Bab 14 : Misi keenam berhasil!

Dua hari setelahnya.

Ding.. Dong.. Ding.. Dong..

Suara bel pintu apartmen Rhea berbunyi, Rhea melihat ke layar interkom pintu apartmennya, muncul wajah Gara. Rhea segera membukakan pintu.

“Ada apa Gara?” Tanya Rhea.

“Mau pinjam alat perkakas ada? Butuh obeng buat betulin rak di dapur.” Ini hanyalah skenario semata yang dibuat Gara.

“Ada, masuk dulu, nanti aku ambilin.” Rhea mengajak Gara masuk ke apartmennya.

Gara masuk ke apartmen Rhea, suasana apartmen Rhea minimalis dengan tema putih dan hitam.

Gara duduk di sofa, matanya menjelajah ruangan itu mencari keberadaan ponsel Rhea, tapi tidak ditemukan.

“Emm.. Gara, tas alat perkakasnya udah ketemu sih tapi di rak atas, susah ambilnya.” Rhea mengisyaratkan Gara untuk mengambilnya sendiri.

“Aku aja yang ambil, dimana?”

“Di dekat dapur.” Rhea dan Gara berjalan menuju dapur, Rhea menunjuk sebuah rak yang tingginya hampir dua mater.

“Oke, aku aja yang ambil.” Gara yang tingginya seratus delapan puluh centi meter saja harus jinjit untuk mencapai rak itu.

“Pasti enggak pernah dipakai ya sampai disimpannya aja di rak paling tinggi.” Gara berhasil mengambil tas kecil perkakas milik Rhea.

“Hehe.. iya, kalau ada sesuatu yang enggak beres biasanya panggil tukang sih.”

“Jarang ada yang datang Rhea?” Tanya Gara.

“Emm.. Ya jarang-jarang.” Rhea dan Gara berjalan menuju pintu. Gara melihat ponsel Rhea ternyata tidak lepas dari tangannya.

“Kalau gitu aku enggak boleh lama-lama disini dong.” Kata Gara.

“Heum? Memang kenapa?”

“Bahaya takut khilaf kalau berdua lama-lama.” Gara tersenyum nakal.

“Khilaf juga boleh kok.” Tak menyangka Rhea berbisik di dekat telinga Gara.

Gara menelan ludah, aksi pelakor memang another level!

“Oke, tunggu aja tanggal mainnya.” Gara tidak mau kalah, dia membalas dengan perlakuan yang sama ke Rhea sebelum akhirnya keluar dari apartmen Rhea dan buru-buru masuk ke apartmennya.

“Huwaaaah.. gila.” Gara membuang nafas, dia merasa geli dengan Rhea. Bukan karena dia terpikat dengan Rhea, tapi karena setiap Gara melihat Rhea di otaknya selalu terbayang wajah Juna juga, itu membuatnya jijik.

TRIIIING!

Notifikasi dari aplikasi Golden Spoon muncul.

‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Akting yang bagus Gara! Jangan menyerah, kamu pasti segera berhasil menjalankan misi ini.'

"Hahh.. aku berharap segera berhasil mister, hiiiih.." Gara bergidik ngeri sendiri.

Gara memesan pizza satu jam setelah meminjam alat perkakas Rhea, dia berencana mengajak Rhea menghabiskan pizza bersama saat mengembalikan alat perkakas Rhea.

Ding.. dong.. ding.. dong..

Rhea membuka pintu.

"Taraaaa.. pizza time!" Gara mengangkat kotak pizza dengan satu tangan.

Rhea tersenyum.

"Kalau makan satu porsi sendirian pasti enggak bakal habis, boleh minta tolong bantu abisin?"

"Come on!" Rhea mengajak Gara masuk ke apartmennya.

"Eh.. aku enggak ganggu kan?" Gara basa-basi.

"Enggak kok, aku baru santai. Duduk sini enggak apa-apa?" Tanya Rhea sambil menggiring Gara masuk ke ruang TV.

"Dimana aja boleh." Gara dan Rhea duduk di atas karpet. Gara melirik ke ponsel Rhea yang tergeletak di dekatnya.

"Emm.. tapi maaf ya Rhea aku lupa beli minumnya."

"Enggak masalah, kamu mau apa? Aku buatin." Rhea terlihat bersemangat.

"Emm.. jus buah dingin enak sih, tapi terlalu ngerepotin kamu. Emm.. apa aja deh Rhea." Gara sengaja memancing Rhea.

"Enggak repot kok, aku ada jambu biji sama melon. Mau apa?" Tanya Rhea sambil menyibakan rambut panjangnya.

"Terserah kamu aja, apapun yang kamu buatin bakalan aku minum." Gara tersenyum.

"Oke, tunggu ya." Rhea meninggalkan Gara, dia menuju dapur.

'Kena juga kamu Rhea ke dalam jebakan ku.' Gara membatin.

Segera setelah Rhea pergi ke dapur, Gara menjalankan misinya. Gara perlu waktu lima menit untuk menyadap ponsel Rhea.

