flashback 2

Darmaji masih bingung dengan keadaan yang sedang ia hadapi. Bagaimana cara ia menutupi kasus yang sedang ia alami.

"Di kubur malah takut ketahuan, gimana ya ?" ucapnya sambil menyalakan rokok.

Kemudian ia teringat dengan ruang kelas yang sama sekali tidak boleh di masuki oleh siapapun. Bahkan yang melewatinya pun harus menundukan kepala.

"Baiklah, ayo kita kesana" ucap Darmaji sambil membopong mayat Mariska.

sesampainya di sana ia mencari tempat yang aman untuk menaruh mayat itu sementara. Ia pun melihat lemari besar yang ada di belakang tempat duduk.

"tempat yang ideal sekali untuk menaruhmu mayat cantik !"

Darmaji memasukan mayat itu kedalam lemari.

"huuh ! beres juga" ucapnya sembari mengelap tangannya ke celana.

Dan saat ia mengelap tangan itu ada sesuatu di saku celananya. Ia baru ingat kalau setelah mengantar Mayang ia di beri kunci motor. Mayang bilang suruh di berikan kalau ketemu Mariska.

"Nitip ini pak (memberikan kunci motor) siapa tau nanti Mariska datang lagi kesekolah"

Darmaji pun punya ide untuk membawa jauh motor itu agar tidak ketahuan. Ia menutup lemari itu kembali dan segera keluar dari ruang kelas 12 IPA 1.

Saat ia akan keluar kakinya terasa sangat berat untuk di angkat. Bahkan ia benar-benar tak bisa menggerakan badannya sedikitpun, ia pun mencium bau anyir darah di area itu.

HI HI HI HIII

***

Keesokan paginya ada laporan bahwa Mariska hilang. Berita itu jadi tranding topik di sekolahan. Sedangkan Mayang ia tak masuk sekolah. Ada yang bilang Mariska hilang gara-gara Mayang. Ada juga yang bilang Mayang sangat sedih kehilangan Mariska sehingga ia tak masuk sekolah.

Doni yang tadinya sedang menunggu sebuah jawaban dari Mayang di buat kecewa. Ia pikir Mayang marah padanya karna ia telah mengungkapkan isi hatinya.

Rifki dia pengagum beratnya Mariska pun sangat terpukul saat mendengar berita itu. Ia sangat menyesal karna ia belum sempat mengungkapkan isi hatinya kepada Mariska.

Dua hari setelah hilangnya Mariska polisi datang ke sekolahan untuk mencari beberapa keterangan, siapa tau ada yang melihat Mariska dua hari yang lalu.

Semua murid di kumpulkan, semua ruangan di periksa. Tak luput ruang kelas 12 IPA 1 pun di periksa walaupun sempat ada larangan keras dari pak kepala sekolah.

Namun nyatanya tidak ada hasil apapun. Ternyata Darmaji menyembunyikan mayat Mariska di tempat lain saat polisi memeriksa ruangan 12 IPA 1. Lalu menaruhnya kembali di sana saat polisi selesai memeriksa. Polisi juga mendatangi rumahnya Mayang dan berbincang dengannya. Ia tak banyak bicara, ia hanya menjawab sekata dua kata saja. selebihnya ia diam.

Empat hari kemudian polisi menemukan motor Mariska di tepian tebing yang curam. Sehingga polisi pun mengira kalau Mariska bunuh diri dengan cara terjun ke bawah tebing.

Orang tuanya hanya bisa pasrah menerima keadaan itu, karna tidak ada bukti apapun.

***

Darmaji selalu memantau gerak gerik Mayang. Bahkan setelah 1 minggu lebih Mayang tak masuk sekolah, Darmaji mendatangi rumahnya, dengan berpura-pura mengantarkan bantuan dari sekolahan berupa uang.

Bahkan parahnya ia memberikan bantuan itu tiap bulan. Mayang tau isi kepala Darmaji, namun Mayang bungkam. Ia terpaksa menuruti kemauan Darmaji dari pada nanti malu jika video itu di sebar luaskan.

***

tok tok tok

"siapa di luar ?" tanya Darmaji

tapi tidak ada sahutan. suara itu mengulang beberapa kali. sampai geram Darmaji mendengarnya.

"kurang ajar ! siapa yang sudah berani mengerjaiku ?"

cetekk cetekkk cetekk !!

Darmaji kaget saat suara itu pindah ke dalam rumahnya. suara orang yang sedang menyalakan kompor. Sedangkan di rumah itu hanya ada dirinya sendiri.

Darmaji mencoba mengeceknya ke dalam. Namun tidak ada siapapun di sana. Bulu kuduknya mulai merinding. Ia pun segera masuk ke dalam kamar, namun saat mau membuka pintu, justru pintu itu telah membukanya sendiri.

"kuburkan aku dengan layak"

Darmaji menepisnya. Ia pikir ia sedang kelelahan dan menghalu.

"ah itu hanya khayalanku saja"

Tiba-tiba jendela kamarnya terbuka lebar, angin pun bertiup kencang masuk ke kamar itu. Ia pun bergegas menutup jendela itu, namun saat ia hendak menutup seakan-akan ada tangan yang menarik tangan Darmaji dari luar.

"aawhhh ! sialan. apa-apaan ini ??" ucap Darmaji.

ia pun membaca sebuah kalimat, entah apa itu. kemudian ia menutup pintu itu dengan damai.

Begitulah tiap harinya, ia selalu di ganggu oleh makhluk halus, terkadang ada yang mandi di kamar mandinya. Ada yang menyalakan tv, ada yang mengetok-ngetok pintu, jendela, bahkan ada suara di bawah kasur miliknya.

Hidupnya tidak tenang setelah ia membunuh Mariska tanpa sengaja. Bahkan sebenarnya saat ia melakukan hal tak senonoh dengan Mayang pun ia melihat penampakan Mariska.

Apa yang di lakukan Darmaji saat Mariska menghantuinya ? ia mendatangi mayat itu, menyiksanya dari mulai menendang, menampar, memukul dan lain sebagainya.

Mayat itu di awetkan dengan Formalin, alasannya supaya bisa di bawa pindah-pindah tempat saat ada razia.

"aku mau di kuburkan dengan layak, bukan di tempatkan di lemari"

***

Karena ucapannya tak pernah di dengarkan oleh Darmaji ia pun mencoba meminta bantuan lewat orang lain.

Rifki

Saat Rifki sedang membaca buku di perpus tiba-tiba saja ada darah yang menetes di buku bacaannya.

"Darah ??" ucap Rifki kaget sambil menengok kanan kiri atas belakang.

Tidak ada siapapun selain dirinya. Teman-teman yang lain pun jaraknya lumayan jauh.

Darah itu terus menetes hingga membentuk sebuah tulisan.

TOLONGGG

Rifki sontak kaget, matanya terbelalak seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia mengucek matanya berkali-kali. Tapi tulisan itu masih sama.

Rifki pun menjawab " siapa kamu ?"

Darah itu berganti dengan tulisan MARISKA.

Lagi-lagi Rifki kaget bukan main. Dan mulai saat itulah mereka saling berkomunikasi. Sudah tak lagi lewat tulisan berdarah, tapi Mariska menemui Rifki dengan wujudnya namun beda dunia.

Dari situlah Rifki tau mengapa Mariska hilang dan mengapa Mayang jadi pendiam. Dan Mariska bilang kalau sebenarnya ia selalu ada buat Mayang, bahkan ia selalu memeluk Mayang saat Mayang sedang menangis.

Mariska meminta bantuan Rifki agar bisa mengungkap kasusnya dan bisa menguburkannya dengan layak. Tapi Rifki tak bisa berbuat apa-apa karna tak ada bukti, hingga saat ia pun di pertemukan dengan Zizi.

Sebenarnya Rifki dan Doni sudah pernah mencoba memasuki ruangan 12 IPA 1 namun entah kekuatan apa yang menghalanginya untuk menemukan Mariska. Dan di sana ia malah bertemu dengan hantu yang di bunuh waktu silam. Rifki dan Doni di hajar habis oleh penunggu ruang kelas 12 IPA 1 itu.

Kemudian ia menyiapkan mentalnya lagi untuk bisa memasuki ruangan itu kembali. Ia sangat mencintai Mariska. Jadi ia rela berkorban apapun demi Mariska walaupun sudaj beda Dunia.

Menurut Rifki, Zizi mirip dengan Mariska, hanya saja Zizi manja tapi pandai dalam semua hal pelajaran. Sedangkan Mariska mandiri dan pandai dalam olahraga.

***

kembali ke masa sekarang

Zizi melepaskan cekikannya dari leher Darmaji. saat Mayang berteriak pada Zizi untuk menghentikan dan mengasihani pria itu. Darmaji pun jatuh ke lantai dan tergolek lemas, namun sepertinya ia masih ada sedikit sisa tenaga.

Ia terduduk lemas tapi sepertinya ia sedang membaca sebuah kalimat dan membuat Zizi alias Mariska itu berteriak kesakitan.

"AAAAA ! tidaaak ! hentikan itu sakiiiit !!"

Tiba-tiba dari tubuh Darmaji keluarlah sosok makhluk halus alias ingon-ingon Darmaji yang bertubuh besar dan berbulu, lebih mirip genderuwo tapi ini tak punya kaki, ia di selimuti kabut hitam dan hanya bisa terbang.

Rifki yang melihat itu pun tak terima, karena ia tau makhluk itu akan menyakiti Mariska dan juga Zizi.

"kurang ajar kau pak Aji !! dasar tak tau terima kasih !!!" ucap Rifki marah.

Arwah Mariska pun keluar dari tubuh Zizi. Zizi tergolek lemas dan merasakan kesakitan.

"Aduuh"

Mayang menghampiri Zizi dan membantu Zizi untuk berdiri.

Sedangkan Darmaji bersiap untuk memasukan arwah Mariska ke sebuah kotak. Rifki yang terima itu pun hendak melawannya. Ia tak ingin pujaan hatinya di kurung dalam kotak. Ia pun duduk bersila dan membaca sebuah mantra.

Doni kaget saat Rifki mengeluarkan khodamnya.

"Ternyata Rifki punya khodam juga, selama ini aku tertipu olehnya, dia hanya pura-pura cupu" ucap Doni sambil tersenyum memperhatikan Rifki.

Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!