Urusan apartmen dengan Stanlay telah berakhir, Gara merasa lega akhirnya dia bisa bebas dari si ulat bulu. “Wahhh.. gila! Ruangan segini aja harganya selangit, kalau bukan gara-gara Mr. Golden Spoon mungkin seumur hidup aku enggak bakal bisa tinggal di tempat ini." Gara mengitari apartmen seluas dua puluh lima meter persegi itu.
Gara baru mulai mengisi apartmen dua minggu setelah Stanlay menyerahkan kepemilikan padanya.
Selama dua minggu itu kegiatan Gara adalah olahraga dan perawatan diri. Gara ingin terlihat keren agar mudah menggoda Rhea.
Mr. Golden Spoon mengirimkan furniture, barang elektronik dan kebutuhan lainnya untuk mengisi apartmen Gara. Barang-barang yang dikirim tidak main-main, semua berkelas dan mahal demi melancarkan rencana mereka.
Gara dan Mr. Golden Spoon membuat rencana untuk mendekati Rhea. Gara jug sudah menerima alat sadap ponsel, dia harus berhasil menyadap ponsel Rhea agar reward misi kali ini bisa naik menjadi dua kali lipat.
...----------------...
Matahari mulai terbenam, namun proses mengisi apartmen ternyata belum selesai, bahkan prosesnya baru setengah jalan.
“Hah.. capek juga ya walau cuman beberes dikit-dikit.” Gara sedang menunggu sofa dan meja datang, dia berdiri di depan pintu apartmen yang terbuka.
“Pindahan ya?”
Gara menoleh saat mendengar seseorang bertanya padanya. Ternyata Rhea, dia baru pulang dari rumah sakit. “Oh.. iya.” Gara merapihkan rambutnya.
“Kenalin nama aku Rhea, tinggal disin.” Rhea menjulurkan tangan berniat bersalaman.
“Salam kenal, aku Gara. Eh.. maaf tangan aku kotor, masih pindahan, nanti tangan cantik kamu jadi kotor.” Gara menolak dengan gombalan.
Pipi Rhea merona merah mendengar gombalan Gara. “Oke, enggak apa-apa. Oiya.. kalau butuh bantuan jangan sungkan-sungkan ya.”
‘Hemm.. kayaknya mendekati Rhea enggak sesusah yang aku bayangin.’ Batin Gara.
“Iya Rhea, makasih.”
“Enggak usah makasih, kan aku belum bantu apa-apa.” Rhea melirik ke dalam apartmen Gara, dia melihat beberapa furniture dan alat elektronik bermerk.
"Emm.. aku masuk dulu ya.” Rhea lalu pamit masuk ke apartmennya.
Malam ini Gara menginap di apartmen barunya, meski di ruang tamu dan dapur masih berantakan, tapi di kamar tidur utama sudah rapih
Gara menikmati secangkir kopi panas di balkon kamarnya sambil memandang kelap-kelip lampu dari gedung-gedung yang tinggi menjulang, pemandangan malam di sini memang bagus.
“Mister makasih ya, kalau bukan karena mister mana bisa aku tinggal di tempat ini.” Gara mengajak Mr. Golden Spoon berkomunikasi.
TRIIING!
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Kamu bisa mendapatkan apartmen yang lebih mewah dari ini saat semua misi-misi kita selesai.’
“Selesai? Heumm.. aku penasaran ending dari misi ini. Emm.. kalau aku boleh tebak, ending misi ini adalah merusak rumah tangga Kalani dan Juna, benar enggak mister?” Gara masih mengajak Mr. Golden Spoon ngobrol.
TRIIING!
‘Pesan dari Mr. Golden Spoon : Merusak rumah tangga orang adalah perbuatan tidak baik, aku bukan orang seperti itu. Ada hal besar yang mungkin akan kita temukan sebentar lagi.’
“Hal besar? Apa mister?” Gara semakin penasaran.
‘Pesan dar Mr. Golden Spoon : Lakukan dulu rencana kita, selesaikan misi ini dengan baik. Lalu kita akan bertemu.’
“Oke mister, doakan aku berhasil.”
...----------------...
Pagi hari Gara pergi ke tempat gym di kawasan apartmen, dia sudah menyelidiki bahwa Rhea selalu olahraga di tempat itu setiap jam enam pagi.
Gara yang sudah mendapatkan bentuk badan yang lebih bagus mulai berani memakai kaos gym lengan pendek yang ketat membentuk badan.
Gara memulai fitness lebih awal dari jam fitness Rhea, dia sengaja ingin terlihat berkeringat agar terlihat sexy. Menurut research yang Gara temukan, wanita menganggap lelaki sexy saat sedang olahraga.
Mendekati jam enam Gara berpindah ke trademill, alat olahraga yang paling sering dipakai oleh Rhea.
“Morning.” Sapa Rhea ke Gara.
“Morning Rhea.” Gara balik menyapa Rhea.
Sesuai dugaan Gara, Rhea datang jam enam pagi, lalu memulai olahraga dengan trademill.
“Fitness disini juga?” Tanya Rhea sambil menyeting trademillnya.
“Biasanya enggak disini sih, tapi karena udah mulai pindah di Grand Verde yaudahlah disini aja yang dekat.” Gara masih berjalab di trademillnya.
“Memang kamu sebelumnya tinggal dimana?”
“Di Apartmen Sky Panorama.”
“Wow.. itu kan apartmen super mewah, kenapa malah turun kelas jadi pindah disini?”
“Aku suka pindah-pindah apartmen, aku selalu sewa satu tahun lalu pindah. Enggak perduli itu pindah ke apartmen lebih jelek atau lebih bagus, yang penting ganti suasana. Entah kenapa tiba-tiba aja pengen tinggal disini, emm.. mungkin takdir kali ya.” Gara menggantung kata-katanya ubtuk melihat reaksi Rhea.
“Takdir??”
“Takdirnya dapat tetangga cantik dan super ramah.” D*mn! Gara memulai aksi gombalannya lagi ke Rhea.
“Bisa aja kamu Gara.” Muka Rhea merona lagi, Gara jadi semakin yakin bahwa Rhea adalah tipe wanita yang suka dipuji.
Keringat mulai bercucuran diseluruh tubuh Gara, tapi dia tidak berniat mengelapnya sama sekali walau handuk kecil sudah berada di depannya.
“Emm.. kamu kerja apa Gara?” Rhea mulai penasaran dengan Gara.
“Pengangguran.” Gara menjawab dengan santai sambil melemparkan senyum ke Rhea.
“Yang benar aja, seorang pengangguran tapi bisa pindah-pindah apartmen.” Rhea membalas senyum Gara.
“Sudah satu tahun lebih aku cuman hidup dari uang hasil tanam saham di beberapa perusahaan. Sebelumnya aku kerja di London lima tahun lebih sebagai bankir di salah satu bank swasta disana. Tapi setelah tahu dunia trading dan crypto aku pilih resign lalu balik ke sini, buat fokus disitu dan yaaa.. buat menghemat biaya hidup juga sih.” Sesuai skenario yang sudah dibuat, Gara berhasil akting dengan sangat alami, great job aktor Gara!
“Enak dong ya enggak harus kerja tapi dapat pemasukan terus.” Sindir Rhea.
“Ya tapi enggak bisa nabung sih, terlalu banyak waktu luang jadi sering kepingin ini itu, boros. Niatnya mau menghemat biaya hidup tapi bengkak difoya-foyanya, heumm.. sama aja kan?” Nice Gara!
“Enggak apa-apa mumpung masih single, iya kan?” Rhea semakin penasaran dengan sosok Gara.
“Iya aku masih single kok, dan jomblo." Gara menekankan statusnya.
"Sama dong kita."
"Kamu jomblo?"
"Iya."
Gara tersenyum. "Kamu kerja apa Rhea?”
“Aku dokter.”
“Beneran??”
“Hem.. benerlah. Kenapa memangnya?”
“Aku kira kamu model atau influencer lho. Kalau dokternya kamu pasti banyak yang rela disakit-sakitin demi berobat ya?” Gara masih meluncurkan jurus gombalan.
“Ya enggak gitu juga sih Gara.” Rhea tersipu malu, wajahnya semakin memerah.
“Maaf ya Rhea aku duluan, mau siap-siap dulu, aku ada training jujitsu soalnya. Bye, sampai ketemu.” Gara pergi meninggalkan Rhea.
“Heumm.. laki-laki yang menarik.” Rhea masih memperhatikan Gara yang bejalan keluar dari tempat gym.
*Bersambung..
Oke, Gara mulai jago akting nih, hehe..
Tunggu next step dari Gara yaa, jangan lupa tinggalkan jejak, thx!😍*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
AitchAre
damn, gw harus belajar dr gara nih tentang pergombalan
2024-02-11
0
Utagusta
thor updatenya manaaa?😅
2022-09-11
0
Sergi Kiruners
gajelas
2022-09-10
0