Fakta Baru

...PoV Syahdu Larasati...

Aku terbangun jam setengah delapan dan tidak mendapati Arga dimanapun. Mungkin dia udah pergi duluan. Akupun mandi.

Tapi sebelum berpakaian rapi, aku masak dulu. Lumayan, bisa praktek masak karena isi kulkas Arga emang the best, kayak supermarket.

Aku cuma mau masak simpel aja, sih. Soalnya udah mepet waktunya.

Jadi, aku buat gulai ayam dan sambal terasi. Alamak, enak ini.

Saat lagi ngaduk, aku terkejut melihat Arga datang penuh keringat. Dia membuka kulkas dan langsung meneguk air dingin dari botol.

Kukira dia sudah pergi, ternyata olahrga, toh. Tapi, aku tanya Arga aja kali, ya. Enak apa engganya nih makanan. Akupun mengambil sendok dan mengambil sedikit kuahnya untuk dirasain sama Arga.

"Bantu rasa, dong. Kurang apa, ya."

Aku langsung memundurkan kepalaku sedikit saat Arga tiba-tiba memasukkan mulutnya ke sendok yang masih di tanganku. Rapat banget ke depanku. Belum juga tanganku mengulur, malah dia yang maju duluan.

"Tambahin lagi lada dan ketumbar bubuknya." Ucapnya dan langsung pergi gitu aja, sementara aku masih mematung di tempatku.

Tapi, aku mengambil lagi kuah lalu menyendokkan ke mulutku. Apa benar kurang?

Aku coba tambahin apa yang Arga bilang. Lalu ku icip lagi.

Mataku membulat. Iya, tambah enak. Wah, keren Arga.

Tapi tunggu dulu. Aku menatap sendok di tanganku. Inikan, bekas Argaaa! Kok aku malah pakai sendok bekas dia. Arg!

Aku mengaduk lagi gulai yang kubuat sebelum kuhidangkan. Kalau dipikir-pikir, aku ga pernah ngicip pakai sendok langsung masuk dalam mulut. Biasanya sih, pakai sendok sekali pakai atau letak di telapak tangan untuk mengicipnya. Kalau ada nenek, pasti aku dimarahi karena jorok katanya. Tapi karena ini untuk makan sendiri, yaudala, ya.

Aku menata makanan di atas meja. Tak lama, Arga duduk dengan kaos putih.

Dia menunggu, lalu aku tahu kalau aku harus mengambilkan nasinya.

Setelah itu, aku mengambil nasiku sendiri dan mulai menyantap sarapan. Kami berdua diam, Arga juga sibuk dengan ponselnya. Tapi aku penasaran dengan penilaian masakanku.

"Enak?" Tanyaku padanya.

"Lumayan." Jawabnya tanpa beralih dari ponselnya.

Astaga, lumayan katanya. Padahal aku memberi nilai yang 'enak sekali' pada masakannya. Dan dia hanya memberi nilai 'lumayan' pada masakanku. Tapi, ya sudahlah, mungkin emang begitu menurut lidahnya. Nyesal juga aku bertanya tadi.

Aku selesai duluan, mencuci piring bekas makanku dan berganti pakaian.

Lagi buka baju, Arga tiba-tiba masuk dan reflek aku menutup badanku dengan baju yang baru kubuka.

"Udah hapal gue bentuk badan lo." Tukasnya dengan santai sambil mengambil kemeja berwarna lavender dan memakainya di depan cermin.

Aku mematung sampai dia keluar dari walk in closet. Tapi, emang iya kan, dia udah tahu juga bentuk tubuhku.

Karena aku lupa bawa baju dari rumah, akupun memilih overall jeans atas lutut. Siapa ya, yang memilih baju-baju ini. Apa Arga? Kalau iya, seleranya bagus juga.

Tak lupa aku membuang tag yang masih menempel lalu memadukannya dengan kaos putih.

Wah, bagus banget. Memang baju mahal tuh rasanya beda.

Setelah selesai, aku keluar dan melihat Arga berdiri di depan pintu sambil menelepon.

"Iya, baik. Nanti akan saya laporkan lagi." Kata Arga lalu membuka pintu. Dia menahan pintu dan melihat ke arahku. "Ayo."

Hm? Agak bingung awalnya, lalu aku keluar duluan dengan pintu yang ia bukakan.

Kami jalan bersama, tak lama ponselnya berdering lagi tapi kulihat alisnya berkerut.

"Iya, Nay?"

Aku menoleh. Naya, maksudnya?

'Gaa, sorry banget. Bisa tolong gue, gak? Bisa ga lo jemput gue, mobil gue mogok.'

Samar-samar aku mendengar obrolan dari ponsel Arga. Lelaki itu melirikku.

"Eee.. jemput?"

'Iya, Ga. Tolong banget, ya. Gue takut telat, nih. Gue kirimin lokasinya sama lo, ya? Thank you, Gaa.'

Dia diam melihat layar ponselnya. Lalu berjalan lagi disampingku. Sampai depan, aku langsung menuju ke pintu keluar.

"Hei, ayo pergi bareng." Katanya padaku.

"Kita kan, ga kenal." Ucapku dan langsung pergi.

Memang benar, kan? Dia sendiri yang bilang kalau diluar harus pura-pura tidak kenal. Kenapa malah pergi ngampus bareng? Apalagi dia mau jemput Naya. Bisa jadi heboh si Naya kalau lihat aku bareng Arga.

Sesampainya di kampus, aku dikagetkan dari belakang oleh seseorang.

"Hoi!"

Dia mengeplak kepalaku dan sempat membuatku bengong, siapa yang berani melakukan ini padaku.

"Baa!"

Aku menganga. "Awan!!" Pekikku dan langsung tertawa melihat wajahnya. Dia sahabatku saat SMP dan SMA. Tetapi di kelas 3, dia pindah dan engga tau bagaimana kabarnya.

"Hahaha. Kaget, gak?"

"Kagetlah! Gila. Kenapa bisa disini? Darimana aja? Gila, ya. Ga ada kabar setahun." Omelku padanya yang hanya tertawa saja.

"Ikut bentar." Awan menarik tanganku.

"Eh, kemana? Bentar lagi aku ada kelas, nih."

"Bentar aja."

Awan mengajakku ke kantin fakultas. Kami duduk disana.

"Gimana kabarnya?" Tanya Awan.

"Seperti yang kau lihat."

Awan melihatiku dengan seksama. "Makin cantik." Katanya dan aku tertawa. "Udah putus, belum?"

"Sialan, dari dulu pertanyaannya gak berubah. Makanya, cari pacar!" Gerutuku padanya.

"Gak, ah. Ribet. Ngurus perempuan kayak lo aja ribet."

Mendengar itu, aku hanya tertawa. Dia Awan, walau banyak yang menilaiku buruk, dia tetap setia padaku. Awan juga baik banget, setiap ada yang membully-ku, dia akan selalu pasang badan.

"Kemana aja selama ini, Wan?" Tanyaku lagi.

"Pindah di dekat sini." Jawabnya.

"Jadi orang kota sekarang? Gaya bahasanya juga udah berubah. Pantes lupa sama aku."

"Ga pernah aku lupain. Ga ada temen segila elu." Kata Awan dan aku lagi-lagi tergelak.

"Gabisa naik gunung, dong, disini." Ucapku yang dulu sering berkemah dengan Awan.

"Haha, iya. Kangen juga."

"Oh ya, ngapain kau kemari?" Tanyaku.

"Kuliahlah."

"Serius??"

"Kita satu kelas." Kata Awan.

"Hah? Memangnya bisa, baru masuk gitu?"

"Aku udah daftar dari dua bulan lalu. Tapi emang dua minggu ini belum ada masuk aja. Ntar aku akan datangi dosen untuk mengejar ketertinggalanku." Jelas Awan dan aku mengangguk saja.

"Laras! Ayo, masuk." Suara Ibra terdengar, dia bersama Arga dan Naya. Aku hanya mengangguk pada mereka.

Aku bisa melihat wajah Awan yang berubah. Lalu dia terus menatap ke arah Arga yang berjalan tenang di lorong kampus.

"Kenal?" Tanyaku langsung dan Awan mengangguk.

"Cowok brengsek kaya dia, siapa sih yang ga kenal."

Aku terkejut mendengar ucapan Awan. Brengsek? Arga kan, maksudnya?

"Dia.. kenapa?"

"Sering one night stand sama banyak perempuan."

Aku diam. Aku tahu arti one night stand karena pernah juga menonton filmnya. Tapi, mendengar itupun aku tidak terkejut. Karena Arga berani menyewaku, artinya dia memang suka tidur bareng perempuan, kan? Tapi dari pada itu, ada hal yang lebih penting sebenarnya.

"Wan, ada yang mau aku bilang. Tapi please ya, bantu aku."

Awan diam, dia menunggu kalimat dariku.

"Aku pindah dari kampung kemari untuk hidup tenang. Lalu aku merubah nama panggilan. Aku takut orang-orang akan mengenaliku sebagai anak seorang pelacur. Aku harap nanti kau juga jangan bilang apa-apa soal diriku yang dulu di kampung, ya." Ucapku dengan khawatir. Bagaimanapun, Awan yang paling tahu nasibku dan aku juga yakin dia pasti mau membantuku untuk merahasiakan identitas burukku.

"Iya, hiduplah dengan tenang disini. Tapi, kalau benar mau hidup tenang, lo jangan deketin tuh cowok tadi." Tukasnya lagi.

"Arga?"

Awan mengangguk.

Mau hidup tenang dan jauhi Arga? Sudah terlambat.

"Kita satu kelas dengannya." ucapku lagi.

Alis Awan terangkat dan wajahnya berubah malas.

"Kenapa sih, pasti ada sesuatu kan, antara kau dan Arga?" Aku menebak, karena Awan bukan tipikal orang yang membenci orang lain kalau bukan karena kesalahan fatal.

"Iya. Ada. Dia memperkosa gebetanku."

Aku menganga, melotot tak percaya. Memperkosa katanya? Ah.. Tubuhku.. Kenapa terasa lemas..

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Ihza

Ihza

😵

2023-11-07

0

Maya Ellydarwina

Maya Ellydarwina

syahdu jangan sama Arga Thor 😩

2023-10-26

2

Wirda Wati

Wirda Wati

🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄

2023-10-26

0

lihat semua
Episodes
1 Syahduku
2 Kuliah Pertama
3 Menawarkan Kontrak
4 Ttd Kontrak!
5 Let's Start
6 Virgin
7 Tak saling kenal.
8 Perintah Kedua
9 Berbohong
10 Sarapan Bareng
11 Satu Kelompok
12 Persetan Rasa Malu!
13 Antara Malu dan Bodoh
14 Obrolan Grup
15 Fakta Baru
16 Semakin Menyesal
17 Perpembalutan
18 Anak Pemilik Rumah Sakit
19 Berbelanja Kebutuhan
20 Naik Kelas
21 Pesta Kelas Atas
22 Suara Syahdu
23 Main Solo
24 Naik dulu!
25 Berpapasan
26 Rooftop Apartemen
27 Aku pemenang?
28 Musim Semi di hati Syahdu
29 Weekend bersama Wicak
30 NightCafe
31 Patah Hati Pertama
32 Sadar
33 Meminta Maaf
34 Sadar Ditatap
35 Ketemu Oma
36 Ke Apartemen Arga
37 Curiga
38 Ketahuan Wicak
39 Kepercayaan pada Syahdu
40 Ikat Rambut
41 Perjalanan ke Pulau
42 You and Sunset!
43 Sorot Mata Syahdu
44 Efek Film Horor
45 Menahan Hasrat
46 Calon Tunangan Arga
47 Keputusan Syahdu
48 Happy Birthday, Syahdu.
49 Putus tanpa Alasan.
50 Rencana Kemah
51 Alasan putus
52 Pesta untuk Syahdu
53 Kebahagiaan Nenek
54 Tidak berniat Nikah.
55 Berbeda Prinsip
56 Perasaan diatas Cinta
57 Hadiah ulang Tahun
58 Packing
59 Gara-gara telefon
60 Obrolan Panjang
61 Belajar Masak
62 Nasi Bekal
63 Susu Stroberi
64 Salah Kirim
65 Makan malam
66 Tunangan Arga?
67 Hamil, kali.
68 Perkelahian Arga dan Awan
69 Prinsip Arga
70 Masalah yang tak terselesaikan
71 Penjelasan Arga
72 Berita Buruk
73 Desas-Desus Rumah Sakit
74 Kebohongan Yang Panjang
75 Kedatangan sang Mami
76 Curahan Hati Perempuan
77 Penghapusan Gosip
78 Membeli Testpack
79 Menebus Obat
80 Cek ke Dokter
81 Berencana Lari
82 Kegelisahan Arga
83 Soraya atau Syahdu?
84 Syahdu Pingsan
85 Sop untuk Syahdu
86 Kesembuhan Syahdu
87 Kehadiran Soraya
88 Undangan Makan Malam
89 Senyum Lebar Arga
90 Why don't you stay?
91 Pindah Kamar
92 Salah Paham Awan
93 Nyanyi dipanggung
94 Ketahuan Naya
95 Kasus Pemerkosaan
96 Dibalik Perlindungan Wicak
97 Menguak Rahasia Syahdu
98 Kata Pengantar Skripsi Wicak
99 Gosip yang Beredar
100 "Tetap Disini"
101 Ancaman Soraya
102 Bukan Cinta Biasa
103 Bolos Sama-sama
104 Lelaki disamping Syahdu
105 Melawan Balik
106 Menentukan Pertunangan
107 Penjelasan Riska
108 Pertunangan Bulan Depan
109 Ancaman sang Ayah
