Ch 1: Dua eksistensi

Yayan adalah seorang pekerja kantoran biasa, tidak ada yang menarik dari hidupnya. Terlebih lagi dia adalah orang kampung yang merantau ke kota. Yah, dia bisa sedikit membuat keluarganya bangga.

Namun, itu tidak cukup. Mereka menuntut lebih.

"Yan, kami tak mau tau. Kau harus memiliki calon istri untuk tahun ini! Ingat usia orang tuamu, kami ingin menggendong cucu."

Begitulah, Yayan dipaksa untuk segera menikah oleh orang tuanya. Mengingat mereka sudah berkepala lima, dan mungkin tinggal dua dekade lagi sisa umurnya.

Yayan yang merupakan pria berumur 25 tahun, sulit untuk mendapatkan pacar, apalagi calon istri. Dia selalu mendapat penolakan, namun tiga tahun belakangan dia berhasil memiliki pacar.

Masalahnya, dia baru saja putus dengan pacarnya. Apalagi dengan cara yang menyakitkan.

"Yan, kita putus. Terima kasih untuk empat tahun yang menyenangkan. Kamu pacar yang baik, tapi aku sudah menemukan laki-laki yang lebih baik darimu," ucap pacarnya tanpa rasa bersalah, malah disertai senyuman lembut. Yah, sambil menggandeng lengan pacar barunya.

Tentu saja hati Yayan seketika remuk.

Dia mendapat panggilan mendadak dari pacarnya, dan dia juga kebetulan mau melamarnya.

Namun, begitu sampai di pertemuan mereka ... hatinya langsung hancur berkeping-keping.

Yani, nama pacarnya ... tanpa basa-basi mengutarakan maksud dan kemudian pergi.

Jadi, Yayan selalu berpikir. "Hubungan selama tiga tahun itu dianggap apa? Aku hanya dianggap sebagai ATM berjalan?"

Nyatanya memang sudah banyak hal yang diberikan oleh Yayan pada Yani, walau gajinya hanya sebatas UMR ibukota.

"Yani, apakah kau mau ...."

Tuttttt ....

Sambungan telepon diputus.

Seriusan, semangatnya belum hilang. Walaupun puluhan kali mendapat penolakan dari pacar——mantan pacarnya itu.

Dia masih kekeh untuk berbalikan. Yah, walau mustahil. Pacar baru Yani bisa dilihat bahwa dia lebih segala-segalanya dari Yayan.

"Akhhh ... kenapa? I-itu sangat kejam. Mereka hanya mau dengan good looking dan good rekening. Apakah orang biasa sepertiku tak ada harapan? Aku cuma dianggap dompet, sebuah barang yang bebas digunakan lalu dibuang begitu saja." Yayan frustasi, mengacak-acak rambutnya, guling-guling tidak jelas di kasur.

"Gajiku pas-pasan, sialan!" Dia mulai melemparkan barang-barang saking frustasinya.

Namun, dia segera sadar bahwa tindakan anarkisnya hanya membawa kerugian. Jadi, dia segera berhenti dan memungutinya kembali. Untung belum ada yang rusak.

Gaji bulan ini baru saja tiba, dan dia baru saja membeli cincin untuk melamar Yani. Yah, benda itu tergeletak tidak berguna di atas tempat tidur.

Masalah besarnya dia dituntut untuk segera menikah bulan ini, dan Yani adalah kesempatan terakhirnya.

"Huh, semoga keluarga dikampung bisa mengerti dengan keadaan ini dan mau menungguku mendapatkan calon yang benar-benar tulus mencintaiku," ucap Yayan menghela nafas berat.

Dia kembali mengambil ponselnya yang sempat dilemparkan, layarnya pun terlihat retak. Yah, setidaknya masih berfungsi.

Yayan membuka aplikasi chating dan mulai mengetikkan pesan klarifikasinya. Dalam hitungan detik langsung terbaca dan sambungan telepon masuk.

Yayan dengan cemas mengangkatnya.

"HARUS BULAN INI! Kamu tak mau jadi bahan omongan orang di kampung? Hampir semua teman seangkatanmu sudah menikah, tinggal kau sendiri. Liburlah bekerja sebulan dan fokus cari istri!" Pesan dari ibunya.

Setelah mengatakannya, sambungan teleponnya terputus.

"Andai semudah itu .. aku hanya karyawan biasa. Izin cuti sebulan? Yang ada malah cuti selamanya!" gumamnya dengan senyuman kecut, kembali melemparkan ponselnya secara acak.

Naas, ponsel itu jatuh ke lantai dengan keras dan bagian-bagiannya terlempar kemana-mana.

"Aduh, sepertinya keberuntunganku sudah habis dan kesialan mulai bermunculan. Aku tidak akan terkejut jika beberapa hari ke depan aku akan mendapat masalah."

Yayan meratapi ponsel yang hancur itu, dia mengumpulkan tiap bagiannya.

"Huh, beli ponsel lagi. Orang di kampung pasti sedikit protes karena uang kirimannya berkurang. Yah, tapi aku punya alasan ... dialihkan untuk mencari istri." Yayan tersenyum licik.

Beberapa saat kemudian, dia bergegas tidur. Hari sudah larut, dan besok adalah weekend, harus dimanfaatkan untuk mencari pacar.

Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Yayan mendapat bantuan tak terduga. Hmm, entah jika bisa disebut bantuan?

[Melakukan modifikasi ingatan]

[Melakukan penyatuan dua eksistensi yang sama dari dimensi yang berbeda]

[0%]

[14]

[36]

[67]

[Selesai]

[System telah terpasang]

Yayan hanya mengerutkan kening karena seperti bualan kosong, jika dia sadar pasti sudah berteriak.

[Host: Yayan]

[System pencari jodoh, setiap kali host mengeluarkan uang untuk seorang wanita, maka host akan mendapatkan hadiah cashback lima kali lipat, tanpa batas]

[Aturan System]

[Sumber uang benar-benar aman, dan dapat ditransfer dalam hitungan detik]

[Host dapat melihat tingkat kesukaan setiap wanita yang dekat dengan Anda, ketika tingkat kesukaan mencapai 100, Anda tidak akan mendapatkan hadiah cashback]

[System ini bertujuan untuk menemukan cinta sejati bagi host]

[Misi utama terbuka secara otomatis]

[Ketika host menemukan seseorang yang memiliki kesan baik tentang Anda dan host bersedia menikahinya, System secara otomatis akan menghilang]

[Sekarang, mulailah perjalanan cinta Anda, semoga Anda bahagia]

Sebuah paragraf besar teks muncul pada sebuah panel berwarna biru yang mengambang di hadapan Yayan. Namun, dia tertidur, jadi tidak menyadarinya.

[Host harus segera bangun untuk membaca semua ini]

"Waaaa ... akh, apa sih? Kenapa rasanya seperti disetrum?" ucap Yayan yang bangun dengan segera ketika mendapat setruman kecil di pundaknya.

"Hah? Apa ini?"

Yap, baru bangun sudah disambut kumpulan tulisan. Yayan menaikkan sebelah alisnya dan garuk-garuk kepala. Dia tetap mencoba membacanya.

Sejujurnya, nyawa Yayan belum terkumpul sepenuhnya, jadi tidak sadar dengan panel melayang itu.

Yayan melihat kumpulan panel itu untuk waktu yang lama, dia hanya bergumam, "Hah?" Dan "Hah?"

Sesuatu yang tidak asing. Yayan telah membaca banyak novel di banyak aplikasi.

Dia terus membaca tiap teks yang muncul di hadapannya.

"System pencari jodoh? Hmm ... apa-apaan ini? Apa diriku semenyedihkan itu, sampai-sampai mendapat sebuah System?" ucap Yayan tak terima.

Tampaknya di antara begitu banyak system yang telah dia baca, hampir seluruhnya penerimanya memiliki kehidupan yang menyedihkan. Dan Yayan tidak terima jika hidupnya disindir secara halus … hancur, atau dia adalah seorang pecundang.

Membaca aturan System lagi, Yayan akhirnya mengerti dengan sangat baik.

System pencari jodoh sebenarnya memiliki 2 keuntungan.

Keuntungan pertama adalah cinta. Bisa membantu mencari calon istri yang ideal.

Keuntungan kedua adalah kekayaan. Yayan tidak perlu cemas jika cuma dijadikan ATM berjalan. Toh, dia sendiri untung. Dia akan menerima sejumlah uang yang dikeluarkan pada seorang wanita, bahkan lima kali lipat.

System memiliki dua rute untuk dipilih.

Pertama, pilihan untuk menjadi kaya, terus-menerus memilih kencan dan menghasilkan uang sebagai prioritas pertama.

Kedua, ketika bertemu seseorang yang dianggap berharga dan bersedia menikah, System akan secara otomatis menghilang.

