Hari minggu ini sekolah nampaknya malah lebih ramai dari hari biasanya. Semua guru pun sudah berkumpul di lapangan.
"waaah pada mau upacara ya ? hehe"
Terlihat pula Darmaji atau biasa di panggil pak Aji itu masih terikat tali. Rifki dan yang lain pun masih terlihat menenakan baju lusuh mereka. Belum sempat ganti baju ?? ya belum lah.
Saat melihat anak-anak tertidur kembali kang Sahron mempunyai feeling yang ga enak, makanya ia buru-buru nelpon pak kepala sekolah dan yang lain.
Sangat tidak mungkin bila mereka memerankan teater tapi ruang gudang sangat berantakan hingga pintu ruang gudang itu pun rusak parah.
Ketika para guru itu datang pun anak-anak itu masih tertidur di sana. Kepala sekolah pun langsung mengintrogasi mereka semua.
saat di introgasipun masih saja ada yang menguap dan menggosok-gosok mata mereka, ada pula yang benar-benar harus membuka matanya lebar-lebar karena takut tertidur kembali.
Sambil menutup mata dengan tangan karena silau dari sorotan matahari mereka mulai menjawab dan menjelaskan satu persatu.
Darmaji masih menunduk malu saat anak-anak itu menceritakan kisahnya. Di tambah lagi saat Mayang di tanya dan ia meng-iya-kan semuanya. Percaya ga percaya tapi bukti itu sudah ada di depan mata.
Semua guru terlihat kecewa dengan Darmaji.
"Lalu kau sembunyikan di mana mayat Mariska ??!!" tanya kepala sekolah geram.
"itu pak, di... di ruang... di..."
"Di mana !!" bentak kepala sekolah marah.
"di ruang kelas 12 IPA 1"
DEEEGG
Terlihat raut wajah kecewa dari pak kepala sekolah itu. Ia benar-benar kecewa sama Darmaji. Darmaji telah melanggar aturannya.
Walaupun kepala sekolah itu menjabat belum terlalu lama tapi ia tau aturan sekolah itu, dan sangat menaati peraturan yang telah di sepakati berpuluh-puluh tahun itu.
Kepala sekolah itu pun akhirnya memanggil polisi dan para wali murid yang bersangkutan, seperti orang tuanya Mariska dan juga orang tua dari Mayang.
Zizi dan yang lain di suruh pulang terlebih dahulu. Apa lagi melihat keadaan mereka yang begitu berantakan.
"Neng Nia sebaiknya pulang dulu, mandi dan ganti baju, apa ga gatal itu badan kena lumpur begitu" ucap kang Sahron.
"hehe, iya kang, nanti buru-buru mandi" jawab Nia.
"Lagian aneh, ngapain juga main seluncuran di taman, udah tau di situ tanahnya becek, malah buat mainan" ledek Mega.
"Sumpah ya, semalam tuh aku beneran lagi ke jalan raya, jalannya tuh gede banget, tapi sayang, sepi" jelas Nia.
"ya sepi lah, orang lu larinya di taman sekolah, malem-malem pula" ucap Rita.
HA HAA HAAA
Nia terdiam karena heran dan bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya tadi malam.
"Ya sudah, pulang dulu semuanya, mandi, makan, istirahat sebentar, abis itu Zizi, Doni dan Rifki ikut bapak ke kantor polisi, Mega dan yang lain silahkan istirahat, dan Mayang ikut sama bu Dessy ya ?" kata pak kepala sekolah.
"Baik paaaakk !!" jawab mereka dengan kompak.
Zizi dan yang pun pulang kerumah, sedangkan Mayang di bawa oleh bu Dessy ke Komnas perlindungan anak dan perempuan.
Mayang juga akan di tes kejiwaannya. Mereka takut Mayang mempunyai depresi yang berat. Karena mereka juga tau berubahan sikap Mayang yang terbilang sangat drastis.
***
Di kost putri.
"ehh Zizi baru pulang ya ?" tanya Mila teman satu kost.
"iya kak, hehe" jawab Zizi.
"kemarin orang tuamu kesini ya ? dan pintu kamar juga ga di kunci" tanya Mila.
"hah ?? orang tuaku ke sini ?? kapan ya ? ko ga bilang ?" tanya Zizi bingung.
"kayaknya sih mau ngasih kejutan ke kamu, tapi kamu malah ga pulang-pulang" jawab Mila.
"kenapa mereka ga nelpon aku ya ? kan kemarin aku minta izin ke bu Lulu kalau aku mau nginep di rumah teman, kak Mila lihat mereka ada di kamar aku ?" tanya Zizi.
"aku lihatnya cuma adik kamu aja sih" jawab Mila.
"Adik ???"
