Keesokan harinya, 09:00.
Gara bersiap pergi ke tempat latihan jujitsu.
TRIIING!
Notif dari aplikasi Golden Spoon.
'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Aku pinjamkan motor MV Agusta Brutale 800 berwarna hitam di baseman. Pakailah dan buang motor butut mu! Tidak sebanding dengan tampilan dan gaya hidup yang sedang kamu jalani.'
"Huwaaah.. motor MV Agusta?? Gila… Makasih mister!" Gara buru-buru membawa tasnya, dan selembar roti tawar, lalu keluar dari apartmen.
"Emm.. Gara." Rhea ternyata sedang menunggu Gara di depan pintu apartmennya.
"Ee..a?" Mulut Gara sedang tersunpal roti.
"Emm.. kamu mau pergi?" Tanya Rhea ragu.
"Emm.. iya." Gara menarik roti tawar dari mulutnya.
"Soal yang semalam, emm.."
"Rhea.. kamu enggak perlu cerita kalau kamu enggak mau. It's okay! Kalau kamu masih tetap mau berteman dengan ku, aku akan selalu ada buat kamu." Kata-kata manis dari mulut Gara keluar begitu saja, sepertinya Gara terlalu menjiwai perannya.
Rhea terlihat berkaca-kaca. "Thank you Gara." Rhea memeluk Gara.
Gara kaget, dia tidak menyangka secepat itu Rhea bisa tertarik padanya. "Emm.. Rhea aku buru-buru nih mau latihan jujitsu, nanti kita ngobrol lagi, bye." Gara melelaskan diri dari pelukan Rhea lalu menuju lift untuk ke baseman, dia tidak sabar menaiki motor yang dipinjamkan oleh Mr. Golden Spoon.
"Huwaaaah.. sempurna, keren banget!" Gara tidak bisa menutupi kekagumannya pada motor itu.
...----------------...
Seharian Gara berkeliling dengan motor barunya, dia terlalu bersemangat menaiki motor keren itu, sampai matahari tenggelam Gara baru pulang ke apartmennya.
TRIIING!
Notif dari aplikasi Golden Spoon.
'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Ada info penting mengenai anak Kalani yang aku dapat semalam.'
"Anak Kalani? Mikha?" Gara membuka lemari pendingin untuk mengambil air mineral.
'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Bukan, Mikha adalah anak Juna dengan istrinya terdahulu, anak kandung Kalani dan Juna dibawa pergi oleh Juna.'
"Uhukk.. uhukk.." Gara tersedak mengetahui perbuatan jahat Juna.
"Jadi Juna menjauhkan Kalani dari anaknya sendiri? Tapi untuk apa??"
'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Entahlah, tapi yang pasti Juna baru saja pulang dari Australia menjenguk Skyla (nama anak Kalani dan Juna) yang sekarang mungkin berusia dua setengah tahun. Juna menitipkan Skyla ke tante dan om nya yang tinggal di Melborn.'
"Aneh! Kenapa Juna memisahkan anaknya sendiri dari ibu kandungnya, pasti ada sesuatu. Apa sebaiknya kita beritahu Kalani soal anaknya mister?" Tanya Gara.
'Pesan dari Mr. Golden Spoon : Jangan dulu! Yang penting kita sudah tahu bahwa Skyla hidup dan aman saat ini.'
"Hahh.. baiklah mister, tapi.."
Ding.. Dong.. Ding.. Dong..
Gara membuka pintu apartmennya untuk melihat siapa yang menekan bel. "Rhea?"
"Saat perjalanan pulang dari kerja aku mampir beli puding buat kamu." Rhea menyerahkan sekotak puding dingin untuk Gara.
"Oh.. makasih Rhea." Gara menerima.
"Heumm.. simpel juga ya interior apartmen kamu, suka deh konsepnya." Rhea menerobos masuk ke apartmen Gara.
'Hihh.. enggak sopan banget sih ni orang' Batin Gara.
"Aku enggak suka yang ramai, lagi pula aku kan cuman sewa apartmen, enggak bakal menetap dalam jangka waktu yang lama disini jadi buat apa menghias apartmen, buang-buang waktu dan uang saja." Gara membuntut ke Rhea yang sedang mengitari apartmennya.
Rhea duduk di sofa ruang tamu. "Mau minum apa?" Tanya Gara berbasa-basi.
"Enggak usah, aku cuman mau mampir sebentar, lagi pula sebentar lagi Juna datang, dia mau menginap disini." Rhea sudah mulai blak-blakan pasa Gara.
