Darmaji masih bingung dengan keadaan yang sedang ia hadapi. Bagaimana cara ia menutupi kasus yang sedang ia alami.
"Di kubur malah takut ketahuan, gimana ya ?" ucapnya sambil menyalakan rokok.
Kemudian ia teringat dengan ruang kelas yang sama sekali tidak boleh di masuki oleh siapapun. Bahkan yang melewatinya pun harus menundukan kepala.
"Baiklah, ayo kita kesana" ucap Darmaji sambil membopong mayat Mariska.
sesampainya di sana ia mencari tempat yang aman untuk menaruh mayat itu sementara. Ia pun melihat lemari besar yang ada di belakang tempat duduk.
"tempat yang ideal sekali untuk menaruhmu mayat cantik !"
Darmaji memasukan mayat itu kedalam lemari.
"huuh ! beres juga" ucapnya sembari mengelap tangannya ke celana.
Dan saat ia mengelap tangan itu ada sesuatu di saku celananya. Ia baru ingat kalau setelah mengantar Mayang ia di beri kunci motor. Mayang bilang suruh di berikan kalau ketemu Mariska.
"Nitip ini pak (memberikan kunci motor) siapa tau nanti Mariska datang lagi kesekolah"
Darmaji pun punya ide untuk membawa jauh motor itu agar tidak ketahuan. Ia menutup lemari itu kembali dan segera keluar dari ruang kelas 12 IPA 1.
Saat ia akan keluar kakinya terasa sangat berat untuk di angkat. Bahkan ia benar-benar tak bisa menggerakan badannya sedikitpun, ia pun mencium bau anyir darah di area itu.
HI HI HI HIII
***
Keesokan paginya ada laporan bahwa Mariska hilang. Berita itu jadi tranding topik di sekolahan. Sedangkan Mayang ia tak masuk sekolah. Ada yang bilang Mariska hilang gara-gara Mayang. Ada juga yang bilang Mayang sangat sedih kehilangan Mariska sehingga ia tak masuk sekolah.
Doni yang tadinya sedang menunggu sebuah jawaban dari Mayang di buat kecewa. Ia pikir Mayang marah padanya karna ia telah mengungkapkan isi hatinya.
Rifki dia pengagum beratnya Mariska pun sangat terpukul saat mendengar berita itu. Ia sangat menyesal karna ia belum sempat mengungkapkan isi hatinya kepada Mariska.
Dua hari setelah hilangnya Mariska polisi datang ke sekolahan untuk mencari beberapa keterangan, siapa tau ada yang melihat Mariska dua hari yang lalu.
Semua murid di kumpulkan, semua ruangan di periksa. Tak luput ruang kelas 12 IPA 1 pun di periksa walaupun sempat ada larangan keras dari pak kepala sekolah.
Namun nyatanya tidak ada hasil apapun. Ternyata Darmaji menyembunyikan mayat Mariska di tempat lain saat polisi memeriksa ruangan 12 IPA 1. Lalu menaruhnya kembali di sana saat polisi selesai memeriksa. Polisi juga mendatangi rumahnya Mayang dan berbincang dengannya. Ia tak banyak bicara, ia hanya menjawab sekata dua kata saja. selebihnya ia diam.
Empat hari kemudian polisi menemukan motor Mariska di tepian tebing yang curam. Sehingga polisi pun mengira kalau Mariska bunuh diri dengan cara terjun ke bawah tebing.
Orang tuanya hanya bisa pasrah menerima keadaan itu, karna tidak ada bukti apapun.
***
Darmaji selalu memantau gerak gerik Mayang. Bahkan setelah 1 minggu lebih Mayang tak masuk sekolah, Darmaji mendatangi rumahnya, dengan berpura-pura mengantarkan bantuan dari sekolahan berupa uang.
Bahkan parahnya ia memberikan bantuan itu tiap bulan. Mayang tau isi kepala Darmaji, namun Mayang bungkam. Ia terpaksa menuruti kemauan Darmaji dari pada nanti malu jika video itu di sebar luaskan.
***
tok tok tok
"siapa di luar ?" tanya Darmaji
tapi tidak ada sahutan. suara itu mengulang beberapa kali. sampai geram Darmaji mendengarnya.
"kurang ajar ! siapa yang sudah berani mengerjaiku ?"
cetekk cetekkk cetekk !!
Darmaji kaget saat suara itu pindah ke dalam rumahnya. suara orang yang sedang menyalakan kompor. Sedangkan di rumah itu hanya ada dirinya sendiri.
Darmaji mencoba mengeceknya ke dalam. Namun tidak ada siapapun di sana. Bulu kuduknya mulai merinding. Ia pun segera masuk ke dalam kamar, namun saat mau membuka pintu, justru pintu itu telah membukanya sendiri.
"kuburkan aku dengan layak"
Darmaji menepisnya. Ia pikir ia sedang kelelahan dan menghalu.
"ah itu hanya khayalanku saja"
Tiba-tiba jendela kamarnya terbuka lebar, angin pun bertiup kencang masuk ke kamar itu. Ia pun bergegas menutup jendela itu, namun saat ia hendak menutup seakan-akan ada tangan yang menarik tangan Darmaji dari luar.
