“Huh, saatnya mencari uang!?“ ucap Yayan yang telah bersiap untuk pergi jalan-jalan.
Tapi, sebelum bisa jalan-jalan, dia harus mendapat seorang wanita untuk menemaninya. Yah, dia bisa saja untuk mengencani wanita secara acak. Namun, Yayan memilih untuk bersama kenalannya saja.
Dia mulai menghubungi kontak wanita yang ada di ponselnya. Mulai dari teman kerja, teman SMA, teman kuliah. Dia hampir menghubungi hampir semua nomor teman wanitanya.
Sayangnya, jawaban mereka sama.
“Maaf, Yan. Malam ini tak bisa, aku sibuk.“
Alasannya adalah kesibukan yang entah apa itu. Yayan tahu bahwa hampir setengah temannya itu berbohong.
Bahkan ada yang lebih parah. “Jangan ganggu pacarku!“ teriak seorang pria.
Salah satu teman wanitanya sewaktu SMA sudah mempunyai pacar. Dia seketika mendapat ancaman.
Yayan mematikan ponselnya, seluruh kontak wanita yang dimilki telah dihubungi. Yah, masih tersisa satu.
“Apakah harus dia?“ gumam Yayan bingung, menggaruk kepalanya.
Tok … tok … tok …
“Huh, padahal biaya kos-nya sudah kubayar. Apalagi ini?“
Yayan dengan malas menuju pintu depan.
“Siapa——”
“Hai, Yan. Hehe.“
Yayan berniat mengusirnya, namun niat itu hilang begitu identitas dari tamu telah diketahui. Lelaki itu menganga sebentar, kagetnya bukan main.
'Kenapa Vina datang ke sini?' batin Yayan. Dia mulai mempertimbangkan alasan yang cukup masuk akal.
“Aku ke sini untuk menjengukmu. Umm …yah, s-sebagai teman yang baik … a-aku merasa cemas. Aku pun juga tak tahu, tapi aku cemas saat kamu pulang tadi siang?!“ ucap Vina yang entah kenapa sedikit gagap dan beberapa kali terputus.
'intuisinya bagus. Aku habis diamuk masa karena disangka maling motor.' batin Yayan.
“Yayan, kau baik-baik saja——eh? Luka-lukamu sudah sembuh?“ Vina dengan kaget mendekatkan wajahnya pada Yayan. Dia sangat terkejut, reflek memundurkan badan.
“Obat apa yang kau pakai? Kenapa bisa sembuh secepat itu?“ tanya Vina mendesak.
“Y-yah, hanya obat herbal turun temurun dari keluargaku. Tak ada yang istimewa!?“ balas Yayan mengalihkan pandang, dia menggaruk pipi dengan canggung.
“Hoh, keren, sih. Apakah aku boleh minta resepnya? Nampaknya sangat manjur?“
“Tak masalah. Tapi, sebelum itu … silahkan masuk. Pegel jika berdiri di sini terus.“
“Oke … permisi.“
Vina mencopot alas kakinya dan masuk ke dalam kos-kosan Yayan. Beruntung lelaki itu sudah membersihkan Area di dalamnya, jadi tidak disangka orang yang jorok.
'Wah, tapi di sini bersih. Aku tak menyangka seorang pria yang tinggal sendiri bisa begini.' kagum Vina dalam hati.
'Yayan sepertinya sudah menyingkirkan semua hal yang berhubungan dengan Yani. Atau dia memang bukan seseorang yang memajang kenang-kenangan dari pacarnya?'
Yayan mendengarkan dengan seksama isi hati dari Vina.
Lalu, dia melihat sesuatu yang aneh di atas kepala Vina. Itu adalah angka.
'Apa maksudnya dengan angka 60?'
[1—20, orang asing]
[20-40, teman biasa]
[40-60, teman yang sangat baik]
[60-80, lebih dari teman, kurang dari kekasih]
[80-90, kekasih]
[90-100, kekasih atau jodoh yang bisa menikah]
[Catatan: Untuk target yang berbeda, cara menghasilkan kesukaan dan rentang fluktuasi kesukaan akan berbeda]
[Catatan: Kebaikan tidak sepenuhnya terkait dengan kemajuan hubungan, itu hanya dapat digunakan sebagai referensi]
[Pengingat kedua: Saat kesukaan mencapai 100, Host tidak akan bisa mendapatkan hadiah cashback]
'Oh, ya. Parameter kesukaan. Tapi, kenapa baru muncul sekarang? Mengesampingkan itu … aku tak menyangka bahwa Vina menganggapku seperti itu?' pikir Yayan melihat Vina baik-baik.
“Oh, ya, Yan. Sepertinya aku datang di waktu yang kurang tepat. Kau mau pergi, 'kan?“ ucap Vina tiba-tiba.
“Y-ya, begitulah.“
“Kamu punya janji dengan seseorang?“
Yayan lantas menggeleng.
“Hoh?!“
'Cih, apa sih yang diinginkan wanita ini? Oh, ya … aku ajak Vina saja kali, ya?'
Dia dari tadi kerepotan mencari teman ,wanita yang bisa diajak pergi. Yayan tak perlu susah payah mencarinya, sedangkan kini di dalam kosannya sudah ada wanita yang lumayan cantik.
Adapun sebetulnya Yayan juga berniat menghubungi Vina, namun ponselnya tidak aktif. Mungkin dicas, dan Vina kini dalam kondisi tidak membawa ponsel.
“Hei, Vin. Gimana kalau kita pergi keluar?“ ucap Yayan yang tiba-tiba, Vina sedikit tersentak.
“Eh? Sungguh?“ respon wanita itu dengan tatapan tak percaya.
'What? Parameternya menjadi 65?' kaget Yayan dalam hati melihat angka di atas kepala Vina berubah.
“Kau mau?“ Yayan memastikan keputusan Vina.
“Umm … aku mau aja, sih. BTW, kita pergi kemana?“
“Pokoknya pergi. Kemana pun! Aku yang traktir! Kau pasti menunggu-nunggu ini, 'kan?“ ucap Yayan tersenyum menggoda.
“Pastinya. Ok, ayo kita keliling-keliling sampai pusing.“ Vina dengan semangat berjalan lebih dulu. Jika masalah ditraktir, ia cepat tanggap.
'Dasar Vina!' Yayan geleng-geleng kepala.
“Ayo, Yan!“ teriak Vina.
Mereka akhirnya pergi bersama dengan menggunakan motornya Yayan, berboncengan. Tujuannya belum jelas, sekitar hampir 45 menit mereka berkeliling, namun belum sanggup memutuskan pergi kemana.
'Hmm … kemana, ya? Niatnya cari uang dan pacar, sih. Tapi, ahh … apa aku PDKT saja dengan Vina?' Hati Yayan pun bimbang.
Dia dihadapi dengan dua pilihan, apakah perlu mencari seseorang wanita random untuk dipacari atau yang dekat-dekati saja, yaitu Vina.
“Umm, Vin. Kau mau kemana? Aku nurut saja.“ ucap Yayan di sela-sela mengendarai motor.
“Hah? Aku tak bisa mendengarmu!“
Suara motor dan angin yang berhembus kencang mengganggu pendengaran dari wanita itu. Alhasil, dia memepetkan tubuhnya pada Yayan.
Sensasi empuk dan lembut pun bisa dirasakan oleh pria berumur 25* tahun itu. Yap, rezeki nomplok. Namun, Yayan dihadapi oleh perasaan aneh, antara senang atau bingung.
“P-pergi kemana?“ Yayan melambatkan laju motornya dan mengulang perkataannya tadi.
'Kalau dengan Yayan, sih. Tak masalah pergi kemana pun, hehe.'
'Ugh …' kaget Yayan mendengar suara hati Vina.
Yayan melakukan rem mendadak, membuat tubuh mereka bergeser ke depan. Vina langsung memukul punggung Yayan dengan jengkel.
“Kenapa rem mendadak? Sengaja ya, ingin merasakan dada yang empuk ini?“ omel Vina.
Lalu, sesuatu yang tak terduga terjadi hingga Yayan tak sempat untuk menggubris pisuhan Vina.
Sebuah mobil hitam mendadak menghampirinya. Seseorang——bukan, beberapa orang keluar. Para pria dengan tubuh tinggi tegap serta otot-otot yang kekar.
'Cih, apa lagi ini? Kenapa hidupku jadi penuh masalah? Aku punya musuh? Eh, musuh? Jangan-jangan——'
“Yan!?“ ucap Vina yang kedengaran cemas.
Para pria itu lantas menghampiri mereka berdua.
“Turun!“ titah salah seorang dari mereka mengenakan kaca mata.
“Tunggu, apa maksudnya ini? Siapa kali——”
Buaghh …
Tanpa aba-aba, sejauh pukulan mendarat di pipi Yayan. Dia seketika tersungkur, motornya dan Vina pun ikut terjatuh.
“Vin, kau tak apa-apa?“ Alih-alih mencemaskan dirinya, dia mengecek kondisi teman wanitanya.
“Pikirkan kondisimu! Lagipula, siapa mereka—awww!“ Vina merintih memegangi lengan kanannya yang berdarah sebab tergesek aspal yang keras.
'Mereka ini? Apa orang suruhan?'
Yayan kemudian dijambak jaketnya oleh pria besar itu untuk berdiri. Tentu, dia tak bisa melawan. Tanpa ampun, Yayan diberondong pukulan yang menyasar perutnya.
'Isi perutku rasanya ingin keluar?'
Yayan terus dipukuli tanpa henti, Vina yang menyaksikan itu pun jadi tak tega. Dia bahkan sekilas melihat salah satu dari orang yang mengoroyok Yayan diam-diam mengeluarkan benda tajam.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Yayan dengan tatapan yang dingin, dia sudah menangkap satu nama orang yang membencinya. Namun, masih butuh kepastian. Dan juga tahu bahwa tidak akan dibeberkan.
'Awas saja, ini sudah kelewatan. Aku akan mengikuti cara mainmu!' ucap Yayan dalam hati.
"Jika kau pintar, kau tidak akan bertanya!" jawab salah satu dari mereka mencemooh Yayan.
"Nah, coba rasakan pisau ini!"
“Hentikan!“ teriak Vina.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
A Mi
Ini cerita mau di bawa ke WC ya,
Nyampah banget
2023-11-25
0
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Yayan untuk meningkatkan kekuatanmu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-09-24
0
Gatot Suharyono
MC kok letoy banget !?
ditingkatkan sedikit kenapa kekuatan nya !?
2023-08-31
1