Tiga hari berlalu.
Gara sedang menikmati makan siangnya di sebuah warung makan. Gara melirik ponsel flip putih, masih sepi, tidak ada notifikasi apapun. Tiga hari ini Gara mennatikan kejutan lagi dari ponsel mungil itu, tapi nihil, tidak ada apapun.
“Berapa bu?” Tanya Gara pada kasir.
“Dua puluh ribu.”
Gara membuka dompetnya untuk mengambil uang, tapi tiba-tiba kartu nama Kalani terjatuh. Gara mengambil kartu nama itu lalu memberikan selembar uang dua puluh ribu ke kasir.
“Mentari Kalani.” Gara berjalan keluar warung makan sambil menatap kartu nama Kalani.
“Heum.. kangen sih, tapi udah jadi istri orang.” Gara mengoceh sendiri lalu memasukan kartu nama Kalani ke dompetnya lagi. Gara kembali mengojek hingga malam hari.
“Hahh.. sampai juga di kost, mandi dulu deh.” Baru saja Gara mengambil handuk hendak masuk ke kamar mandi tiba-tiba sebuah notifikasi dari smartphone flip putih muncul.
TRIIIIIING!
Gara cepat-cepat mengecek ponsel flip putih.
‘MISI KEDUA TELAH DATANG’
‘AYO LAKUKAN MISI INI DAN DAPATKAN REWARD SEBESAR’
‘Rp 20.000.000,-‘
LAKUKAN MISI SEKARANG?
Kali ini tanpa ragu Gara langsung menekan tombol oke pada aplikasi.
‘MISI KEDUA : BELAJAR AKUNTANSI! MULAILAH IKUT BIMBINGAN BELAJAR DAN DAPATKAN SERTIFIKAT PEMBELAJARAN AKUNTANSI. HAL INI AKAN BERKAITAN DENGAN MISI BERIKUTNYA. WAKTU BELAJAR SELAMA SEBULAN, SETELAH ITU MISI BERIKUTNYA AKAN DATANG. REWARD MISI INI AKAN DIBERIKAN JIKA KAMU BERHASIL DI MISI SELANJUTNYA.’
“Hah?? Apa-apaan nih? Belajar akuntansi? Haduh.. iya sih aku anak IPS, tapi kan udah sepuluh tahun lalu, sekarang udah lupa. Terus juga kenapa rewardnya baru di kasih kalau misi selanjutnya berhasil? Hahh.. ada-ada aja nih aplikasi.” Gara marah-marah sendiri. “Emm.. kayaknya masih ada deh.” Gara membuka kardus yang berisi buku-buku pelajarannya selama sekolah dulu, dia tidak pernah membuangnya, karena berpikir akan bisa diberikan ke adik-adiknya di panti.
Gara mencari semua buku pelajaran dan buku catatan akuntansinya. “Ketemu.” Gara tersenyum, dia mulai membaca buku-buku itu, sampai lupa tujuan awalnya untuk mandi.
Saat sekolah dulu Gara adalah siswa yang pintar dia mendapatkan beasiswa sekolah gratis selama SMA karena bisa mempertahankan rangking sepuluh besar pararel di sekolah. Belajar adalah hal yang Gara suka, dulu saat SMA Gara sangat ingin masuk perguruan tinggi, namun sayang kenyataan biaya kuliah yang mahal dan kenyataan bahwa dirinya harus mulai hidup secara mandiri membuat keinginnanya itu di kubur dalam.
...----------------...
Dua hari setelah misi kedua muncul Gara akhirnya mendaftar di sebuah bimbingan belajar, dia mengijuti kelas expres belajar akuntansi selama sepuluh hari. Setelah itu Gara mulai belajar mandiri dengan mencari materi pembelajaran dari internet dan buku. Gara bahkan mulai menemukan keasikan dalam dunia akuntansi. Gara juga belajar bahasa inggris, karena saat sedang mencari materi akuntansi di Youtube, tiba-tiba Gara menemukan video belajar bahasa Inggris. Sebenarnya kemampuan berbahasa Inggris yang Gara miliki sudah tergolong lumayan, makanya dia tertarik beljaar bahasa Inggris lagi, dia berpikir bahwa tidak ada jeleknya belajar lagi.
“Heumm.. tiga hari lagi seharusnya misi ketiga datang.” Gara masih berbaring di kasur, buku-buku akuntansi dan bahasa Inggris berserakan di kasurnya, saat ini Gara kembali menjadi seorang kutu buku, identias lamanya muncul kembali.
“Kalau lihat buku-buku kayak gini jadi ingat kalau dulu aku ingin kuliah, kalau saja aku kuliah paling enggak aku bisa dapat pekerjaan yang lebih bagus sekarang.” Gara mulai mengandai-andai.
