Bab 20 : Mahadewa dan Arjuna!

...ALL ABOUT MAHADEWA!...

Mahadewa Sanjaya, tahun ini umurnya menginjak tiga puluh lima tahun. Founder sekaligus CEO perusahaan pengembang game Golden Spoon ini masih berstatus single, alias belum menikah.

Mahadewa adalah anak pertama dari Mirea dan Jeremi Deno. Sejak kecil Mahadewa sudah diajarkan hidup mandiri, kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka. Sang ibu bekerja sebagai dosen di salah satu universitas swasta dengan reputasi yang sangat baik, sedangkan sang ayah bekerja sebagai manajer research and development di PT. Mienesia.

Jeremi adalah salah satu orang kepercayaan founder PT. Mienesia, Putra Manoreh. Hubungan mereka sangat dekat baik di perusahaan atau diluar perusahaan.

Kembali ke Mahadewa.

Sejak lulus SMP, tepatnya setelah kedua orang tuanya bercerai, Mahadewa memilih pergi ke Singapura.

Sang ibu melimpahkan hak asuh ke ayahnya, tapi Mahadewa tidak ingin tinggal bersama ayahnya. Akhirnya Mahadewa meminta kepada sang ayah untuk dikirim ke Singapura, tanpa pikir panjang saat itu ayahnya langsung mengurus semua kebutuhan Mahadewa di Singapura.

Saat Mahadewa pergi ke Singapura, umur Kalani masih sepuluh tahun, dia masih anak kecil yang belum begitu tahu urusan rumah tangga kedua orang tuanya yang kacau balau.

Saat itu Mahadewa juga tidak memperdulikan bagaimana nasib Kalani. Hal itulah yang sekarang dia sesali, karena hal itu membuat Kalani menjadi tidak dekat dengannya selayaknya kakak dan adik.

Setelah lulus SMA, Mahadewa mengambil S1 jurusan animasi di salah satu universitas di Tokyo, Jepang. Lalu melanjutkan S2 robotik di KAIST, Korea Selatan.

Setelah lulus kuliah, Mahadewa bekerja di salah satu perusahaan pengembang game di Seoul, Korea Selatan. Hanya satu tahun bertahan, Mahadewa kembali ke Tokyo, dia bekerja di salah satu perusahaan pembuat animasi yang terkenal di sana.

Berbekal ilmu dan pengalaman bekerja yang belum begitu lama, Mahadewa bersama salah kedua temannya yang berasal dari Seoul dan Tokyo, nekat memulai pembuatan game sederhana. Awalnya markas mereka berada di Tokyo, namun pada akhirnya mereka pindah ke negara ini saat resmi meluncurkan game.

Berbekal nekat, tekat dan bakat akhirnya Mahadewa bisa juga memetik buah keberhasilan. Di tahun ke lima perusahaan bernama Golden Spoon itu menjadi salah satu perusahaan pengembang game yang bertumbuh dengan sangat baik.

Setelah tahun ke lima, Golden Spoon semakin terdepan, game-game yang mereka luncurkan sangat beragam, mulai dari game ringan hingga berat semua ada. Itulah sebabnya Golden Spoon semakin banyak dikenal dari berbagai kalangan, bukan dari kalangan gamers saja.

.......

.......

Mahadewa duduk di kursi sebuah bar, tangan kirinya memegang ponsel dan tangan kanannya memegang gelas berisi wine.

Mahadewa sedang sibuk menganalisis data-data yang berhasil dia sadap dari laptop Navera. Dia mengulang semua data yang sudah dia analisis, hal itu dilakukan karena Mahadewa masih haus informasi mengenai penggelapan dana dan ekspor Nextroz yang didalangi oleh adik iparnya itu, Juna.

"Hahh.. semakin digali semakin menemukan banyak bukti kotornya tangan Juna." Mahadewa meneguk winenya hingga habis.

"Selamat malam bapak Mahadewa." 

Mahadewa menoleh saat mendengar seseorang menyapanya.

Juna tersenyum menyapa sang kakak ipar. "Lama enggak ketemu, kakak ipar" Juna duduk disebelah Mahadewa.

"Bukannya memang kita lebih baik enggak ketemu?" Sindir Mahadewa.

"Hemm.. ide bagus. Aku juga tidak berminat betemu dengan mu. Tapi.." Juna menggantung kata-katanya, dia menuang wine di gelas milik Mahadewa, lalu meneguknya.

"Tapi apa?" 

"Tapi kamu memasuki wilayah teritoriku. Dan itu membuatku risih." 

"Ngomong yang jelas, jangan bertele-tele. Apa maksudmu?" Mahadewa sebenarnya sudah menduga bahwa Juna bisa saja mengetahui bahwa dirinya sedang menyadap ponsel Kalani, tapi dia berpura-pura tidak paham.

"Hentikan penyadapan ponsel Kalani, kau mengganggu sistemku." Juna menatap sengit Mahadewa, dia marah karena tahu bahwa Mahadewa mulai beraksi.

"Hahaha.." Mahadewa tertawa sambil bertepuk tangan. "Hebat juga kau Arjuna, seorang pebisnis mie instan tapi bisa melakukan sistem penyadapan dengan level tinggi. Siapa heaker mu? Katakan padanya aku akan membayar sepuluh kali lipat jika dia mau bekerja di perusahaanku." Mahadewa sengaja menyulut emosi Juna.

"Hentikan penyadapan ponsel Kalani atau seluruh sistem game perusahaanmu akan rusak secara misterius." Juna tidak mau kalah, dia mengancam Mahadewa.

"Oke akan ku hentikan tapi jawab dulu pertanyaanku."

"Apa?"

"Kenapa kamu menyadap ponsel Kalani?"

"Wajar dong! Dia istriku, aku harus mengontrolnya. Dia cantik, pintar dan mengendalikan perusahaanku, bagaimana kalau dia selingkuh? Tentu saja itu akan merugikanku, makanya aku menyadap ponselnya."

"Ch.. hah.. aku udah berselera minum setelah melihat kotoran anjing berada dihadapanku." Mahadewa berdiri, hendak pergi dari tempat itu tapi….

BUG!

Juna meninju pipi Mahadewa, membuat pengunjung bar yang lain memusatkan perhatiannya pada mereka berdua.

"Hah.." Mahadewa tersenyum kecut. "Kendalikan emosimu adik ipar. Citra bos bijaksana FAKE yang kau bangun di masyarakat akan lenyap karena bisa saja akan ada orang yang memposting kejadian ini di media sosial." Mahadewa berbisik di telinga Juna.

Juna sangat emosi, kedua tangannya masih mengelal. 

Mahadewa pergi meninggalkan bar. Dia segera mengirim pesan ke Gara untuk meninggalkan apartmen. Mahadewa harus mengamankan Gara dari Juna.

...----------------...

Gara segera mengemasi barang-barangnya, dia langsung meninggalkan apartmen setelah menerima instruksi dari Mahadewa.

Gara langsung menuju ke alamat yang Mahadewa kirimkan, di salah satu vila pribadi milik Mahadewa.

"Akhirnya kamu sampai juga." Mahadewa sedang meneguk wine, dia duduk di sofa di ruang tamu.

"Ada apa mister menginstruksikan untuk mengemas barang saya lalu kesini?" Gara tidak tahu alasan Mahadewa menyuruhnya datang ke sini.

"Juna sudah tahu bahwa saya menyadap ponsel Kalani."

"Apa?? Terus gimana mister?" Gara kaget.

"Tadi saya sedang bersantai di sebuah bar, lalu tiba-tiba Juna datang dan mengancam saya. Dia meminta saya menghentikan penyadapan ponsel Kalani, jika tidak maka sistem game perusahaan saya bisa saja dia obrak-abrik."

"Gawat!"

"Baru saja saya memutus sambungan penyadapan ke ponsel Kalani, karena bisa saja ancaman itu benar. Saya tidak ingin menyeret perusahaan saya ke dalam situasi bahaya."

"Iya mister, keputusan yang baik. Kita bisa mencoba mendekati Kalani lagi, tenang saja, saya akan selalu membantu mister." Gara mencoba menghibur Mahadewa yang tampak kacau.

"Untuk sementara kau tinggal disini, jangan hubungi Kalani terlebih dahulu. Saya akan membuat rencana agar bisa menculik Kalani." 

"Menculik Kalani??" Gara kaget sampai matanya melotot.

"Iya, kita harus bisa menculik Kalani, dan menggali informasi darinya." Mahadewa menuang wine lagi ke gelasnya yang sudah kosong.

"Tapi bukannya hal itu terlalu beresiko mister?"

"Saya yakin Juna sedang sangat waspada sekarang. Penyadapan-penyadapan yang kita lakukan mungkin saja bisa ketahuan lagi oleh Juna."

"Lalu apa rencana kita sekarnag mister?"

"Saya masih memikirkannya, tapi yang pasti kamu harus aman dulu. Jangan sampai Juna juga mencurigai mu. Saya juga berharap penyadapan di ponsel Rhea jangan cepat ketahuan. Masih banyak yang bisa kita gali dari Rhea."

"Oke mister."

Terpopuler

Comments

Lalaluna14

Lalaluna14

Lanjuuuut thor! Tambah asik nih, mulai baku hantam😆

2022-09-20

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!