Ttd Kontrak!

"Ada apa?"

Kak Wicak duduk disebelahku, menemaniku berdiam diri di taman rumah sakit. Untuk masalah kali ini, aku berat untuk cerita ke kak Wicak.

"Enggak, cuma mikirin nenek aja." Jawabku. "Kak, apa aku behenti kuliah aja dan.."

"Enggak boleh. Nenek pasti kecewa. Jalani aja dulu, aku pasti bantuin kamu, Syahdu."

Aku diam. Aku juga tidak bilang pada kak Wicak soal biaya rumah sakit yang ratusan juta itu. Aku takut dia menghabiskan tabungannya untuk membantuku. Hah.. bagaimana, ya? Aku sangat bingung. Dari mana aku dapatkan sisanya? Lalu uang untuk kamar nenek juga perharinya 120 ribu. Rasanya aku mau nangis terus.

"Kak, menurut kakak, apa aku mirip ibuku?"

Spontan kak Wicak menengok ke arahku dengan alis berkerut. Dia tahu aku paling tidak suka dibanding-bandingkan dengan Ibuku. Tapi kali ini, setelah mendengar tawaran laki-laki itu, entah mengapa aku mulai memikirkannya.

"Kamu beda dengan Ibumu. Aku lebih tau gimana kamu." Jawab kak Wicak dengan tatapan penuh kasih sayang. Aku bisa merasakan itu walau wajahnya tampak datar.

"Kalau seandainya ibu masih ada dan dia berubah jadi perempuan baik-baik, apa dia masih bisa diterima? Apa masih ada laki-laki yang tulus nerima dia?"

"Pasti, setiap orang yang ingin berubah menjadi lebih baik, pasti diterima. Akan selalu ada laki-laki yang tulus menerimanya. Ada apa? Kenapa tiba-tiba nanya kaya gitu?" Tanya kak Wicak keheranan.

Aku pun tidak tahu, tiba-tiba aku ingat kata nenek. Dulu nenek dan Ibu yang miskin karena harus membayar hutang yang ditinggalkan kakekku beratusan juta, membuat Ibu mau tidak mau bekerja banting tulang. Namun siapa sangka, Ibu ternyata menjadi pelacur.

Walau hutang kakek dan biaya hidup tertutupi, tetap nenek selalu menangis jika Ibu pergi bekerja dengan pakaian sopan dan pulang bau alkohol.

Nenek juga bilang, Ibu tidak pernah menggoda para lelaki di kampung. Justru merekalah yang sering menggoda Ibu, karena Ibu cantik dan suaranya merdu. Dia juga kadang bernyanyi sebagai biduan di acara-acara pesta.

"Aku.. cuma nanya. Aku takut nenek pergi nyusul Ibu."

Kak Wicak menarik kepalaku bersandar di dadanya. Aku langsung meneteskan air mata. Jika aku menerima tawaran Arga Alexander, bagaimana dengan kak Wicak? Apakah dia masih mau menerimaku? Atau malah pergi meninggalkanku? Aku tidak bisa membayangkan itu. Aku sangat mencintai lelaki ini.

"Kamu masih ada aku, Syahdu. Aku akan selalu disampingmu. Aku akan terus ada untukmu. Jadi, jangan pernah merasa kesepian dan sendirian. Aku sayang banget sama kamu." Dia mengelus lembut kepalaku. Aku semakin menangis.

Bisa-bisanya aku berpikir untuk menjual diriku pada Arga, mengkhianati perasaan tulus kak Wicak padaku. Sungguh, aku akan menjadi perempuan yang paling jahat jika aku mengkhianati laki-laki ini. Aku tidak akan melakukan itu, aku akan mencari cara lain untuk mendapatkan uang lagi.

...🍁...

Aku berjalan lesu di lorong kampus. Mataku sungguh ingin tertutup karena tadi malam tidak tidur menjaga nenek yang kesakitan di area pinggangnya.

Dokter menyarankan untuk segera operasi pengangkatan sebelah ginjal nenek dan aku harus melunasi biayanya dengan segera. Aku merasa sedih sekali karena tidak punya siapapun untuk dimintai tolong selain kak Wicak.

