Dua berita

***

Hari ini hari senin, hari dimana anak-anak malas untuk berangkat ke sekolah. Karena selain harus mengikuti upacara, biasanya jadwal hari senin sangat padat.

Tapi ada yang lain di hari ini. Berita tentang pak Darmaji mulai jadi perbincangan hangat. Mariska dan Mayang pun turut jadi bahan perbincangan mereka.

"Gila ya pak Aji, aku kira dia orang baik-baik, ehh ga taunya edan to ?"

"Kesepian kali, kan dia di tinggal istrinya udah lama"

"Iya kali ya"

"ehh patesan aja ya si Mayang tuh jadi anak pendiam gitu, padahal kan dulu anaknya aktif"

"Bener banget tuh"

"Kasihan ya Mariska, katanya mayatnya masih utuh loh, ih ngeri tau, kurang lebih satu tahun meninggal loh dia tuh"

"Waaah serius ??"

"Katanya masih kelihatan cantik banget tau ga sih, gilaa"

"Ya iyalah, kan katanya mayatnya di kasih gormalin sama pak Aji"

"Hidih, nekat banget ya pak Aji"

"ga kebayang deh, nemuin jasad yang masih utuh dalam lemari, ih serem banget"

"Kok pak Aji berani ya memasuki ruang kelas 12 IPA 1 itu, padahal kan ruang kelas keramat, berpuluh-puluh tahun lamanya ga pernah ada yang berani masuk ke sana"

"Mungkin karena bingung mau di sembunyiin di mana, jadi dia nekat deh nyembunyiin di lemari kelas itu, hiih serem ya"

Kurang lebih begitulah obrolan siswa siswi di sana. Dimana-mana mengobrolkan tentang hal itu.

***

"Anak-anaku yang tercinta" ucap pak Agung selaku kepala sekolah dalam sebuah pidato.

"Owwwh, ternyata pak Agung cinta sama aku" ucap Rita berbisik lirih ke Mega dan Nia.

"Apaan sih lu ! brisik !" ucap Mega.

"ke-PD-an banget lu" kata Nia.

"Hari ini bapak akan menyampaikan 2 berita, satu berita bahagia dan 1 lagi berita duka, yang pertama berita bahagiannya adalah teman-teman kalian atas nama Rifki Muamar Azrori, Doni Alfarizy, dan juga Zilvana ziya, yang telah berani mengungkap sebuah misteri yang sangat tak terduga, beri tepuk tangan untuk ketiga siswa siswi ini, silahkan maju ke depan kami ada sedikit penghargaan sebagai rasa ucapan terima kasih kami, karena kami sangat bahagia" ucap pak Agung.

PROKK PROKK PROOOKK

Suara riuh tepuk tangan terdengar sangat merdu di tengah lapangan yang begitu menyengat panasnya.

"Itu anak baru kan ?"

"waah hebat ! berani sekali mereka ya ?"

"Jagoan gua tuh Doni"

"Anak baru kayaknya kalem tapi pemberani juga ternyata"

"Wah anak barunya cantik juga ya ?"

"Si anak baru itu serasi ya kalau sama Rifki"

"Iya kayak ada chemistry gitu sama Rifki"

"awas aja nanti kamu zi" ucap Mega.

"kesempatan tuh biar bisa dekat terus sama Rifki " kata Nia.

Setelah acara pemberian penghargaan keberanian mereka bertiga pun kembali ke tempat semula. Dan kini pak Agung mengumumkan berita yang ke dua, yaitu berita duka.

"(menundukan kepala) berita yang ke dua, yaitu (tak sanggup berkata-kata)"

Semua murid benar-benar penasaran, ada berita duka apa di sana ??

"Berita yang kedua adalah berita duka dari mbah Muryat"

"Ada apa dengan mbah Muryat ??"

Zizi nampak serius mendengarkannya.

"Semoga tidak terjadi apa-apa pada mbah Muryat" ucap Zizi dalam hati.

"Mbah Muryat meninggal dunia"

DEGG !!

"Innalillahi wainnailaihi rojiun" ucap semua yang mendengar berita itu dengan kompak.

Mata Zizi yang tadinya nampak sipit kini mulai terbelalak saat mendengar kalimat itu. Zizi yang baru berjumpa sekali dengannya benar-benar tak yakin, kalau beliau kini sudah tiada.

"Bukankah kemarin beliau nampak sehat sekali ya ?" ucap Zizi dalam hati.

"Semoga tidak ada kejadian aneh lagi di sekolah ini, karena juru kuncinya sudah meninggal setelah acara penutupan segel kemarin" ucap Pak Agung dengan lesunya.

"waah, udah ga bisa membuka segel lagi dong pak ?" tanya salah satu siswa di sana.

