Membuka segel

"Akhirnya datang juga pak, gimana kabarnya ?" ucap pak kepala sekolah padanya sambil berjabat tangan.

"Alhamdulillah sehat pak Agung. Maaf bila menunggu terlalu lama" ucapnya dengan nada yang agak parau karena faktor usia.

"Tidak pak, kami sangat mengharap kehadiran bapak di sini" kata pak kepala sekolah.

"Siapa dia ?" tanya Zizi berbisik ke Rifki.

"Dia adalah orang yang menyegel ruang kelas 12 IPA 1 itu, namanya Mbah Muryat" ucap Rifki.

"oh ini orangnya ??" kata Zizi.

"Iya, dan kali ini pak kepala sekolah mau membuka segel itu, karena ruangannya mau di masuki dan sekalian mau minta izin ke penghuni ruang kelas itu agar tidak mengganggu acaranya" kata Rifki.

"Kenapa harus menggunakan Bapak tua itu ? Bukankah tempat ini siapa saja boleh memasukinya ya ??" tanya Zizi.

"Tidak Zi, tidak boleh sembarangan orang, nanti yang ada orang yang memasuki ruangan ini hidupnya bakalan ga tenang, di hantuin gitu sama penunggunya" kata Rifki.

"Tapi Mayang memasuki ruangan ini ?" kata Zizi.

"Coba deh, kamu kapan-kapan tanya ke Mayang, apa yang selama ini dia lihat dan apa dia di hantui oleh sosok gadis yang masih memakai seragam SMA yang penuh dengan darah" ucap Rifki.

Zizi menoleh ke Rifki. Lalu ia terlihat berfikir dan kemudian diam saja melanjutkan mendengarkan obrolan pak kepala sekolah dengan Bapak.

"Emmm... sebenarnya ada apa pak ? kenapa Pak Agung tiba-tiba ingin membuka segelnya setelah berpuluh-puluh tahun lamanya ?" tanya Mbah Muryat.

"Ada sesuatu yang harus di ungkap pak, dan walaupun ini tidak ada kaitannya dengan tragedi puluhan tahun silam, saya ingin mengetahui tentang sebuah kasus, ini kasus baru pak, maka dari itu, kami sangat memerlukan bantuan bapak supaya acara berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan" kata Pak kepala sekolah.

"Tapi feeling saya sudah ada yang berani memasuki ruangan ini tanpa seizin saya Pak Agung" ucap mbah Muryat.

Pak kepala sekolah itu menggaruk kepalanya padahal tidak ada yang gatal.

"Kenapa juga ada banyak polisi di sini pak Agung ?" tanya mbah Muryat.

"Itu dia pak"

"Kenapa pak Darmaji tangannya di borgol pak ??" tanya mbah Muryat yang makin bingung.

"Gini pak gini, emmm.... pak Darmaji membunuh salah satu siswi di sini dan katanya mayatnya di sembunyikan di ruang kelas 12 IPA 1 pak" ucap pak Agung.

DEGG

Mbah Muryat kaget bukan main, karna setahu dia pak Darmaji orangnya sangat baik sekali. Lalu kenapa ia begitu tega menghabisi nyawa seorang anak pelajar ?

"sekalian mau minta izin sama penghuninya agar jangan mengganggu acaranya, nanti setelah pengambilan jenazah saya mohon agar tempat ini di segel kembali" ucap pak Agung.

Mbah Muryat menghampiri Darmaji sambil memperhatikan raut wajah Darmaji yang dari tadi hanya menunduk saja.

"Benar itu Ji ? kau menghabisi nyawa anak seorang pelajar ?" tanya Mbah Muryat pada Darmaji.

Darmaji masih diam menunduk.

"Istighfar kamu Ji !! ga ingat ada Allah yang selalu melihat tingkah lakumu ??" kata mbah Muryat.

Darmaji hanya mengangguk-anggukan kepala saja. Ia masih tak mau bicara apa pun dan pada siapa pun.

"Dia juga berani mengotori sekolah ini dengan kelakuan bejadnya pak" kata pak kepala sekolah.

"Mengotori sekolah ini ?? selain membunuh apa lagi yang ia lakukan pak Agung ?" tanya mbah Muryat.

"Ia juga memperkaos salah satu teman korban yang meninggal itu pak" jelas pak kepala sekolah.

"Benar-benar biadap kamu Ji !! kamu tak berfikirkah usiamu sudah 50 tahun lebih ??" tanya mbah Muryat pada Darmaji.

Lagi-lagi Darmaji hanya diam mematung saja di sana tanpa suara dan tanpa gerakan apapun.

"Baik pak, bagaimana kalau sekarang saja kita buka segelnya, nanti takut kemalaman, saya... agak merinding pak, hehe" kata pak Agung.

"Oh iya, baik, baik pak Agung" ucap mbah Muryat.

Mulailah mbah Muryat membaca sebuah Do'a dan mulai khusyu dalam melakukan pembukaan segel dunia ghoib.

Zizi, Doni dan Rifki pun memperhatikan dengan seksama dan dengan wajah yang begitu tegang serta serius.

