Bab 17 : Gara dan Kalani

FLASHBACK CONTINUED..

Kalani yang awalnya hanya penasaran dengan Gara pada akhirnya dia mulai menyukai Gara. 

Gara yang awalnya risih dengan kelakuan Kalani lama kelamaan jadi suka saat Kalani mendekatinya.

Mereka berdua tidak pernah resmi berpacaran, karena tidak ada salah satu dari mereka yang menyatakan perasaan, tapi hubungan mereka sudah selayaknya pasangan yang kasmaran. Ditambah lagi, rumor yang berkembang sangat cepat bahwa Kalani adalah pacar Gara di sekolah membuat Kalani semakin menempel pada Gara agar tidak ada yang meragukan hubungan mereka.

2012, Februari.

"Gara.. kamu yakin enggak mau kuliah?" Tanya Kalani sambil makan eskrim sambil duduk di ayunan sebuah taman.

"Yakin! Aku harus kerja dan hidup mandiri setelah lulus nanti. Aku enggak mau jadi beban panti terus. Kasian, masih banyak adik-adik yang butuh biaya sekolah." Gara mendorong ayunan yang Kalani naiki sambil menyedot es teh di dalam plastik.

"Oiya.. di tempat papa ku kerja ada beasiswa prestasi lho. Kamu tahu kan mienesia? Papa aku kerja disana. Kamu daftar deh, siapa tahu kamu bisa lolos, terus kuliah." Hobi baru Kalani beberapa bulan belakangan adalah membujuk Gara agar mau kuliah.

"Masalahnya bukan cuman biaya kuliah Kal, tapi aku juga harus biayain hidup aku sendiri. Kalau kuliahnya dapat beasiswa tapi biaya hidup masih ikut panti ya sama aja Kal, tetap jadi beban panti, aku enggak mau gitu Kal. Kamu jadinya mau kuliah dimana Kal?"

"Dimana aja tetap enggak bakal seru kalau enggak ada kamu." Wajah Kalani murung.

Gara berjalan ke hadapan Kalani lalu berlutut, Kalani mengangkat wajahnya.

"Kal, hidup kita berbeda. Kamu enggak akan tahu gimana rasanya jadi aku, kalau menuruti keinginan aja, ya udah pasti aku mau kuliah Kal, tapi aku enggak bisa egois kayak gitu." Gara menatap wajah Kalani yang masih tampak murung, es krim yang Kalani makan sudah lenyap tertelan.

"Kamu harusnya bersyukur." Gara membersihkan sisa-sisa ea krim di bibir dan pipi Kalani dengan tangannya. "Kamu pintar, orang tua mu kaya, cantik dan pemberani. Semua aspek kesuksesan ada padamu, kamu harus tetap jadi diri kamu sendiri kayak sekarang dan bahkan berkembang jadi lebih baik." Gara menatap Kalani dengan tatapan hangat.

Kalani menatap wajah Gara yang selalu membuatnya merasa tenang. "Nih.. pakai buat ikat rambut mu, ini bersih kok." Gara memberikan sapu tangan kain miliknya karena risih melihat rambut panjang Kalani yang terbawa angin hingga menutupi wajah cantiknya.

"Mana bisa dipakai buat kucir rambut?" Kalani bingung, dia tidak tahu cara memakai sapu tangan untuk mengikat rambutnya.

Gara akhirnya mengikatkan sapu tangan ke rambut panjang Kalani. "Nih bisa."

CUP!

Kalani mencium pipi Gara. "Makasih Gara."

Gara tersipu malu, wajahnya memerah, namun keinginannya timbul, akhirnya Gara memberanikan diri mencium bibir Kalani.

Hubungan Gara dan Kalani selama dua tahun berjalan dengan sangat manis, namun setelah lulus sekolah, hubungan mereka merenggang. Gara sibuk mencari uang sedangkan Kalani sibuk kuliah.

Gara perlahan menjauh dari Kalani, dia merasa tidak percaya diri melihat gaya hidup Kalani yang semakin hybe.

Hubungan yang diawali tanpa kata jadian berakhir pula tanpa kata putus, begitulah kisah cinta mereka dulu.

... FLASHBACK END!...

.......

.......

.......

...WE'RE BACK TO 2022!...

...LET'S START AGAIN!...

00:34

Gara masih belum bisa tidur, di otaknya masih berputar kejadian-kejadian bersama Kalani.

"Hah… pengen lupa ingatan aja deh kalau begini terus." Gara mengacak-acak rambutnya. Gara berjalan menuju ruang tamu, dia mengambil gitar akustik yang dikirim Mr. Golden Spoon saat Gara pindahan.

"Disini.. kembali,

Kau hadirkan ingatan 

yanh seharusnya ku lupakan,

dan ku hancurkan adanya.

Letih.. disini ku ingin hilang ingatan."

Gara bernyanyi sambil memetik gitar, dan juga tak lupa imajinasinya terbang ke masa-masa indah bersama Kalani.

Gara tidak bisa membendung kerinduan dan kekhawatirannya pada Kalani, Gara mengirim pesan ke Kalani.

[Kalani, ini aku Gara. Udah tidur?]

'Hemm.. kalau aku enggak bersuara, enggak bakal ketahuan sama Mr. Golden Spoon kalau aku kirim pesan ke Kalani' Batin Gara.

Drrt.. drrt..

Sebuah pesan masuk, Kalani membalas.

[Akhirnya kamu kirim pesan ke aku juga Gara. Ada apa? Ada sesuatu yang mau kamu ceritain sama aku?]

'Hemm.. kenapa Kalani jawabnya kayak gini ya?' Gara masih membatin, dia tidak boleh keceplosan bicara tidak ketahuan Mr. Golden Spoon.

[Enggak ada Kal. Kamu jam segini belum tidur masih ngapain Kal?]

[Iya aku masih enggak bisa tidur, baru minum wine. Gara.. kamu yakin enggak ada sesuatu yang harus kamu ceritain sama aku??]

'Eh.. Kalani kenapa ngotot tanya begini sih?' Gara masih membatin, dia bingung dengan pesan Kalani.

[Kenapa kamu tanya begitu Kal?]

[Juna tugas luar kota selama tiga hari, aku ada kesempatan menemui mu. Besok jam sepuluh pagi, di resto Vila Blue Diamond, tempat kita ketemu malam itu, jangan telat. Ada sesuatu yang bikin aku penasaran.]

'Haduh! Ada apa ya? Jangan-jangan Kalani tahu aku menjalankan misi rahasia yang ada kaitannya dengan dia? Hahh.. gimana dong ini? Aku bisa enggak ya berbohong ke Kalani?' Gara masih membatin, dia kebingunan dengan situasi saat ini.

"Hahhhh.. bisa gilaaaaaaa." 

...----------------...

Seperti biasa Gara memulai hari baru dengan olahraga. Gara melihat Rhea dan Juna bersebelahan sedang olahraga di alat treadmil.

Gara tidak mendekat, dia jijik dengan kedua manusia itu.

"Ngakunya tugas luar kota, tapi nyatanya tugas luar kandang! Dasar buaya!" Gara diam-diam merekam Rhea dan Juna.

Gara melanjutkan olahraga angkat beban. Otot-ototnya kini mulai membesar dan kencang, progres pembentukan badan Gara berjalan dengan baik.

Gara hanya dua puluh menit berolahraga, dia tidak bisa fokus olahraga karena pemandangan pasangan selingkuh itu membuatnya muak.

Gara kembali ke apartmennya, dia memutar video yang dia rekam, tidak terlalu jernih tapi wajah Juna dan Rhea jelas terlihat. 'Kalau Kalani lihat video ini gimana ya reaksinya? Hahh.. jangan kasih lihat deh, kasian.' Gara membatin, dia hendak menghapus video itu dari ponselnya tapi kemudian dia urungkan, dia berpikir siapa tahu video ini kelak akan berguna.

