Yayan adalah seorang pekerja kantoran biasa, tidak ada yang menarik dari hidupnya. Terlebih lagi dia adalah orang kampung yang merantau ke kota. Yah, dia bisa sedikit membuat keluarganya bangga.
Namun, itu tidak cukup. Mereka menuntut lebih.
"Yan, kami tak mau tau. Kau harus memiliki calon istri untuk tahun ini! Ingat usia orang tuamu, kami ingin menggendong cucu."
Begitulah, Yayan dipaksa untuk segera menikah oleh orang tuanya. Mengingat mereka sudah berkepala lima, dan mungkin tinggal dua dekade lagi sisa umurnya.
Yayan yang merupakan pria berumur 25 tahun, sulit untuk mendapatkan pacar, apalagi calon istri. Dia selalu mendapat penolakan, namun tiga tahun belakangan dia berhasil memiliki pacar.
Masalahnya, dia baru saja putus dengan pacarnya. Apalagi dengan cara yang menyakitkan.
"Yan, kita putus. Terima kasih untuk empat tahun yang menyenangkan. Kamu pacar yang baik, tapi aku sudah menemukan laki-laki yang lebih baik darimu," ucap pacarnya tanpa rasa bersalah, malah disertai senyuman lembut. Yah, sambil menggandeng lengan pacar barunya.
Tentu saja hati Yayan seketika remuk.
Dia mendapat panggilan mendadak dari pacarnya, dan dia juga kebetulan mau melamarnya.
Namun, begitu sampai di pertemuan mereka ... hatinya langsung hancur berkeping-keping.
Yani, nama pacarnya ... tanpa basa-basi mengutarakan maksud dan kemudian pergi.
Jadi, Yayan selalu berpikir. "Hubungan selama tiga tahun itu dianggap apa? Aku hanya dianggap sebagai ATM berjalan?"
Nyatanya memang sudah banyak hal yang diberikan oleh Yayan pada Yani, walau gajinya hanya sebatas UMR ibukota.
"Yani, apakah kau mau ...."
Tuttttt ....
Sambungan telepon diputus.
Seriusan, semangatnya belum hilang. Walaupun puluhan kali mendapat penolakan dari pacar——mantan pacarnya itu.
Dia masih kekeh untuk berbalikan. Yah, walau mustahil. Pacar baru Yani bisa dilihat bahwa dia lebih segala-segalanya dari Yayan.
"Akhhh ... kenapa? I-itu sangat kejam. Mereka hanya mau dengan good looking dan good rekening. Apakah orang biasa sepertiku tak ada harapan? Aku cuma dianggap dompet, sebuah barang yang bebas digunakan lalu dibuang begitu saja." Yayan frustasi, mengacak-acak rambutnya, guling-guling tidak jelas di kasur.
"Gajiku pas-pasan, sialan!" Dia mulai melemparkan barang-barang saking frustasinya.
Namun, dia segera sadar bahwa tindakan anarkisnya hanya membawa kerugian. Jadi, dia segera berhenti dan memungutinya kembali. Untung belum ada yang rusak.
Gaji bulan ini baru saja tiba, dan dia baru saja membeli cincin untuk melamar Yani. Yah, benda itu tergeletak tidak berguna di atas tempat tidur.
Masalah besarnya dia dituntut untuk segera menikah bulan ini, dan Yani adalah kesempatan terakhirnya.
"Huh, semoga keluarga dikampung bisa mengerti dengan keadaan ini dan mau menungguku mendapatkan calon yang benar-benar tulus mencintaiku," ucap Yayan menghela nafas berat.
Dia kembali mengambil ponselnya yang sempat dilemparkan, layarnya pun terlihat retak. Yah, setidaknya masih berfungsi.
Yayan membuka aplikasi chating dan mulai mengetikkan pesan klarifikasinya. Dalam hitungan detik langsung terbaca dan sambungan telepon masuk.
Yayan dengan cemas mengangkatnya.
"HARUS BULAN INI! Kamu tak mau jadi bahan omongan orang di kampung? Hampir semua teman seangkatanmu sudah menikah, tinggal kau sendiri. Liburlah bekerja sebulan dan fokus cari istri!" Pesan dari ibunya.
Setelah mengatakannya, sambungan teleponnya terputus.
"Andai semudah itu .. aku hanya karyawan biasa. Izin cuti sebulan? Yang ada malah cuti selamanya!" gumamnya dengan senyuman kecut, kembali melemparkan ponselnya secara acak.
Naas, ponsel itu jatuh ke lantai dengan keras dan bagian-bagiannya terlempar kemana-mana.