Aku terhenti saat hidungku mencium aroma yang mirip dengan wangi yang ada di jeket pria asing malam itu. Aku mengendus dan mengikuti bau parfum yang nampaknya tak jauh dari tempatku berdiri.

Aku berjalan perlahan, baunya masih terasa di hidungku. Namun langkahku terhenti saat melihat lelaki itu berdiri di mesin minuman.

Arga, Dia mengambil satu kaleng yang jatuh di dalam rak mesin.

Aku jadi kepikiran dengan penawarannya. Bagaimana kalau aku meminjam uangnya dan bekerja saja menjadi pembantunya atau apalah selain teman tidur.

Aku menghampirinya yang tengah menenggak minuman langsung dari kaleng itu. Dia menyadari kehadiranku.

"A-aku.. bisa pinjam uangmu aja, nggak? Aku beneran bayar tapi dicicil. Aku janji pasti bayar dan nggak kabur. Atau aku bisa jadi pembantumu aja. Gimana?" Harapanku besar supaya lelaki itu menerima permintaanku. Tetapi wajahnya itu terlihat sangat tidak bisa ditebak.

Dia pergi saja tanpa memperdulikan ucapanku.

"Hei, tunggu. aku mohon banget, please, tolong aku. Aku perlu biaya rumah sakit nenekku. Aku harus lunasi hari ini juga. Kalau kamu nolongin aku, aku akan menjadi pembantumu selama yang kamu mau, aku janji." Aku berjalan cepat mengikuti langkahnya yang panjang. Lalu dia berhenti.

"Tawaran gue cuma sebagai teman tidur. Gak ada yang lain. Jangan samain diri lo dengan menjual diri karena cuma gue yang lo layani." Tukasnya dan langsung pergi meninggalkanku.

Aku menghela napas lemah. Apa benar itu berbeda dari menjual diri? Aku dengar Ibuku selalu berganti pelanggan, kalau tawaran ini justru hanya satu saja, Arga. Apa.. Aku terima saja? Cepat-cepat aku menggelengkan kepala. Dasar bodoh. Lagi-lagi aku memikirkan hal gila.

Seperti biasa, aku memilih bangku paling belakang. Lalu aku melihat Arga masuk ke dalam kelas. Dia duduk di bangku baris kedua dan bercengkrama dengan beberapa orang di depan. Sesekali dia tersenyum kecil saat mendengar ocehan orang di depannya. Hah.. apa mereka tahu bagaimana Arga sebenarnya?

Aku terus memikirkan tawaran Arga. Pikiranku berperang. Otakku menolak tetapi tidak ada cara lain. Lalu aku teringat pada ucapan kak Wicak bahwa akan ada laki-laki yang tulus menerima perempuan rusak yang mau memperbaiki dirinya. Apa kak Wicak adalah laki-laki yang tulus itu? Jika mendengar ucapan itu keluar dari mulutnya, kurasa dia memang akan menerimaku jika aku mencoba memperbaiki diri lagi nantinya.

Ponselku bergetar dan aku langsung mengangkatnya. Ternyata dari suster yang merawat nenek. Dia bilang kalau nenek dalam kondisi drop dan harus segera dilakukan operasi. Aku memejamkan mata kuat-kuat, tidak ada cara lain.

"Lakukanlah operasi, aku setuju dan akan lunasin sore ini." Jawabku pada suster diseberang.

Setelah berkata begitu, aku justru ambruk di atas meja. Aku menghantuk-hantukkan kepalaku. Aku benar-benar buntu.

~

Tok..Tok..

Aku terbangun. Melihat kesana kemari, ternyata kelas sudah kosong. Apakah aku tertidur selama pembelajaran berlangsung?? Lalu aku melihat Arga berdiri di depanku.

Dia meletakkan sebuah amplop coklat di depanku.

"Tanda tangani kontrak itu. Kalo lo setuju, gue akan bantu seluruh biaya rumah sakitnya."

Aku menatap amplop itu cukup lama. Hatiku tidak bisa melakukannya, tetapi biaya rumah sakit tidak bisa kuatasi sendiri.

Dengan tangan bergetar aku membuka amplop itu, mengeluarkan beberapa lembar kertas di dalamnya. Aku membacanya pelan-pelan.

Aku akan menjadi pelayan ranjangnya selama dua tahun. Harus menuruti apapun permintaannya selama di atas ranjang. Aku harus selalu ada setiap malam menemaninya. Tidak boleh hamil. Jika hamil maka harus digugurkan karena dia tidak ingin anak dari siapapun. Setelah dua tahun berlalu, maka berpisah dan anggap tidak pernah terjadi apapun diantara kami.

Aku menggigit bibir, bukankah ini sangat merugikan diriku?

Aku pun meremas ujung rokku dengan geram. Ibuku memang seorang wanita malam, tapi bukan berarti aku akan melakukan hal yang sama!

"Baca sampai selesai." Tukasnya lagi.

Aku membaca lagi keuntungannya. Dia akan mengurus semua yang berkaitan dengan biaya nenek selama sakit sebesar apapun itu. Aku boleh tinggal di tempatnya dan menggunakan seluruh fasilitas di dalamnya.

"Kita gak boleh berinteraksi diluar tempat tinggal, kita harus pura-pura gak kenal. Gue juga tahu lo punya pacar. Silakan aja berhubungan dengan pacar lo, gue gak akan mengatur untuk itu."

Aku diam mendengarkan, itu artinya aku masih bisa bersama kak Wicak.

"Lo cuma perlu datang saat gue butuh aja. Selebihnya, lo boleh kemana aja terserah lo. Cuma, lo gak boleh mangkir sekalipun. Lo harus udah di rumah sebelum gue sampe."

Aku menarik napas dalam-dalam. Sungguh, aku butuh uang tapi bukan begini yang kumau.

Ponselku bergetar. Kulirik nama yang tertera di layar, perawat.

Persetan! Aku tidak peduli, yang penting nenekku, keluargaku satu-satunya yang tersisa, bisa melanjutkan hidup bersamaku.

Aku membubuhkan sidik jari di kertas itu, lalu berdiri. "Tepati janjimu sekarang juga."

Ucapku dan langsung berlalu meninggalkannya sendiri di dalam kelas. Aku berlari kecil menuju toilet. Aku masuk ke dalam dan menangis disana.

Sungguh, aku tidak sangka apa yang orang-orang katakan tentang diriku ternyata benar. Kini aku menjual diriku, demi kesembuhan nenekku.

Ponselku bergetar lagi, aku mengangkat telepon dari perawat.

"Mbak, kita akan lakukan operasi nanti malam."

"Ha? Apa udah dibayar?"

"Sudah. Nenek juga sudah kami pindahkan ke ruangan VIP. Saya mengabarkan supaya mba gak salah kamar nanti."

Tubuhku kaku. Benarkah? Secepat itu dia melakukannya? Siapa Arga ini? Ah entahlah. Pokoknya nenek akan dioperasi dan sembuh.

Aku tersadar saat ingin membuka pintu toilet. Aku.. nanti malam, harus menyerahkan tubuhku pada lelaki itu.

Air mataku menetes lagi. Tidak apa, Syahdu.. tidak apa.. aku menenangkan diriku sendiri. Nyawa nenek lebih berharga dari sebuah kehormatan yang selama ini kujaga. Nenek lebih dari itu.

Tapi aku malah terjongkok, menangis sesegukan. Aku pasti akan terbiasa. Aku hanya syok. Dua tahun itu waktu yang cepat berlalu. Buktinya aku dan kak Wicak tidak terasa menjalin hubungan selama 7 tahun.

Ah.. kak Wicak. Maafkan aku, kak. Kehormatan yang kau bantu jaga, aku merusaknya sendiri. Padahal kau benar-benar menjaga diriku supaya orang-orang tidak menghinaku. Kau bahkan hanya mencium keningku. Kau tidak pernah macam-macam padaku, lalu apa yang kulakukan? Entahlah.. kak Wicak, maafkan aku.

