Bab 11 : Tipu-tipu style ala Gara.

Gara dalam perjalanan pulang dari panti asuhan, weekend ini Gara habiskan di sana. Sudah dua kali weekend Gara habiskan di panti asuhan. Dua minggu ini aplikasi Golden Spoon sepi notifikasi, bahkan saat Gara mencoba berkomunikasi dengan Mr. Golden Spoon tidak ada respon sama sekali.

Dua minggu pula Gara tidak berkomunikasi dengan Kalani walau sesekali mereka berpapasan di kantor. Keidupan Gara dua minggu ini bisa dibilang sangat tenang dan damai.

“Hah.. besok udah senin lagi, cepat banget sih waktunya kalau weekend.” Gara menelungkupkan badannya di kasur kamar kost, badannya terasa capek karena dua hari di panti asuhan tenaganya terkuras untuk bersih-bersih.

TRIIIING!

Suara notifikasi dari aplikasi Golden Spoon membuat Gara langsung beranjak dari kasur.

‘MISI KEENAM TELAH DATANG’

‘AYO LAKUKAN MISI INI DAN DAPATKAN REWARD SEBESAR’

‘Rp60.000.000,-‘

LAKUKAN MISI SEKARANG?’

“Akhirnya muncul juga.” Tanpa ragu Gara langsung menekan opsi oke di aplikasi.

‘MISI KEENAM : DEKATI RHEA, GALI INFORMASI TENTANG EKSPOR OBAT HERBAL YANG DIA LAKUKAN BERSAMA DENGAN ARJUNA.’

“Heum? Mendekati Rhe??! Yang benar saja mister!” Gara protes setelah tahu bahwa misi kali terdengar konyol.

TRIIING!

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Resign dari PT. Mienesia, lalu sewa apartmen di mana Rhea tinggal. Semakin dekat dengan apartmen Rhea semakin baik. Buat dia penasaran dengan mu, saya yakin misi ini tidak terlalu sulit untuk mu. Saya akan kirim uang untuk sewa apartmen dan kebutuhan mu lainnya.’

“Resign?? Lalu jadi pengangguran lagi dong mister? Hahh.. padahal aku udah suka bekerja disana.” Keluh Gara.

TRIIING!

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Ikuti saja rencana ku.’

“Hah.. bodo ah! Tidur dulu, dipikir besok.” Gara tidak ingin memikirkan apapun, tak lama Gara tertidur.

--

04:00

Gara terbangun karena bermimpi jelek, dalam mimpinya dia dikejar orang  berjubah hitam.

“Hahh.. gegara misi dari Mr. Golden Spoon bikin mimpi jelek.” Gara kesal tidurnya terasa sia-sia karena bangun tidur badannya terasa lemas.

Gara memakai jaket lalu keluar kost, dia berjalan kaki, suasana sekeliling kost masih sepi, bahkan warung makan yang buka dua puluh empat jam saja tak ada pengunjung.

Akhirnya Gara masuk ke mini market, lalu membeli sebotol air mineral dan roti. Gara sibuk dengan ponselnya, dia sedang memikirkan alasan untuk mengundurkan diri dari kantor.

Setelah hampir dua jam akhirnya Gara menemukan sebuah ide.

“Oke kalau begitu aku harus cari orang dulu, hari ini aku ijin enggak masuk kerja sekalian.” Gara lalu pulang ke kost.

--

Keesokan harinya.

Gara duduk menghadap Navera, suasana mulai tegang saat pintu ruangan Navera ditutup.

“Emm.. mereka siapa Gara? Dan apa yang mau kamu bicarakan sama saya?” Navera menunjuk seorang laki-laki dan wanita yang berusia enam puluh tahunan yang dibawa Gara masuk ke ruangan Navera.

“Emm.. jadi gini bu, mereka orang tua saya. Sebenarnya beberapa bulan lalu mereka mendatangi saya lalu meminta saya kembali ke mereka.” Gara memasang wajah sendu.

“Emm.. maaf pak.. bu, boleh saya bicara berdua dengan Gara?” Navera meminta laki-laki dan wanita yang terlihat berpakaian rapih itu untuk keluar ruangan.

“Boleh bu, tapi saya mohon jangam terlalu lama, jadwal penerbangan kami siang ini.” Kata lelaki berkumis yang mengenakan setelan jas berwarna hitam itu.

“Emm.. baik pak.”

Kedua orang itu keluar dari ruangan Navera.

“Gara kamu yakin mereka orang tua kandung mu?” Tanya Navera.

“Awalnya saya juga enggak percaya bu, tapi setelah kemarin mereka memperlihatkan hasil tes DNA saya jadi yakin bu. Lagi pula beberpaa bulan ini mereka selalu mengirim uang buat saya bu. Sudah empat bulan mereka tinggal di Indonesia untuk membujuk saya ikut ke London.” Gara menghayati aktingnya.

“Jadi kamu mau dibawa ke London?? Kamu yakin Gara??” Wajah Navera terlihat sangat serius, Gara mati-matian menahan tawa saat ini.

“Iya bu, kemarin kami bertiga sudah berdiakusi dan saya memutuskan untuk ikut ke London hari ini, jadi saya minta maaf bu karena harus nengundurkan diri secara mendadak seperti ini. Saya akan memulai hidup baru bersama orang tua saya bu.” Gara menatap Navera, kali ini dia berpura terharu.

 

“Melihat kamu bahagia dan yakin seperi ini saya enggak bisa apa-apa Gara. Saya ikut senang kamu bisa bertemu orang tua mu, jaga dirimu baik-baik ya Gara.” Navera memeluk Gara.

‘Berhasil’ Batin Gara.

“Terimakasih ya bu untuk semuanya.” Gara menjiwai perannya hingga matanya berkaca-kaca.

“Kalau begitu kamu pamitan dulu sana sama teman-teman.” Navera mengajak Gara keluar ruangan.

Gara mengikuti, dia lalu berpamitan dengan semua rekan satu devisinya.

“Kak Garaaaaa.” Yoana memeluk Gara, matanya berkaca-kaca.

“Makasih ya Yo udah bantu aku selama disini.” Gara juga merasa sedih saat berpamitan dengam teman-temannya apalagi dengan Yoana.

“Sama-sama kak, sukses ya, jangan lupain aku. Kalau pulang kesini jangan lupa oleh-olehnya.” Disaat sedih seperti ini Yoana masih bisa bercanda.

“Hehe.. iya.”

Setelah berpamitan Gara bersama orang tua palsinya pergi meninggalkan gedung PT. Mienesia dengan mobil limousine warna putih yang dia sewa hari ini.

“Oke, sukses! Makasih ya pak, bu.” Gara mengucapkan terimakasih ke orang tua palsunya.

“Sama-sama, lain kali calling kita lagi ya kalau butuh.” Kata wanita itu.

“Hehe.. siap bu.”

“Kita turun di halte bus depan aja deh.” Kata wanita yang berpura jadi ibu Gara.

“Pak, berhenti di halte bus depan ya.” Gara memjnta sopir yang dia sewa bersama mobil yang ditumpangi.

Kedua orang tua palsu Gara turun di depan halte bus.

“Game level baru bakal segera dimulai.” Gara menggumam sendiri.

...----------------...

Setelah mengembalikan mobil beserta supirnya, Gara menuju ke sebuah café milik seseorang bernama Stanlay.

Stanlay adalah pemilik kamar apartmen 15-2, tetangga Rhea. Kemarin Gara sudah mengintai apartmen ini, jadi dia sudah tahu bahwa Rhea tinggal di lantai lima belas nomor satu. Di lantai itu hanya ada dua kamar apartmen, Rhea menempati kamar nomor 15-1.

Kemarin Gara bertamu ke apartmen Stanlay, dia bernegosiasi akan membayar sewa apartmen dua kali lipat. Gara juga mengarang cerita bahwa kakaknya sedang sekarat dan sangat ingin tinggal di apartmen Grand Verde di lantai lima belas.

Meski terdengar tidak masuk akal tapi Stanlay tidak mempertanyakan soal itu, dia masih teguh pendirian tidak mau pindah karena uang bukan masalah baginya.

Lalu semalam Mr. Golden Spoon memberitahu Gara untuk bernegosiasi lagi dengan Stanlay, kali ini Mr. Golden Spoon menawari sebuah apartmen mewah di dekat café Stanlay, harga sewa apartmen itu hampir tiga kali lipat dari apartmen milik Stanlay.

“Wah.. keren juga ya café kamu, pantas aja kamu bilang uang bukan masalah buat kamu.” Tanpa basa-basi Gara langsung menghampiri Stanlay yang sedang berdiri dibalik mesin kasir.

“Udah aku bilang ya, aku enggak mau keluar dari apartmen itu sebelum sewanya habis, titik!” Stanlay masih tetap bersikeras tidak ingin pindah.

Gara menyodorkan amplop coklat besar di meja kasir. “Itu surat kepemilikan apartmen di Sky Panorama di lantai sepuluh, apartmen VVIP. Sewa full satu tahun, kurang apa coba? Harga sewa pertahunnya tiga kali lipat harga sewa tahunan apartmen kamu, lagian sewa apartmen kamu kan tinggal tujuh bulan lagi.” Gara mencoba bernegosiasi ke Stanlay.

Stanlay membuka amplop dan melihat surat kepemilikan apartmen Sky Panorama. “Harus aku buktikan dulu, nanti aku hubungi.” Stanlay masuk ke dapur café, Gara mengambil amplop lalu pergi meninggalkan café.

"Hah.. Susah emang negosiasi sama orang macam Stanlay."

*Bersambung..

Penasaran kan Gara bakal berhasil atau enggak bujuk Stanlay buat lepasin apartmenya? Tunggu bab berikutnya ya, jangan lupa tinggalin jejak, thx!😍*

Terpopuler

Comments

zoya

zoya

yos

2022-11-14

0

service akun

service akun

up

2022-09-10

0

Naladhipa💜

Naladhipa💜

wkwk.. janji hari ini up lagi, thx dukungannya

2022-09-08

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!