu Tidak Kabur
189 SEPUPUKU, CANDUKU
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Syahduku
2
Kuliah Pertama
3
Menawarkan Kontrak
4
Ttd Kontrak!
5
Let's Start
6
Virgin
7
Tak saling kenal.
8
Perintah Kedua
9
Berbohong
10
Sarapan Bareng
11
Satu Kelompok
12
Persetan Rasa Malu!
13
Antara Malu dan Bodoh
14
Obrolan Grup
15
Fakta Baru
16
Semakin Menyesal
17
Perpembalutan
18
Anak Pemilik Rumah Sakit
19
Berbelanja Kebutuhan
20
Naik Kelas
21
Pesta Kelas Atas
22
Suara Syahdu
23
Main Solo
24
Naik dulu!
25
Berpapasan
26
Rooftop Apartemen
27
Aku pemenang?
28
Musim Semi di hati Syahdu
29
Weekend bersama Wicak
30
NightCafe
31
Patah Hati Pertama
32
Sadar
33
Meminta Maaf
34
Sadar Ditatap
35
Ketemu Oma
36
Ke Apartemen Arga
37
Curiga
38
Ketahuan Wicak
39
Kepercayaan pada Syahdu
40
Ikat Rambut
41
Perjalanan ke Pulau
42
You and Sunset!
43
Sorot Mata Syahdu
44
Efek Film Horor
45
Menahan Hasrat
46
Calon Tunangan Arga
47
Keputusan Syahdu
48
Happy Birthday, Syahdu.
49
Putus tanpa Alasan.
50
Rencana Kemah
51
Alasan putus
52
Pesta untuk Syahdu
53
Kebahagiaan Nenek
54
Tidak berniat Nikah.
55
Berbeda Prinsip
56
Perasaan diatas Cinta
57
Hadiah ulang Tahun
58
Packing
59
Gara-gara telefon
60
Obrolan Panjang
61
Belajar Masak
62
Nasi Bekal
63
Susu Stroberi
64
Salah Kirim
65
Makan malam
66
Tunangan Arga?
67
Hamil, kali.
68
Perkelahian Arga dan Awan
69
Prinsip Arga
70
Masalah yang tak terselesaikan
71
Penjelasan Arga
72
Berita Buruk
73
Desas-Desus Rumah Sakit
74
Kebohongan Yang Panjang
75
Kedatangan sang Mami
76
Curahan Hati Perempuan
77
Penghapusan Gosip
78
Membeli Testpack
79
Menebus Obat
80
Cek ke Dokter
81
Berencana Lari
82
Kegelisahan Arga
83
Soraya atau Syahdu?
84
Syahdu Pingsan
85
Sop untuk Syahdu
86
Kesembuhan Syahdu
87
Kehadiran Soraya
88
Undangan Makan Malam
89
Senyum Lebar Arga
90
Why don't you stay?
91
Pindah Kamar
92
Salah Paham Awan
93
Nyanyi dipanggung
94
Ketahuan Naya
95
Kasus Pemerkosaan
96
Dibalik Perlindungan Wicak
97
Menguak Rahasia Syahdu
98
Kata Pengantar Skripsi Wicak
99
Gosip yang Beredar
100
"Tetap Disini"
101
Ancaman Soraya
102
Bukan Cinta Biasa
103
Bolos Sama-sama
104
Lelaki disamping Syahdu
105
Melawan Balik
106
Menentukan Pertunangan
107
Penjelasan Riska
108
Pertunangan Bulan Depan
109
Ancaman sang Ayah
110
Arga hanya Akan Menikah dengan...
111
I am not a Slut!
112
Terhinakan oleh Status
113
Kepergian Suriani
114
Bunuh Diri
115
Berusaha Jujur pada Wicak
116
Perpisahan
117
Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118
Pamit Syahdu
119
Menerima Syahdu Kembali
120
Masa Kritis
121
Kondisi Terbaru Wicak
122
Kehilangan Kedua Kali
123
Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124
Harapan Baru
125
Engangement Invitation
126
Secercah Harapan
127
Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128
5 Hari Lagi~
129
Trauma dan Luka Batin
130
Mimpi Nyata
131
Kenyataan Baru bagi Arga
132
Sisi Lain Arga
133
Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134
Happy Birthday, Arga.
135
Menunggu Syahdu Kembali
136
Kehidupan Baru Arga
137
Kehidupan Baru Syahdu
138
Tak Segampang Itu...
139
Tergalinya Masa Lalu
140
Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141
Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142
Memantapkan Hati Untuk Kembali
143
Bertamu ke Makam Wicak
144
Reuni Kelas
145
Bertemu Setelah Sekian Lama
146
Memori yang Masih Melekat
147
Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148
Keputusan Akhir Karir
149
Marry Me, Syahdu.
150
Bertemu Adik Arga
151
Beban Terberat Syahdu
152
Gangguan Stres Pascatrauma
153
Lelaki Pilihan Wicak
154
Netflix and Chill
155
And Chill~
156
Melamar Syahdu
157
Melanjutkan Karir Arga
158
Syahdu Balik Ke Desa
159
Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160
Hot News Paparazi
161
Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162
Menuju Desa Bebatu
163
Drama Perjalanan Desa Bebatu
164
Mempersunting
165
Gosip Baru
166
Sanggahan Langsung
167
Meminta Restu Margareth
168
Ziarah
169
Konseling
170
Pertemuan dengan Julia
171
Ujian Pranikah (1)
172
Ujian Pranikah (2)
173
Ujian Pranikah (3)
174
Perubahan Sikap Syahdu
175
Menahan Keinginan Demi Arga
176
The End of The Long Story
177
ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178
ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179
ExtraBab - Karena Rokok
180
ExtraBab - Potong Rambut
181
ExtraBab - Ngidam
182
ExtraBab - Arga Junior
183
ExtraBab - Perencanaan Panti
184
RelationSHIT!
185
ExtraBab - BIG HUG
186
What If - Arsya Besar
187
What If - Selesai Kontrak
188
What If - Syahdu Tidak Kabur
189
SEPUPUKU, CANDUKU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!