Bab 18 : Bertemu Mr. Golden Spoon

Gara pulang ke apartmen.

“Hah.” Gara menutup pintu apartmennya, dia berjalan menuju lemari pendingin. Gara meneguk air putih, "Hahh.. Segar banget, huft." Gara duduk di sofa ruang tamunya.

TRIIING!

Suara notifikasi dari aplikasi Golden Spoon.

'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Mari bertemu Kanigara! Besok! Jam sepuluh pagi, di Golden Spoon tower, tunjukan foto ini ke resepsionis, mereka akan membawa mu ke ruangan saya. Jangan terlambat!'

Mr. Golden Spoon mengirim gambar kartu keanggotaan Golden Spoon. 

"Kartu keanggotaan Golden Spoon? Golden Spoon gank? Diamond five? Apa artinya? Hemm.. Golden Spoon tower? Dimana itu?" Gara mencari tempat yang dimaksud melalui ponselnya.

"Heumm.. Jadi Golden Spoon itu nama sebuah perusahaan game?" Gara baru menyadari bahwa ternyata ada sebuat perusahaan startup pengembang game yang sedang naik daun.

"Gila.. dalam waktu sepuluh tahun aja udah jadi salah satu perusahaan startup unicorn di negara ini, ckckck.." Gara masih mencari tahu tentang perusahaan itu.

"Mahadewa sanjaya? Wow.. baru umur tiga puluh delapan tahun udah jadi orang kaya melintir, ckckck.." Gara akhirnya menemukan founder sekaligus CEO perusahaan itu.

"Jangan-jangan orang ini Mr. Golden Spoon?"

...----------------...

Keesokan harinya.

Gara sudah tidak sabar bertemu dengan Mr. Golden Spoon yang belakangan ini membuat hidupnya terasa jungkir balik.

Semalam Gara tidak bisa tidur, entah mengapa Gara merasa sangat bersemangat sekaligus merasa khawatir. 

"Ahh.. bagusan yang kotak-kotak atau yang navy polos ini ya?" Gara sedang bercermin sambil memilih kemeja yang mau dia pakai untuk bertemu Mr. Golden Spoon.

Perasaan Gara busa dibilang seperti akan bertemu gebetan di kencan pertama yang selama ini hanya berkomunikasi di dunia maya.

"Oke.. oke.. ini aja." Gara akhirnya memilih memakai kemeja kotak-kotak.

Tak lupa pakai parfum, dan akhirnya Gara siap, dia keluar dari apartmen.

"Gara.. mau kemana? Keren banget? Wangi banget lagi? Mau kencan?" Gara kaget saat Rhea sama-sama baru keluar dari apartmennya.

"Eh.. hai.. Rhea. Emm.. enggak aku mau ketemu rekan bisnis." 

"Oh.. kirain mau kencan." Rhea terlihat sudah rapih dan menenteng tas, dia bersiap berangkat kerja.

"Emm.. pacar kamu udah pulang?" Tanya Gara berbasa-basi.

"Udah kok, kenapa?" 

"Enggak apa-apa, aku duluan ya, bye." Gara meninggalkan Rhea, dia turun menggunakan tangga.

"Ngapain sih turun pakai tangga? Segitunya mau menghindari aku ya? Hah.. yaudahlah." Rhea masuk ke lift.

...----------------...

Gara sampai di gedung kantor Golden Spoon Tower, bangunan tingkat dua puluh satu itu adalah kantor perusahaan startup Golden Spoon.

"Waaah.. jadi ini markasnya Mr. Golden Spoon? Gila!" Gara masuk ke Golden Spoon Tower. 

"Waaah.. keren banget temanya." Gara semakin kagum saat melihat interior gedung itu, unik, lampu led warna-warni yang menyala, monitor besar, kursi game yang terlihat futuristik, prosotan, kursi tunggu yang menyerupai karakter-karakter game, hingga robot-robot yang besar sebagai pajangan, benar-benar gedung ini adalah tempat impian para gamers.

Cukup waktu untuk mengagumi gedung itu, Gara tersadar tujuan utamanya adalah bertemu Mr. Golden Spoon. Gara menuju meja resepsionis, "Permisi, saya Kanigara." Gara memperlihatkan kartu keanggotaan Golden Spoon yang dikirim Mr. Golden Spoon di aplikasi.

"Silahkan kakak ikut saya, Mr. Golden Spoon sudah menunggu di ruangannya." Seorang resepsionis wanita mengantar Gara menuju lantai tujuh belas.

"Silahkan masuk kak." Resepsionis itu mempersilahkna Gara masuk ke ruangan CEO.

"Morning Kanigara, welcome to my playground." Seorang laki-laki berbadan tinggi tegap menyapa Gara. 

"Mr. Golden Spoon?" Tanya Gara ragu-ragu.

"Yes, I am. Mr. Golden Spoon a.k.a Mahadewa." Mahadewa berdiri dari kursi kerjanya.

Gara hanya tersenyum, dia bingung dan grogi di hadapan Mahadew.

"Santai aja Gara, anggap aja saya ini kakak kamu. Ayo duduk. Oiya.. mau minum apa? Wine? Whiski? Bir? Soju? Sake? Tequila?" Mahadewa menawari Gara.

"Hehe.. kalau teh manis aja ada enggak mister?"

"Hahahaha.." Mahadewa dan Gara tertawa.

