Dari balik pintu

Di saat bersamaan Mayang baru saja memasuki pintu gerbang. Sepertinya ia agak terburu-buru karena takut telat. Tapi saat ia melangkahkan kaki menuju gudang ia melihat ada yang sedang berlarian. Mayang segera mencari tempat yang aman untuk bersembunyi sambil mengintai siapa yang ada di sekolahan malam-malam begini.

"Mega ??" ucap Mayang kaget.

ia terus memperhatikan dari jarah lumayan jauh.

"ngapain mereka malam-malam di sini ?? dan....."

ucapannya terhenti, ia segera lari ke gudang untuk memastikan pria tua itu tidak mengejar Mega dan yang lainnya.

Sedangkan Rifki masih mencoba membangunkan Zizi.

"Di angkat berat, di tinggal bahaya, haduuh gustii... gimana ini ??" ucap Rifki.

Tiba-tiba ia mendengar ada suara langkah kaki mendekat dan mulai membuka pintu.

DEGG

Ternyata itu Mayang. Mayang kaget saat melihat Zizi pingsan. Ia segera menghampirinya dan bertanya pada Rifki apa yang terjadi.

"aku juga tau May, kenapa Zizi bisa pingsan" ucap Rifki.

"ya udah ayo kita bawa pergi dari sini" ucap Mayang.

saat mereka akan membawa Zizi pergi datanglah pria itu.

"sudah aku duga, ini semua rencana busukmu Mayang !!" ucap pria itu.

"aku sama sekali tidak tau akan hal ini pak" jawab Mayang.

"pengecut !!! mana Doni !" kata pria itu.

"ga ada ! di sini hanya ada aku" jawab Rifki.

"ga mungkin ! aku nggak percaya itu, kalian selalu bersama, tidak mungkin kalau kamu di sini tapi Doni ga ada ! cuih"

"terserah bapak ! silahkan priksa ruangan ini kalau bapak ga percaya" ucap Doni.

"woy Doni ! kesini kau pengecut, jangan berani menghajarku kalau pas sepi aja ! sini kalau kau berani pengecut !! kau bilang kau akan membunuhku, sini kau Don !" teriak pria itu.

"ga ada Doni di sini pak ! percaya sama aku" ucap Rifki.

"Mayang !! kamu mau ikut aku atau mau bantuin mereka !" tanya pria itu.

Mayang terdiam.

"jangan dengarkan pria itu Mayang, sudah saatnya kamu melawannya" kata Rifki.

"ooh !! berani kamu ya ngatur-ngatur Mayang ?!!" kata pria itu.

"bapak yang sudah bersikap tidak sopan terlebih dahulu, maka dari itu saya berani" ucap Rifki.

plaakk !!

suara tamparan di pipi Rifki menggema di ruang gudang. Mayang merasa iba namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

Rifki memegang pipinya sambil menahan sakit.

"kamu masih terlalu kecil untuk ikut campur urusanku" ucap pria itu.

"jika aku masih terlalu kecil, lalu bagaimana dengan Mayang ?!!" jawab Rifki.

"Banyak omong kamu ini ya !!"

Gludakk

Rifki tersungkur ke belakang dan tertimpa kardus kosong saat pria itu menendang perutnya.

"aw..." rintih Rifki.

"pergi dari sini atau akan ku habisi kau !!"

sambil menahan sakit Rifki mencoba berdiri, kakinya terasa bergetar tak kuat menopang berat badannya.

"aku tidak akan pergi sebelum bapak membayar semua perbuatan bapak" ucap Rifki sambil memegangi perutnya.

pria itu mendekat dan menjunjung baju dekat leher Rifki dengan tangannya hingga badan Rifki sedikit terangkat.

Blakkk

Rifki di hajar oleh pria itu, di tinju hingga pojok mulutnya Rifki berdarah.

"Ya Allah, dia terlalu kuat, sedangkan aku tak punya ilmu dasar apapun, bantu kami ya Allah" ucap Rifki dalam hati sambil tergolek lemas.

"masih berani kamu ganggu aku lagi ? pergi sekarang atau aku akan mengahajarmu lagi !!"

Rifki tak kuasa menjawab, badannya lemes, ia tak bisa menjadi pahlawan seperti yang ada di tv-tv. Ternyata baru satu kali di pukul saja nyawa rasanya hilang 50%.

"kenapa aku ga kepikiran buat belajar silat atau sejenisnya, setidaknya supaya ada ketahanan fisik sedikit, ahh sial" ucap Rifki dalam hati.

saat pria itu hendak memukul Rifki lagi tiba-tiba pria itu di pukul dari belakang menggunakan kayu oleh Mayang.

Lumayan sakit, tapi itu tak mampu membuat pria itu pingsan, mungkin rasanya hanya seperti anak kecil yang di pukul oleh botol plastik kosong. oleng sedikit saja, tapi tak sampai melukai pria itu.