110 Arga hanya Akan Menikah dengan...
111 I am not a Slut!
112 Terhinakan oleh Status
113 Kepergian Suriani
114 Bunuh Diri
115 Berusaha Jujur pada Wicak
116 Perpisahan
117 Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118 Pamit Syahdu
119 Menerima Syahdu Kembali
120 Masa Kritis
121 Kondisi Terbaru Wicak
122 Kehilangan Kedua Kali
123 Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124 Harapan Baru
125 Engangement Invitation
126 Secercah Harapan
127 Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128 5 Hari Lagi~
129 Trauma dan Luka Batin
130 Mimpi Nyata
131 Kenyataan Baru bagi Arga
132 Sisi Lain Arga
133 Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134 Happy Birthday, Arga.
135 Menunggu Syahdu Kembali
136 Kehidupan Baru Arga
137 Kehidupan Baru Syahdu
138 Tak Segampang Itu...
139 Tergalinya Masa Lalu
140 Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141 Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142 Memantapkan Hati Untuk Kembali
143 Bertamu ke Makam Wicak
144 Reuni Kelas
145 Bertemu Setelah Sekian Lama
146 Memori yang Masih Melekat
147 Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148 Keputusan Akhir Karir
149 Marry Me, Syahdu.
150 Bertemu Adik Arga
151 Beban Terberat Syahdu
152 Gangguan Stres Pascatrauma
153 Lelaki Pilihan Wicak
154 Netflix and Chill
155 And Chill~
156 Melamar Syahdu
157 Melanjutkan Karir Arga
158 Syahdu Balik Ke Desa
159 Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160 Hot News Paparazi
161 Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162 Menuju Desa Bebatu
163 Drama Perjalanan Desa Bebatu
164 Mempersunting
165 Gosip Baru
166 Sanggahan Langsung
167 Meminta Restu Margareth
168 Ziarah
169 Konseling
170 Pertemuan dengan Julia
171 Ujian Pranikah (1)
172 Ujian Pranikah (2)
173 Ujian Pranikah (3)
174 Perubahan Sikap Syahdu
175 Menahan Keinginan Demi Arga
176 The End of The Long Story
177 ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178 ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179 ExtraBab - Karena Rokok
180 ExtraBab - Potong Rambut
181 ExtraBab - Ngidam
182 ExtraBab - Arga Junior
183 ExtraBab - Perencanaan Panti
184 RelationSHIT!
185 ExtraBab - BIG HUG
186 What If - Arsya Besar
187 What If - Selesai Kontrak
188 What If - Syahdu Tidak Kabur
189 SEPUPUKU, CANDUKU
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Syahduku
2
Kuliah Pertama
3
Menawarkan Kontrak
4
Ttd Kontrak!
5
Let's Start
6
Virgin
7
Tak saling kenal.
8
Perintah Kedua
9
Berbohong
10
Sarapan Bareng
11
Satu Kelompok
12
Persetan Rasa Malu!
13
Antara Malu dan Bodoh
14
Obrolan Grup
15
Fakta Baru
16
Semakin Menyesal
17
Perpembalutan
18
Anak Pemilik Rumah Sakit
19
Berbelanja Kebutuhan
20
Naik Kelas
21
Pesta Kelas Atas
22
Suara Syahdu
23
Main Solo
24
Naik dulu!
25
Berpapasan
26
Rooftop Apartemen
27
Aku pemenang?
28
Musim Semi di hati Syahdu
29
Weekend bersama Wicak
30
NightCafe
31
Patah Hati Pertama
32
Sadar
33
Meminta Maaf
34
Sadar Ditatap
35
Ketemu Oma
36
Ke Apartemen Arga
37
Curiga
38
Ketahuan Wicak
39
Kepercayaan pada Syahdu
40
Ikat Rambut
41
Perjalanan ke Pulau
42
You and Sunset!
43
Sorot Mata Syahdu
44
Efek Film Horor
45
Menahan Hasrat
46
Calon Tunangan Arga
47
Keputusan Syahdu
48
Happy Birthday, Syahdu.
49
Putus tanpa Alasan.
50
Rencana Kemah
51
Alasan putus
52
Pesta untuk Syahdu
53
Kebahagiaan Nenek
54
Tidak berniat Nikah.
55
Berbeda Prinsip
56
Perasaan diatas Cinta
57
Hadiah ulang Tahun
58
Packing
59