"Aduh, sepertinya keberuntunganku sudah habis dan kesialan mulai bermunculan. Aku tidak akan terkejut jika beberapa hari ke depan aku akan mendapat masalah."
Yayan meratapi ponsel yang hancur itu, dia mengumpulkan tiap bagiannya.
"Huh, beli ponsel lagi. Orang di kampung pasti sedikit protes karena uang kirimannya berkurang. Yah, tapi aku punya alasan ... dialihkan untuk mencari istri." Yayan tersenyum licik.
Beberapa saat kemudian, dia bergegas tidur. Hari sudah larut, dan besok adalah weekend, harus dimanfaatkan untuk mencari pacar.
Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Yayan mendapat bantuan tak terduga. Hmm, entah jika bisa disebut bantuan?
[Melakukan modifikasi ingatan]
[Melakukan penyatuan dua eksistensi yang sama dari dimensi yang berbeda]
[0%]
[14]
[36]
[67]
[Selesai]
[System telah terpasang]
Yayan hanya mengerutkan kening karena seperti bualan kosong, jika dia sadar pasti sudah berteriak.
[Host: Yayan]
[System pencari jodoh, setiap kali host mengeluarkan uang untuk seorang wanita, maka host akan mendapatkan hadiah cashback lima kali lipat, tanpa batas]
[Aturan System]
[Sumber uang benar-benar aman, dan dapat ditransfer dalam hitungan detik]
[Host dapat melihat tingkat kesukaan setiap wanita yang dekat dengan Anda, ketika tingkat kesukaan mencapai 100, Anda tidak akan mendapatkan hadiah cashback]
[System ini bertujuan untuk menemukan cinta sejati bagi host]
[Misi utama terbuka secara otomatis]
[Ketika host menemukan seseorang yang memiliki kesan baik tentang Anda dan host bersedia menikahinya, System secara otomatis akan menghilang]
[Sekarang, mulailah perjalanan cinta Anda, semoga Anda bahagia]
Sebuah paragraf besar teks muncul pada sebuah panel berwarna biru yang mengambang di hadapan Yayan. Namun, dia tertidur, jadi tidak menyadarinya.
[Host harus segera bangun untuk membaca semua ini]
"Waaaa ... akh, apa sih? Kenapa rasanya seperti disetrum?" ucap Yayan yang bangun dengan segera ketika mendapat setruman kecil di pundaknya.
"Hah? Apa ini?"
Yap, baru bangun sudah disambut kumpulan tulisan. Yayan menaikkan sebelah alisnya dan garuk-garuk kepala. Dia tetap mencoba membacanya.
Sejujurnya, nyawa Yayan belum terkumpul sepenuhnya, jadi tidak sadar dengan panel melayang itu.
Yayan melihat kumpulan panel itu untuk waktu yang lama, dia hanya bergumam, "Hah?" Dan "Hah?"
Sesuatu yang tidak asing. Yayan telah membaca banyak novel di banyak aplikasi.
Dia terus membaca tiap teks yang muncul di hadapannya.
"System pencari jodoh? Hmm ... apa-apaan ini? Apa diriku semenyedihkan itu, sampai-sampai mendapat sebuah System?" ucap Yayan tak terima.
Tampaknya di antara begitu banyak system yang telah dia baca, hampir seluruhnya penerimanya memiliki kehidupan yang menyedihkan. Dan Yayan tidak terima jika hidupnya disindir secara halus … hancur, atau dia adalah seorang pecundang.
Membaca aturan System lagi, Yayan akhirnya mengerti dengan sangat baik.
System pencari jodoh sebenarnya memiliki 2 keuntungan.
Keuntungan pertama adalah cinta. Bisa membantu mencari calon istri yang ideal.
Keuntungan kedua adalah kekayaan. Yayan tidak perlu cemas jika cuma dijadikan ATM berjalan. Toh, dia sendiri untung. Dia akan menerima sejumlah uang yang dikeluarkan pada seorang wanita, bahkan lima kali lipat.
System memiliki dua rute untuk dipilih.
Pertama, pilihan untuk menjadi kaya, terus-menerus memilih kencan dan menghasilkan uang sebagai prioritas pertama.
Kedua, ketika bertemu seseorang yang dianggap berharga dan bersedia menikah, System akan secara otomatis menghilang.
Yayan pun juga bisa memiliki keduanya, jadi kaya raya dan temukan cinta sejati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt
2023-09-24
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Huh? enak kali maen pergi aja
2023-02-03
1
Wong Dewek
kasian yayan.. duuh..
lagi sayang2nya malah di tinggal pergi..
senasib kita yan..
2023-01-29
0