Bukankah Zizi anak satu-satunya ya ?
"iya, adikmu pemalu ya ? aku kan ngembaliin sikat baju kamu yang kemarin aku pinjem, nah pas masuk kamarmu ternyata ga di kunci, ada adikmu di sana, lagi main boneka, pas aku masuk dan nanyain kemana kamu, ia cuma nunduk aja, yaaa, mungkin masih malu-malu, akhirnya aku cuma bilang, nanti bilangin ya ke kakakmu, makasih buat sikatnya, saya taruh di meja ya dek ? gitu" kata Mila menjelaskan.
DEGGG
"Kapan aku punya adik ?? daaan.... ( ia meraba saku celananya, ternyata kunci masih ada di saku itu) kuncinya masih di sini" ucap Zizi dalam hati.
"ya udah aku mau mandi dulu ya ?" kata Mila.
"oh, iya kak, silahkan" ucap Zizi.
Setelah Mila masuk kamar Zizi segera lari ke lantai atas, untuk memastikan bahwa ucapan Mila itu salah.
Sambil terengah-engah, nafasnya hampir saja habis, ia pun membuka pintu kamarnya.
"Loh ?? ko di kunci ??" tanya Zizi heran.
Kemudian ia mengambil kuncinya dan membuka pintu itu.
Ceklekkk
Zizi mulai mengendap-endap masuk ke kamarnya.
"Permisi, apa ada orang di dalam ?" tanya Zizi.
Namun ternyata ga ada siapa-siapa. Kamar itu pun masih utuh sama seperti saat ia tinggal kemarin, tidak ada yang berpindah tempat barang-barang di sana.
" kalau kemarin benar ada anak kecil kesini, harusnya kamarku setidaknya berantakan, kalau tidak ya bantal atau guling berpindah tempat, lah ini nggak, kan aneh" tanya Zizi pada diri sendiri.
***
Setelah Mandi Rifki dan Doni rebahan di kamar kost mereka. Doni langsung terlelap, sedangkan Rifki masih terbayang-bayang senyuman manis Mariska. Apalagi saat dia memeluknya.
"uhh.... andai saja Mariska masih hidup, bahagia banget aku pastinya, jadi hantu aja masih cantik kamu ka, hehe" ucap Rifki dalam hati sambil senyam senyum sendiri.
Kemudian Rifki melirik ke arah Doni, ternyata Doni sudah terlelap.
"oalah, aku juga harus tidur, nanti jam 12 harus ke kantor polisi, 2 cukup lah ya" ucap Rifki.
Lalu Rifki pun bersiap untuk tidur, menyalakan kipas angin dan mendengarkan musik santai untuk merileksasikan pikiran.
***
Pukul 12 pun telah tiba, Rifki dan Doni menghampiri Zizi di kost-annya.
"Mau sama aku atau sama Doni zi ?" tanya Rifki.
"Siapa aja lah, ayo gaskeun" jawab Zizi.
"Sama Rifki aja deh" kata Doni.
Akhirnya mereka pun berangkat, tapi di tengah perjalanan mereka berhenti saat Zizi bilang katanya dia lapar.
"Belum sempat makan, ayo lah temani makan sebentar, laper banget nih" ucap Zizi.
"ya udah mau makan di mana ??" tanya Rifki.
Mereka tengak-tengok mencari warung makan.
"Tuh di depan ada, warung kecil ga apa-apa kan zi ?" tanya Doni.
"ga apa-apa lah" jawab Zizi.
Mereka pun mendatangi warung itu.
"Bu, mau makan ya ? tiga" ucap Zizi.
"waduh neng, maaf nasinya belum matang" ucap pemilim warung.
"Loh, itu tulisan udah buka bu" ucap Doni.
"iya, tapi ga tau kenapa tiba-tiba nasinya bau semua" ucap pemilik warung itu.
"Waduh, ko bisa bu ?" tanya Rifki.
"ga tau, padahal ibu baru masak tadi pagi, dan ini ibu udah masak ke dua kalinya tapi nasinya cepat bau" jelasnya.
"ada lagi selain nasi yang bau ??" tanya Doni.
"ada, daging juga begitu, semua daging pasti baru sebentar di angkat dari kompor sudah ga enak rasanya" ucapnya.
"ada yang ga beres nih" kata Zizi.
"(menarik nafas) warungnya tutup aja dulu bu, ada yang ga suka sama ibu" kata Doni.
"Astaghfirullah, bagaimana ini ? kalau di tutup gimana ibu cari nafkahnya ?" tanya ibu warung.
"Tenang saja, ikuti perintahku bu, nanti aman, besok ibu bisa berjualan lagi tanpa ada gangguan" kata Doni.
"Bagaimana caranya ??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments