Tak saling kenal.

...PoV Syahdu...

Aku terbangun saat matahari sudah memancarkan cahaya panas. Kulihat Arga berdiri di depan walk in closet sambil merapikan rambutnya.

"Lo bisa masak?" Tanyanya saat melihatku duduk di tepi tempat tidur.

Aku mengangguk. Aku merapatkan kaki saat merasa perih dibagian bawahku.

"Di dapur banyak bahan makanan. Kalo laper, lo masak aja sendiri. Gue gak sempat." Ucapnya sambil berjalan menuju pintu.

"Baju lo ada dilemari sebelah kanan." Sambungnya lagi lalu keluar dari apartemen. Entah kemana, aku tidak ingin bertanya juga sebab hubungan kami hanya sebatas teman tidur. Maksudku, aku teman tidurnya.

Aku bangkit perlahan. Ah, masih terasa perih. Tapi dari pada mandi aku lebih memilih menuju dapur dan melihat ada apa saja di kulkasnya.

Kulkasnya besar sekali. Apalagi isinya penuh dengan bahan makanan dan buah-buahan. Kalau mendengar ucapannya tadi, sepertinya dia juga bisa masak.

Aku memasak chicken katsu, yang simpel dan enak. Aku bisa memasaknya walau jarang karena nenek tidak suka makanan seperti itu.

Setelah membersihkan apartemen Arga, aku mandi dan membuka lagi lemari sebelah kanan yang dikatakan Arga. Kulihat bajunya tergantung rapi. Lalu disebelahnya ada susunan baju-baju baru yang katanya punyaku.

Aku tercengang. Baju-bajunya sangat cantik. Semuanya adalah dress dan harganya sangat mahal. Apa bisa aku memakainya? Aku tidak terbiasa memakai pakaian seperti ini.

Aku menutup lemari dan mengambil tasku. Aku sudah menyiapkan baju sendiri. Aku memakai rok cokelat selutut dan blouse putih. Setelah dirasa rapi, aku keluar dari apartemen Arga dengan memakai masker. Aku tidak ingin keberadaanku ditandai oleh siapapun.

...🍁...

Aku berjalan menuju kelas. Masih ada 10 menit sebelum pembelajaran dimulai.

"Syahdu!"

Aku menoleh, kak Wicak berlari kecil mendekat.

"Kemana aja? Kok, gak bisa dihubungi dari kemaren?" Tanyanya dengan wajah khawatir.

"Maaf, kak. Aku ngerjain tugas." Jawabku bohong.

"Ngerjain tugas dimana?"

"Dirumah temen. Maaf.." aku malah menangis. Merasa sangat bersalah sebab kini diriku sudah tidak berharga.

"Lho, kenapa nangis? Aku cuma tanya." Kak Wicak mengelus lembut rambutku. "Pulang jam berapa?"

"Jam 2 kak."

"Yaudah, nanti kita ke rumah sakit, ya. Sana masuk."

Aku mengangguk lemah dan berjalan meninggalkan kak Wicak.

Aku masuk ke dalam kelas. Mataku langsung menangkap sosok Arga yang duduk dan bercanda dengan teman laki-laki lainnya. Mata kami bertemu beberapa detik sampai dia yang mengalihkan matanya dan melanjutkan candaannya.

"Laras! Sini." Adina melambaikan tangan padaku yang belum begitu terbiasa dengan panggilan baruku. Akupun berjalan dan duduk disebelahnya.

"Liat tuh, Arga cakep, ya. Katanya dia jago nyanyi loh."

Mendengar itu, Naya dan Alika yang duduk di depan kami langsung menoleh ke belakang.

"Serius, Din?" Tanya Naya antusias.

"Iya, aku dengar dari temenku yang kenal sama Arga. Keren banget, kan?"

Benar juga, aku memang lihat ada gitar di ruang tengah Arga.

Mereka bertiga pun sibuk membicarakan sosok Arga dengan segala kelebihannya. Apalagi Naya yang katanya sempat disenyumin oleh Arga, membuatnya terus kesenangan seperti menang lotre.

Tanpa sadar mataku terus melihat ke punggung Arga. Mendengarkan ocehan mereka rasanya mual. Mereka belum tahu saja Arga seperti apa. Jika mereka tahu, apa mereka masih menyukai Arga?

"Ras, lo kok diem aja?" Tanya Alika.

"Agak gak enak badan." Jawabku singkat dan mereka langsung menghadap depan karena dosen sudah masuk ke dalam kelas dan pelajaran pun dimulai.

