Ch 6: Sudah kelewatan

“Huh, saatnya mencari uang!?“ ucap Yayan yang telah bersiap untuk pergi jalan-jalan.

Tapi, sebelum bisa jalan-jalan, dia harus mendapat seorang wanita untuk menemaninya. Yah, dia bisa saja untuk mengencani wanita secara acak. Namun, Yayan memilih untuk bersama kenalannya saja.

Dia mulai menghubungi kontak wanita yang ada di ponselnya. Mulai dari teman kerja, teman SMA, teman kuliah. Dia hampir menghubungi hampir semua nomor teman wanitanya.

Sayangnya, jawaban mereka sama.

“Maaf, Yan. Malam ini tak bisa, aku sibuk.“

Alasannya adalah kesibukan yang entah apa itu. Yayan tahu bahwa hampir setengah temannya itu berbohong.

Bahkan ada yang lebih parah. “Jangan ganggu pacarku!“ teriak seorang pria.

Salah satu teman wanitanya sewaktu SMA sudah mempunyai pacar. Dia seketika mendapat ancaman.

Yayan mematikan ponselnya, seluruh kontak wanita yang dimilki telah dihubungi. Yah, masih tersisa satu.

“Apakah harus dia?“ gumam Yayan bingung, menggaruk kepalanya.

Tok … tok … tok …

“Huh, padahal biaya kos-nya sudah kubayar. Apalagi ini?“

Yayan dengan malas menuju pintu depan.

“Siapa——”

“Hai, Yan. Hehe.“

Yayan berniat mengusirnya, namun niat itu hilang begitu identitas dari tamu telah diketahui. Lelaki itu menganga sebentar, kagetnya bukan main.

'Kenapa Vina datang ke sini?' batin Yayan. Dia mulai mempertimbangkan alasan yang cukup masuk akal.

“Aku ke sini untuk menjengukmu. Umm …yah, s-sebagai teman yang baik … a-aku merasa cemas. Aku pun juga tak tahu, tapi aku cemas saat kamu pulang tadi siang?!“ ucap Vina yang entah kenapa sedikit gagap dan beberapa kali terputus.

'intuisinya bagus. Aku habis diamuk masa karena disangka maling motor.' batin Yayan.

“Yayan, kau baik-baik saja——eh? Luka-lukamu sudah sembuh?“ Vina dengan kaget mendekatkan wajahnya pada Yayan. Dia sangat terkejut, reflek memundurkan badan.

“Obat apa yang kau pakai? Kenapa bisa sembuh secepat itu?“ tanya Vina mendesak.

“Y-yah, hanya obat herbal turun temurun dari keluargaku. Tak ada yang istimewa!?“ balas Yayan mengalihkan pandang, dia menggaruk pipi dengan canggung.

“Hoh, keren, sih. Apakah aku boleh minta resepnya? Nampaknya sangat manjur?“

“Tak masalah. Tapi, sebelum itu … silahkan masuk. Pegel jika berdiri di sini terus.“

“Oke … permisi.“

Vina mencopot alas kakinya dan masuk ke dalam kos-kosan Yayan. Beruntung lelaki itu sudah membersihkan Area di dalamnya, jadi tidak disangka orang yang jorok.

'Wah, tapi di sini bersih. Aku tak menyangka seorang pria yang tinggal sendiri bisa begini.' kagum Vina dalam hati.

'Yayan sepertinya sudah menyingkirkan semua hal yang berhubungan dengan Yani. Atau dia memang bukan seseorang yang memajang kenang-kenangan dari pacarnya?'

Yayan mendengarkan dengan seksama isi hati dari Vina.

Lalu, dia melihat sesuatu yang aneh di atas kepala Vina. Itu adalah angka.

'Apa maksudnya dengan angka 60?'

[1—20, orang asing]

[20-40, teman biasa]

[40-60, teman yang sangat baik]

[60-80, lebih dari teman, kurang dari kekasih]

[80-90, kekasih]

[90-100, kekasih atau jodoh yang bisa menikah]

[Catatan: Untuk target yang berbeda, cara menghasilkan kesukaan dan rentang fluktuasi kesukaan akan berbeda]

[Catatan: Kebaikan tidak sepenuhnya terkait dengan kemajuan hubungan, itu hanya dapat digunakan sebagai referensi]

[Pengingat kedua: Saat kesukaan mencapai 100, Host tidak akan bisa mendapatkan hadiah cashback]

'Oh, ya. Parameter kesukaan. Tapi, kenapa baru muncul sekarang? Mengesampingkan itu … aku tak menyangka bahwa Vina menganggapku seperti itu?' pikir Yayan melihat Vina baik-baik.

“Oh, ya, Yan. Sepertinya aku datang di waktu yang kurang tepat. Kau mau pergi, 'kan?“ ucap Vina tiba-tiba.