"aawhhh ! sialan. apa-apaan ini ??" ucap Darmaji.
ia pun membaca sebuah kalimat, entah apa itu. kemudian ia menutup pintu itu dengan damai.
Begitulah tiap harinya, ia selalu di ganggu oleh makhluk halus, terkadang ada yang mandi di kamar mandinya. Ada yang menyalakan tv, ada yang mengetok-ngetok pintu, jendela, bahkan ada suara di bawah kasur miliknya.
Hidupnya tidak tenang setelah ia membunuh Mariska tanpa sengaja. Bahkan sebenarnya saat ia melakukan hal tak senonoh dengan Mayang pun ia melihat penampakan Mariska.
Apa yang di lakukan Darmaji saat Mariska menghantuinya ? ia mendatangi mayat itu, menyiksanya dari mulai menendang, menampar, memukul dan lain sebagainya.
Mayat itu di awetkan dengan Formalin, alasannya supaya bisa di bawa pindah-pindah tempat saat ada razia.
"aku mau di kuburkan dengan layak, bukan di tempatkan di lemari"
***
Karena ucapannya tak pernah di dengarkan oleh Darmaji ia pun mencoba meminta bantuan lewat orang lain.
Rifki
Saat Rifki sedang membaca buku di perpus tiba-tiba saja ada darah yang menetes di buku bacaannya.
"Darah ??" ucap Rifki kaget sambil menengok kanan kiri atas belakang.
Tidak ada siapapun selain dirinya. Teman-teman yang lain pun jaraknya lumayan jauh.
Darah itu terus menetes hingga membentuk sebuah tulisan.
TOLONGGG
Rifki sontak kaget, matanya terbelalak seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia mengucek matanya berkali-kali. Tapi tulisan itu masih sama.
Rifki pun menjawab " siapa kamu ?"
Darah itu berganti dengan tulisan MARISKA.
Lagi-lagi Rifki kaget bukan main. Dan mulai saat itulah mereka saling berkomunikasi. Sudah tak lagi lewat tulisan berdarah, tapi Mariska menemui Rifki dengan wujudnya namun beda dunia.
Dari situlah Rifki tau mengapa Mariska hilang dan mengapa Mayang jadi pendiam. Dan Mariska bilang kalau sebenarnya ia selalu ada buat Mayang, bahkan ia selalu memeluk Mayang saat Mayang sedang menangis.
Mariska meminta bantuan Rifki agar bisa mengungkap kasusnya dan bisa menguburkannya dengan layak. Tapi Rifki tak bisa berbuat apa-apa karna tak ada bukti, hingga saat ia pun di pertemukan dengan Zizi.
Sebenarnya Rifki dan Doni sudah pernah mencoba memasuki ruangan 12 IPA 1 namun entah kekuatan apa yang menghalanginya untuk menemukan Mariska. Dan di sana ia malah bertemu dengan hantu yang di bunuh waktu silam. Rifki dan Doni di hajar habis oleh penunggu ruang kelas 12 IPA 1 itu.
Kemudian ia menyiapkan mentalnya lagi untuk bisa memasuki ruangan itu kembali. Ia sangat mencintai Mariska. Jadi ia rela berkorban apapun demi Mariska walaupun sudaj beda Dunia.
Menurut Rifki, Zizi mirip dengan Mariska, hanya saja Zizi manja tapi pandai dalam semua hal pelajaran. Sedangkan Mariska mandiri dan pandai dalam olahraga.
***
kembali ke masa sekarang
Zizi melepaskan cekikannya dari leher Darmaji. saat Mayang berteriak pada Zizi untuk menghentikan dan mengasihani pria itu. Darmaji pun jatuh ke lantai dan tergolek lemas, namun sepertinya ia masih ada sedikit sisa tenaga.
Ia terduduk lemas tapi sepertinya ia sedang membaca sebuah kalimat dan membuat Zizi alias Mariska itu berteriak kesakitan.
"AAAAA ! tidaaak ! hentikan itu sakiiiit !!"
Tiba-tiba dari tubuh Darmaji keluarlah sosok makhluk halus alias ingon-ingon Darmaji yang bertubuh besar dan berbulu, lebih mirip genderuwo tapi ini tak punya kaki, ia di selimuti kabut hitam dan hanya bisa terbang.
Rifki yang melihat itu pun tak terima, karena ia tau makhluk itu akan menyakiti Mariska dan juga Zizi.
"kurang ajar kau pak Aji !! dasar tak tau terima kasih !!!" ucap Rifki marah.
Arwah Mariska pun keluar dari tubuh Zizi. Zizi tergolek lemas dan merasakan kesakitan.
"Aduuh"
Mayang menghampiri Zizi dan membantu Zizi untuk berdiri.
Sedangkan Darmaji bersiap untuk memasukan arwah Mariska ke sebuah kotak. Rifki yang terima itu pun hendak melawannya. Ia tak ingin pujaan hatinya di kurung dalam kotak. Ia pun duduk bersila dan membaca sebuah mantra.
Doni kaget saat Rifki mengeluarkan khodamnya.
"Ternyata Rifki punya khodam juga, selama ini aku tertipu olehnya, dia hanya pura-pura cupu" ucap Doni sambil tersenyum memperhatikan Rifki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments