"Bodoh sekali aku ini ? melihat kejahatan di depan mata kenapa aku hanya diam saja ? dasar pengecut aku ini" ucap zizi memaki dirinya sendiri.
"Pakai bajumu ! akan ku antar kau pulang !"
Terlihat Mayang dengan cekatan mulai memakai bajunya.
"Kamu tunggu di sini ! aku akan cek keluar dulu, aman atau tidak, jangan kabur !!"
"Baik pak, saya ga akan kabur" ucap Mayang dengan nada sedikit merintih kesakitan.
"Awas kalau kamu kabur !!" ucap pria tua itu sambil menyulutkan batang rokok ke lengan Mayang.
"Aww... sakit pak ! ampun"
Kemudian pria itu terlihat keluar. Mayang terduduk dengan lemas sambil terisak kembali.
"Andai saja tadi aku tak masuk ke ruang kelas 12 IPA 1 itu, pasti tidak akan terjadi seperti ini, kenapa aku harus penasaran dengan ruangan itu ? ruangan yang kosong tanpa ada isi apapun kecuali kutukan, siapapun yang masuk ke ruangan itu pasti akan celaka, apa ini yang di maksud ?" ucap Mayang sambil terus menangis.
Zizi menarik nafas, ia bermaksud akan keluar dari persembunyiannya dan mendatangi Mayang. Tapi ia ragu, bukankah tadi pria itu mengancam Mayang ?
"Bagaimana ini ??" ucap zizi di tengah keraguannya.
Kemudian ia bertekad, apapun yang akan terjadi, akan ia hadapi. Ia mulai menggeserkan kakinya, tapi tiba-tiba ada tangan yang menariknya.
"Jangan !!" ucap suara itu dengan lembut.
Zizi dengan perlahan menoleh ke sumber suara itu. Nampaklah ia seorang wanita berambut sepinggang, dengan mata menatap ke arah Mayang.
Zizi mulai gemeteran. Tangan itu sangat dingin. Dan terlihat wanita itu mulai memutarkan kepalanya ke arah zizi.
"BAAAA !!!"
"AAAAAAAAAA"
Zizi terbangun dari tidurnya dengan basah kuyup keringat dan detak jantung yang tak beraturan.
"Mimpi ???" ucap zizi sambil ngos-ngosan.
Ia segera mengambil ponsel untuk melihat jam.
"02 : 13 ???"
Ia menaruhnya ponselnya lagi. kemudian termenung mengingat mimpinya tadi.
"Mayang ? benarkah ruangan itu tidak ada kaitannya dengan arwah pembunuhan ? tapi melainkan ada kutukan yang membuat siapa saja yang masuk akan kena sial ?? OMG ! ini mimpi atau emang aku di beri petunjuk ?? tunggu tunggu tunggu, tadi pas Mayang pake baju ko terlintas di lengannya bukan kelas 11 ya ? tapi kelas 10 ??" ucap Zizi begitu kaget mengingat mimpi itu.
Ia kemudian mengambil air minum yang ada di meja dekat tempat tidurnya.
"Sekarang aku tau, kenapa Mayang pendiam begitu dan ga berani keluar kelas. ya ya ya. berartiiii... Mayang sudah lama sekali ya melayani pria tua itu. kira-kira siapa ya ? aku yakin dia masih orang sekitar sekolahan, karna ia tau betul seluk beluk sekolahan itu. awas kau pak tua ! akan ku bongkar kedokmu ! hahaha. ups !"
***
Di sekolah
"Selamat pagi Mayang ?" ucap zizi.
"Hahah, hey zilong !! Mayang tuh ga mau berteman sama kamu, ga usah sok akrab deh sama Mayang" ucap Mega.
"Zilong siapa ya ?" tanya zizi.
"Zilong, zizi tukang nyolong" ucap Rita temannya Mega.
"Hidih, nyolong apa ??"
"Nyolong ayang beib Rifki lah, siapa lagi"
"Hahahaa" zizi tertawa ngakak.
"Zi, PR matematika udah belum ? aku lihat dong ?" Rengek Nia teman Mega.
"Lah, ko nanya ke aku ? nanya noh sama taun putri Mega"
"Emang ada PR ya ?" tanya Mega panik.
"Ada lah, kalau ga ngerjain ga bisa ikut kuis" ucap Rita.
"OMG ko aku bisa lupa" ucap Mega.
"Ayo dong zi, daripada nanti kita ga ikut kuis" paksa Rita dan Nia.
"Ya udah, ini" kata Zizi.
"Waaah zizi baik banget" ucap Nia.
"Kamu mau juga ga Mega ? ini ga apa-apa ko" ucap Zizi.
"Lu serius ?" kata Mega.
"Iya. daripada nanti kamu ga ikut kuis" jawab zizi.
Mega segera berlari memeluk zizi.