'Dasar Juna b**ngs*! Bisa-bisanya menginap di apartmen perempuan lain! Memangnya dia enggak berpikir hal itu bakal menyakiti hari Kalani?' Gara marah-marah sendiri di dalam hati.
"Emm.. Rhea, maaf ya aku cuman penasaran nih. Emm.. Kemarin saat melihat Juna, dia pakai cincin di jari manis tangan kanannya, sedangkan kamu enggak pakai cincin yang senada. Kamu enggak curiga sama Juna? Jangan-jangan dia udah punya istri?" Gara memancing Rhea, dia ingin tahu apakah Rhea mau menceritakan rahasianya pada Gara.
"Memang dia punya istri dan anak." Jawab Rhea santai sambil tersenyum.
'Dasar siluman ular! Bisa-bisanya dia malah tersenyum dan seolah bangga menceritakannya.' Gara sibuk sendiri di dalam hati.
"Lalu kenapa wanita cantik seperti mu mau jadi simpanannya?" Gara duduk di sebelah Rhea.
"Istrinya yang merebut Juna dari ku, wajar dong kalau aku rebut kembali?"
Gara menatap Rhea seperti memberi kode ingin tahu lebih lanjut.
"Aku dan Juna sudah saling mengenal sejak dia masih menikah dengan istrinya terdahulu. Aku ditunjuk menjadi dokter perusahaannya yang waktu itu masih milik ayahnya. Tapi sebagai wanita dan pria normal aku dan Juna tidak bisa menahan hasrat satu sama lain." Rhea dengan sangat santai bercerita, dia merasa sudah nyaman dengan Gara.
"Lalu?"
"Juna kenal dengan istrinya yang sekarang karena bisnis. Namanya Kalani, ayahya seorang profesor, seorang ahli gizi. Ayah Kalani dulunya bekerja di perusahaan ayah Juna, PT. Mienesia. Kamu tahukan mie instannya rakyat negara ini?”
“Huwaa.. ternyata Juna seorang konglomerat.” Gara bereaksi layaknya baru tahu tentang hal itu.
“Ayah Kalani adalah orang kepercayaan ayah Juna. Setelah ayah Juna meninggal ayah Kalani keluar dari perusahaan itu lalu memulai bisnis sebagai pengembang laboratorium. Singkat cerita dari situlah Juna dan Kalani kenal lalu menjalin hubungan. Juna meminta ijin padaku untuk menikahi Kalani karena dia harus memanfaatkan wanita itu agar ayah Kalani tunduk pada Juna. Aku memberi ijin, tapi aku tidak merelakan Juna seutuhnya.” Pandangan mata Rhea menerawang.
“Memanfaatkan istrinya untuk apa?” Gara mencoba menggali informasi lagi.
“Kamu enggak perlu tahu Gara.” Rhea menatap Gara. “Aku pulang dulu ya, Juna sebentar lagi datang, makasih udah mau dengar curhatan ku.” Rhea mencium pipi Gara sebelum kembali ke aparmentnya.
“Howahhh..” Gara berlari menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, dia menggosok-gosok pipi kanannya yang dicium Rhea. "Najis! Harus dicuci pakai air tujuh sumur nih." Gara masih geli dengan kejadian barusan.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada Kalani?” Gara menatap bayangan dirinya di cermin wajah Kalani terbayang-bayang di otaknya.
TRIIING!
Notif dari aplikasi Golden Spoon.
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kanigara kerja bagus! Kamu bisa memancing Rhea bercerita pada mu, saya yakin ada hal besar yang Juna rahasiakan dengan cara memanfaatkan Kalani.’
“Hahh.. Kalani.” Gara berbaring di kasur, dia ingin sekali menemui Kalani tapi merasa belum tepat waktu.
“Mister! Apa yang sudah kamu dapat dari menyadap ponsel Rhea?”
TRIIING!
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Saya sudah menyadap email Rhea! Saya sedang merangkai informasi-informasi yang saya dapat dari data di laptop Navera dan email Rhea. Tunggu instruksi selanjutnya!’
Malam itu Gara tidak bisa tidur, dia mengkhawatirkan Kalani. Di otaknya seperti terputar kembali masa-masa indah saat dirinya dan Kalani berpacaran.
*Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, tunggu cerita selanjutnya, thx*!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Didik Setyawan
crta narsis,d'cium pipi ma cwe cntik aj gyax kyk gitu.kyk cwo gay aj...
2023-02-02
0
service akun
up
2022-09-16
1
Utagusta
Lgi thorrr
2022-09-12
0