Mayang kaget saat pukulannya ternyata tidak membantu apa-apa, malahan itu membuat pria itu semakin kesal saja.

"kekuatanmu kayak krupuk May, ringan, hahaha, mau sok ngebelain dia ?!" ucap pria itu sambil berbalik menghadap Mayang.

Jantung Mayang berdegup kencang, ia dalam masalah. Masalah yang biasa saja belum kelar, kali ini dia harus menghadapi masalah lagi dengan pria itu.

"May, lari aja deh lu, daripada nanti lu kenapa-napa" ucap Rifki.

"nggak ki, lu bener, ini saatnya gua lawan" kata Mayang.

pria itu bertepuk tangan.

"hahaha, hebat ! mau melawan ???" ucap pria itu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Mayang.

Plakkk !!

tangan Mayang bergetar setelah menghantam pipi pria itu. Sorot matanya berbinar seolah akan menangis. Nafasnya terengah menahan rasa takut yang luar biasa.

Ini baru pertama kalinya ia melawan pria itu. sejak awal kejadian yang tak menyenangkan itu terjadi Mayang benar-benar bungkam.

raut wajah pria itu nampak kesal, ia pun melepas masker yang ada di wajahnya.

"pak Darmaji ??" ucap Rifki kaget.

pria itu mendekati Mayang dan mencekik leher Mayang sekuat-kuatnya.

"Mati aja lu ! ga ada rasa terima kasihnya kau ini !! uang SPP kalau bukan aku yang bayar ga bakalan bisa kamu bayar !! kontrakanmu siapa yang akan menanggung kalau bukan aku !! uang jajan adik-adikmu bagaimana ? kau yakin masih mau membunuhku ?! biar aku yang akan membunuhmu Mayang !!" ucap pria itu begitu marah.

sementara Mayang nampak hampir kehabisan nafas sambil menepuk-nepukan tangannya ke lantai. Rifki sekuat tenaga mencoba untuk bangun dan mencoba menolong Mayang.

Gubrakk

suara pintu di dobrak dari luar itu membuat pria tua itu menghentikan aktifitasnya, sementara Mayang terlihat lemas saat tangan pria itu lepas dari lehernya.

Rifki menatap ke arah pintu itu. Berharap segera ada pertolongan. Namun setelah di tunggu ternyata tak muncul siapapun di sana.

Itu membuat Darmaji penasaran dan mencoba mengeceknya.

***

"Tunggu-tunggu, udah ah larinya, aku cape" ucap Mega.

"iya, aku juga cape, dari tadi lari terus, lagian orang itu udah ga ngejar kita lagi ko" kata Rita.

"ya sama, aku juga cape, tapi setidaknya kita cari tempat untuk bersembunyi dulu" kata Nia.

"ya udah, jalan aja ya ? udah ga kuat nih" kata Mega.

mereka pun berjalan perlahan, setelah ada sekitar setengah jam mereka berhenti.

"cari tempat sembunyi di mana ya ?" kata Rita.

"tunggu-tunggu, ko kita ke sini lagi ya ? bukannya tadi kita tuh udah jalan jauh ya ?" ucap Nia.

mereka melihat sekeliling.

"oh iya juga ya ?"

kemudian mereka sama-sama melihat ke atas pintu, di sana ada papan nama ruangan.

"12 IPA 1 ??"

DEGGG

seolah-olah mata mereka pun melebar saat melihat papan itu. Rasanya lutut mereka bergetar dan kaki pun terasa kaku.

"kenapa ga ada yang inget kalau tadi kita lewat ruangan ini, tanpa nunduk, tanpa berisik, malah lari sambil teriak, OMG !" ucap Mega sambil ketakutan dan hampir nangis.

"gimana ini ??" tanya Rita.

"Lari aja yuk" kata Nia.

"1 2 3"

mereka lari sekencang-kencangnya. panik sepanik-paniknya.

"Mega tunggu, aku cape, udahan yuk larinya" ucap Rita.

kemudian mereka pun berhenti lagi, ehh masih di tempat yang sama.

"aaaaa ! kenapa kita tuh muter-muter di sini teruuus ?? hiks hiks (menangis)"

"perasaan kita udah lari jauh banget deh"

Tiba-tiba mereka mendengar suara pintu terbuka dari balik pintu ruangan 12 IPA 1. Mata mereka menatap tajam ke arah pintu. Belum sampai pintu itu terbuka tapi Mega udah pingsan duluan.

"Mega ??!!"

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

sepertinya mistik tersebut ada ksitannya dengan BAPAK itu. maybe

2024-03-10

3

❤little girl♥

❤little girl♥

ohh, ternyata🤣🤣

2023-11-25

2

lihat semua
Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!