Bab 09 : Misi kelima telah datang!

Tak terasa sudah satu bulan Gara menjadi karyawan di PT. Mienesia, hubungan pertemanannya dengan orang-orang satu devisi bahkan diluar devisinya pun berjalan dengan baik karena memang Gara adalah orang yang mudah berteman. Bahkan Gara juga sudah bisa akrab pula dengan manajernya, Navera.

Meski tujuan utamanya bekerja di PT. Mienesia adalah untuk misi aplikasi Golden Spoon, tapi sepnuh hati Gara mengerjakan daily job yang dia emban.

TRIIIING!

Suara notifikasi dari aplikasi Golden Spoon membuat hampir semua karyawan di devisi akunting dan keuangan menoleh ke arah Gara.

“Ya ampun Gara, aku kira ada peringatan apa, kencang banget sih notifikasi mu. Gak bisa diganti yang agak pelan gitu?” Sindir seorang temannya.

“Hehe.. Maaf ya.” Gara hanya tersenyum kaku sambil menggaruk kepalanya.

‘Sial! Kenapa harus di kantor sih muncul notifikasinya, gimana kalau mereka pada curiga.’ Batin Gara sambil melihat pesan apa yang muncul di notifikasi aplikasi Golden Spoon.

‘MISI KELIMA TELAH DATANG’

‘AYO LAKUKAN MISI INI DAN DAPATKAN REWARD SEBESAR’

‘Rp 50.000.000,-‘

LAKUKAN MISI SEKARANG?’

Gara berdiri dari kursinya,

“Yoana kerjaan pagi punya ku udah selesai, nanti kalau pak supervisor tanya tolong kasih ke dia ya, aku mau ke rooftop, cari udara segar." Bisik Gara ke Yoana.

“Wow.. Kak Gara bisa cepat banget gitu sih kerjainnya, punya ku aja belum selesai. Oke deh kak, tapi jangan lama-lama ya, gantian, aku mau ke pantry, hehe..” Bisik Yoana ke Gara.

“Dasar pantry girl! Mau ketemu sama anak HRD baru itu kan kamu?” Gara menggoda Yoana.

“Ihh.. apa sih kak Gara ledekin gitu!" Wajah Yoana merona. "Kak Gara tu aneh deh, di rooftop kan tempat orang pada ngerokok, tapi Kak Gara kan enggak. Mana kalau ke rooftop waktu panas-panas begini, ckckck..” Yoana dan Gara sudah mulai tahu kebiasaan masing-masing.

“Sekalian berjemur Yo, siapa tahu ada bule yang kepincut sama aku.” Gara berjalan melewati Yoana lalu keluar ruangan, masuk ke lift menuju rooftop bangunan PT. Mienesia yang memang dipakai untuk karyawan melepaskan kepenatan bekerja.

Beberapa kursi panjang berjajar di rooftop, dihias dengan kanopi dan tanaman merambat membuat rooftop terlihat sedikit teduh.

Saat Gara datang ada beberapa karyawan lelaki yang sedang merokok, ada juga yang sedang main game di ponselnya, ada pula yang menikmati kopi sambil berbincang.

Gara memilih berdiri di dekat railing glass yang di design modern untuk tepian rooftop.

Gara merogoh kantong untuk mengambil smarthphone flip. “Kira-kira misi kali ini apa ya?” Gara menggumam sendiri sambil menekan opsi oke pada aplikasi Golden Spoon.

‘MISI KELIMA : SADAP LAPTOP MANAJER AKUNTING DAN KEUANGAN, NAVERA. AMBIL ALAT SADAP DI GEDUNG KOSONG.’

“Ha?? Menyadap latop bu Navera? Gila!!” Gara menggumam sendiri.

TRIIING!

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Saya menemukan hal yang ganjal dari transaksi di perusahaan ini, saya butuh informasi lebih lanjut, saya yakin informasi itu bisa di dapatkan dari laptop Navera’

“Hah.. oke, akan aku coba.” Gara menghela nafas, sambil memikirkan bagaimana cara dia agar bisa menemlelkan alat sadap data ke latop manajernya. “Hah.. susah deh kayaknya.” Gara menatap gedung-gedung perkantoran yang menjulang tinggi sambil menikmati angin yang membuat rambutnya yang tebal berkibar-kibar.

“Baru mikir apa Kanigara?” Suara yang familiar dari belakang membuat Gara kaget.

“Kalani?” Gara menoleh. “Eh.. maaf, maksud saya ibu Kalani.”

Kalani berjalan mendekati Gara, rambut dan roknya berkibar karena angin.

Gara melihat orang-orang meninggalkan rooftop satu per satu. “Emm.. kayaknya aku juga harus segera meninggalkan tempat ini.”

“Udah pada pergi, di depan pintu rooftop juga udah di jaga sekertaris ku, jadi enggak ada yang bakal masuk kesini sampai aku keluar. Disini juga blank spot CCTV, tempat yang paling tepat buat kita ngobrol.” Kalani mengeluarkan kotak rokok berwarna rose gold dengan ukiran huruf K yang cantik.

“Mau?” Kalani menawari Gara, tapi ditolak. “Jadi masih enggak ngerokok juga ya, benar-benar enggak berubah.” Kalani mulai mengeluarkan korek api, beberapa kali percobaan menyalakan api tapi gagal karena hembusan angin.

Gara mengambil korek api untuk mempermudah Kalani menyalakan rokok. “Thanks!”

