Sesuai perkataan Mr. Golden Spoon, Gara mendapatkan panggilan tes di PT. Mienesia Jaya Merdeka. Gara sangat bersemangat, dia bahkan membeli kemeja, celana kerja, dan sepatu fantofel. Gara juga semangat belajar tes psikotes.
Hari ini Gara menjalani psikotes bersama sembilan puluh sembilan calon pelamar lainnya.
“Apa aku bisa lolos?” Tanya Gara pada dirinya sendiri. “Semalam Mr. Golden Spoon kirim pesan seleksi ini bergantung padaku, dia tidak bisa membantu, dan kalau aku gagal kali ini aku harus ikut seleksi berikutnya. Heum.. kenapa ya kira-kira aku harus masuk ke perusahaan ini?” Gara sedang duduk di toilet di PT. Mienesia, dia tidak sedang buang air besar, dia hanya sedang menghilangkan rasa gugupnya.
“Eh.. PT. Mienesia??” Tiba-tiba Gara teringat sesuatu, dia merogoh dompet mencari sesuatu.
“Benar! Ini tempat Kalani bekerja.” Gara mulai curiga, kenapa misinya berkait lagi dengan Kalani?
...----------------...
“Waktu yang diberikan dua puluh menit, silahkan dikerjakan.” Suara seorang rektuter menjelaskan peraturan tes.
Tes dilakukan di aula besar, semua calon pelamar dengan tekun mengerjakan seratus soal psikotes itu dengan tenang.
‘Banyak soal yang keluar dari soal-soal latihan semalam, semoga berhasil, bismillah.’ Gara mengerjakan soal-soal psikotes dengan teliti, dia tidak merasa kesulitan mengerjakannya.
“Waktu habis, petugas akan mengambil lembar soal dan jawaban, silahkan tunggu di luar aula. Tiga puluh menit lagi hasil akan keluar, hanya dua puluh lima orang yang akan lolos ke tes selanjutnya.” Seorang rekruter menjelaskan, Gara berhasil menyelesaikan delapan puluh delapan soal saja.
“Hah.. gagal deh kayaknya.” Gara menggaruk-garuk kepalanya walau tidak merasa gatal.
“Enggak apa-apa mas, saya juga cuman bisa jawab lima puluhan kok, kita coba berikutnya. Perusahaan ini sering kok buka lowongan, ya tapi memang belum tentu sesuai jurusan kita sih mas, semangat mas.” Seorang pelamar yang duduk di sebelah Gara tiba-tiba mengajaknya bicara.
“Oh.. gitu ya? Oke deh, kamu juga semangat.”
Semua pelamar kerja menunggu dengan cemas di luar aula, tiga puluh menit terasa tiga puluh hari kali ini. “Lama banget sih.” Keluh Gara.
Seorang rekruter datang lalu membacakan dua puluh lima nama yang lolos, dan keberuntungan sedang menyelimuti Gara, dia lolos ke tes berikutnya.
“YES!!!!! Aku lolos, yuhuuuu!!!” Gara sangat senang, dia berlari mengikuti dua puluh empat pelamar yang lolos untung mengikuti tes bidang.
Tes kali ini menggunakan komputer, di sebuah lab komputer khusus untuk tes. Gedung perusahaan sangat besar, terdiri dari empat belas lantai, gedung perusahaan ini benar-benar melihtakan betapa suksesnya perusahaan itu.
Karena lolos tes psikotes rasa percaya diri Gara meningkat, dan setelah melihat soal-soal tes kemampuan bidang akuntansi yang sedang dia kerjakan sekarang, membuat rasa percaya dirinya semakin meningkat.
‘Gampang banget gini sih tesnya? Yakin Mr. Golden Spoon enggak ikut campur soal ini?’ Gara membatin saat mengerjakan soal tes kemampuan.
Dua puluh lima orang pelamar keluar dari lab komputer lalu di ajak ke kantin perusahaan untuk makan siang, mereka di perbolehkan makan siang bersama pegawai perusahaan.
“Wah.. berasa udah jadi karyawan deh. Keren-keren banget sih mereka.” Gara melihat sekeliling, pegawai sedang menikmati makan siang sambil bercengkrama, Gara semakin semangat. “Aku harus lolos dan ngerasain bekerja di perusahaan ini!”
...----------------...
PENGUMUMAN PELAMAR KERJA YANG LOLOS KE TES BERIKUTNYA
1. XXX
2. XXX
3. XXX
4. XXX
5. KANIGARA DIPTA
SELAMAT!
TES BERIKUTNYA ADALAH TES INTERVIEW HRD DAN USER YANG AKAN DILAKUKAN BESOK DI AULA PERUSAHAAN PADA PUKUL 08:30 WIB. MOHON DATANG TEPAT WAKTU. TERIMAKASIH ATAS PARTISIPASI SEMUA PELAMAR, BAGI YANG BELUM LOLOS JANGAN BERKECIL HATI, COBA LAGI SAAT KAMI MEMBUKAN LOWONGAN OEKERJAAN KEMBALI.
“Benar-benar gila! Lolos!” Gara merasa bangga pada dirinya sendiri, dia bisa mengalahkan sembilan puluh lima orang pelamar, dia yakin sembilan puluh lima persen bisa mengalahkan empat pelamar lainnya dan lolos menjadi pegawai di PT. Mienesia.
TRIIING!
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Selamat Kanigara, kamu memang hebat! Selangkah lagi untuk menyelesaikan misi ketiga dan mendapatkan reward dari misi kedua dan ketiga.’
“Aku pasti lolos, lalu dapat reward misi kedua dan ketiga sebesar lima puluh juta, dapat pekerjaan juga, di perusahaan bagus pula, wah.. benar-benar seperti mimpi.” Gara membaca pesan dari Mr. Golden Spoon sambil senyum-senyum.
Di jauh sana Mr. Golden Spoon juga sedang tersenyum. “Tidak salah aku memilihnya untuk melakukan misi ini, Good Job Kanigara! Aku yakin kamu bisa membantuku memecahkan rasa penasaranku.”
...----------------...
Saking semangatnya Gara sudah terbangun dari pukul empat pagi, dia belajar lalu sholat, tidak lupa dia berdoa meminta keberuntungan pada Tuhan. Setelah mandi, makan pagi lalu berdandan, Gara tancap gas menuju gedung PT. Mienesia. Gara mendapat giliran terakhir untuk interview dengan HRD dan user.
Gara sangat percaya diri dan tidak gugup, berhasil menyingkirkan sembilan puluh lima pelamar membuat Gara sedikit jumawa.
“Kandidat nomor lima, Kanigara Dipta, silahkan masuk.” Seorang rekruter memoersilahkan Gara masuk ke sebuah ruangan khusus untuk interview. Gara dipersilahkan duduk, Gara duduk menghadap tiga orang. HRD, Manajer akunting dan keuangan, dan seorang karyawan bagian akunting.
Pertanyaan demi pertanyaan mengenai akuntansi dan keuangan dilalui Gara dengan sangat baik, Gara berhasil memberi kesan yang baik untuk Manajer akunting dan keuangan.
“Baiklah, sekarang pertanyaan terakhir. Mengapa anda mendaftar ke perusahaan ini?” Tanya HRD yang sejak tadi mengamati gerak gerik Gara.
“Emm.. saya adalah anak yatim piatu, kedua orang tua saya meninggal kecelakaan saat saya berusia delapan tahun. Sejak saat itu saya tinggal di panti asuhan, heum.. Mienesia adalah mie instan yang sangat sering diberi ke panti sebagai bantuan dari orang-orang. Mienesia menjadi makanan saya sejak kecil hingga sekarang. Maka dari itu saya bermimpi suatu saat bisa bekerja di perusahaan ini. Gara tersenyum.
“Kisah yang panjang dan mengesankan, terimakasih saudara Kanigara, kami akan menghubungi anda tentang hasil tes kali ini.” Kata HRD yang menanyai Gara.
“Sama-sama, terimakasih.” Gara meninggalkan ruangan itu lalu turun menuju lobi. “Kalani?” Gara melihat Kalani masuk dari pintu lobi, betapa cantiknya Kalani, mengenakan setelan blezer berwarna putih dan celana panjang, rambut panjangnya yang hitam berkibar saat berjalan. “Cantik banget istri orang, heum.” Gara lalu keluar lobi menuju parkiran tamu untuk mengambil motornya.
...----------------...
Hari berikutnya..
Triiiing..
Sebuah pesan masuk ke ponsel Gara.
[Selamat Sdr Kanigara Dipta, anda lolos seleksi karyawan PT. Mienesia Jaya Merdeka sebagai accounting staff. Kami tunggu besok pagi pukul sembilan di dgesung Mienesia untuk tanda tangan kontrak dan pembuatan ID card pegawai.]
Gara langsung berdiri disebelah motornya, dia sedang menunggu orderan datang di kawasan berkumpulnya restoran cepat saji. “Aku di terima? Yeaaaaay.. yuhuuuu.” Gara melompat-lompat kegirangan setelah membaca pesan dari PT. Mienesia. Gara tidak perduli dengan sesama driver ojek online lainnya yang sedang memperhatikan tingkah lakunya.
“Keterima apa bang?” Tanya seorang driver ojek online.
“Keterima di perusahaan Mienesia, tahu kan bang? Mie instannya rakyat jelata di negara ini.” Jawab Gara antusias.
“Wah.. selamat ya bang.” Meski hanya sebatas kenal karena sama-sama mangkal menunggu orderan tapi ucapan selamat itu tulus terlontar dari rekan sesama driver ojek online.
“ Makasih.”
“Keterima di pabriknya ya bang? Jadi operator atau teknisi atau jadi apa bang?” Tanya driver ojek online lainnya.
“Hehe.. bukan bang. Saya diterima di kantor pusatnya, jadi staff akunting, bagian keuangannya bang.”Dengan bangga dan oercaya diri Gara menjawab pertanyaan.
“Wah.. keren dong bang, selamat ya bang. Lumayan kita-kita juga ikut senang bang, soalnya saingan driver berkurang satu, hahaha..” Semua driver ojek online yang sedang menunggu orderan bersama-sama tertawa, kabar baik bagi Gara ternyata membawa kebahagian bagi orang lain juga.
TRIIIIING!
Sebuah pesan dari ponsel flip putih muncul, Gara buru-buru merogoh sling bag kecilnya untuk mengambil.
‘SELAMAT! MISI KETIGA SUKSES! REWARD MISI KEDUA SEBESAR Rp 20.000.000,- DAN REWARD MISI KETIGA SEBESAR Rp 30.000.000,- SUDAH MASUK KE AKUNMU!
TUNGGU MISI BERIKUTNYA!’
‘Lima puluh juta??’ Hati Gara berbunga-bunga melihat nominal yang di akun aplikasi Golden Spoon, cepat-cepat Gara mentransfer ke rekening bank miliknya.
“Belum pernah saldo rekeningku sampai dua digit, sekarang dua digit dan kepalanya lima, ckckck.. seperti mimpi.” Gumam Gara saat melihat saldo di m-banking miliknya.
“Saya pamit ya bang. Hati-hati semua, lancar-lancar orderannya, sehat-sehat semua, mari.” Gara segera pergi dari pangkalan ojek menuju sebuah mall besar.
Gara membeli beberapa kemeja dan celana kain untuk ke kantor. Gara juga membeli beberapa kaos dan baju untuk anak-anak di panti dan juga Yashinta tentunya.
“Enak ya jadi orang kaya, mau belanja apa aja bisa, bahkan tanpa perduli harga.” Gara menyadari belanjanya kali ini terlampau banyak, tapi dia merasa senang bisa melakukan kegiatan yang tidak pernah dia bayangkan akan bisa dia lakukan.
...----------------...
Sesampainya di panti asuhan, Yashinta bingung melihat tas belanjaan Gara yang berisi pakaian, makanan , minuman, dan kebutuhan dasar panti. “Kamu baru dapat banyak rejeki ya Gara?” Tanya Yashinta.
“Iya bu, alhamdulillah Gara diterima di perusahaan besar. Di perusahaan Mienesia buk.” Cerita Gara ke Yashinta.
“Alhamdulillah.” Yashinta memeluk Gara. “Eh. Tapi kalau baru keterima kan belum dapat gaji, tapi ini?” Yashinta menunjuk tas-tas belanjaan yang tergeletak di lantai.
“Pokoknya Gara baru dapat rejeki buk, dan tenang aja Gara enggak berbuat macam-macam kok, jadi ibuk enggak perlu khawatir ya.” Gara tahu Yashinta kaget, tapi bagaimana lagi hanya itu yang dapat Gara ceritakan, dia tidak bisa bercerita lebih.
“Iya Gara, ibuk tahu kamu orang baik. Apapun itu ibuk ikut senang.” Yashinta kembali memeluk Gara.
“Gara lapar buk, ibuk udah masak?” Gara mulai mengalihkan perhatian Yashinta.
“Udah dong, sebentar lagi adik-adik kamu udah mau pulang sekolah. Kamu mau makan sekarang atau nanti bareng mereka?”
“Yaudah deh buk aku tunggu mereka aja. Itu rumput udah tinggi buk di halaman, aku potongin ya.” Gara mengangkat tas-tas belanjaannya ke dapur lalu mencari gunting rumput.
“Eh.. Enggak usah Gara, siang-siang gini nanti kamu pusing lho.”
“Enggak buk, Gara baru bahagia, penyakit enggak akan mempan kalau baru kayak gini, hehe..” Gara yang sudah menemukan gunting rumput lalu berlari ke halaman depan, bersiap menggubting rumput .
“Kanigara, semoga kamu diberi umur panjang, rejeki yang berlimpah, dan kebahagiaan seperti hari ini. Amiin.” Yashinta menggumam sambil melihat Gara yang terlihat sedang bersenandung sambil memotong rumput.
*Bersambung..
Lanjut terus ya bacanya, jangan lupa tinggalkan jejak, biar writernim makin semangat updatenya, makasih🥰*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
yani nys nys
mantap thor... lanjut....💪💪
2023-02-15
0
Nwonsystem
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
2023-01-01
1
zoya
bagus ceritanya
2022-11-14
0