"OMG zi, kamu baik banget ya ternyata, sorry ya kalau selama ini gua kasar ke lu ?" ucap Mega.
"Iya iya, udah udah. buruan nulis sebelum bell berbunyi"
Kemudian datanglah Doni dan Rifki.
"Ciaaa akur juga lu Mega" ucap Doni
"Diem lu kutu kuprett ! kita sepakat but saingan dapetin ayang beib Rifki dengan cara yang sportif" ucap Mega.
"Buat kamu aja, aku ga mau saingan" ucap Zizi.
"Ehh Mega ! lu mau saingan ama zizi ya lu ketinggalan jauhlah. Zizi tuh lebih pintar dari lu, dia mau dapetin hatinya Bima juga bisa" ucap Doni.
"Oh ya ??" ucap Mega dengan ledekan.
"Lihat aja ntar, Bima pasti kesini nyariin zizi sambil bawa bunga" ucap Doni.
"Sok paranormal lu" jawab Mega.
"Ga percaya. kalau gua bohong gua gundulin nih rambut" kata Doni menantang.
Sedangkan zizi dari tadi memperhatikan Mayang. Ia mengingat mimpi-mimpinya.
"Dia tertekan sekali, kenapa dia ga mau cerita ke orang lain ? siapa tau ada yang bisa membantunya" ucap zizi dalam hati.
Tiba-tiba ada seseorang yang memasuki ruang kelas mereka.
"Permisi, apa di sini ada yang bernama zizi ?" tanya anak itu.
Sontak semua anak yang ada di sana menunjuk ke arah zizi. Ya dia Bima. membawa bunga buat zizi.
"Sorry ya baru sempat kasih bunga, kemarin-kemarin aku sibuk" ucap Bima sambil tebar senyum ke zizi.
Zizi masih agak bingung.
"Oh iya, aku jelasin ya ? setiap anak yang naik ke panggung pas aku pentas itu wajib menerima bunga dari aku, dan kemarin aku lupa ngasih bunga ini ke kamu" ucap Bima.
"Hehe, iya kak, ga apa-apa ko"
"Nanti sore ada acara ? jalan yuk ?" tanya Bima to the poin.
"Maaf ya kak, lain kali aja, terima kasih bunganya"
Tiba-tiba bell masuk pun berbunyi. Bima pun harus pamit pergi. setelah melihat Bima keluar kelas sofia berkata "aku bilang jangan !"
Zizi menoleh ke arah sofia yang sedang merebut bunga itu dari zizi.
"Sofia tenang ya ?" ucap zizi sambil tersenyum.
"Aku takut kamu kenapa-napa" ucap sofia.
Mega dan kawan-kawannya hanya diam mematung. sedangkan Doni bukannya memperhatikan obrolan tapi sedang mencari titik lemah zizi. Rifki memperhatikan gerak gerik Doni. Sedangkan Mayang masih terpaku diam di tempat tanpa komentar apapun.
***
"Rifki"
"Hemm"
"Rifki !"
"Apaan sih Don !"
"Ciri-ciri punya khodam harimau putih itu apa sih ?"
"Banyaklah"
"Contohnya !!!!"
"Orangnya percaya diri, tetap tenang menghadapi permasalahan......."
"Percaya diri ??"
"Belum selesai ngomong udah di putisin kalimatnya. nanti ga mudeng, salah faham ntar"
"Tapi ko aku lihatnya lebih dominan ke khodam ratu sih daripada ke khodam harimau putih ?"
"Pada intinya lu jangan macem-macem ! dia terlihat tenang tapi yaaaa, lu tau hariamau kan ? kalau di pancing ya bakal ngamuk"
"Aku tuh penasaran, khodam itu tuh bisa apa aja ??"
"Ya kata lu punya karisma yang kuat, Mayang aja yang pendiem ga mau ngomong sama siapapun dan ga mau keluar kelas bisa loh zizi menakhlukan hatinya"
"Serius lu ?"
"Ya seriuslah. Mayang yang nganter zizi ke kantin pas pertama kali zizi masuk ! dan dia pun memberitahukan ke zizi bahwa saat melewati ruang kelas 12 IPA 1 tuh harus nunduk dan ga boleh bersuara, hebat dong. anak pendiem kaya Mayang aja bisa di takhlukin sama Zizi"
"Gue ga percaya !"
"Tadinya gua juga ga percaya ! tapi pas Mega dan teman-temannya ngomong, aku baru percaya"
"Ga gitu, maksud aku apa yang mengantar Zizi itu benar-benar Mayang atau khodam itu ??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
aldi wirawan
Pahlawan tidak pernah matiiiii
2024-12-01
0
Kardi Kardi
very interisting. go thorrrr
2024-03-09
3
Mr. L
hehe makin seru 😍
2022-08-29
6