Gara mengembalikan korek api dengan design yang sama persis dengan kotak rokok Kalani.

“Sejak kapan kamu merokok?” Gara menatap lurus ke gedung-gedung perkantoran, dia tidak berani menatap Kalani.

“Baru satu tahun mungkin.” Rambut panjang Kalani berkibar terkena angin.

‘Damn! Kalani cantik banget!’ Gara membatin sambil menata hatinya yang mulai goyah. Gara sempat curi-curi pandang ke Kalani.

“Hah.. lupa bawa kucir rambut.” Kalani beberapa kali menyelipkan rambutnya di belakang telinga tapi rambutnya tetap berkibar-kibar.

Gara memberikan sapu tangan ke Kalani. “Belum aku pakai, pakai aja buat kucir rambut.”

Kalani mengambil sapu tangan berwarna kuning dari tangan Gara sambil tersenyum. “Ini juga enggak berubah.” Kalani ingat dulu Gara selalu bawa sapu tangan kemana-mana.

“Lebih ramah lingkungan.” Jawab Gara singkat.

“Tapi maaf ya Gara aku masih belum bisa kucir rambut pakai sapu tangan.” Kalani mengembalikan sapu tangan ke Gara.

“Tadi kamu bilang disini blank spot CCTV kan?”

“Iya, kenapa?” Tangan kanan Kalani masih membawa sapu tangan Gara.

Gara mencoba mengikat rambut Kalani dengan sapu tangannya. Sekuat tenaga dia mencoba untuk tetap terlihat tenang meski sebenarnya jantungnya berdetak tidak karuan. Gara teringat dulu saat masih berpacaran dia pernah melakukan hal ini ke Kalan.

“Udah.” Gara kembali berdiri di sebelah Kalani. Kalani tersenyum. “Kamu dulu juga pernah lakuin hal yang sama, kamu ingat?” Kalani menatap Gara, meski tahu tapi Gara tidak berani membalas tatapan itu.

“Hem.” Gara ingat pasti kejadian itu, Gara ingat pula kejadian setelah itu, saat itu Kalani mencium bibir Gara sambil berkata bahwa ciuman itu hadiah untuk Gara karena sudah meminjamkan dan mengikat rambutnya dengan sapu tangannya.

“Andai kita bisa kembali ke waktu itu ya Gara.”

“Apa maksudnya Kal?” Kali ini Gara menatap Kalani, tatapan mereka saling bertemu.

“Ya cuman mengandai-andai aja.” Kini giliran Kalani yang menghindari tatapan Gara.

“Waktu itu kamu bahagia?” Tanya Gara.

“Bahagia.”

“Sekarang?”

“Kayak yang kamu lihat.”

“Kenapa jawabannya terdengar abu-abu?”

“Emm.. boleh pinjam ponsel?” Tanya Kalani.

Gara memberikan ponsel pribadinya ke Kalani. Kalani mengetik sesuatu di note ponsel Gara.

“Aku masuk dulu, bakal jadi bahaya kalau ada yang tahu kita ngobrol sesantai ini.” Kalani mengembalikan ponsel ke Gara lalu pergi.

Gara membaca note dari Kalani.

‘Malam ini, Vila Blue Diamond, sebelas malam. Jangan terlambat! Waktu ku cuman sebenatar!’

Gara kembali ke ruangannya setelah memastikan Kalani masuk ke lift.

Gara tidak bisa fokus menyelesaikan jam kantor, pikirannya bercabang. “Hah.. lama banget sih jamnya, perasaan udah kerja lama tapi masih jam segini aja.” Gara menggumam.

“Tumbenan kak Gara bilang gitu? Baru kali ini aku denger, hayooo.. ada apa habis pulang kerja? Mau kencan ya?” Goda Yoana.

“Hehe.. kalau beneran kencan sih seneng Yo, tapi ini istri orang.” Jawab Gara malu-malu.

“Ampun kak! Jangan dong cari yang single aja. Mau aku kenalin temenku?” Dengan satu tendangan kursi yang Yoana duduki berjalan hingga menabrak kursi Gara.

"Enggak Yo bercanda, enggak ada apa-apa kok."

"Tapi mau kan kak aku jodohin?" Yoana masih semangat ingin menjodohkan Gara.

"Enggak Yo makasih, nanti juga kalau udah waktunya ketemu jodoh bakal datang sendiri."

"Mana ada kak! Ini tahun 2022 kak! Kalau enggak usaha mana bakal ketemu jodoh, memang jodoh tu alien yang tiba-tiba jatoh begitu aja?"

Gara tersenyum mendengar perkataan Yoana. "Iya Yo iya aku usahain dapat jodoh."

"Nah.. Gitu dong." Yoana kembali ke depan komputernya dengan cara yang sama.

"Usaha buat dapat jodoh? Hahh.. Mau diusahain juga enggak bakal mungkin kalau yang di targetin udah jadi punya orang." Gara menggumam sendiri meratapi nasibnya.

*Bersambung..

Hai.. Hai.. Writernim update lagi nih..

Tunggu kelanjutannya ya..

Jangan lupa tinggalin jejak, thx*!

 

Terpopuler

Comments

AitchAre

AitchAre

thai💩

2024-02-11

0

Emil Djibran

Emil Djibran

kok gampang banget mcnya terpesona sama bini orang ?payah ini novel

2023-12-08

0

zoya

zoya

wkwkwkw, istri orang emang tiada duanya

2022-11-14

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!