Ch 13: Malam yang panjang

“Aghh, Vina … awas kau!“ Yayan guling-guling tak karuan di atas kasurnya. Dia gemas sendiri, kepalanya mendidih saat mengingat kejadian tadi siang.

“Kenapa aku menganggap serius perkataan wanita itu? Aghh … aku mau bolos kerja, aku mau resign saja dari sana.“

Yah, Yayan terlalu malu, dia tak kuat jika harus bertemu dengan Vina.

“Yayan, aku bersedia menjadi istrimu.“

Kata-kata selanjutnya membuat Yayan ingin menghilang dari dunia.

“Aku cuma bercanda, sih. Ehh? Tapi, apakah kau menganggapnya serius? Tadi sengaja berkata begitu untuk mengkode … mengetes dirimu. Yayan, kau mencintaiku?“

“Ahhhhh … bodoh, bodoh! Aku dibaperi oleh wanita itu!?“

Setelah perenungan dan pelampiasan rasa malu. Yah, ujung-ujungnya kos-kosan milik Yayan menjadi berantakan.

Yayan kini sedang fokus untuk mengganti ponsel dan motornya yang raib. Jadi, malam ini … dia berencana untuk panen uang, sekaligus mencari jodoh. Sepertinya pilihan kedua hanya tambahan.

Seiringnya hari berjalan, Yayan benar-benar belum fokus untuk melakukan pdkt pada wanita yang dianggapnya sesuai untuk dirinya. Dia lebih fokus mencari uang. Sementara itu, keluarga dikampung tengah menunggu kabar bahagia dari anaknya di perantauan.

“Huh, oke. Sip, penampilanku bagus!“ Yayan teringat sesuatu.

“System, gunakan poin kharisma dan kekuatan! Sepertinya itu berguna untuk menggaet para wanita.“

[Untuk poin kekuatan, host ingin meningkatkan masa otot pada tubuh bagian mana]

“Oh, aku bisa memilih, 'kah? Kalau begitu … perut, Lengan, dan kaki.“

[Baik, host]

Yayan merasakan sensasi berbeda pada bagian-bagian tubuh yang disebutkannya tadi.

Dia menuju cermin, mengangkat kemeja yang telah dikenakannya.

“Wah, perutku mulai membentuk roti sobek.“ Dia mulai memastikan tangan dan kakinya juga.

Kaki dan tangannya tidak lagi cungkring seperti dulu, kini sedikit dipenuhi otot.

[Host bisa memperkuatnya lagi dengan poin kekuatan]

“Yap, aku pasti akan mengumpulkan lebih banyak poin. Um .. System, bagaimana dengan spera?“

[Untuk saat ini, percuma untuk membuka Shop System. Harga paling murah adalah 500 spera. Host sekarang hanya memiliki 2 spera]

“Huh, baiklah!“

Yayan memerhatikan pantulan dirinya dengan lekat di cermin yang terpasang di lemari baju.

“Yah, sudah terasa berbeda. Tidak lagi terasa seperti pria kurang semangat hidup.“

Karena tidak ada motor, Yayan terpaksa menggunakan kendaraan umum. Dia naik bis untuk pergi ke salah satu tempat hiburan malam.

Dia berpikir bahwa itulah tempatnya bisa menghamburkan uang untuk wanita. Sudah dibilang, Yayan memang belum fokus mencari jodohnya.

“Oh, inilah … Holy Breats!“ kagum Yayan saat melihat tempat hiburan malam, yang merupakan salah satu yang terbesar di negaranya, punya banyak cabang di berbagai kota.

Ada banyak hal yang belum Yayan sentuh sama sekali sepanjang hidupnya. Yah, alkohol. Baru pertama kalinya, jika Yayan terlalu terbawa suasana.

“Ok, para ladies. Kalian adalah tambang uangku!“

Yayan tanpa berbasa-basi lagi, dia masuk ke tempat hiburan malam. Jujur saja, dia cukup gugup. Apalagi membayang hal-hal yang mungkin bisa terjadi di dalam.

'Jangan minder! Jangan minder!' batin Yayan.

Yayan sangat kaget dan terperangah sesaat, melihat isi dari klub malam itu.

'Huh, pantas saja penghuni paling banyak di neraka adalah wanita. Mereka di sini terlalu liar!?' komentar Yayan.

Rata-rata pengunjung di tempat itu adalah wanita, berjoget ria mengikuti alunan lagu, tidak risih ketika bersenggolan dengan pria tidak dikenal. Bahkan saat area sensitifnya disentuh mereka tidak akan marah. Yah, style pakaian yang digunakan pun seperti meminta untuk dilecehkan. Baju kurang bahan.

