Gara berbaring di kasurnya, setelah pulang dari mengintai Juna perasaannya campur aduk.
"Bisa-bisanya Juna selingkih, kurang apa sih memangnya Kalani itu? Gimana reaksi Kalani kalau tahu tentang ini? Atau aku beri tahu saja ke Kalani tentang kejadian di hotel tadi?" Gara menatap langit-langit kamarnya, wajah Kalani terlintas, wajah satu-satunya wanita yang pernah menempati hatinya.
TRIIING!
Gara bangkit dari kasur untuk melihat smartphone flip putih yang tergeletak di meja belajarnya. Sebuah pesan dari Mr. Golden Spoon muncul di aplikasi.
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kanigara tolong rahasiakan ini dari siapa saja, termasuk Kalani.’
“Mr. Golden Spoon tolong jawab pertanyaan ku. Apa semua misi yang sudah dan akan muncul dari aplikasi Golden Spoon berkaitan dengan Kalani?” Gara bicara sendiri, tapi dia tahu bahwa Mr. Golden Spoon bisa mendengarnya.
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Saat kita bertemu aku akan ceritakan semua, untuk saat ini jalankan semua sesuai perintah aplikasi Golden Spoon.’
“Hahhh..” Gara membanting badannya ke kasur. “Apa Kalani dalam bahaya mister?” Tanya Gara pada Mr. Golden Spoon.
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kita cari tahu bersama.”
‘Bagaimana jika ternyata aplikasi ini juga mengincar Kalani dengan niat yang jahat?’ Tiba-tiba pemikiran itu terlintas di otak Gara.
“Mr. Golden Spoon kali ini tolong jawab dengan jelas! Apa kau bisa menjamin jika aku melakukan misi yang muncul dari aplikasi Golden Spoon tidak akan membuat Kalani dalam bahaya?” Gara mulai mengkhawatirkan Kalani.
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : AKU MENJAMIN DAN BERJANJI TIDAK AKAN MEMBUAT KALANI DALAM BAHAYA.’
Gara bisa mengerti maksud dari Mr. Golden Spoon mengirim pesan dengan huruf kapital, menandakan apa yang dia tulis adalah serius.
“Aku pegang janji mu Mr. Golden Spoon.”
...----------------...
Hari ini hari sabtu, Gara libur bekerja. Karena pikirannya sedang kacau Gara memilih untuk putar-putar kota dengan motornya. Banyak hal yang sedang dia pikirkan saat ini, tapi Kalani menjadi pemeran utama dalam otaknya.
Gara pergi ke perpustakaan kota, dia memilih membaca untuk menenangkan pikirannya.
Cukup lama Gara memilih buku-buku di rak, pergi dari baris rak satu ke lainnya. Akhirnya Gara mengambil buku berjudul The Power of Enneagram milik penulis Renee Baron dan Elizabeth Wagele.
Gara duduk di sudut perpustakaan, dia duduk bealaskan bantal duduk. Membaca buku adalah hobinya dulu, tapi setelah Gara sibuk bekerja hobinya itu terlupakan, hidup Gara disibukan dengan bekerja, mencari uang.
“Hahh..” Gara menghela nafas melihat sepasang anak muda umur dua puluhan awal saling berbisik dan tertawa kecil, mereka memang sedang menghadap laptop dan beberapa buku, tapi itu semua hanya seperti properti semata, keduanya malah asik pacaran.
Gara mulai kesal tapi dia tidak bisa pindah karena di semua sudut perpustakaan sudah dipakai oleh pengunjung lainnya. “Sabar Gara sabar, dulu kamu juga udah pernah gitu.” Gara bergumam sendiri.
Namum tiba-tiba Gara teringat kejadian saat dia masih SMA, dirinya dan Kalani pernah di peringati oleh petugas perpustakaan karena berisik di perpustakaan.
Gara tersenyum, semua kenangan bersama Kalani masih jelas tersimpan di dalam pikiran dan hatinya. Gara mengembalikan buku yang dia baca, lalu pergi dengan motornya. Kali ini Gara menuju sebuah mall untuk makan, dia pergi ke sebuah restoran cepat saji.
“Berkali-kali masuk sini pesan buat orang lain kali ini akhirnya bisa pesan buat diri sendiri.” Gara duduk lalu meletakan nampan makannya yang berisi beef burger, kentang goreng dan soda.
"Memang enak ya jadi orang yang punya uang, makan apa saja bisa, pergi kemana saja bisa. Pantas saja orang mati-matian cari uang." Gumam Gara sambil menikmati makanannya.
Selesai makan Gara pergi supermarket, membeli bahan makan untuk panti.
“Heum??” Gara menggosok-gosok matanya memastikan apakah orang yang dia liat nyata. “Kalani?” Gara melihat Kalani sedang mendorong troli yang masih kosong.
“Belanja apa Kal?” Suara Gara mengejutkan Kalani.
“Gara?”
Gara tersenyum ke Kalani. “Iya Kal, aku habis selesai makan, mau belanja buat panti.”
“Kamu masih tinggal di sana?” Kalani dan Gara berjalan beriringan dengan troli yang masih sama-sama kosong.
“Enggak Kal, sejak lulus SMA aku udah hidup sendiri, tapi masih sering banget ke panti.”
Kalani menengok untuk melihat wajah Gara selama beberapa detik, hal ini membuat jantung Gara hampir meledak. “Ke.. napa Kal?”
“Enggak ada yang berubah dari SMA, kamu masih kayak gitu aja.” Kalani berjalan, sedangkan Gara behenti sejenak untuk mengatur hatinya.
“Gimana pekerjaan mu? Betah di kantor?” Tanya Kalani.
“Semua baik-baik aja kok Kal. Kalau kamu?” Gara kembali berjalan bersebelahan dengan Kalani.
“Kayak yang kamu lihat.”Jawab Kalani terdengar abu-abu.
“Kal, Juna, eh.. maksud aku Pak Arjuna di mata kamu orang yang kayak gimana sih?” Gara memancing Kalani.
“Kenapa kamu tanya itu?” Kalani mengambil dua liter plain susu.
“Ya sekedar ingin tahu aja.”
“Biasa aja, ya dia kayak suami dan orang pada umumnya.” Kalani menjawab sambil terus berjalan dan melihat-lihat.
“Kamu bahagia hidup sama dia Kal?”
“Hem.” Hanya itu jawaban dari Kalani. Gara semakin penasaran kenapa jawaban Kalani terdengar datar.
“Kamu tahu Kal kalau di kantor orang-orang banyak yang menggosipkan suami kamu selingkuh?” Mendengar jawaban Kalani membuat hasrat Gara untuk mengatakan apa yang dia tahu menggebu-gebu.
“Gara jaga omongan kamu, dia bos kamu.” Kalani menatap Gara dengan tatapan serius.
“Jadi kamu udah tahu Kal?” Gara menatap Kalani dengan tatapan yang sama.
DING.. DONG.. DING.. DONG.. DING.. DONG..
Suara peringatan keluar dari aplikasi Golden Spoon, suara notifikasi yang keras membuat orang-orang di sekitar Gara dan Kalani memperhatikan mereka.
Gara segera melihat notifikasi apa yang muncul.
‘PELANGGARAN PERTAMA TERDETEKSI!’
“Hahh..” Gara menghela nafas.
“Kenapa Gara?” Tanya Kalani.
“Oh.. enggak Kal, bukan apa-apa.” Gara mengantongi kembali smarthphone flip itu.
“Kanigara aku peringati kamu jangan ngomong sembarangan, dan mulai sekarang kamu jangan tiba-tiba mendekati aku walau kita bertemu secara kebetulan sepeti ini.” Kalani berjalan cepat menjauh dari Gara
Gara hanya terdiam ditempatnya sambil menatap punggung Kalani. ‘Aku enggak ngomong sembarangan Kal, bakal aku buktikan ke kamu kalau lelaki itu enggak layak jadi suami kamu.’ Gara membatin.
Gara menyelesaikan belanja dengan suasana hati yang kacau. Setelah selesai belanja Gara langsung pergi ke panti, bertemu Yashinta, Satya dan lainnya membuat suasana hati Gara sedikit membaik.
“Bang, kok bisa sih abang keterima jadi staff akunting perusahaan besar gitu?” Satya bertanya ke Gara.
“Hehe.. dewi keberuntungan baru berpihak sama aku Sat, anggap aja begitu.” Gara tidak bisa menjelaskan lebih dari itu, menyembunyikan sesuatu dari Satya memang tidak mudah.
"Tapi bang agak aneh lho."
"Udah ah Sat enggak usah bahas itu, bahas yang lain aja."
Satya tahu bahwa Gara sedang memikirkan sesuatu tapi dia tidak berani bertanya.
*Bersambung..
Lanjut baca ya, jangan lupa tinggalkan jejak, makasih😍*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Emil Djibran
mc terkesan kayak pengemis cinta kepada istri orang,gak ada harga diri sama sekali ini mc
2023-12-08
0
Moon Light
pelanggaran bang gara
2022-09-16
0
Al^Grizzly🐨
hmmm..belum hilang sifat Mc yg ikut campur urusan orang
.walaupun orang itu dekat dengan Mc.
2022-09-10
2