Alat sadap ponsel kali ini berbentuk kotak, mirip powerbank. Ponsel Rhea harus menempel ke alat sadap itu, hingga menyambung. Proses penyambungan data lima menit.

Jantung Gara berdegub kencang, lima menit serasa seperti lima jam, lamaaaaa. Keringatnya sampai keluar walau tidak merasa kepanasan.

"Ayo dong cepat selesai menyambungkannya, keburu Rhea selesai bikin jus." Gumam Gara sambil terus mengawasi keadaan.

"Oke selesai!" Proses penyambungan selesai, ponsel Rhea otomatis restart.

"Jus melon siap." Rhea datang membawa dua gelas jus melon. Gara melirik ke ponsel Rhea yang masih proses booting. "Heum? Ponsel aku restart sendiri? Tumben banget, kenapa ya?" Rhea menyadari ponselnya yang sedang booting.

"Sebagus-bagusnya ponsel pasti bakal mengalami kayak gitu kok Rhea. Jangan khawatir."

"Tapi ponsel ku baru kali ini"

"Heumm.. segar banget jusnya, makasih ya Rhea." Gara mengalihkan perhatian Rhea.

"Sama-sama. Eh.. sebentar deh Gara." Rhea mengambil tisu lalu mengelap keringat di dahi Gara.

"Kamu kegerahan?" Tanya Rhea.

"Oh.. enggak Rhea, aku lapar, hehe." Gara kaget Rhea berani sedekat itu dengannya.

"Makan yuk." Rhea dan Gara memakan pizza.

Nit.. nit.. nit.. nit.. nit.. nit..

Rhea dan Gara menoleh ke pintu apartmen saat mendengar bunyi seseorang yang sedang menekan kode pintu apartmen

"Kejutan!!" Ternyata Juna yang datang!

"Sayang, aku pulang lebih awal nih." Juna membawa koper, dia baru pulang dari Australia.

Juna melihat Rhea kaget dan Gara yang masih asik makan pizza.

'Oke! Aku ada alasan buat pergi dari tempat ini! Makasih Juna!' Batin Gara.

"Dia siapa Rhea?" Tanya Gara dan Juna bersamaan.

"Emm.. emm.. ini Gara, tetangga baru aku. Kami baru merayakan pindahannya, supaya lebih akrab." Rhea terlihat panik.

"Aku Gara, tetangga apartmen Rhea. Jangan berpikir yang aneh-aneh ya, aku baru aja datang kok." Gara berdiri, lalu mendekati Juna.

"Oh.. aku Juna, pacar Rhea." Tegas Juna ke Gara seakan memberi gertakan agar Gara tidak dekat-dekat dengan Rhea.

"Iya, Rhea cerita kok tentang kamu." Gara berbohong, padahal Rhea mengaku jomblo, Rhea hanya diam, dia salah tingkah.

"Kalau gitu aku pulang dulu, makasih Rhea obengnya. Selamat malam." Gara pergi meninggalkan apartmen Rhea.

"Hah.. untung aja Juna datang tepat waktu, kalau dia enggak datang, bisa-bisa Rhea semakib agresif." Gara masuk ke apartmennya.

TRIIIING!

Bunyi notif dari aplikasi Golden Spoon.

‘SELAMAT! MISI KEENAM BERHASIL! REWARD SEBESAR Rp 120.000.000,- SUDAH MASUK KE AKUNMU!’

Sesuai kesepakatan bersama, Mr. Golden Spoon menepati janji melipat gandakan reward kali ini.

"Yhuuuuuuu.." Gara bersorak seraya membanting tubuhnya ke sofa.

TRIIING!

'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Selamat Gara! Kamu hebat, tidak sia-sia persiapan mu yang cukup lama untuk menyelesaikan misi ini! Keberuntungan masih bersama mu, semoga sampai semua misi selesai keberuntungan itu tidak hilang.'

"Amiin. Mister! Jadi kapan kita bisa bertemu? Besok? Lusa? Minggu depan? Atau kapan? Dimana?" Gara tidak sabar bertemu dengan Mr. Golden Spoon.

TRIIING!

'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Sabar! Akan ada waktunya, sekarang saya harus menggali informasi dari ponsel Rhea. Sementara kamu masih harus tinggal di situ dan mengawasi Rhea.'

"Oke mister! Semangat untuk kita." Gara semakin bersemangat menjalankan misi yang diberikan Mr. Golden Spoon. Dia merasa tertantang dengan misi-misi dari Mr. Golden Spoon.

*Bersambung..

Hai.. Hai.. Writernim balik lagi nih, jangan lupa tinggalkan jejak ya, thx!

Tunggu kelanjutan kisah Kanigara!😍*

Terpopuler

Comments

Aa

Aa

harus nya di embat tuh si ceweknya

2023-02-09

0

zoya

zoya

ngeri ngeri sedap lha pokoknya

2022-11-14

0

Utagusta

Utagusta

Lanjoooot thor🚀

2022-09-12

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!