Yayan lebih memerhatikan para wanita yang lebih berkelas, duduk manis di meja-kursi yang disediakan.

'Aku benar-benar tidak cocok di sini.'

Alunan musik berat yang membuat kuping sakit dan berdengung. Yayan hanya bisa menghela nafas, lalu menuju ke bartender untuk memesan minuman. Karena kharisma yang mulai tinggi, Yayan berhasil menarik perhatian beberapa wanita.

Saat itulah, Yayan bersikap sok keren seperti sudah biasa datang ke tempat itu. Nyatanya, dia begitu canggung.

Para wanita itu mungkin akan tertawa bila tahu apa yang dipesan oleh Yayan.

“Minuman 0% alkohol. Apa ada?“ tanya yayan sedikit ragu.

Untung musiknya terlampau keras, pengunjung di kiri dan kanan tak ngeh pada Yayan, mereka juga tampak mabuk karena kebanyakan minum.

Sang bartender pun mulai membuat pesanan Yayan. Sementara itu, datang seorang wanita, ia mengambil tempat duduk di samping Yayan.

“Hei,” sapanya.

'Bersikap normal, jangan cupu!' Yayan menyemangati diri sendiri.

"Ya, ada yang bisa kubantu,“ balasnya biasa.

'Huh, hebat sekali nona. Kau memakai baju kurang kain. Dada, perut, ketiak, dan pahami itu … sial, ketenanganku benar-benar diuji.' jika di luar Yayan nampak anteng, berbanding terbalik dengan di dalam … dia berusaha sekuat mungkin agar bisa tenang.

“Aku tak pernah melihatmu, apa kau baru pertama kali ke sini?“

“Yah, itu——”

“Silahkan.“ Sang bartender menyajikan pesanan Yayan.

Si wanita berambut cokelat panjang itu melirik minuman pesanan dari Yayan, ia tersenyum tipis.

“Kau tidak biasa mengkonsumsi alkohol?“ wanita itu menatap Yayan tajam, nampak sangat tertarik.

“Y-ya, begitulah.“

Meski berusaha untuk menatap balik, Yayan tidak bisa melakukannya terlalu lama. Hatinya tidak siap.

“Oh, kau cukup menarik. Mau berkenalan, namaku Andrea.“ Ia menjulurkan tangan, tentu Yayan membalas uluran tangannya.

'Ah, wanita ini!?' batin Yayan.

“Serius? Hahaha … masa sih?“ Pria itu tersenyum canggung sembari memalingkan muka.

'Ban9sat, aku terlihat cupu dan lagu.'

“Tentu. Jadi, namamu?“ Andrea tersenyum menunggu balasan Yayan.

“Namaku Yayan. Senang bertemu denganmu, Andrea.“

Alunan musik mendadak menjadi semakin keras, sontak itu membuat Yayan maupun Andrea tidak nyaman. Mereka saling bertatapan, mengirim kode yang sama. Namun, untuk sekarang Yayan yang harus mengambil inisiatif. Harusnya, sih … tapi, Andrea lebih agresif.

“Yayan, gimana kalau pindah tempat? Kita perlu tempat yang lebih tenang dan tertutup.“ ucap wanita itu sedikit berteriak.

Yayan cuma mengikuti arus, dia mengiyakan ajakan Andrea.

“Oke, gimana kalau ruangan VIP? A-aku tidak keberatan untuk memesannya!?“

Andrea nampak senang melihat respon dari Yayan.

'Huh, entah apa yang terjadi? Tapi, si lacur ini hanya berusaha mengincar uangku? Tapi, sayang sekali … aku juga akan memanfaatkanmu.' batin Yayan.

Mereka berdua lalu memesan ruangan VIP. Itu berada di lantai atas. Ruangannya pun cukup mewah dan luas. Ada kursi empuk berbentuk hati dan meja kaca. Di pojok ruangan juga ada sebuah meja yang di atasnya berjejer aneka minuman, yang pastinya beralkohol.

Namun, ada sesuatu yang membuat Yayan tidak dapat berkata-kata, dia melongo saat melihat benda itu.

'K-kursi s3x?'

Yayan tidak habis pikir. Namun, jika diperhatikan lebih dalam ruangan VIP tersebut tidak ada kamera pengawas dan kedap suara. Sungguh menjaga privasi penghuni ruangan.