Setelah dua jam pelajaran, kami mendapat kabar dari Komting kalau dosen kedua tidak bisa hadir. Hal itu membuat beberapa siswa kesenangan.

"Kita jalan-jalan, gimana?" Usul Alika.

"Yuk, gue juga bosen banget." Sahut Adina.

"Bagaimana, Ras?" Tanya Naya.

Aku mengangguk saja, sekalian menunggu kak Wicak, lebih baik aku bermain sebentar. Lagipula perasaanku tidak enak hari ini. Aku sangat lemas karena hatiku yang masih terbawa suasana sedih tadi malam.

Sebelum pergi, aku sedikit menjauh mencari tempat untuk menelepon perawat menanyakan nenek. Setelah mendapat kabar yang melegakan, aku kembali ke tempat tadi. Namun langkahku terhenti saat seseorang bersama Arga menyetop langkahku.

"Laras, kan?"

Aku mengangguk dan dia langsung mengulurkan tangan.

"Ibra. Kita sekelas." Ucapnya dan aku menyambut uluran tangannya.

"Ini Arga, teman sekelas juga. Pasti kenal, dong"

Aku melirik sekilas pada wajah Arga yang tampak sangat menjengkelkan bagiku. Arga mengulurkan tangan dan aku dengan malas menyambut tangannya. Kami benar-benar seperti orang yang baru kenal walau memang tidak saling bicara.

"Mau ikut kita, gak? Kita mau makan di kafe depan kampus."

Aku menggeleng cepat. "Aku ada janji. Duluan, ya." Ucapku dan langsung pergi. Agak malas melihat Arga yang sok tidak kenal padahal sudah mengambil kehormatanku.

"Cantik ya, dia." Samar-samar aku mendengar ucapan Ibra.

"Ras, sini!" Adina memanggilku.

"Kita naik taksi aja, ya. Dekat kok." Tukas Naya.

Aku mengangguk saja, toh aku memang tidak tahu apa-apa tentang daerah sini. Aku cuma mengandalkan ojek online saja.

Kami berempat naik taksi menuju salah satu Mall terbesar di kota ini.

Aku sebenarnya tercengang melihat bangunan besar itu, tapi aku dengan cepat menutupinya karena tidak mau terlihat kampungan.

"Kita ngapain kesini?" Tanyaku, karena aku tidak punya banyak uang untuk belanja di gedung besar itu.

"Oh, gue gak ngasih tau lo, ya? Disini tuh, ada live music gitu. Katanya sih, yang nyanyi Momo. Tau kan lo, yang suaranya keren banget itu.."

Entah siapa yang dimaksud Alika, aku hanya mengikuti langkah mereka.

"Wah, udah rame banget. Ayo, kesini."

Adina menarik tanganku. Kami berdiri diantara banyak orang yang menonton dan ikut bernyanyi. Aku malah fokus pada orang-orang yang menonton dari lantai dua, tiga, hingga ke empat. Ramai sekali, mereka bernyanyi bersama dengan penyanyi perempuan yang memakai gitar itu.

"Tuh, Momo aslinya lebih cantik ternyata!" Tukas Naya sambil memvideokan penyanyi itu.

Semua penonton bernyanyi bersama, menyanyikan lagu andalan Momo.

Oh, lagu itu. Ternyata dia yang menyanyikannya. Selama ini aku hanya tahu lagunya, tidak tahu siapa penyanyinya. Aku hanya menikmati tanpa bersuara, tidak ingin kedengaran teman-temanku.

Memang aku dulu sering bernyanyi dan menjadi biduan di kampung, tapi kulakukan karena aku butuh uang saja.

Aku mendongak, melihat keramaian orang-orang yang serentak melambaikan tangan sambil bernyanyi.

Dulu aku pernah bermimpi menjadi penyanyi. Walau itu kupendam lantaran cemooh orang-orang membuatku sangat malu.

Bagaimana jika aku menjadi penyanyi lalu orang-orang tahu bahwa aku anak seorang pelacur. Pasti harga diriku semakin tercabik-cabik. Itu sebabnya aku mengurungkan niatku dan hanya menyalurkan keinginanku menjadi penyanyi di kampung yang sudah tahu bagaimana keluargaku.

Beginikah rasanya, jika menjadi penyanyi seperti Momo, aku mungkin akan dikelilingi oleh orang-orang sebanyak ini. Bukankah itu menyenangkan?

Lalu tiba-tiba mataku menangkap wajah Arga di lantai dua. Dia juga menatapku. Aku menoleh ke arah lain sambil berpikir apa benar itu Arga? Bukannya tadi dia ke kafe depan bersama Ibra?

Aku melihat lagi ke arah tadi dan tidak ada Arga. Ah, aku pasti salah lihat. Pasti karena kejadian tadi malam, aku terus memikirkannya sehingga wajahnya ada dimana-mana.

Arga sialan itu...

Terpopuler

Comments

Wirda Wati

Wirda Wati

yaaa...Arga sialan..🤭

2023-10-25

0

Novita Sari

Novita Sari

iya,setuju,arga sialan😒😒ilfil banget sama si arga😒☹️

2022-10-30

2

Umi Kalsum Siahaan

Umi Kalsum Siahaan

dobel up dong Thor,apa lebih baik bacanya 1 Minggu sekali, jadi up nya kn banyak,😁😁

2022-09-15

3

lihat semua
Episodes
1 Syahduku
2 Kuliah Pertama
3 Menawarkan Kontrak
4 Ttd Kontrak!
5 Let's Start
6 Virgin
7 Tak saling kenal.
8 Perintah Kedua
9 Berbohong
10 Sarapan Bareng
11 Satu Kelompok
12 Persetan Rasa Malu!
13 Antara Malu dan Bodoh
14 Obrolan Grup
15 Fakta Baru
16 Semakin Menyesal
17 Perpembalutan
18 Anak Pemilik Rumah Sakit
19 Berbelanja Kebutuhan
20 Naik Kelas
21 Pesta Kelas Atas
22 Suara Syahdu
23 Main Solo
24 Naik dulu!
25 Berpapasan
26 Rooftop Apartemen
27 Aku pemenang?
28 Musim Semi di hati Syahdu
29 Weekend bersama Wicak
30 NightCafe
31 Patah Hati Pertama
32 Sadar
33 Meminta Maaf
34 Sadar Ditatap
35 Ketemu Oma
36 Ke Apartemen Arga
37 Curiga
38 Ketahuan Wicak
39 Kepercayaan pada Syahdu
40 Ikat Rambut
41 Perjalanan ke Pulau
42 You and Sunset!
43 Sorot Mata Syahdu
44 Efek Film Horor
45 Menahan Hasrat
46 Calon Tunangan Arga
47 Keputusan Syahdu
48 Happy Birthday, Syahdu.
49 Putus tanpa Alasan.
50 Rencana Kemah
51 Alasan putus
52 Pesta untuk Syahdu
53 Kebahagiaan Nenek
54 Tidak berniat Nikah.
55 Berbeda Prinsip
56 Perasaan diatas Cinta
57 Hadiah ulang Tahun
58 Packing
59 Gara-gara telefon
60 Obrolan Panjang
61 Belajar Masak
62 Nasi Bekal
63 Susu Stroberi
64 Salah Kirim
65 Makan malam
66 Tunangan Arga?
67 Hamil, kali.
68 Perkelahian Arga dan Awan
69 Prinsip Arga
70 Masalah yang tak terselesaikan
71 Penjelasan Arga
72 Berita Buruk
73 Desas-Desus Rumah Sakit
74 Kebohongan Yang Panjang
75 Kedatangan sang Mami
76 Curahan Hati Perempuan
77 Penghapusan Gosip
78 Membeli Testpack
79 Menebus Obat
80 Cek ke Dokter
81 Berencana Lari
82 Kegelisahan Arga
83 Soraya atau Syahdu?
84 Syahdu Pingsan
85 Sop untuk Syahdu
86 Kesembuhan Syahdu
87 Kehadiran Soraya
88 Undangan Makan Malam
89 Senyum Lebar Arga
90 Why don't you stay?
91 Pindah Kamar
92 Salah Paham Awan
93 Nyanyi dipanggung
94 Ketahuan Naya
95 Kasus Pemerkosaan
96 Dibalik Perlindungan Wicak
97 Menguak Rahasia Syahdu
98 Kata Pengantar Skripsi Wicak
99 Gosip yang Beredar
100 "Tetap Disini"
101 Ancaman Soraya
102 Bukan Cinta Biasa
103 Bolos Sama-sama
104 Lelaki disamping Syahdu
105 Melawan Balik
106 Menentukan Pertunangan
107 Penjelasan Riska
108 Pertunangan Bulan Depan
109 Ancaman sang Ayah
110 Arga hanya Akan Menikah dengan...
111 I am not a Slut!
112 Terhinakan oleh Status
113 Kepergian Suriani
114 Bunuh Diri
115 Berusaha Jujur pada Wicak
116 Perpisahan
117 Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118 Pamit Syahdu
119 Menerima Syahdu Kembali
120 Masa Kritis
121 Kondisi Terbaru Wicak
122 Kehilangan Kedua Kali
123 Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124 Harapan Baru
125 Engangement Invitation
126 Secercah Harapan
127 Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128 5 Hari Lagi~
129 Trauma dan Luka Batin
130 Mimpi Nyata
131 Kenyataan Baru bagi Arga
132 Sisi Lain Arga
133 Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134 Happy Birthday, Arga.
135 Menunggu Syahdu Kembali
136 Kehidupan Baru Arga
137 Kehidupan Baru Syahdu
138 Tak Segampang Itu...
139 Tergalinya Masa Lalu
140 Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141 Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142 Memantapkan Hati Untuk Kembali
143 Bertamu ke Makam Wicak
144 Reuni Kelas
145 Bertemu Setelah Sekian Lama
146 Memori yang Masih Melekat
147 Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148 Keputusan Akhir Karir
149 Marry Me, Syahdu.
150 Bertemu Adik Arga
151 Beban Terberat Syahdu
152 Gangguan Stres Pascatrauma
153 Lelaki Pilihan Wicak
154 Netflix and Chill
155 And Chill~
156 Melamar Syahdu
157 Melanjutkan Karir Arga
158 Syahdu Balik Ke Desa
159 Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160 Hot News Paparazi
161 Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162 Menuju Desa Bebatu
163 Drama Perjalanan Desa Bebatu
164 Mempersunting
165 Gosip Baru
166 Sanggahan Langsung
167 Meminta Restu Margareth
168 Ziarah
169 Konseling
170 Pertemuan dengan Julia
171 Ujian Pranikah (1)
172 Ujian Pranikah (2)
173 Ujian Pranikah (3)
174 Perubahan Sikap Syahdu
175 Menahan Keinginan Demi Arga
176 The End of The Long Story
177 ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178 ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179 ExtraBab - Karena Rokok
180 ExtraBab - Potong Rambut
181 ExtraBab - Ngidam
182 ExtraBab - Arga Junior
183 ExtraBab - Perencanaan Panti
184 RelationSHIT!
185 ExtraBab - BIG HUG
186 What If - Arsya Besar
187 What If - Selesai Kontrak
188 What If - Syahdu Tidak Kabur
189 SEPUPUKU, CANDUKU
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Syahduku
2
Kuliah Pertama
3
Menawarkan Kontrak
4
Ttd Kontrak!
5
Let's Start
6
Virgin
7
Tak saling kenal.
8
Perintah Kedua
9
Berbohong
10
Sarapan Bareng
11
Satu Kelompok
12
Persetan Rasa Malu!
13
Antara Malu dan Bodoh
14
Obrolan Grup
15
Fakta Baru
16
Semakin Menyesal
17
Perpembalutan
18
Anak Pemilik Rumah Sakit
19
Berbelanja Kebutuhan
20
Naik Kelas
21
Pesta Kelas Atas
22
Suara Syahdu
23
Main Solo
24
Naik dulu!
25
Berpapasan
26
Rooftop Apartemen
27
Aku pemenang?
28
Musim Semi di hati Syahdu
29
Weekend bersama Wicak
30
NightCafe
31
Patah Hati Pertama
32
Sadar
33
Meminta Maaf
34
Sadar Ditatap
35
Ketemu Oma
36
Ke Apartemen Arga
37
Curiga
38
Ketahuan Wicak
39
Kepercayaan pada Syahdu
40
Ikat Rambut
41
Perjalanan ke Pulau
42
You and Sunset!
43
Sorot Mata Syahdu
44
Efek Film Horor
45
Menahan Hasrat
46
Calon Tunangan Arga
47
Keputusan Syahdu
48
Happy Birthday, Syahdu.
49
Putus tanpa Alasan.
50
Rencana Kemah
51
Alasan putus
52
Pesta untuk Syahdu
53
Kebahagiaan Nenek
54
Tidak berniat Nikah.
55
Berbeda Prinsip
56
Perasaan diatas Cinta
57
Hadiah ulang Tahun
58
Packing
59
Gara-gara telefon
60
Obrolan Panjang
61
Belajar Masak
62
Nasi Bekal
63
Susu Stroberi
64
Salah Kirim
65
Makan malam
66
Tunangan Arga?
67
Hamil, kali.
68
Perkelahian Arga dan Awan
69
Prinsip Arga
70
Masalah yang tak terselesaikan
71
Penjelasan Arga
72
Berita Buruk
73
Desas-Desus Rumah Sakit
74
Kebohongan Yang Panjang
75
Kedatangan sang Mami
76
Curahan Hati Perempuan
77
Penghapusan Gosip
78
Membeli Testpack
79
Menebus Obat
80
Cek ke Dokter
81
Berencana Lari
82
Kegelisahan Arga
83
Soraya atau Syahdu?
84
Syahdu Pingsan
85
Sop untuk Syahdu
86
Kesembuhan Syahdu
87
Kehadiran Soraya
88
Undangan Makan Malam
89
Senyum Lebar Arga
90
Why don't you stay?
91
Pindah Kamar
92
Salah Paham Awan
93
Nyanyi dipanggung
94
Ketahuan Naya
95
Kasus Pemerkosaan
96
Dibalik Perlindungan Wicak
97
Menguak Rahasia Syahdu
98
Kata Pengantar Skripsi Wicak
99
Gosip yang Beredar
100
"Tetap Disini"
101
Ancaman Soraya
102
Bukan Cinta Biasa
103
Bolos Sama-sama
104
Lelaki disamping Syahdu
105
Melawan Balik
106
Menentukan Pertunangan
107
Penjelasan Riska
108
Pertunangan Bulan Depan
109
Ancaman sang Ayah
110
Arga hanya Akan Menikah dengan...
111
I am not a Slut!
112
Terhinakan oleh Status
113
Kepergian Suriani
114
Bunuh Diri
115
Berusaha Jujur pada Wicak
116
Perpisahan
117
Pengakuan dan Kejujuran Syahdu
118
Pamit Syahdu
119
Menerima Syahdu Kembali
120
Masa Kritis
121
Kondisi Terbaru Wicak
122
Kehilangan Kedua Kali
123
Satu-satunya Janji yang Ditepati Wicak
124
Harapan Baru
125
Engangement Invitation
126
Secercah Harapan
127
Saat ingin Memulai Hidup Baru...
128
5 Hari Lagi~
129
Trauma dan Luka Batin
130
Mimpi Nyata
131
Kenyataan Baru bagi Arga
132
Sisi Lain Arga
133
Malam Hangat untuk Pertama Kalinya
134
Happy Birthday, Arga.
135
Menunggu Syahdu Kembali
136
Kehidupan Baru Arga
137
Kehidupan Baru Syahdu
138
Tak Segampang Itu...
139
Tergalinya Masa Lalu
140
Munculnya Rasa Bersalah di Hati Syahdu
141
Kisah Yang Mungkin Akan Berakhir
142
Memantapkan Hati Untuk Kembali
143
Bertamu ke Makam Wicak
144
Reuni Kelas
145
Bertemu Setelah Sekian Lama
146
Memori yang Masih Melekat
147
Pelukan Rindu Yang Sangat Erat
148
Keputusan Akhir Karir
149
Marry Me, Syahdu.
150
Bertemu Adik Arga
151
Beban Terberat Syahdu
152
Gangguan Stres Pascatrauma
153
Lelaki Pilihan Wicak
154
Netflix and Chill
155
And Chill~
156
Melamar Syahdu
157
Melanjutkan Karir Arga
158
Syahdu Balik Ke Desa
159
Pembicaraan Terakhir dengan Arif
160
Hot News Paparazi
161
Membatalkan Semua Jadwal Demi Syahdu
162
Menuju Desa Bebatu
163
Drama Perjalanan Desa Bebatu
164
Mempersunting
165
Gosip Baru
166
Sanggahan Langsung
167
Meminta Restu Margareth
168
Ziarah
169
Konseling
170
Pertemuan dengan Julia
171
Ujian Pranikah (1)
172
Ujian Pranikah (2)
173
Ujian Pranikah (3)
174
Perubahan Sikap Syahdu
175
Menahan Keinginan Demi Arga
176
The End of The Long Story
177
ExtraBab - Kehamilan Syahdu Menjadi Berita Baik
178
ExtraBab - Cerita Masa Lalu
179
ExtraBab - Karena Rokok
180
ExtraBab - Potong Rambut
181
ExtraBab - Ngidam
182
ExtraBab - Arga Junior
183
ExtraBab - Perencanaan Panti
184
RelationSHIT!
185
ExtraBab - BIG HUG
186
What If - Arsya Besar
187
What If - Selesai Kontrak
188
What If - Syahdu Tidak Kabur
189
SEPUPUKU, CANDUKU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!