TBC

(Visual Syahdu Larasati)

(Visual Arga Alexander)

(Visual Aditya Wicaksana)

Terpopuler

Comments

may

may

Oh mas wicak❤️

2023-12-06

0

Wirda Wati

Wirda Wati

visualnya kereeen.
apa TDK ada cara lain..
🤭🤭🤭

2023-10-25

0

Ruk Mini

Ruk Mini

imutzzz!....

2023-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 Syahduku
2 Kuliah Pertama
3 Menawarkan Kontrak
4 Ttd Kontrak!
5 Let's Start
6 Virgin
7 Tak saling kenal.
8 Perintah Kedua
9 Berbohong
10 Sarapan Bareng
11 Satu Kelompok
12 Persetan Rasa Malu!
13 Antara Malu dan Bodoh
14 Obrolan Grup
15 Fakta Baru
16 Semakin Menyesal
17 Perpembalutan
18 Anak Pemilik Rumah Sakit
19 Berbelanja Kebutuhan
20 Naik Kelas
21 Pesta Kelas Atas
22 Suara Syahdu
23 Main Solo
24 Naik dulu!
25 Berpapasan
26 Rooftop Apartemen
27 Aku pemenang?
28 Musim Semi di hati Syahdu
29 Weekend bersama Wicak
30 NightCafe
31 Patah Hati Pertama
32 Sadar
33 Meminta Maaf
34 Sadar Ditatap
35 Ketemu Oma
36 Ke Apartemen Arga
37 Curiga
38 Ketahuan Wicak
39 Kepercayaan pada Syahdu
40 Ikat Rambut
41 Perjalanan ke Pulau
42 You and Sunset!
43 Sorot Mata Syahdu
44 Efek Film Horor
45 Menahan Hasrat
46 Calon Tunangan Arga
47 Keputusan Syahdu
48 Happy Birthday, Syahdu.
49 Putus tanpa Alasan.
50 Rencana Kemah
51 Alasan putus
52 Pesta untuk Syahdu
53 Kebahagiaan Nenek
54 Tidak berniat Nikah.
55 Berbeda Prinsip
56 Perasaan diatas Cinta
57 Hadiah ulang Tahun
58 Packing
59 Gara-gara telefon
60 Obrolan Panjang
61 Belajar Masak
62 Nasi Bekal
63 Susu Stroberi
64 Salah Kirim
65 Makan malam
66 Tunangan Arga?
67 Hamil, kali.
68 Perkelahian Arga dan Awan
69 Prinsip Arga
70 Masalah yang tak terselesaikan
71 Penjelasan Arga
72 Berita Buruk
73 Desas-Desus Rumah Sakit
74 Kebohongan Yang Panjang
75 Kedatangan sang Mami
76 Curahan Hati Perempuan
77 Penghapusan Gosip
78 Membeli Testpack
79 Menebus Obat
80 Cek ke Dokter
81 Berencana Lari
82 Kegelisahan Arga
83 Soraya atau Syahdu?
84 Syahdu Pingsan
85 Sop untuk Syahdu
86 Kesembuhan Syahdu
87 Kehadiran Soraya
88 Undangan Makan Malam
89 Senyum Lebar Arga
90 Why don't you stay?
91 Pindah Kamar
92 Salah Paham Awan
93 Nyanyi dipanggung
94 Ketahuan Naya
95 Kasus Pemerkosaan
96 Dibalik Perlindungan Wicak
97 Menguak Rahasia Syahdu
98 Kata Pengantar Skripsi Wicak
99 Gosip yang Beredar
100 "Tetap Disini"
101 Ancaman Soraya
102 Bukan Cinta Biasa
103 Bolos Sama-sama
104 Lelaki disamping Syahdu
105 Melawan Balik
106 Menentukan Pertunangan
107 Penjelasan Riska
108 Pertunangan Bulan Depan
109 Ancaman sang Ayah
110 Arga hanya Akan Menikah dengan...
111 I am not a Slut!
112 Terhinakan oleh Status
113 Kepergian Suriani
114 Bunuh Diri
115 Berusaha Jujur pada Wicak
116 Perpisahan
117 Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118 Pamit Syahdu
119 Menerima Syahdu Kembali
120 Masa Kritis
121 Kondisi Terbaru Wicak
122 Kehilangan Kedua Kali
123 Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124 Harapan Baru
125 Engangement Invitation
126 Secercah Harapan
127 Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128 5 Hari Lagi~
129 Trauma dan Luka Batin
130 Mimpi Nyata
131 Kenyataan Baru bagi Arga
132 Sisi Lain Arga