“Ayo, Yayan, kita mulai saja,“ ucap Andrea dengan nada menggoda, dan tanpa sadar celana pendek yang dikenakan oleh wanita itu melorot, yang terlihat adalah dalaman hitam.

'Ugh, bagaimana ini? Sungguh malam yang bakal panjang?'

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

sweet sweet sweet sweet sweet sweet

2023-09-24

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

wuiihh.... muantaaff beneeerr ada adegan wik-wiknya langsung....😝🤣💪👍👍👍

2023-05-04

1

wolf warior

wolf warior

bagus

2022-09-14

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ch 1: Dua eksistensi
3 Ch 2: Pengembalian uang pertama
4 Ch 3: Pertemuan yang tidak disengaja
5 Ch 4: Status System
6 Ch 5: Keberuntungan yang rendah
7 Ch 6: Sudah kelewatan
8 Ch 7: Bawahan pertama
9 Ch 8: Wanita keturunan Jepang
10 Ch 8.5
11 Ch 9: Tidak bisa dibeli dengan uang
12 Ch 10: Hutang yang mencekik
13 Ch 11: Membalas budi
14 Ch 12: Pengakuan?
15 Ch 13: Malam yang panjang
16 Ch 14: Butuh keberuntungan
17 Ch 15: Kenalan lama
18 Ch 16: Membeli HP baru
19 Ch 17: Pengekos baru
20 Ch 18: Rencana kencan
21 Ch 19: Kencan yang gagal
22 Ch 20: Mengejar
23 Ch 21: Kegagalan
24 Ch 22: Penyelidikan
25 Ch 23: Tidak menerima beban!
26 Ch 24: Pengalaman pertama
27 Ch 25: Kau ingin beli sesuatu?
28 Ch 26: Kau mau juga?
29 Ch 27: Penghuni kos yang lain
30 Ch 28: Makan-makan
31 Ch 29: Pesanan
32 Ch 29.5
33 Ch 30: Salah langkah
34 Ch 31: Berhasil lolos
35 Ch 31.5
36 Ch 32: Lembur
37 Ch 33: Menjadi guru yang baik
38 Ch 34: Liburan
39 Ch 35: Liburan II
40 Ch 36: Deklarasi resmi
41 Ch 37: Tantangan
42 Ch 38: Duel
43 Ch 39: Tidak terlihat
44 Ch 40: Menang
45 Ch 41: Rumah untuk Mikha
46 Ch 42: Kedatangan sang ibu
47 Ch 43: Vina vs Mikha
48 Ch 44: Mencari bawahan
49 Ch 45: Isi Mistery Box
50 Ch 46: Pertemuan kedua
51 Ch 47: Sisi lain si rambut perak
52 Ch 48: Misi berhadiah besar
53 Ch 49: Anak yang malang
54 Ch 50: Membantu anak-anak pemulung
55 Ch 51: Mencoba menaklukkan si stalker
56 Ch 52: Jadikan aku yang pertama di hatimu!
57 Ch 52.5
58 Ch 53: Sebuah fakta, benang merah!
59 Ch 54: Bonus dari System
60 Ch 55: Dua kesadaran yang menyatu
61 Ch 55.5: Penjelasan dunia
62 Ch 56: Tiga calon pengantin wanita
63 Ch 57: Hari tenang
64 Ch 58: Pernikahan
65 Ch 59: Kalah start
66 Ch 60: Memang tidak mudah
67 Ch 61: Orang random yang tidak tahu apa-apa
68 Ch 62: Bug System
69 Ch 63: Terbebas
70 Ch 64: Shop System
71 Ch 65: Hari tenang II
72 Ch 66: Kau mengenalinya?
73 Ch 67: Dia istriku!
74 Ch 68: Membuat organisasi
75 Ch 69: Penjarahan
76 Ch 70: Hybrid
77 Ch 71: Permintaan tanpa kesadaran
78 Ch 72: Kau yang menyerang duluan!
79 Ch 73: NTR
80 Ch 74: Masih sesuai rencana
81 Ch 75: Semuanya terlalu mudah
82 Ch 76: Negara Rugia
83 Ch 77: Menambah istri?
84 Ch 78: Tantangan duel pedang
85 Ch 79: Tidak mempengaruhi apa pun!
86 Ch 80: Turnamen dimulai
87 Ch 81: Strategi yang berbeda-beda
88 Ch 82: Si paling menderita