Pukul sembilan pagi Gara bersiap menuju ke Vila Diamond. Gara mengintip di lubang pintu saat mau keluar apartmen, dia tidak boleh berpapasan dengan Juna ataupun Rhea. Setelah keadaan aman Gara keliar apartmen menuju baseman lalu tancap gas dengan motornya.

Sesampainya di resto yang berada di Vila Blue Diamond, Gara langsung bisa menemukan Kalani yang memakai baju berwarna lilac duduk sendiri.

"Udah lama nunggunya Kal?" Suara Gara mengagetkan Kalani.

"Lumayan, udah dua puluh menit. Aku sengaja datang lebih awal, aku suka tempat ini." Kalani menyelipkan rambutnya di belakang telinga.

"Iya sih, bagus pemandangannya." Gara duduk di hadapan Kalani.

"Maaf aku udah pesan minum duluan buat kamu, takut kelamaan. Aku enggak bisa lama-lama pergi soalnya mau ada acara di sekolah Mikha."

"Enggak apa-apa Kal. Oiya.. Aku semalam enggak bisa tidur karena kepikiran pesan kamu, apa yang bikin kamu penasaran soal aku?" Gara tidak basa-basi, dia langsung pada inti pembicaraan.

Kalani menyodorkan CV yang Gara pakai untuk melamar kerja di PT. Mienesia.

"Setahu aku kamu enggak kuliah Gara, tapi kenapa di CV tertulis kayak gitu?" Kalani mulai mengintrogasi Gara.

'Mampus! Kalani tahu soal CV itu!' Batin Gara.

"Emm.. Iya Kal, maaf aku memalsukan CV itu." Sesuai dugaan Gara sendiri, dia tidak bisa berbohong pada Kalani.

"Oke, setidaknya kamu jujur sama aku. Lalu soal alasan resign dadakan kamu, apa itu juga kebohongan?" Kalani menatap Gara dengan tatapan kesal.

"Hahh.. Iya Kal. Aku punya alasan tersendiri tentang CV dan alasan resign ku di perusahaan kamu.."

"Lalu apa alasannya?" Kalani memotong kata-kata Gara.

"Emm.. Aku.. Belum bisa memberitahu mu sekarnag Kal, maaf." Gara bingung harus bagaimana, dia tidak boleh keceplosan soal misinya ke Kalani.

"Beberapa hari lalu Navera ribut soal laptopnya yang disadap seseorang. Ada alat sadap data yang menempel di laptop Navera, apa CV dan alasan resign kamu ada kaitannya dengan itu??" Kalani terlihat marah.

'Mampus! Aku benar-benar ketahuan!' Gara membatin.

"Kal.. Aku masih Kanigara yang kamu kenal, aku enggak mungkin berbuat hal-hal buruk. Jadi aku mohon kamu percaya sama aku, beri aku waktu, nantinya aku bakal ceritain semua ke kamu. Oke? Aku pulang dulu, kamu hati-hati." Gara melarikan diri, baru kali ini dia tidak ingin berlama-lama berada di dekat Kalani.

"Gara! Kanigaraaaa!" Kalani meneriaki Gara, tapi tidak dihiraukan oleh sang punya nama. Gara pergi dengan morornya.

"Benar ternyata dugaan ku bahwa Gara yang menyadap laptop Navera. Apa yang sebenarnya dia lakukan?" Kalani semakin penasaran dengan Gara.

Terpopuler

Comments

zoya

zoya

selingkuh itu enaknya di mana sich

2022-11-14

0

Moon Light

Moon Light

yuk thor banyakin romancenya Kalani ma Gara

2022-09-22

0

Putra Artebat

Putra Artebat

binggung

2022-09-14

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!