Gara-gara telefon
60
Obrolan Panjang
61
Belajar Masak
62
Nasi Bekal
63
Susu Stroberi
64
Salah Kirim
65
Makan malam
66
Tunangan Arga?
67
Hamil, kali.
68
Perkelahian Arga dan Awan
69
Prinsip Arga
70
Masalah yang tak terselesaikan
71
Penjelasan Arga
72
Berita Buruk
73
Desas-Desus Rumah Sakit
74
Kebohongan Yang Panjang
75
Kedatangan sang Mami
76
Curahan Hati Perempuan
77
Penghapusan Gosip
78
Membeli Testpack
79
Menebus Obat
80
Cek ke Dokter
81
Berencana Lari
82
Kegelisahan Arga
83
Soraya atau Syahdu?
84
Syahdu Pingsan
85
Sop untuk Syahdu
86
Kesembuhan Syahdu
87
Kehadiran Soraya
88
Undangan Makan Malam
89
Senyum Lebar Arga
90
Why don't you stay?
91
Pindah Kamar
92
Salah Paham Awan
93
Nyanyi dipanggung
94
Ketahuan Naya
95
Kasus Pemerkosaan
96
Dibalik Perlindungan Wicak
97
Menguak Rahasia Syahdu
98
Kata Pengantar Skripsi Wicak
99
Gosip yang Beredar
100
"Tetap Disini"
101
Ancaman Soraya
102
Bukan Cinta Biasa
103
Bolos Sama-sama
104
Lelaki disamping Syahdu
105
Melawan Balik
106
Menentukan Pertunangan
107
Penjelasan Riska
108
Pertunangan Bulan Depan
109
Ancaman sang Ayah
110
Arga hanya Akan Menikah dengan...
111
I am not a Slut!
112
Terhinakan oleh Status
113
Kepergian Suriani
114
Bunuh Diri
115
Berusaha Jujur pada Wicak
116
Perpisahan
117
Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118
Pamit Syahdu
119
Menerima Syahdu Kembali
120
Masa Kritis
121
Kondisi Terbaru Wicak
122
Kehilangan Kedua Kali
123
Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124
Harapan Baru
125
Engangement Invitation
126
Secercah Harapan
127
Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128
5 Hari Lagi~
129
Trauma dan Luka Batin
130
Mimpi Nyata
131
Kenyataan Baru bagi Arga
132
Sisi Lain Arga
133
Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134
Happy Birthday, Arga.
135
Menunggu Syahdu Kembali
136
Kehidupan Baru Arga
137
Kehidupan Baru Syahdu
138
Tak Segampang Itu...
139
Tergalinya Masa Lalu
140
Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141
Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142
Memantapkan Hati Untuk Kembali
143
Bertamu ke Makam Wicak
144
Reuni Kelas
145
Bertemu Setelah Sekian Lama
146
Memori yang Masih Melekat
147
Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148
Keputusan Akhir Karir
149
Marry Me, Syahdu.
150
Bertemu Adik Arga
151
Beban Terberat Syahdu
152
Gangguan Stres Pascatrauma
153
Lelaki Pilihan Wicak
154
Netflix and Chill
155
And Chill~
156
Melamar Syahdu
157
Melanjutkan Karir Arga
158
Syahdu Balik Ke Desa
159
Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160
Hot News Paparazi
161
Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162
Menuju Desa Bebatu
163
Drama Perjalanan Desa Bebatu
164
Mempersunting
165
Gosip Baru
166
Sanggahan Langsung
167
Meminta Restu Margareth
168
Ziarah
169
Konseling
170
Pertemuan dengan Julia
171
Ujian Pranikah (1)
172
Ujian Pranikah (2)
173
Ujian Pranikah (3)
174
Perubahan Sikap Syahdu
175
Menahan Keinginan Demi Arga
176
The End of The Long Story
177
ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178
ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179
ExtraBab - Karena Rokok
180
ExtraBab - Potong Rambut
181
ExtraBab - Ngidam
182
ExtraBab - Arga Junior
183
ExtraBab - Perencanaan Panti
184
RelationSHIT!
185
ExtraBab - BIG HUG
186
What If - Arsya Besar
187
What If - Selesai Kontrak
188
What If - Syahdu Tidak Kabur
189
SEPUPUKU, CANDUKU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!