“Aghh, Vina … awas kau!“ Yayan guling-guling tak karuan di atas kasurnya. Dia gemas sendiri, kepalanya mendidih saat mengingat kejadian tadi siang.
“Kenapa aku menganggap serius perkataan wanita itu? Aghh … aku mau bolos kerja, aku mau resign saja dari sana.“
Yah, Yayan terlalu malu, dia tak kuat jika harus bertemu dengan Vina.
“Yayan, aku bersedia menjadi istrimu.“
Kata-kata selanjutnya membuat Yayan ingin menghilang dari dunia.
“Aku cuma bercanda, sih. Ehh? Tapi, apakah kau menganggapnya serius? Tadi sengaja berkata begitu untuk mengkode … mengetes dirimu. Yayan, kau mencintaiku?“
“Ahhhhh … bodoh, bodoh! Aku dibaperi oleh wanita itu!?“
Setelah perenungan dan pelampiasan rasa malu. Yah, ujung-ujungnya kos-kosan milik Yayan menjadi berantakan.
Yayan kini sedang fokus untuk mengganti ponsel dan motornya yang raib. Jadi, malam ini … dia berencana untuk panen uang, sekaligus mencari jodoh. Sepertinya pilihan kedua hanya tambahan.
Seiringnya hari berjalan, Yayan benar-benar belum fokus untuk melakukan pdkt pada wanita yang dianggapnya sesuai untuk dirinya. Dia lebih fokus mencari uang. Sementara itu, keluarga dikampung tengah menunggu kabar bahagia dari anaknya di perantauan.
“Huh, oke. Sip, penampilanku bagus!“ Yayan teringat sesuatu.
“System, gunakan poin kharisma dan kekuatan! Sepertinya itu berguna untuk menggaet para wanita.“
[Untuk poin kekuatan, host ingin meningkatkan masa otot pada tubuh bagian mana]
“Oh, aku bisa memilih, 'kah? Kalau begitu … perut, Lengan, dan kaki.“
[Baik, host]
Yayan merasakan sensasi berbeda pada bagian-bagian tubuh yang disebutkannya tadi.
Dia menuju cermin, mengangkat kemeja yang telah dikenakannya.
“Wah, perutku mulai membentuk roti sobek.“ Dia mulai memastikan tangan dan kakinya juga.
Kaki dan tangannya tidak lagi cungkring seperti dulu, kini sedikit dipenuhi otot.
[Host bisa memperkuatnya lagi dengan poin kekuatan]
“Yap, aku pasti akan mengumpulkan lebih banyak poin. Um .. System, bagaimana dengan spera?“
[Untuk saat ini, percuma untuk membuka Shop System. Harga paling murah adalah 500 spera. Host sekarang hanya memiliki 2 spera]
“Huh, baiklah!“
Yayan memerhatikan pantulan dirinya dengan lekat di cermin yang terpasang di lemari baju.
“Yah, sudah terasa berbeda. Tidak lagi terasa seperti pria kurang semangat hidup.“
Karena tidak ada motor, Yayan terpaksa menggunakan kendaraan umum. Dia naik bis untuk pergi ke salah satu tempat hiburan malam.
Dia berpikir bahwa itulah tempatnya bisa menghamburkan uang untuk wanita. Sudah dibilang, Yayan memang belum fokus mencari jodohnya.
“Oh, inilah … Holy Breats!“ kagum Yayan saat melihat tempat hiburan malam, yang merupakan salah satu yang terbesar di negaranya, punya banyak cabang di berbagai kota.
Ada banyak hal yang belum Yayan sentuh sama sekali sepanjang hidupnya. Yah, alkohol. Baru pertama kalinya, jika Yayan terlalu terbawa suasana.
“Ok, para ladies. Kalian adalah tambang uangku!“
Yayan tanpa berbasa-basi lagi, dia masuk ke tempat hiburan malam. Jujur saja, dia cukup gugup. Apalagi membayang hal-hal yang mungkin bisa terjadi di dalam.
'Jangan minder! Jangan minder!' batin Yayan.
Yayan sangat kaget dan terperangah sesaat, melihat isi dari klub malam itu.
'Huh, pantas saja penghuni paling banyak di neraka adalah wanita. Mereka di sini terlalu liar!?' komentar Yayan.
Rata-rata pengunjung di tempat itu adalah wanita, berjoget ria mengikuti alunan lagu, tidak risih ketika bersenggolan dengan pria tidak dikenal. Bahkan saat area sensitifnya disentuh mereka tidak akan marah. Yah, style pakaian yang digunakan pun seperti meminta untuk dilecehkan. Baju kurang bahan.
Yayan lebih memerhatikan para wanita yang lebih berkelas, duduk manis di meja-kursi yang disediakan.
'Aku benar-benar tidak cocok di sini.'
Alunan musik berat yang membuat kuping sakit dan berdengung. Yayan hanya bisa menghela nafas, lalu menuju ke bartender untuk memesan minuman. Karena kharisma yang mulai tinggi, Yayan berhasil menarik perhatian beberapa wanita.
Saat itulah, Yayan bersikap sok keren seperti sudah biasa datang ke tempat itu. Nyatanya, dia begitu canggung.
Para wanita itu mungkin akan tertawa bila tahu apa yang dipesan oleh Yayan.
“Minuman 0% alkohol. Apa ada?“ tanya yayan sedikit ragu.
Untung musiknya terlampau keras, pengunjung di kiri dan kanan tak ngeh pada Yayan, mereka juga tampak mabuk karena kebanyakan minum.
Sang bartender pun mulai membuat pesanan Yayan. Sementara itu, datang seorang wanita, ia mengambil tempat duduk di samping Yayan.
“Hei,” sapanya.
'Bersikap normal, jangan cupu!' Yayan menyemangati diri sendiri.
"Ya, ada yang bisa kubantu,“ balasnya biasa.
'Huh, hebat sekali nona. Kau memakai baju kurang kain. Dada, perut, ketiak, dan pahami itu … sial, ketenanganku benar-benar diuji.' jika di luar Yayan nampak anteng, berbanding terbalik dengan di dalam … dia berusaha sekuat mungkin agar bisa tenang.
“Aku tak pernah melihatmu, apa kau baru pertama kali ke sini?“
“Yah, itu——”
“Silahkan.“ Sang bartender menyajikan pesanan Yayan.
Si wanita berambut cokelat panjang itu melirik minuman pesanan dari Yayan, ia tersenyum tipis.
“Kau tidak biasa mengkonsumsi alkohol?“ wanita itu menatap Yayan tajam, nampak sangat tertarik.
“Y-ya, begitulah.“
Meski berusaha untuk menatap balik, Yayan tidak bisa melakukannya terlalu lama. Hatinya tidak siap.
“Oh, kau cukup menarik. Mau berkenalan, namaku Andrea.“ Ia menjulurkan tangan, tentu Yayan membalas uluran tangannya.
'Ah, wanita ini!?' batin Yayan.
“Serius? Hahaha … masa sih?“ Pria itu tersenyum canggung sembari memalingkan muka.
'Ban9sat, aku terlihat cupu dan lagu.'
“Tentu. Jadi, namamu?“ Andrea tersenyum menunggu balasan Yayan.
“Namaku Yayan. Senang bertemu denganmu, Andrea.“
Alunan musik mendadak menjadi semakin keras, sontak itu membuat Yayan maupun Andrea tidak nyaman. Mereka saling bertatapan, mengirim kode yang sama. Namun, untuk sekarang Yayan yang harus mengambil inisiatif. Harusnya, sih … tapi, Andrea lebih agresif.
“Yayan, gimana kalau pindah tempat? Kita perlu tempat yang lebih tenang dan tertutup.“ ucap wanita itu sedikit berteriak.
Yayan cuma mengikuti arus, dia mengiyakan ajakan Andrea.
“Oke, gimana kalau ruangan VIP? A-aku tidak keberatan untuk memesannya!?“
Andrea nampak senang melihat respon dari Yayan.
'Huh, entah apa yang terjadi? Tapi, si lacur ini hanya berusaha mengincar uangku? Tapi, sayang sekali … aku juga akan memanfaatkanmu.' batin Yayan.
Mereka berdua lalu memesan ruangan VIP. Itu berada di lantai atas. Ruangannya pun cukup mewah dan luas. Ada kursi empuk berbentuk hati dan meja kaca. Di pojok ruangan juga ada sebuah meja yang di atasnya berjejer aneka minuman, yang pastinya beralkohol.
Namun, ada sesuatu yang membuat Yayan tidak dapat berkata-kata, dia melongo saat melihat benda itu.
'K-kursi s3x?'
Yayan tidak habis pikir. Namun, jika diperhatikan lebih dalam ruangan VIP tersebut tidak ada kamera pengawas dan kedap suara. Sungguh menjaga privasi penghuni ruangan.
“Ayo, Yayan, kita mulai saja,“ ucap Andrea dengan nada menggoda, dan tanpa sadar celana pendek yang dikenakan oleh wanita itu melorot, yang terlihat adalah dalaman hitam.
'Ugh, bagaimana ini? Sungguh malam yang bakal panjang?'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Harman LokeST
sweet sweet sweet sweet sweet sweet
2023-09-24
0
Eros Hariyadi
wuiihh.... muantaaff beneeerr ada adegan wik-wiknya langsung....😝🤣💪👍👍👍
2023-05-04
1
wolf warior
bagus
2022-09-14
1