Larangan kost

"mungkin saja itu Mayang beneran" kata Rifki.

"ciri-ciri yang punya khodam harimau putih itu, berwibawa, pendiam, karismatik, rajin beribadah, temprament, tatapan tajam, dan waspada, ya kan Ki ?" tanya Doni.

"hemm... terus kalau khodam ratu ?"

"percaya diri, mata yang tajam, di sukai banyak orang, mandiri dan pekerja keras"

"nah tuh lu tau"

"zizi lebih dominan ke khodam ratu ki"

"tapi zizi itu manja, ga mandiri"

"dia juga ga temprament ko ?"

"kata siapa ? lu belum tau dia kan ? dan sebenarnya zizi itu mandiri, cuma karna dia hidup masih selalu di temani orangtuanya, jadilah manja. lihat aja sekarang. dia jauh dari orangtuanya, mandiri kan ? walaupun belum bisa makan baso"

"aku curiga, sebenarnya tuh dia punya ilmu loh ki, tapi ga pernah ia gunakan"

"yah, semoga saja bukan ilmu pahit lidah"

"ilmu yang mampu melihat masa lalu ki"

"kayak lu ???"

"bisa jadi, kita lihat saja, punya ilmu apa saja tuh anak"

***

"zi, aku boleh ga main ke tempat kost kamu ? bosen nih di rumah terus" tanya Mega lewat pesan singkat aplikasi.

"bolehlah, main aja, mumpung belum malam, masih sore"

"oke, aku kesitu ya ?"

"sama Rita dan Nia ga ?"

"nggak, aku sendirian"

Tak lama Mega pun sampai ke tempat kostnya Zizi. Zizi ga tau kalau sebenarnya Mega itu hanya pura-pura mau jadi temannya. Zizi kira Mega beneran tulus. Tapi ternyata Mega main ke sana adalah untuk mencari tau apa sesuatu.

"ehh zi, aku ko laper, bisa pesan makanan ga ?" kata Mega.

"bisa, pake aplikasi, mau makan apa ?" tanya Zizi.

mereka pun mulai memesan. Sambil menunggu pesanan datang mereka pun ngobrol ngalor ngidul nggak jelas.

"di sini tuh aa larangan-larangannya ga sih Zi ?" tanya Mega.

" ya ada lah"

"aku tuh sebenarnya pengin kost juga, tapi kadang males kalau banyak aturan dan larangannya gitu"

"ya ga apa-apa lah, itu pun demi keselamatan kita juga"

"terus ? di sini banyak ga larangan-larangannya ?"

"ga tau, belum aku baca, itu masih ada di meja"

"haha, ternyata anak pintar kayak kamu punya sifat malas juga ya ? malas membaca"

"hahaha, ga gitu juga"

"ehh Zi, numpang nge-charger hp ya ?" kata Mega.

"Oh iya. silahkan saja, taruh saja di samping hp ku yang sedang di charger juga"

"ok. makasih"

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan mereka datang juga. zizi pun turun ke lantai bawah untuk mengambilnya.

"bagus. kini saatnya aku beraksi, sepertinya tadi aku lihat ada lembaran kertas bertuliskan 'LARANGAN KOST' di tumpukan buku-buku" ucap Mega sambil beranjak mencari kertas itu.

setelah dapat ia mencoba membacanya sebentar. sepertinya membacanya agak serius tapi sambil tengak tengok takut ketahuan Zizi.

Tiba-tiba suara hp Mega berdering yang membuatnya kaget.

"ahh ! bikin kaget aja, siapa sih ? ga tau lagi dalam situasi gawat darurat begini ya ?" kata Mega sembari menghampiri hpnya.

Mega kaget dan reflek langsung melempar hpnya saat tau kalau yang menelponnya adalah nomor Zizi. sedangkan hpnya Zizi ada di sebelah hpnya Mega.

Terlihat pula hpnya Zizi sedang melakukan sebuah panggilan. Detak jantung Mega seolah-olah terdengar menggema di ruangan itu.

"Mana mungkin ???" tanya Mega bingung bercampur takut.

Saat ia sedang panik tiba-tiba hpnya Mega berdering lagi. sontak Mega pun berteriak.

"AAAAAA"

Zizi segera menghampiri Mega.

"Mega, kamu kenapa ??"

Mega yang tadinya tak tau darimana Zizi datang ia pun kaget saat tiba-tiba Zizi sudah ada di dekatnya.

"kamu kenapa ?" tanya Zizi.

"emmm... itu... itu..."

"ada apa ?"

"ga mungkin aku ngomong kalau tadi....." ucap Mega dalam hati.

"ada apa ??" tanya Zizi mengulang pertanyaan yang sama.

"ada kecoa"

"dimana ??"

"u u udah pergi"

"huufh ! syukurlah, oh iya ini makanannya, aku ambil piring dulu ya ?" ucap Zizi.

"iya"

Mega segera mengambil kertas tadi dan memasukkan ke dalam tasnya. Ia memberanikan diri untuk mengambil ponselnya. Dengan penuh hati-hati dan dag dig dug.

"ya ampun, ternyata mama yang nelpon, tapi tadi..... bukannya ????"

Mega segera memasukkan ponselnya ke saku dan mencari Zizi keluar kamar.

"zi, kamu dimana ??"

Tapi ruangan itu begitu sepi. Seperti tidak ada penghuninya satupun.

"sepi sekali, pada kemana sih ? zi... kamu dimana" ucap Mega sambil terus berjalan perlahan mencari zizi dan menahan ketakutan.

Mega mencari ke seluruh ruanga lantai 4 tapi tidak menemukan siapapun termasuk Zizi.

"Tadi katanya mau ambil piring ? bukankah dapurnya ada di sini ? terus Zizi kemana ?"

karna cape mencari, Mega pun duduk di sebuah meja makan dekat tangga. Ia mencoba mengecek ponselnya. Saat sedang menghadap ke arah ponsel Mega merasakan seolah-olah ada yang sedang menatapnya di tangga itu. Mega mencoba melihatnya, namun tidak ada siapapun.

"aneh, tadi jelas-jelas aku lihat ko ada yang sedang memperhatikan aku, tapi ko ga ada ya ?"

Tak jauh dari situ juga terdapat sebuah lift. Lift itu sepertinya sedang naik ke lantai 4. Mega menunggunya.

"semoga saja itu Zizi, aku udah ga betah banget di sini"

Tapi alangkah terkejutnya Mega saat pintu lift itu terbuka ternyata ga ada orangnya. Mata Mega seolah-olah melebar meyakinkan bahwa ia tak salah lihat.

DAG DIG DUG

"ok ok, gua pulang sekarang" ucal Mega dengan nafas terengah-engah menahan rasa takutnya.

Ia segera lari ke bawah tanpa menghiraukan apapun. Bahkan Di lantai 2 Mega bertemu dengan Zizi yang sedang menenteng makanannya.

"Loh, Mega mau kemana ? ini loh saya baru ambil makanannya, ayo kita makan" ucap Zizi sambil sedikit berteriak karna melihat Mega terus berlari.

Mega terus berlari hingga pintu gerbang. Nafasnya berasa habis terkuras. Sepertinya ia baru menyadari sesuatu.

"Loh ??? tadi yang di lantai 2 itu Zizi ya ? terus yang tadi ada di lantai 4 bilangnya mau ambil piring siapa dong ? OMG serem banget siiiih"

***

"serius seserem itu kostnya ?" tanya Rita.

"ngapain gua bohong, Demi Tuhan, segede ini baru pertama kali gua ngalamin kayak gitu" ucap Mega.

"tapi lu ga lupa kan ama kertas itu ?" tanya Nia.

"oh tentu tidak dong"

kemudian Mega mengeluarkan kertas itu dari dalam tasnya. Di rebut oleh Rita dan mulai di bacanya.

"Larangan kost ! dan harus di patuhi. 1. dilarang membawa teman cowok 2. dilarang pulang terlalu malam melibihi jam 9 malam 3."

"ahh kelamaan lu !" kata Nia sambil merebut kertas itu.

"ga usah di baca semuanya Rita !!! cari yang gampang aja buat menjebak si Zizi" ucap Mega.

"gimana kalau ini"kata Nia sambil menunjukkan tulisan itu.

"di larang nyanyi jawa ?" ucap Rita dan Mega kompak.

Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!