NGUUUUUUNGGGG
"aih, suara apa ini ? telingaku sakiitt" ucap Zizi.
"Itu suara khodam yang akan keluar dari raga seseorang" ucap mbok Tasma.
semua bingung.
"khodam siapa yang akan keluar ?"
"Tamih muli udah ga betah di tubuh Darmaji" ucap mbok Tasma.
semua saling pandang memandang. Kemudian Mayang alias mbok Tasma mendekati Darmaji dan menepuk keningnya tiga kali.
AAAAAAAA
suara itu begitu melengking. Bahkan terdengar pula banyak suara anak kecil menangis.
"mbok ? apakah khodamnya mengganngu anak-anak ?? kenapa mereka semua menangis ?"
"Begitulah, karna sudah tak kuat berada di tubuhnya Darmaji ia sedang mencari majikan baru, ia mengelilingi daerah sekitar untuk mencari tempat ia bernaung"
"waah, pantas saja anak-anak kecil pada ketakutan, lalu bagaimana ini ?" tanya Zizi.
"ketika terbit fajar ia akan menghilang, namun ketika senja datang ia kembali lagi mencari tuannya yang baru, ini akan berlangsung selama 7 hari 7 malam"
Sementara itu Darmaji sedang meraung kesakitan, entah karena apa. Mungkin saja karna khodam itu akan keluar meninggalkannya.
TIDAAAAKKKK
Mega, Rita dan Nia hanya memperhatikan saja, karna mereka tak tau apa yang sedang terjadi. Mereka hanya mengikuti dan mendengarkan saja.
"Bacalah ayat kursi ndok, Biar kalian terhindar dari mara bahaya kekuatan hitam ini" ucap mbok Tasma.
"waduh ga hafal" ucap Nia.
"sama" jawab Rita.
"kalau kursinya tau, ayatnya yang ga tau" kata Mega.
"Bergabunglah dengan yang lain !! pegang tangan Zizi jika kalian tak hafal ayat kursi !!" perintah mbok Tasma kepada Mega dan yang lain.
Mereka segera mendekat ke Zizi dan sekuat-kuatnya menggenggam tangan Zizi.
"Jangan kenceng banget juga, sakiit" ucap Zizi.
"Takut ziiii"
"Laku ing sasmita amrih lantip" ucap Mbok Tasma kepada Darmaji.
"Ampun mbok !! ampun !! tolong jangan buat Tamih Muli pergi !! ampuuun ! aku janji akan ku perbaiki lahir batinku supaya punya jiwa yang berilmu yang bersih, tolooong, jangan biarkan Tamih Muli pergi, toloooong" ucap Darmaji.
"Laku ing sasmita amrih lantip artinya apa zi ??" tanya Mega.
"seseorang yang berilmu harus mengasah lahir dan batinnya" ucap Zizi.
Darmaji benar-benar memohon kepada mbok Tasma sampai ia rela bersujud di kakinya Mayang.
"sudah terlambat !! hatimu begitu kotor Ji !!"
"ampun mbok ampuuun !!"
Suasana di sana benar-benar kacau, suara dengung dan suara tangisan anak-anak kecil begitu berisik. Belum lagi suara tangisan Darmaji yang memohon.
khodam Doni, Rifki dan Zizi ( harimau putih ) telah kembali ke raga mereka. Tinggal mbok Tasma yang belum, ia sedang memberi pelajaran kepada Darmaji. Ia mengikat kedua tangan Darmaji agar Darmaji tidak kabur saat mbok Tasma harus kembali ke tempatnya.
Rasa kantuk mulai menyerang Zizi dan yang lainnya, belum lagi di tambah badan pegel-pegel akibat perkelahian tadi. Mata seolah-olah tak lagi mau membuka lebar. Tapi Tamih Muli masih memporak porandakan daerah sekitar dan belum tenang.
ALLAHU AKBAR ALLAAAAHU AKBAR
Suara adzan subuh mulai terdengar, Zizi dan yang lain menghela nafas, kemudian mereka duduk di tempat itu.
Mbok Tasma meniup mata Darmaji agar tertidur sementara waktu. Karna adzan subuh sudah berkumandang Mbok Tasma takut bila nanti Darmaji berulah karna ia akan segera pergi.
Saat mbok Tasma keluar dari tubuhnya Mayang, Mayang langsung terjatuh. Sontak dengan cepat Doni menghampiri dan membantu Mayang berdiri.
walaupun dengan mata yang berat ia mencoba tetap kuat di hadapan Mayang.
"Mayang, kamu ga apa-apa kan ?" tanya Doni sambil memegang kedua pundaknya Mayang.
Mayang tersenyum.
"ga apa-apa ko Don, makasih ya udah nolongin aku ??" ucap Mayang.