"Kamu enggak kelihatan kaget melihat saya? Kamu tahu saya?" Mahadewa duduk di hadapan Gara.

"Tahu dong mister, anda kan founder sekaligus CEO perusahaan pengembang game yang udah masuk jajaran perusahaan startup unicorn di negara ini, Mahadewa Sanjaya." Gara seperti sedang membaca teks dari mesin pencarian informasi.

"Ngapalin ya dari semalam?" Mahadewa menggoda Gara.

"Hehe.. iya."

"Lalu apalagi yang kamu tahu soal saya?" Mahadewa berpakaian sangat santai, dia memakai celana jeans biru dengan hoodie berwarna hijau army, style rambutnya juga dibuat seperti idol-idol Korea, dengan wajah orientalnya gaya yang dipakai sangat cocok.

"Saya belum tahu apa-apa mengenai anda mister. Makanya hari ini semua pertanyaan yang selama ini belum anda jawab harus anda jawab sedetail mungkin." Gara menekankan Mahadewa untuk menceritakan siapa dirinya.

"Oke, saya luangkan waktu satu hari full untuk menjamu tamu istimewa saya, Kanigara Dipta." Mahadewa menyilangkan kedua tangannya di depan dada, tak lupa kakinya juga dia silangkan, pose ala-ala bos besar yang membuat lawan bicaranya terintimidasi.

"Ada apa dengan Kalani? Kenapa anda membuat misi yang terkait dengan Kalani? Dan kenapa anda memilih saya?" 

"Apa yang kamu ketahui soal keluarga Kalani?" Tanya Mahadewa.

"Dulu dia cerita bahwa orang tuanya bercerai saat dia masih kelas tiga SD. Ibunya memutuskan hubungan dengan Kalani. Kalani tinggal bersama ayahnya, kakak lelaki Kalani memilih sekolah dan tinggal di.. emm.. Singapura? Malaysia? Atau manalah itu, saya lupa mister."

"Singapura, setelah orang tua saya bercerai, dan mama saya memilih menelantarkan kedua anaknya, saya memilih sekolah dan tinggal di Singapura waktu itu."

"Tunggu.. tunggu.. jadi mister kakak kandung Kalani?" Gara sedang mencerna omongan Mahadewa yang tidak langsung ke intinya.

"Yap! Saya kakak kandung Kalani."

Gara tidak terlalu kaget mendengar fakta bahwa Mr. Golden Spoon adalah kakak kandung Kalani, karena dia sudah menduga bahwa Mr. Golden Spoon memiliki hubungan yang dekat dengan Kalani.

"Oke, pertanyaan pertama sudah terjawab. Lalu pertanyaan kedua, kenapa saya membuat misi ini?" Mahadewa berdiri, dia adalah orang yang tidak suka diam. "Karena saya merasa ada yang aneh dengan Kalani, dua tahun belakangan."

"Kalani dulu pernah cerita, hubungan dengan kakaknya tidak begitu dekat. Tapi mister mengeluarkan effort yang besar untuk Kalani??" Gara tidak sepenuhnya percaya pada Mahadewa.

"Benar, kami memang tidak terlalu dekat. Saya merasa iri pada Kalani karena dia selalu dinomor satukan oleh papa, makanya saya memilih pergi dari rumah setelah orang tua kami bercerai." Mahadewa tampak melamun memandang keluar jendela kaca.

"Lalu kenapa mister sekarang tertarik dengan Kalani?" 

Mahadewa mengambil sebuah map berwarna merah lalu berjalan menuju Gara.

"Anak kesayangan papa tidak datang saat pemakamannya. Lalu setelah hari pemakaman papa dia sama sekali tidak menjawab semua pesan dan panggilan dari saya.

Emm.. walau hubungan kami tidak terlalu dekat, setidaknya kami masih bertukar kabar walau mungkin hanya sebulan satu atau dua kali. Tapi setelah pemakaman papa, Kalani benar-benar menarik diri dari saya." Mahadew menaruh map merah yang dia bawa di neja di depan Gara.

"Lalu, lima bulan lalu perusahaan laboratorium yang susah payah dirintis papa yang sudah diberikan secara resmi ke Kalani dibalik nama jadi milik si br*ng**k Juna. Saya tidak pernah mempermasalahkan jika perusahaan itu jadi milik Kalani, tapi kalau jatuh ke tangan orang lain saya merasa tidak ikhlas." Terlihat ekspresi benci dari wajah Mahadewa.

"Yang paling mencurigakan adalah penutupan salah satu cabang laboratorium yang ternyata diambil alih sebagai laboratorium pribadi milik Rhea." Mahadewa duduk kembali dihadapan Gara.

"Lihat isi map merah itu. Rangkuman data yang saya dapat dari laptop Navera. Ternyata Juna dan Navera menggelapkan dana PT. Mienesia untuk mengembangkan kembali zat adiktif yang dibantu oleh Rhea. Zat adiktif itu bernama Nextroz, papa saya yang menciptakannya."

Gara melihat lembaran-lembaran infotmasi yang sudah disusun rapih dan detail oleh Mahadewa agar mudah dimengerti.

"Nextroz??"

Terpopuler

Comments

zoya

zoya

pasti gara yang di untungkan

2022-11-14

0

zoya

zoya

masalah harta ternyata

2022-11-14

0

Lalaluna14

Lalaluna14

up thor uppp.. buat bekal malming🤣

2022-09-17

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!