“Eh.. eh.. enggak boleh gitu dong Kanigara! Kamu enggak boleh menyesali apa yang udah kamu lalui. Sejauh ini kamu udah berjuang dengan maksimal, kamu hebat! Semangat Gara!” Semakin mendekati hari dimana misi ketiga akan datang semakin Gara bersemangat, entah mengapa Gara bisa menjadi sesemangat ini.
...----------------...
Tiga hari berlalu.
TRIIIIIING!
Gara yang sedang antri di sebuah restoran cepat saji karena sedang bertugas menjadi abang ojek makanan cepat-cepat mengecek ponsel flip putih. Suara ajaib itu membuat jantung Gara berdetak kencanh seperti sedang bertemu guru BK.
‘MISI KETIGA TELAH DATANG’
‘AYO LAKUKAN MISI INI DAN DAPATKAN REWARD SEBESAR’
‘Rp 30.000.000,-‘
LAKUKAN MISI SEKARANG?
Mata Gara terbelalak melihat nominal reward yang terpampang, segera Gara menekan tombol oke pada aplikasi Golden Spoon.
‘MISI KETIGA : SEGERA DAFTAR KE PT. MIENESIA JAYA MERDEKA SEBAGAI STAFF ACCOUNTING. IJASAH DAN SERTIFIKAT-SETTIFIKAT PALSU SUDAH SAYA SIAPKAN, AMBIL DI GEDUNG KOSONG TEMPAT PERTAMA KALI KITA BERTEMU.’
‘Hah? Aku daftar ke PT. Mienesia yang terkenal itu? Jadi akunting?? Pakai ijasah palsu?? Wahhh.. gila!’
“Nomor antrian 047.” Suara dari kasir membuat Gara sadar dan kembali masuk ke dunia nyata.
“Saya mbak.” Gara berlari ke kasir untuk mengambil makanan dan segera mengantar ke pemesan.
Sepulang dari mengantar makanan ke pemesan Gara langsung menuju ke gedung kosong yang dimaksud oleh aplikasi Golden Spoon.
Gara melihat keseluruh sudut gedung kosong, gedung ini dulunya adalah sebuah rumah tapi sudah lama sekali tidak dihuni, suasana siang hari pun masih terasa seram. Tumbuhan liar tumbuh di mana-mana, coretan-coretan pilok hampir ada di seluruh tembok yang tersisa.
Gara akhirnya melihat sebuah kardus sebesar kardus mie instan dengan tulisan yang besar
‘FROM MR. GOLDEN SPOON TO KANIGARA’
Gara mendekati kardus itu, masih terisolasi rapih, dia segera membawanya ke kost.
“Chh.. kardusnya harus banget pakai kardus mienesia ya?” Gara membuka kardus misterius itu tanpa rasa khawatir karena sudah terlalu penasaran.
“Wahh..” Gara menatap foto dirinya berjas dan dasi menempel di ijasah palsu.
“Kanigara Dipta, S.E, hehehe. Palsu saja aku senang lihatnya apalagi asli. Beneran kayak asli nih ijasahnya. Heumm.. gimana ya? Kalau ketahuan ini ijasah dan sertifikat-settifikat palsu gimana dong? Bisa masuk penjara aku.”
TRIIIING!
Sebuah notifiksi masuk dari ponsel flip putih.
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kanigara! Kamu tidak akan ketahuan! Aku akan menjaminnya, kamu tidak boleh ragu. Saya yakin dengan kemampuanmu, kamu pasti bisa masuk ke perusahaan itu. Saya sudah mengirimkan CV dan surat lamaran kerja ke perusahaan itu. Tunggu saja panggilan kerjanya.’
“Ha? Kenapa tiba-tiba ada pesan masuk gini? Baru kali ini. Oke, sudah terlanjur masuk ke dalam kolam renang ya sudah renang sekalian, tapi gimana kalau sampai tenggelam?” Perasaan ragu memang kadang masih muncul di benak Gara.
TRIIING!
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Saya akan menjadi pelampungmu! Kamu tidak akan tenggelam Kanigara.’
“Waaahh.. curang nih Mr. Golden Spoon! Kenapa cuman mister yang bisa kirim pesan? Aku juga mau!!!!!”
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Jika kamu sudah menyelesaikan misi ke tujuh, kita akan bertemu!’
“Ketemuan?”
*Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, biar writernim makin semangat updatenya, makasih🥰*
Bersambung..
Yuk lanjut baca lagi yuk, jgn lupa tinggalkan jejak ya, biar writernim makin semangat update nyaa, makasih🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Lalaluna14
mienesia, aku bacanya amnesia coba🤣
2022-09-14
1
naladhipa elvin
harus bgt thor akuntansi? haha..
2022-09-06
1