133 Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134 Happy Birthday, Arga.
135 Menunggu Syahdu Kembali
136 Kehidupan Baru Arga
137 Kehidupan Baru Syahdu
138 Tak Segampang Itu...
139 Tergalinya Masa Lalu
140 Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141 Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142 Memantapkan Hati Untuk Kembali
143 Bertamu ke Makam Wicak
144 Reuni Kelas
145 Bertemu Setelah Sekian Lama
146 Memori yang Masih Melekat
147 Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148 Keputusan Akhir Karir
149 Marry Me, Syahdu.
150 Bertemu Adik Arga
151 Beban Terberat Syahdu
152 Gangguan Stres Pascatrauma
153 Lelaki Pilihan Wicak
154 Netflix and Chill
155 And Chill~
156 Melamar Syahdu
157 Melanjutkan Karir Arga
158 Syahdu Balik Ke Desa
159 Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160 Hot News Paparazi
161 Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162 Menuju Desa Bebatu
163 Drama Perjalanan Desa Bebatu
164 Mempersunting
165 Gosip Baru
166 Sanggahan Langsung
167 Meminta Restu Margareth
168 Ziarah
169 Konseling
170 Pertemuan dengan Julia
171 Ujian Pranikah (1)
172 Ujian Pranikah (2)
173 Ujian Pranikah (3)
174 Perubahan Sikap Syahdu
175 Menahan Keinginan Demi Arga
176 The End of The Long Story
177 ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178 ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179 ExtraBab - Karena Rokok
180 ExtraBab - Potong Rambut
181 ExtraBab - Ngidam
182 ExtraBab - Arga Junior
183 ExtraBab - Perencanaan Panti
184 RelationSHIT!
185 ExtraBab - BIG HUG
186 What If - Arsya Besar
187 What If - Selesai Kontrak
188 What If - Syahdu Tidak Kabur
189 SEPUPUKU, CANDUKU
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Syahduku
2
Kuliah Pertama
3
Menawarkan Kontrak
4
Ttd Kontrak!
5
Let's Start
6
Virgin
7
Tak saling kenal.
8
Perintah Kedua
9
Berbohong
10
Sarapan Bareng
11
Satu Kelompok
12
Persetan Rasa Malu!
13
Antara Malu dan Bodoh
14
Obrolan Grup
15
Fakta Baru
16
Semakin Menyesal
17
Perpembalutan
18
Anak Pemilik Rumah Sakit
19
Berbelanja Kebutuhan
20
Naik Kelas
21
Pesta Kelas Atas
22
Suara Syahdu
23
Main Solo
24
Naik dulu!
25
Berpapasan
26
Rooftop Apartemen
27
Aku pemenang?
28
Musim Semi di hati Syahdu
29
Weekend bersama Wicak
30
NightCafe
31
Patah Hati Pertama
32
Sadar
33
Meminta Maaf
34
Sadar Ditatap
35
Ketemu Oma
36
Ke Apartemen Arga
37
Curiga
38
Ketahuan Wicak
39
Kepercayaan pada Syahdu
40
Ikat Rambut
41
Perjalanan ke Pulau
42
You and Sunset!
43
Sorot Mata Syahdu
44
Efek Film Horor
45
Menahan Hasrat
46
Calon Tunangan Arga
47
Keputusan Syahdu
48
Happy Birthday, Syahdu.
49
Putus tanpa Alasan.
50
Rencana Kemah
51
Alasan putus
52
Pesta untuk Syahdu
53
Kebahagiaan Nenek
54
Tidak berniat Nikah.
55
Berbeda Prinsip
56
Perasaan diatas Cinta
57
Hadiah ulang Tahun
58
Packing
59
Gara-gara telefon
60
Obrolan Panjang
61
Belajar Masak
62
Nasi Bekal
63
Susu Stroberi
64
Salah Kirim
65
Makan malam
66
Tunangan Arga?
67
Hamil, kali.
68
Perkelahian Arga dan Awan
69
Prinsip Arga
70
Masalah yang tak terselesaikan
71
Penjelasan Arga
72
Berita Buruk
73
Desas-Desus Rumah Sakit
74
Kebohongan Yang Panjang
75
Kedatangan sang Mami
76
Curahan Hati Perempuan
77
Penghapusan Gosip
78
Membeli Testpack
79
Menebus Obat
80
Cek ke Dokter
81
Berencana Lari
82
Kegelisahan Arga
83
Soraya atau Syahdu?
84
Syahdu Pingsan
85
Sop untuk Syahdu
86
Kesembuhan Syahdu
87
Kehadiran Soraya
88
Undangan Makan Malam
89
Senyum Lebar Arga
90
Why don't you stay?
91
Pindah Kamar
92
Salah Paham Awan
93
Nyanyi dipanggung
94
Ketahuan Naya
95
Kasus Pemerkosaan
96
Dibalik Perlindungan Wicak
97
Menguak Rahasia Syahdu
98
Kata Pengantar Skripsi Wicak
99
Gosip yang Beredar
100
"Tetap Disini"
101
Ancaman Soraya
102
Bukan Cinta Biasa
103
Bolos Sama-sama
104
Lelaki disamping Syahdu
105
Melawan Balik
106
Menentukan Pertunangan
107
Penjelasan Riska
108
Pertunangan Bulan Depan
109
Ancaman sang Ayah
110
Arga hanya Akan Menikah dengan...
111
I am not a Slut!
112
Terhinakan oleh Status
113
Kepergian Suriani
114
Bunuh Diri
115
Berusaha Jujur pada Wicak
116
Perpisahan
117
Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118
Pamit Syahdu
119
Menerima Syahdu Kembali
120
Masa Kritis
121
Kondisi Terbaru Wicak
122
Kehilangan Kedua Kali
123
Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124
Harapan Baru
125
Engangement Invitation
126
Secercah Harapan
127
Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128
5 Hari Lagi~
129
Trauma dan Luka Batin
130
Mimpi Nyata
131
Kenyataan Baru bagi Arga
132
Sisi Lain Arga
133
Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134
Happy Birthday, Arga.
135
Menunggu Syahdu Kembali
136
Kehidupan Baru Arga
137
Kehidupan Baru Syahdu
138
Tak Segampang Itu...
139
Tergalinya Masa Lalu
140
Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141
Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142
Memantapkan Hati Untuk Kembali
143
Bertamu ke Makam Wicak
144
Reuni Kelas
145
Bertemu Setelah Sekian Lama
146
Memori yang Masih Melekat
147
Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148
Keputusan Akhir Karir
149
Marry Me, Syahdu.
150
Bertemu Adik Arga
151
Beban Terberat Syahdu
152
Gangguan Stres Pascatrauma
153
Lelaki Pilihan Wicak
154
Netflix and Chill
155
And Chill~
156
Melamar Syahdu
157
Melanjutkan Karir Arga
158
Syahdu Balik Ke Desa
159
Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160
Hot News Paparazi
161
Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162
Menuju Desa Bebatu
163
Drama Perjalanan Desa Bebatu
164
Mempersunting
165
Gosip Baru
166
Sanggahan Langsung
167
Meminta Restu Margareth
168
Ziarah
169
Konseling
170
Pertemuan dengan Julia
171
Ujian Pranikah (1)
172
Ujian Pranikah (2)
173
Ujian Pranikah (3)
174
Perubahan Sikap Syahdu
175
Menahan Keinginan Demi Arga
176
The End of The Long Story
177
ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178
ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179
ExtraBab - Karena Rokok
180
ExtraBab - Potong Rambut
181
ExtraBab - Ngidam
182
ExtraBab - Arga Junior
183
ExtraBab - Perencanaan Panti
184
RelationSHIT!
185
ExtraBab - BIG HUG
186
What If - Arsya Besar
187
What If - Selesai Kontrak
188
What If - Syahdu Tidak Kabur
189
SEPUPUKU, CANDUKU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!