Doni mengangguk dan tersenyum. Kemudian ia mencium keningnya Mayang.
"aaaahh ! baper" ucap Rita.
Lalu Doni memeluk Mayang erat-erat. Di balas pelukan itu oleh Mayang.
"so sweet" ucap Nia.
"kamu mau zi ?" tanya Rifki.
"apa ??" tanya Zizi.
"pelukan kaya mereka ??" jawab Rifki.
Zizi dan Rifki saling berpandangan dan tersenyum, lalu Zizi mengakat alisnya. Sedangkan Mega hanya diam saja memperhatikan mereka.
"Rifki, makasih ya udah bantuin aku, mudah-mudah kepala sekolah mengizinkan orang-orang buat bisa masuk ke ruangan 12 IPA 1 agar jasadku bisa segera di temukan dan di kuburkan dengan layak" ucap Mariska yang tiba-tiba mendatangin Rifki dan Zizi.
Rifki tersenyum dan ia meraih kedua tangan Mariska.
"sama-sama ka, bukan cuma aku ko yang bantuim kamu, tapi ada Zizi dan Doni juga" ucap Rifki.
Mariska tersenyum.
"Aku boleh meluk kamu ?" tanya Mariska.
Rifki menengok ke arah Zizi. Zizi tersenyum dan menganggukan kepala. Kemudian Rifki langsung memeluk arwah Mariska.
Mega hanya bisa menelan ludah dan tertunduk, kemudian ia menghela nafas. Rita dan Nia kemudian secara bersamaan memeluk Mega. Mega tersenyum.
"Setidaknya masih ada kalian berdua" ucap Mega.
Suara Adzan itu pun selesai dan Darmaji tertidur pulas, kini saatnya mbok Tasma kembali ke tempatnya. Mariska pun berpamitan untuk pergi ke duniannya, meskipun berat buat Rifki, tapi ia harus melepasnya.
"sabar ya ki" ucap Mega sambil mengelus pundak Rifki.
Rifki tersenyum.
"iya, makasih ya ?" ucap Rifki.
Mega membalas senyuman itu.
Setelah kepergian Mariska dan mbok Tasma kini Zizi dan yang lain pun tertidur pula di tempat itu.
***
Jam 6 pagi saatnya ganti penjagaan. Datanglah sang penjaga sekolah yang lain untuk memeriksa sekolah itu. Ia bernama Kang Sahron. Usianya sekitar 60 tahun. Ia orangnya rajin beribadah dan baik hati. ia bekerja di sana sudah hampir 15 tahun.
Kini ia telah sampai di depan gerbang sekolahan. Ia kaget saat melihat pintu gerbang itu tidak di gembok. Ia segera lari masuk kedalam.
"Pasti ada maling ini semalam, waaah bisa gawat ini" ucapnya sambil terua berlari ke dalam.
Kang Sahron segera mengecek tiap ruangan. Tapi alangkah kagetnya saat ia melihat taman begitu berantakan seperti abis buat main seluncuran anak-anak.
"waduuuh !! anak siapa yang main di sini ?? Kawuus kawuss !" ucap kang sahron sambil menepuk jidatnya.
Ia pun berkeliling mencari Darmaji.
"kemana tuh orang ? kenapa sekolahannya ga di jaga ? Biasanya juga jam segini udah ada di depan gerbang nungguin saya, ini malah ngilang, pantas saja sekolahannya jadi berantakan gini, kalau bahasa indianya mah 'amburadul', dasar Darmaji" keluh Kang Sahron.
Alangkah kagetnya saat ia melihat ke arah lapangan di depan gudang. Banyak siswa di sana.
"1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 ! ehh !! 8 nya ko saya kaya kenal" ucap Kang sahron sambil berlari kecil mendekat.
Setelah sampai di tempat kang Sahron kaget saat melihat tangan Darmaji di ikat tali.
"waduh ?? Ada apa ini ?? kenapa pak Aji di ikat ? celananya neng Nia kenapa kotor banget, dan kenapa banyak arah, bajunya Den Rifki juga ada darahnya, ini teh ada apa ?? lagi latihan teater ya ?? " tanya kang Sahron kebingungan.
Rifki mulai membuka matanya perlahan dan di ikuti pula oleh yang lain.
"Apaan sih pak ? brisik banget, nggak tau apa kalau kita baru pada tidur !!" ucap Mega.
"Baru pada tidur ?? tidur ko di lapangan ?? mbok ya tidur tuh di kamar to neng" ucap kang Sahron.
"ssssttt ! udah ya pak, kita mau tidur lagi" kata Nia.
"ehh ehh kenapa pada tidur lagi, ini jelasin dulu atuh, ada apa sebenarnya ??" tanya kang Sahron.
"nanti aja kang, jam 9 ya ?"
"waduh !! piye iki to ??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments