Bab 08 : Gara dan kegalauannya

Gara pamit ke Yashinta, Satya dan anak-anak panti setelah sarapan. Semalam Gara menginap di panti karena sedang tidak ingin di kost.

Pagi ini juga sebenarnya Gara masih tidak ingin pulang ke kost, jadi dia memilih berputar-putar mengelilingi kota dengan motornya. Gara hanya ingin mencari udara segar agak otaknya bisa sedikit tenang dan bekerja sepeti semula.

Semalam Gara mimpi buruk, dalam mimpinya Kalani di sekap di dalam ruang bawah tanah. Gara tahu tempat itu, Gara juga dapat melihat Kalani yang menangis minta tolong tapi badan Gara tidak bisa bergerak seolah membatu.

‘Hah.. karena terlalu kepikiran soal Kalani semalam jadi mimpi buruk, rasanya tidurku seperti tidak memberikan efek baik ke badan.’ Gara membatin sambil terus berputar mengelilingi kota tanpa tujuan.

‘Aku coba ke hotel tempat Juna dan Rhea menginap, siapa tahu aku dapat informasi penting.’ Gara menggeber motornya menuju ke hotel Mutiara Barat.

Sesampainya di hotel Gara berpura-pura bertanya ke resepsionis. “Permisi mbak, saya mau menemui tamu di suit room 701, atas nama bapak Arjuna atau ibu Mariskha Rhea.”

“Sepertinya mereka sedang tidak di kamar karena menitipkan kunci pada kami. Bapak bisa tunggu di lobi hotel atau menulis pesan jika perlu.” Jelas seorang resepsionis.

“Oke deh mbak, saya tunggu saja di depan, terimakasih.” Gara buru-buru keluar dari hotel setelah tahu bahwa Juna dan Rhea masih check in. Gara menunggu di depan pintu hotel sambil sok sibuk dengan ponselnya.

TRIIIIING!

Gara membuka aplikasi Golden Spoon.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kanigara! Jangan melakukan hal-hal di luar perintah dari ku, jika terjadi sesuatu aku tidak akan melindungi mu karena itu kehendak mu sendiri.’

Gara tersenyum kecut membaca pesan yang baru saja dia terima.

Gara menempelkan smarthphone flip ke telinganya seolah sedang menelepon seseorang.

“Dengar ya mister, aku bukan pesuruh mu, dan kau bukan bos ku. Aku melakukan misi yang muncul dari aplikasi Golden Spoon karena aku butuh uang yang mister jadikan sebagai reward. Hubungan kita hanya sebatas itu, jadi mister enggak bisa semena-mena mengatur ku. Jangan khawatir aku bisa jaga diri.” Gara mulai merasa risih dengan Mr. Golden Spoon.

TRIIING!

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Jika kamu mau melakukan sesuatu rencanakan dulu dengan matang, lawan mu bukan orang kacangan, kau harus ekstra hati-hati Kanigara!’

Gara tidak menggubris pesan dari Mr. Golden Spoon karena baru saja dia melihat mobil Rhea keluar dari baseman, lalu tak lama kemudia mobil Juna juga keluar dari baseman, keduanya mengambil jalan dengan arah yang berlawanan.

Gara segera mengambil motornya, dia memilih mengikuti Rhea. Sedikit kehilangan jejak tapi akhirnya ketemu juga, Gara berhasil membuntuti Rhea sampai ke apartemennya.

Rhea tinggal di apartmen mewah di kawasan pusat bisnis bernama Grand Verde. “Dia tinggal di lantai lima belas.” Gara melihat dari jauh Rhea masuk lift menuju ke lantai lima belas.

Gara keluar gedung apartmen, dia mendongak untuk mencari ujung bangunan dua puluh empat lantai itu. “Tempat tinggalnya orang-orang kaya nih.” Gumam Gara.

TRIIIING!

“Hah.. sering banget sih si mister kirim pesan.” Gara merogoh sakunya mengambil smarthphone flip untuk mengecek aplikasi Golden Spoon.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kanigara mau tinggal disini?’

“Hahahaha.. enggak mister, makasih.” Gara tertawa membaca pesan dari Mr. Golden Spoon.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kita lihat kedepannya, apa perlu kamu pindah ke sini untuk memata-matai Rhea atau tidak. Untuk saat ini kita sudahi dulu saja, good job Kanigara!’

‘SELAMAT! MISI KEEMPAT SUKSES! REWARD SEBESAR Rp 80.000.000,- SUDAH MASUK KE AKUNMU!’

“Wow! Dia benar-benar memenuhi janjinya.” Gara tidak menyangka Mr. Golden Spoon benar-benar menepati janji memberi dua kali lipat jumlah reward di misi ke empat ini.

Hari sudah mulai sore Gara memilih untuk pulang ke kost. Badannya terasa capek, selesai mandi Gara merebahkan badannya di kasur. “Emm.. aku harus kasih reward juga nih ke diriku sendiri. Mau beli apa ya?” Gara membuka e-commerce dengan ponsel buluknya yang layarnya sudah mulai buram dan retak. Gara tidak perlu melihat e-commerce untuk mencari sesuatu untuk reward dirinya karena dia menyadari bahwa ponsel buluknya perlu di ganti.

“Ah.. smarthphone, oke kita cabut.” Tanpa berpikir dua kali Gara langsung memakai jaket lalu tancap gas menuju ke mall.

Gara masuk ke salah satu gerai smarthphone. Tidak lama memilih, dia membeli smartphone model terbaru, Gara hanya membeli smarthphone dengan harga empat juta, karena baginya smarthphone dengan harga segitu sudah terlalu mahal dan mewah baginya.

Gara tidak langsung pulang, dia membeli beberapa kemeja untuk bekerja dan tidak lupa makan malam. Gara masuk ke sebuah gerai makanan jepang, sudah lama dia ingin mencicipi sushi. Gara memesan dua macam sushi , semangkung ramen dan segelas es lemon tea.

“Lumayan.” Gara mengomentari makanan yang dia pesan. Gara menikmati makanannya sambil melihat disekelilingnya.

Semua pelanggan yang datang bersama orang lain, hanya Gara saja yang datang seorang diri. Kebanyakan pelanggan datang bersama keluarga, kedua orang tua dan anak-anaknya. Banyak juga pasangan atau juga segerombol teman bermain yang sedang menikmati akhir weekend.

Seorang gadis kecil berusia lima tahun melambaikan tangan ke Gara saat Gara sedang mengamati dirinya dan keluarga yang terlihat bahagia. Gara tersenyum lalu melambaikan tangan juga ke gadis kecil itu.

“Waktu aku seusia dia aku juga pernah makan bersama ayah dan ibu, hah.. jadi kangen mereka.” Gara selalu merasa iri setiap melihat keluarga yang terlihat harmonis dan bahagia karena hal itu hanya bisa dirasakan Gara hingga umur tujuh tahun.

“Hah.. pulang, sudah kenyang, smartphone sudah baru, baju baru juga ada saatnya pulang dan tidur. Aku pasti bisa langsung tidur nih.” Sejak tadi siang Gara merasa badannya sudah lelah tapi dia tidak bisa tidur.

...----------------...

Tik.. tok.. tik.. tok.. tik.. tok..

“Huft..” Gara memejamkan mata, dia masih mencoba untuk tidur. Suara percikan air dan piano yang mendayu-dayu dari video online yang dia putar sejak dua jam lalu tidak menimbulkan efek apapun, Gara masih tidak bisa tidur.

“Aaaaaargh.. kenapa sih di otak aku terus muncul wajah Juna, Rhea dan Kalani. Arrrgh.. bisa gila aku kalau seperti ini terus, ayolah otak dan mata bersahabatlah, besok kita harus kerja. Sekaramg sudah jam satu malam, sudah lebih dari empat jam aku berusaha untuk tidur, hahhh..” Gara menenggelamkan kepalanya di bawah bantal.

TRIIIING!

Suara notifikasi aplikasi Golden Spoon mengagetkan Gara. “Kenapa jam segini ada notif?” Buru-buru Gara melihat notif yang muncul.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Mau aku kirim obat tidur?’

“Haiss.. kenapa malah diledek sih mister? Ini gara-gara mister lho aku jadi insomnia begini.” Gara ngobrol satu arah.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Aku serius, aku tidak meledek mu. Insomnia memang penyakit yang menyiksa, badan sudah terasa capek, mata sudah berat tapi pada kenyataannya tidak bisa tidur. Aku adalah orang yang mengidap insomnia berat sejak dua tahun lalu, aku punya obat tidur yang manjur untuk orang yang sedang insomnia. Mau?’

“Kalau memang obatnya manjur lalu kenapa sekarang mister masih kirim pesan bukannya tidur?” Jawab Gara sambil menatap ke ponsel seolah sedang menelepon dengan mode loudspeaker.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Aku punya banyak obat tidur dengan berbagai level, orang yang hanya insomnia sesaat seperti mu akan cocok mengkonsumsi obat tidur level rendah. Tapi untuk orang dengan insomnia parah sepeti ku perlu obat tidur dengan level tinggi yang tidak boleh setiap hari aku konsumsi.’

“Mister! Aku penasaran dengan suara mu, boleh telepon?” Gara penasaran sosok seperti apakah Mr. Golden Spoon itu.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Tidak! Selamat malam, selamat istirahat (kalau bisa).’

“Haiss.. bisa juga dia bercanda, hehe..” Gara akhirnya memilih untuk menonton film hingga akhirnya ketiduran.

*Bersambung..

Ayo lanjut baca! Dan jangan lupa tinggalkan jejak ya! Makasih😍*

Terpopuler

Comments

Emil Djibran

Emil Djibran

ah masa beli yang murah?
mc nya lembek amat

2023-12-08

0

zoya

zoya

suaminy rhea

2022-11-14

0

zoya

zoya

wkwkwkwk, misternya mungkin perempuan

2022-11-14

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!