“Y-ya, begitulah.“

“Kamu punya janji dengan seseorang?“

Yayan lantas menggeleng.

“Hoh?!“

'Cih, apa sih yang diinginkan wanita ini? Oh, ya … aku ajak Vina saja kali, ya?'

Dia dari tadi kerepotan mencari teman ,wanita yang bisa diajak pergi. Yayan tak perlu susah payah mencarinya, sedangkan kini di dalam kosannya sudah ada wanita yang lumayan cantik.

Adapun sebetulnya Yayan juga berniat menghubungi Vina, namun ponselnya tidak aktif. Mungkin dicas, dan Vina kini dalam kondisi tidak membawa ponsel.

“Hei, Vin. Gimana kalau kita pergi keluar?“ ucap Yayan yang tiba-tiba, Vina sedikit tersentak.

“Eh? Sungguh?“ respon wanita itu dengan tatapan tak percaya.

'What? Parameternya menjadi 65?' kaget Yayan dalam hati melihat angka di atas kepala Vina berubah.

“Kau mau?“ Yayan memastikan keputusan Vina.

“Umm … aku mau aja, sih. BTW, kita pergi kemana?“

“Pokoknya pergi. Kemana pun! Aku yang traktir! Kau pasti menunggu-nunggu ini, 'kan?“ ucap Yayan tersenyum menggoda.

“Pastinya. Ok, ayo kita keliling-keliling sampai pusing.“ Vina dengan semangat berjalan lebih dulu. Jika masalah ditraktir, ia cepat tanggap.

'Dasar Vina!' Yayan geleng-geleng kepala.

“Ayo, Yan!“ teriak Vina.

Mereka akhirnya pergi bersama dengan menggunakan motornya Yayan, berboncengan. Tujuannya belum jelas, sekitar hampir 45 menit mereka berkeliling, namun belum sanggup memutuskan pergi kemana.

'Hmm … kemana, ya? Niatnya cari uang dan pacar, sih. Tapi, ahh … apa aku PDKT saja dengan Vina?' Hati Yayan pun bimbang.

Dia dihadapi dengan dua pilihan, apakah perlu mencari seseorang wanita random untuk dipacari atau yang dekat-dekati saja, yaitu Vina.

“Umm, Vin. Kau mau kemana? Aku nurut saja.“ ucap Yayan di sela-sela mengendarai motor.

“Hah? Aku tak bisa mendengarmu!“

Suara motor dan angin yang berhembus kencang mengganggu pendengaran dari wanita itu. Alhasil, dia memepetkan tubuhnya pada Yayan.

Sensasi empuk dan lembut pun bisa dirasakan oleh pria berumur 25* tahun itu. Yap, rezeki nomplok. Namun, Yayan dihadapi oleh perasaan aneh, antara senang atau bingung.

“P-pergi kemana?“ Yayan melambatkan laju motornya dan mengulang perkataannya tadi.

'Kalau dengan Yayan, sih. Tak masalah pergi kemana pun, hehe.'

'Ugh …' kaget Yayan mendengar suara hati Vina.

Yayan melakukan rem mendadak, membuat tubuh mereka bergeser ke depan. Vina langsung memukul punggung Yayan dengan jengkel.

“Kenapa rem mendadak? Sengaja ya, ingin merasakan dada yang empuk ini?“ omel Vina.

Lalu, sesuatu yang tak terduga terjadi hingga Yayan tak sempat untuk menggubris pisuhan Vina.

Sebuah mobil hitam mendadak menghampirinya. Seseorang——bukan, beberapa orang keluar. Para pria dengan tubuh tinggi tegap serta otot-otot yang kekar.

'Cih, apa lagi ini? Kenapa hidupku jadi penuh masalah? Aku punya musuh? Eh, musuh? Jangan-jangan——'

“Yan!?“ ucap Vina yang kedengaran cemas.

Para pria itu lantas menghampiri mereka berdua.

“Turun!“ titah salah seorang dari mereka mengenakan kaca mata.

“Tunggu, apa maksudnya ini? Siapa kali——”

Buaghh …

Tanpa aba-aba, sejauh pukulan mendarat di pipi Yayan. Dia seketika tersungkur, motornya dan Vina pun ikut terjatuh.

“Vin, kau tak apa-apa?“ Alih-alih mencemaskan dirinya, dia mengecek kondisi teman wanitanya.

“Pikirkan kondisimu! Lagipula, siapa mereka—awww!“ Vina merintih memegangi lengan kanannya yang berdarah sebab tergesek aspal yang keras.

'Mereka ini? Apa orang suruhan?'

Yayan kemudian dijambak jaketnya oleh pria besar itu untuk berdiri. Tentu, dia tak bisa melawan. Tanpa ampun, Yayan diberondong pukulan yang menyasar perutnya.

'Isi perutku rasanya ingin keluar?'

Yayan terus dipukuli tanpa henti, Vina yang menyaksikan itu pun jadi tak tega. Dia bahkan sekilas melihat salah satu dari orang yang mengoroyok Yayan diam-diam mengeluarkan benda tajam.

"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Yayan dengan tatapan yang dingin, dia sudah menangkap satu nama orang yang membencinya. Namun, masih butuh kepastian. Dan juga tahu bahwa tidak akan dibeberkan.

'Awas saja, ini sudah kelewatan. Aku akan mengikuti cara mainmu!' ucap Yayan dalam hati.

"Jika kau pintar, kau tidak akan bertanya!" jawab salah satu dari mereka mencemooh Yayan.

"Nah, coba rasakan pisau ini!"

“Hentikan!“ teriak Vina.

Terpopuler

Comments

A Mi

A Mi

Ini cerita mau di bawa ke WC ya,
Nyampah banget

2023-11-25

0

Harman LokeST

Harman LokeST

kuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Yayan untuk meningkatkan kekuatanmu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

2023-09-24

0

Gatot Suharyono

Gatot Suharyono

MC kok letoy banget !?
ditingkatkan sedikit kenapa kekuatan nya !?

2023-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ch 1: Dua eksistensi
3 Ch 2: Pengembalian uang pertama
4 Ch 3: Pertemuan yang tidak disengaja
5 Ch 4: Status System
6 Ch 5: Keberuntungan yang rendah
7 Ch 6: Sudah kelewatan
8 Ch 7: Bawahan pertama
9 Ch 8: Wanita keturunan Jepang
10 Ch 8.5
11 Ch 9: Tidak bisa dibeli dengan uang
12 Ch 10: Hutang yang mencekik
13 Ch 11: Membalas budi
14 Ch 12: Pengakuan?
15 Ch 13: Malam yang panjang
16 Ch 14: Butuh keberuntungan
17 Ch 15: Kenalan lama
18 Ch 16: Membeli HP baru
19 Ch 17: Pengekos baru
20 Ch 18: Rencana kencan
21 Ch 19: Kencan yang gagal
22 Ch 20: Mengejar
23 Ch 21: Kegagalan
24 Ch 22: Penyelidikan
25 Ch 23: Tidak menerima beban!
26 Ch 24: Pengalaman pertama
27 Ch 25: Kau ingin beli sesuatu?
28 Ch 26: Kau mau juga?
29 Ch 27: Penghuni kos yang lain
30 Ch 28: Makan-makan
31 Ch 29: Pesanan
32 Ch 29.5
33 Ch 30: Salah langkah
34 Ch 31: Berhasil lolos
35 Ch 31.5
36 Ch 32: Lembur
37 Ch 33: Menjadi guru yang baik
38 Ch 34: Liburan
39 Ch 35: Liburan II
40 Ch 36: Deklarasi resmi
41 Ch 37: Tantangan
42 Ch 38: Duel
43 Ch 39: Tidak terlihat
44 Ch 40: Menang
45 Ch 41: Rumah untuk Mikha
46 Ch 42: Kedatangan sang ibu
47 Ch 43: Vina vs Mikha
48 Ch 44: Mencari bawahan
49 Ch 45: Isi Mistery Box
50 Ch 46: Pertemuan kedua
51 Ch 47: Sisi lain si rambut perak
52 Ch 48: Misi berhadiah besar
53 Ch 49: Anak yang malang
54 Ch 50: Membantu anak-anak pemulung
55 Ch 51: Mencoba menaklukkan si stalker
56 Ch 52: Jadikan aku yang pertama di hatimu!
57 Ch 52.5
58 Ch 53: Sebuah fakta, benang merah!
59 Ch 54: Bonus dari System
60 Ch 55: Dua kesadaran yang menyatu
61 Ch 55.5: Penjelasan dunia
62 Ch 56: Tiga calon pengantin wanita
63 Ch 57: Hari tenang
64 Ch 58: Pernikahan
65 Ch 59: Kalah start
66 Ch 60: Memang tidak mudah
67 Ch 61: Orang random yang tidak tahu apa-apa
68 Ch 62: Bug System
69 Ch 63: Terbebas
70 Ch 64: Shop System
71 Ch 65: Hari tenang II
72 Ch 66: Kau mengenalinya?
73 Ch 67: Dia istriku!
74 Ch 68: Membuat organisasi
75 Ch 69: Penjarahan
76 Ch 70: Hybrid
77 Ch 71: Permintaan tanpa kesadaran
78 Ch 72: Kau yang menyerang duluan!
79 Ch 73: NTR
80 Ch 74: Masih sesuai rencana
81 Ch 75: Semuanya terlalu mudah
82 Ch 76: Negara Rugia
83 Ch 77: Menambah istri?
84 Ch 78: Tantangan duel pedang
85 Ch 79: Tidak mempengaruhi apa pun!
86 Ch 80: Turnamen dimulai
87 Ch 81: Strategi yang berbeda-beda
88 Ch 82: Si paling menderita
89 Ch 83: Insiden di bis
90 Ch 84: Orang aneh!
91 Ch 85: Boneka!
92 Ch 86: Klub penggemar
93 Ch 87: Babak 32 besar
94 Ch 88: Bakat penggoda
95 Ch 89: Chaos
96 Ch 90: Buronan?
97 Ch 91: Tidak ada harapan
98 Ch 92: Hibernasi
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Prolog
2
Ch 1: Dua eksistensi
3
Ch 2: Pengembalian uang pertama
4
Ch 3: Pertemuan yang tidak disengaja
5
Ch 4: Status System
6
Ch 5: Keberuntungan yang rendah
7
Ch 6: Sudah kelewatan
8
Ch 7: Bawahan pertama
9
Ch 8: Wanita keturunan Jepang
10
Ch 8.5
11
Ch 9: Tidak bisa dibeli dengan uang
12
Ch 10: Hutang yang mencekik
13
Ch 11: Membalas budi
14
Ch 12: Pengakuan?
15
Ch 13: Malam yang panjang
16
Ch 14: Butuh keberuntungan
17
Ch 15: Kenalan lama
18
Ch 16: Membeli HP baru
19
Ch 17: Pengekos baru
20
Ch 18: Rencana kencan
21
Ch 19: Kencan yang gagal
22
Ch 20: Mengejar
23
Ch 21: Kegagalan
24
Ch 22: Penyelidikan
25
Ch 23: Tidak menerima beban!
26
Ch 24: Pengalaman pertama
27
Ch 25: Kau ingin beli sesuatu?
28
Ch 26: Kau mau juga?
29
Ch 27: Penghuni kos yang lain
30
Ch 28: Makan-makan
31
Ch 29: Pesanan
32
Ch 29.5
33
Ch 30: Salah langkah
34
Ch 31: Berhasil lolos
35
Ch 31.5
36
Ch 32: Lembur
37
Ch 33: Menjadi guru yang baik
38
Ch 34: Liburan
39
Ch 35: Liburan II
40
Ch 36: Deklarasi resmi
41
Ch 37: Tantangan
42
Ch 38: Duel
43
Ch 39: Tidak terlihat
44
Ch 40: Menang
45
Ch 41: Rumah untuk Mikha
46
Ch 42: Kedatangan sang ibu
47
Ch 43: Vina vs Mikha
48
Ch 44: Mencari bawahan
49
Ch 45: Isi Mistery Box
50
Ch 46: Pertemuan kedua
51
Ch 47: Sisi lain si rambut perak
52
Ch 48: Misi berhadiah besar
53
Ch 49: Anak yang malang
54
Ch 50: Membantu anak-anak pemulung
55
Ch 51: Mencoba menaklukkan si stalker
56
Ch 52: Jadikan aku yang pertama di hatimu!
57
Ch 52.5
58
Ch 53: Sebuah fakta, benang merah!
59
Ch 54: Bonus dari System
60
Ch 55: Dua kesadaran yang menyatu
61
Ch 55.5: Penjelasan dunia
62
Ch 56: Tiga calon pengantin wanita
63
Ch 57: Hari tenang
64
Ch 58: Pernikahan
65
Ch 59: Kalah start
66
Ch 60: Memang tidak mudah
67
Ch 61: Orang random yang tidak tahu apa-apa
68
Ch 62: Bug System
69
Ch 63: Terbebas
70
Ch 64: Shop System
71
Ch 65: Hari tenang II
72
Ch 66: Kau mengenalinya?
73
Ch 67: Dia istriku!
74
Ch 68: Membuat organisasi
75
Ch 69: Penjarahan
76
Ch 70: Hybrid
77
Ch 71: Permintaan tanpa kesadaran
78
Ch 72: Kau yang menyerang duluan!
79
Ch 73: NTR
80
Ch 74: Masih sesuai rencana
81
Ch 75: Semuanya terlalu mudah
82
Ch 76: Negara Rugia
83
Ch 77: Menambah istri?
84
Ch 78: Tantangan duel pedang
85
Ch 79: Tidak mempengaruhi apa pun!
86
Ch 80: Turnamen dimulai
87
Ch 81: Strategi yang berbeda-beda
88
Ch 82: Si paling menderita
89
Ch 83: Insiden di bis
90
Ch 84: Orang aneh!
91
Ch 85: Boneka!
92
Ch 86: Klub penggemar
93
Ch 87: Babak 32 besar
94
Ch 88: Bakat penggoda
95
Ch 89: Chaos
96
Ch 90: Buronan?
97
Ch 91: Tidak ada harapan
98
Ch 92: Hibernasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!