89 Ch 83: Insiden di bis
90 Ch 84: Orang aneh!
91 Ch 85: Boneka!
92 Ch 86: Klub penggemar
93 Ch 87: Babak 32 besar
94 Ch 88: Bakat penggoda
95 Ch 89: Chaos
96 Ch 90: Buronan?
97 Ch 91: Tidak ada harapan
98 Ch 92: Hibernasi
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Prolog
2
Ch 1: Dua eksistensi
3
Ch 2: Pengembalian uang pertama
4
Ch 3: Pertemuan yang tidak disengaja
5
Ch 4: Status System
6
Ch 5: Keberuntungan yang rendah
7
Ch 6: Sudah kelewatan
8
Ch 7: Bawahan pertama
9
Ch 8: Wanita keturunan Jepang
10
Ch 8.5
11
Ch 9: Tidak bisa dibeli dengan uang
12
Ch 10: Hutang yang mencekik
13
Ch 11: Membalas budi
14
Ch 12: Pengakuan?
15
Ch 13: Malam yang panjang
16
Ch 14: Butuh keberuntungan
17
Ch 15: Kenalan lama
18
Ch 16: Membeli HP baru
19
Ch 17: Pengekos baru
20
Ch 18: Rencana kencan
21
Ch 19: Kencan yang gagal
22
Ch 20: Mengejar
23
Ch 21: Kegagalan
24
Ch 22: Penyelidikan
25
Ch 23: Tidak menerima beban!
26
Ch 24: Pengalaman pertama
27
Ch 25: Kau ingin beli sesuatu?
28
Ch 26: Kau mau juga?
29
Ch 27: Penghuni kos yang lain
30
Ch 28: Makan-makan
31
Ch 29: Pesanan
32
Ch 29.5
33
Ch 30: Salah langkah
34
Ch 31: Berhasil lolos
35
Ch 31.5
36
Ch 32: Lembur
37
Ch 33: Menjadi guru yang baik
38
Ch 34: Liburan
39
Ch 35: Liburan II
40
Ch 36: Deklarasi resmi
41
Ch 37: Tantangan
42
Ch 38: Duel
43
Ch 39: Tidak terlihat
44
Ch 40: Menang
45
Ch 41: Rumah untuk Mikha
46
Ch 42: Kedatangan sang ibu
47
Ch 43: Vina vs Mikha
48
Ch 44: Mencari bawahan
49
Ch 45: Isi Mistery Box
50
Ch 46: Pertemuan kedua
51
Ch 47: Sisi lain si rambut perak
52
Ch 48: Misi berhadiah besar
53
Ch 49: Anak yang malang
54
Ch 50: Membantu anak-anak pemulung
55
Ch 51: Mencoba menaklukkan si stalker
56
Ch 52: Jadikan aku yang pertama di hatimu!
57
Ch 52.5
58
Ch 53: Sebuah fakta, benang merah!
59
Ch 54: Bonus dari System
60
Ch 55: Dua kesadaran yang menyatu
61
Ch 55.5: Penjelasan dunia
62
Ch 56: Tiga calon pengantin wanita
63
Ch 57: Hari tenang
64
Ch 58: Pernikahan
65
Ch 59: Kalah start
66
Ch 60: Memang tidak mudah
67
Ch 61: Orang random yang tidak tahu apa-apa
68
Ch 62: Bug System
69
Ch 63: Terbebas
70
Ch 64: Shop System
71
Ch 65: Hari tenang II
72
Ch 66: Kau mengenalinya?
73
Ch 67: Dia istriku!
74
Ch 68: Membuat organisasi
75
Ch 69: Penjarahan
76
Ch 70: Hybrid
77
Ch 71: Permintaan tanpa kesadaran
78
Ch 72: Kau yang menyerang duluan!
79
Ch 73: NTR
80
Ch 74: Masih sesuai rencana
81
Ch 75: Semuanya terlalu mudah
82
Ch 76: Negara Rugia
83
Ch 77: Menambah istri?
84
Ch 78: Tantangan duel pedang
85
Ch 79: Tidak mempengaruhi apa pun!
86
Ch 80: Turnamen dimulai
87
Ch 81: Strategi yang berbeda-beda
88
Ch 82: Si paling menderita
89
Ch 83: Insiden di bis
90
Ch 84: Orang aneh!
91
Ch 85: Boneka!
92
Ch 86: Klub penggemar
93
Ch 87: Babak 32 besar
94
Ch 88: Bakat penggoda
95
Ch 89: Chaos
96
Ch 90: Buronan?
97
Ch 91: Tidak ada harapan
98
Ch 92: Hibernasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!