Yayan pun juga bisa memiliki keduanya, jadi kaya raya dan temukan cinta sejati.

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt

2023-09-24

0

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝

... Huh? enak kali maen pergi aja

2023-02-03

1

Wong Dewek

Wong Dewek

kasian yayan.. duuh..
lagi sayang2nya malah di tinggal pergi..
senasib kita yan..

2023-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ch 1: Dua eksistensi
3 Ch 2: Pengembalian uang pertama
4 Ch 3: Pertemuan yang tidak disengaja
5 Ch 4: Status System
6 Ch 5: Keberuntungan yang rendah
7 Ch 6: Sudah kelewatan
8 Ch 7: Bawahan pertama
9 Ch 8: Wanita keturunan Jepang
10 Ch 8.5
11 Ch 9: Tidak bisa dibeli dengan uang
12 Ch 10: Hutang yang mencekik
13 Ch 11: Membalas budi
14 Ch 12: Pengakuan?
15 Ch 13: Malam yang panjang
16 Ch 14: Butuh keberuntungan
17 Ch 15: Kenalan lama
18 Ch 16: Membeli HP baru
19 Ch 17: Pengekos baru
20 Ch 18: Rencana kencan
21 Ch 19: Kencan yang gagal
22 Ch 20: Mengejar
23 Ch 21: Kegagalan
24 Ch 22: Penyelidikan
25 Ch 23: Tidak menerima beban!
26 Ch 24: Pengalaman pertama
27 Ch 25: Kau ingin beli sesuatu?
28 Ch 26: Kau mau juga?
29 Ch 27: Penghuni kos yang lain
30 Ch 28: Makan-makan
31 Ch 29: Pesanan
32 Ch 29.5
33 Ch 30: Salah langkah
34 Ch 31: Berhasil lolos
35 Ch 31.5
36 Ch 32: Lembur
37 Ch 33: Menjadi guru yang baik
38 Ch 34: Liburan
39 Ch 35: Liburan II
40 Ch 36: Deklarasi resmi
41 Ch 37: Tantangan
42 Ch 38: Duel
43 Ch 39: Tidak terlihat
44 Ch 40: Menang
45 Ch 41: Rumah untuk Mikha
46 Ch 42: Kedatangan sang ibu
47 Ch 43: Vina vs Mikha
48 Ch 44: Mencari bawahan
49 Ch 45: Isi Mistery Box
50 Ch 46: Pertemuan kedua
51 Ch 47: Sisi lain si rambut perak
52 Ch 48: Misi berhadiah besar
53 Ch 49: Anak yang malang
54 Ch 50: Membantu anak-anak pemulung
55 Ch 51: Mencoba menaklukkan si stalker
56 Ch 52: Jadikan aku yang pertama di hatimu!
57 Ch 52.5
58 Ch 53: Sebuah fakta, benang merah!
59 Ch 54: Bonus dari System
60 Ch 55: Dua kesadaran yang menyatu
61 Ch 55.5: Penjelasan dunia
62 Ch 56: Tiga calon pengantin wanita
63 Ch 57: Hari tenang
64 Ch 58: Pernikahan
65 Ch 59: Kalah start
66 Ch 60: Memang tidak mudah
67 Ch 61: Orang random yang tidak tahu apa-apa
68 Ch 62: Bug System
69 Ch 63: Terbebas
70 Ch 64: Shop System
71 Ch 65: Hari tenang II
72 Ch 66: Kau mengenalinya?
73 Ch 67: Dia istriku!
74 Ch 68: Membuat organisasi
75 Ch 69: Penjarahan
76 Ch 70: Hybrid
77 Ch 71: Permintaan tanpa kesadaran
78 Ch 72: Kau yang menyerang duluan!
79 Ch 73: NTR
80 Ch 74: Masih sesuai rencana
81 Ch 75: Semuanya terlalu mudah
82 Ch 76: Negara Rugia
83 Ch 77: Menambah istri?
84 Ch 78: Tantangan duel pedang
85 Ch 79: Tidak mempengaruhi apa pun!
86 Ch 80: Turnamen dimulai
87 Ch 81: Strategi yang berbeda-beda
88 Ch 82: Si paling menderita
89 Ch 83: Insiden di bis
90 Ch 84: Orang aneh!
91 Ch 85: Boneka!
92 Ch 86: Klub penggemar
93 Ch 87: Babak 32 besar
94 Ch 88: Bakat penggoda
95 Ch 89: Chaos
96 Ch 90: Buronan?
97 Ch 91: Tidak ada harapan
98 Ch 92: Hibernasi
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Prolog
2
Ch 1: Dua eksistensi
3
Ch 2: Pengembalian uang pertama
4
Ch 3: Pertemuan yang tidak disengaja
5
Ch 4: Status System
6
Ch 5: Keberuntungan yang rendah
7
Ch 6: Sudah kelewatan
8
Ch 7: Bawahan pertama
9
Ch 8: Wanita keturunan Jepang
10
Ch 8.5
11
Ch 9: Tidak bisa dibeli dengan uang
12
Ch 10: Hutang yang mencekik
13
Ch 11: Membalas budi
14
Ch 12: Pengakuan?
15
Ch 13: Malam yang panjang
16
Ch 14: Butuh keberuntungan
17
Ch 15: Kenalan lama
18
Ch 16: Membeli HP baru
19
Ch 17: Pengekos baru
20
Ch 18: Rencana kencan
21
Ch 19: Kencan yang gagal
22
Ch 20: Mengejar
23
Ch 21: Kegagalan
24
Ch 22: Penyelidikan
25
Ch 23: Tidak menerima beban!
26
Ch 24: Pengalaman pertama
27
Ch 25: Kau ingin beli sesuatu?
28
Ch 26: Kau mau juga?
29
Ch 27: Penghuni kos yang lain
30
Ch 28: Makan-makan
31
Ch 29: Pesanan
32
Ch 29.5
33
Ch 30: Salah langkah
34
Ch 31: Berhasil lolos
35
Ch 31.5
36
Ch 32: Lembur
37
Ch 33: Menjadi guru yang baik
38
Ch 34: Liburan
39
Ch 35: Liburan II
40
Ch 36: Deklarasi resmi
41
Ch 37: Tantangan
42
Ch 38: Duel
43
Ch 39: Tidak terlihat
44
Ch 40: Menang
45
Ch 41: Rumah untuk Mikha
46
Ch 42: Kedatangan sang ibu
47
Ch 43: Vina vs Mikha
48
Ch 44: Mencari bawahan
49
Ch 45: Isi Mistery Box
50
Ch 46: Pertemuan kedua
51
Ch 47: Sisi lain si rambut perak
52
Ch 48: Misi berhadiah besar
53
Ch 49: Anak yang malang
54
Ch 50: Membantu anak-anak pemulung
55
Ch 51: Mencoba menaklukkan si stalker
56
Ch 52: Jadikan aku yang pertama di hatimu!
57
Ch 52.5
58
Ch 53: Sebuah fakta, benang merah!
59
Ch 54: Bonus dari System
60
Ch 55: Dua kesadaran yang menyatu
61
Ch 55.5: Penjelasan dunia
62
Ch 56: Tiga calon pengantin wanita
63
Ch 57: Hari tenang
64
Ch 58: Pernikahan
65
Ch 59: Kalah start
66
Ch 60: Memang tidak mudah
67
Ch 61: Orang random yang tidak tahu apa-apa
68
Ch 62: Bug System
69
Ch 63: Terbebas
70
Ch 64: Shop System
71
Ch 65: Hari tenang II
72
Ch 66: Kau mengenalinya?
73
Ch 67: Dia istriku!
74
Ch 68: Membuat organisasi
75
Ch 69: Penjarahan
76
Ch 70: Hybrid
77
Ch 71: Permintaan tanpa kesadaran
78
Ch 72: Kau yang menyerang duluan!
79
Ch 73: NTR
80
Ch 74: Masih sesuai rencana
81
Ch 75: Semuanya terlalu mudah
82
Ch 76: Negara Rugia
83
Ch 77: Menambah istri?
84
Ch 78: Tantangan duel pedang
85
Ch 79: Tidak mempengaruhi apa pun!
86
Ch 80: Turnamen dimulai
87
Ch 81: Strategi yang berbeda-beda
88
Ch 82: Si paling menderita
89
Ch 83: Insiden di bis
90
Ch 84: Orang aneh!
91
Ch 85: Boneka!
92
Ch 86: Klub penggemar
93
Ch 87: Babak 32 besar
94
Ch 88: Bakat penggoda
95
Ch 89: Chaos
96
Ch 90: Buronan?
97
Ch 91: Tidak ada harapan
98
Ch 92: Hibernasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!