Yayan menjadi kelabakan karena kehadiran Yani yang tidak diduga-duga. Tanpa piki panjang, dia langsung keluar ruangan dan mengejar mantan pacarnya itu.
Nazuna pun jadi bingung, tapi ia tidak terlalu ambil pusing. Tujuannya sudah tercapai, yaitu adalah remote AC. Ia tidak peka jika perbuatannya telah membuat Yayan kerepotan.
Sementara itu, Yayan ….
'Cih, wanita itu tidak boleh dibiarkan lolos. Dia bisa membuat rumor yang tidak-tidak dan merusak nama baikku. Dasar ******!' rutuk Yayan. Dia berupaya mencari keberadaan Yani, tapi mantannya itu sudah raib jejaknya.
“Hei, kau lihat Yani lewat sini?“ tanya Yayan pada seorang OB yang tidak sengaja ditemuinya.
“Dia menuju lift!“ Si OB menunjuk ke arah lift.
Yayan langsung tancap gas menuju lokasi, tidak memberikan respon semacam “terima kasih”.
Saat dalam perjalanan menuju ke lift, Yayan tidak sengaja berpapasan dengan Vina.
“Hei, Yan. Kenapa buru-buru? Aku membawakan makan siangmu!“ teriak Vina karena Yayan sudah terlampau jauh jaraknya bila berbicara dengan volume kecil.
“Taruh saja di mejaku!“ balas Yayan yang juga berteriak.
“Kenapa dengan anak itu?“ heran Vina geleng-geleng kepala. “Apakah dia sangat kebelet? Eh, tapi kenapa harus berpindah lantai? Padahal di lantai ini juga ada toilet.“
Ia beranjak pergi ke ruangannya, lalu di sana Vina bertemu dengan Nazuna. Ia sangat terkejut pasal keadaan anak tiri dari bosnya tersebut.
'Tidak mungkin! Apa jangan-jangan … wah, aku sangat butuh penjelasan! Mungkin alasan Yayan pergi dengan buru-buru sebab nona Nazuna.'
Vina tidak bisa menahan dirinya untuk berpikir liar. Ia tidak jadi masuk ke ruangannya, Nazuna pun sedikit bingung dengan tingkahnya. Dan wanita keturunan Jepang itu tidak ambil pusing, memilih istirahat di sana.
Kondisi Yayan sendiri ….
Dia telah berdiri di depan lift, terus menekan tombolnya agar segera terbuka.
'Yani, jangan sampai kau mencemarkan nama baikku!' batin Yayan terus menekan tombol lift.
Pintu lift akhirnya terbuka, nampak ada seorang wanita. Ia adalah ….
“Yani?“ gumam Yayan dengan kaget.
Di dalam lift hanya ada Yani seorang. Wanita bergaya rambut pendek sebahu itu bukannya segera keluar dari lift, malah tetap di dalam. Ia bergeser ke pojokan seolah-olah memberi ruang untuk orang lain.
Yayan mengerti maksudnya. Dia masuk dan menekan tombol untuk menuju lantai dasar.
Saat lift mulai bergerak, Yayan mulai bicara. “Apa tujuanmu?“
“Apa, ya? Aku tidak punya maksud tersembunyi. Aku lari karena sedikit syok. Yayan yang aku tahu tidak mungkin melakukan itu. Eh, apa kau sangat cepat berubah?“ ucap Yani dengan gestur terkejut, mulut sedikit menganga dan pandangan heran.
“Itu salah paham! Aku tidak melakukan apa-apa. Jangan sebarkan hal yang aneh-aneh!“ ucap Yayan.
“Gimana, ya? Mulutku sudah terlanjur gatal!“
Yayan mendecih, “Apa yang kau inginkan? Mau berapa?“
“Heh … kau mengira aku wanita matre, ya? Itu salah besar! Aku tidak butuh uang …. kecil! Jika kau bisa memberiku satu triliun dan tunjangan 1 miliar tiap bulan——”
“Kau gila?! Kukira aku siapa? Lagipula, apa-apaan itu? Kau siapa, istriku? Sampai minta jatah bulanan!?“ protes Yayan, dia merasa diperas dengan sangat kejam.
“Aku tidak peduli, Yan. Terpenting, kau bisa memenuhinya. Maka mulut ini bisa kau kendalikan!“ ucap Yani dengan tangan bergerak seperti menutup resleting pada mulutnya.
'Dia benar-benar ngelunjak! Tentu aku tidak akan mau menuruti keinginannya. Tapi …' Yayan bingung sendiri.
“Baiklah, terserah! Aku tidak peduli lagi. Memangnya ada yang percaya padamu? Kau tidak memiliki bukti——”
“Kau kira aku sebodoh itu?! Tentu saja sebelum aku memergoki kalian, aku sudah mengambil gambar kalian berdua. Oh, apa pose di sini kalian sangat——”
Yayan reflek mendorong Yani untuk merapat di lift, ponsel yang dipegangnya pun terlucut dan jatuh.
'Wanita ini jauh lebih merepotkan. Sialan!' batin Yayan.
“Oh, apa kau memilih jalur kekerasan setelah tidak berkutik?“ ucap Yani dengan tenang, memberikan provokasi.
Lift telah sampai di lantai dasar. Yani memperingatkannya, Yayan langsung menekan tombol untuk ke lantai atas.
'Kenapa Yani bisa selicik ini? Padahal aku sudah menganggapnya sebagai wanita yang baik. Dia punya sisi segelap ini!?'
[Selamat, host mendapatkan sebuah mistery box]
'Hah? Kenapa sangat tiba-tiba?'
[Host ingin membukanya?]
'Cih, bilang saja ingin membantu. Tentu … cepat buka!'
[Mental out, kemampuan psikis yang berhubungan dengan pikiran]
'Huh, jabarkan lebih rinci!'
[Skill System: Mental out]
[Level: 1(0/10]
[Cooldown: 6 jam]
[Mental out bisa membuat host melakukan manipulasi pikiran semacam telepati, cuci otak, penghapus memori, dan lain sebagainya]
'Ok, kau sangat pengertian System.'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Aneuk Perley Perhatian
MC nya naif bodoh... malas lanjut lagi... bye bye
2024-04-02
2
Wong Dewek
thor.. ini cerita lho.. bukan kehidupan nyata..
penting yah mengurusi image ke mantan..
jangan2 pengalaman pribadi nih thor.. 😁🤭
2023-01-29
0
Reza
🆙️
2022-11-29
0