"Semoga kita bisa segera menemukan pengganti mbah Muryat yang baru, agar tidak kita semua tidak perlu was-was terhadap teror hantu kelas 12 IPA 1 yang selalu mengganggu ketenangan murid di sini" jawab pak Agung.

"Aamiin" ucap semua murid kompak.

"Mari kita beri sedikit hadiah Al-fatihah untuk mbah Muryat" kata pak Agung.

Di pimpin oleh pak Agung semuanya pun memberikan hadiah lantunan Al-fatihah untuk mbah Muryat. Setelah selesai Pak Agung mempersilahkan anak-anak untuk bertanya jawab seputar kejadian kemarin.

"Maaf pak, mau nanya tentang Mayang, bagaimana keadaannya sekarang ?" tanya salah satu siswi.

"Dia dalam perawatan, do'akan saja agar ia segera pulih dari masa traumanya yang ia pendam selama ini" jawab Pak Agung.

"Kasihan juga ya dia"

"Lalu bagaimana dengan mayat Mariska ??" kata salah satu siswa.

"Orangtuanya langsung membawanya pulang dan katanya mau segera di makamkan" kata pak Agung.

"Apa tidak sebaiknya di autopsi dahulu, biar tau lebih dalam tentang kematiannya itu yang sebenarnya" tanya salah satu murid.

"Tidak, orangtuanya sudah merelakannya, jadi mereka hanya ingin anaknya di kuburkan dengan layak" jawab pak Agung.

***

CKLEEKKK

CREKEEETTT

"Ada apa kemari lagi ??" ucap seorang perempuan yang sedang duduk di kursinya.

"Terserah aku dong" jawab seorang lelaki sembari berjalan mendekat setelah menutup pintu.

"Bukankah aku sudah menuruti permintaanmu ?" tanya perempuan itu.

"Nah ! maka dari itu, aku kemari mau ngucapin terima kasih banyak karena sudah mau bergabung denganku" kata lelaki itu.

"Ya sudah. pergilah. Hari ini aku tidak mau di ganggu siapapun !" ucapnya.

"Ahh payah !!" gerutu lelaki itu sambil menggetok-getokan jarinya ke sebuah meja.

"Apa kau belum puas ??" tanya perempuan itu lagi.

"Sudah ko sudah, aku cuma mau menawarimu untuk kerja sama lagi" ucap lelaki itu.

"Untuk saat ini aku tidak mau, tidak tertarik ! tenagaku hampir habis " ucapnya dengan nada malas.

"Payah lu ! ga sekarang sih, yaaaa.... mungkin bulan depan, saat ini aku cuma lagi merencanakannya saja dulu, biar matang, biar ga gagal" kata lelaki itu.

"Lalu ngapain datang kemari hari ini ??" tanya perempuan itu sedikit kesal.

"Sabar, jangan emosi gitu" ucap lelaki itu sedikit mempermainkan.

"Kalau saja segel itu tidak ada padamu, sudahku habisi kau !"

"Ha haa haa haaaa, lucu sekali raut wajahmu itu"

"Terserah kau sajalah, mau bicara apa ! rasanya aku terlalu muak denganmu !" ucap perempuan itu.

"Ya karena cuma segel ini yang kau takuti, ya kan ?? ha haa haa haaa"

"Silahkan tertawa dengan puas !! akan aku pastikan segel itu akan segera berpindah tangan"

DEGG !!

"Apa maksudmu ??" tanya lelaki itu.

"Sainganmu adalah kawanmu sendiri ! dan kau selalu menganggap remeh orang lain ! padahal belum tentu ! karna di atas langit masih ada langit !! satu yang harus kamu tau !! yang aku takuti bukan cuma segel itu !! tapi ada kalimat yang mampu merusak organ tubuhku !! kalimat itu yang sangat aku takuti !! paham ??!!" ucap perempuan itu.

"Kalimat ?? kalimat apa itu ?"

"Tidak akan ku beri tau ! kalau ku beri tau itu sama saja dengan bunuh diri !!"

"oh !! berani ya kamu sekarang ?!!" ucap lelaki itu sambil menunjuk wajahnya dengan jarinya.

"Sudahlah !! aku tidak ingin berdebat denganmu ! aku lelah" ucap perempuan itu kemudian pergi meninggalkan lelaki itu.

"Kalimat apa yang sebenarnya ia takuti ?? kenapa ia bilang kalau kalimat itu dapat merusak organ tubuhnya ??" tanya lelaki itu dalam hati.

Ia pun keluar dari ruangan itu.

CKLEEKKK

"Lihat saja nanti !! akan ku cari kalimat itu dan akan ku binasakan dirimu ! ha haa haa haaa"

Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!