Tak lama kemudian mbah Muryat pun membukakan pintu untuk semua orang yang ada di sana.

"Silahkan masuk, sudah aman dan sudah mendapatkan izin" ucap mbah Muryat.

Rifki, Doni dan Zizi saling pandang-memandang, kemudian mengikuti yang lain untuk memasuki ruangan itu.

Polisi segera bergegas mencari di mana mayat Mariska di sembunyikan. Mereka mencari ke setiap titik sudut dan mencari tempat yang kiranya cukup aman untuk menyembunyikan seorang mayat.

KREKEEETTTT

Suara pintu lemari itu terbuka perlahan.

DEGGG

Semuanya kaget saat melihat mayat Mariska masih benar-benar utuh. Kepala sekolah yang melihatnya hanya bisa menelan ludah, antara takut dan kaget melihat pemandangan mengerikan yang ada di depannya.

Salah satu polisi yang menggunakan sarung tangan pun mulai mengangkat mayat Mariska dari lemari itu.

Saat melihat mayat Mariska, tangisan orangtuanya pun pecah. Ibunya menangis sejadi-jadinya.

"Ya Allah naaaaak, bangun sayang, banguuun... ini mama nak" ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.

Rifki yang melihatnya pun seakan-akan tak kuasa menahan air mata. Bukankah ia tiap malam bersama Mariska ? Iya, tapi saat melihat jenazah itu badan rasanya lemas semua tanpa tenaga.

Air mata Rifki pun mulai tumpah membasahi pipi. Ia benar-benar tak percaya bahwa Mariska telah tiada. Ia terus menatap mayat itu yang kini mulai tertutup oleh resleting tas.

"Ya Allah, hatiku hancur rasanya melihat mayatnya Mariska, sakiiit ya Allah sakiiit" ucap Rifki dalam hati.

Ibunya pun masih terdengar suara tangisnya walaupun mayat itu telah di bawa keluar ruangan dan di ikuti olenya.

"Sabar ki, ayo bangun" ucap Doni sambil mengulurkan tangannya pada Rifki yang tengah berlutut di lantai.

Rifki menghapus air matanya lalu menggapai tangannya Doni kemudian berdiri.

Para petugas masih ada yang menyelidiki tempat itu. Sesekali suara jempretan kamera terdengar nyaring di tengah suasana kabung.

Zizi hanya terdiam saja melihat suasana yang begitu senyap. Terlihat ruangan yang penuh debu dan kusam. Ia menatap seisi ruangan, kemudian matanya tertuju pada gadis yang sedang duduk di bangku nomor dua lurus dengan meja guru.

"Siapa di sana ? bukankah siswa yang boleh memasuki ruangan ini hanya aku, Doni dan Rifki ya tadi ?? kenapa ada dia juga ? " tanya Zizi dalam hati.

Zizi terus memperhatikan gadis itu, gadis yang berambut panjang, memakai bandana warna merah, memakai gelang kecil di tangan kanannya dan memakai kalung berinisial K.

Saat sedang memperhatikannya, Zizi rasa gadis itu mengetahuinya, dan sekarang ia akan menengok ke arah Zizi.

"Zi !! sini cepat" panggil Doni.

Zizi pun menoleh ke arah Doni dan berlari kecil menghampiri Doni.

"Ada apa Don ?" tanya Zizi.

"Jangan melamun di sana" ucap Doni.

"Aku ga melamun, cuma tadi lagi bingung aja, ko bisa ya ada gadis SMA di sana selain kita bertiga ?" kata Zizi.

"Itu tandanya kamu melamun" jawab Doni.

"Ga Don !! ini nyata" kata Zizi meyakinkan Doni.

"halah ! sudahlah" kata Doni mengalihkan pembicaraan.

"Aku hampir saja melihat wajahnya, ehh di panggil sama kamu"

"sudahlah !! diam, brisik kamu ini" ucap Doni.

"Aku serius melihatnya, dia memakai kalung berinisial K"

DEGG

"K ???"

"Iya, dia juga memakai bandana warna merah" ucap Zizi.

Doni menengok ke arah ruang kelas. Zizi pun ikut-ikutan menegok ke dalam ruang kelas itu.

"Jangan berurusan dengan dia !!" Larang Doni.

"Dia siapa ?? ketua osis ??" tanya Zizi.

"Iya"

"Bukannya ketua osisnya cowok ya ??" tanya Zizi lagi.

"Ketua osis beberapa puluh tahun yang lalu" jelas Doni.

DEGG

"Dia ????"

"Iya"

Zizi langsung tengak-tengok. Rasanya bulu kuduknya merinding. Ia baru saja berjumpa dengan sosok penghuni ruangan yang keramat dan sangat di patuhi oleh semua warga negara sekolahan itu.

Zizi menelan ludah. Ia memperhatikan sekeliling agar ia tetap terjaga supaya tidak melamun lagi.

"K ?? Apa itu artinya KANAYA ?"

Terpopuler

Comments

Erni Sasa

Erni Sasa

ini ceritanya maash di kantor polisi apa mash di sekolah sih😁
bingung saya🤧

2024-03-20

1

Yuli

Yuli

seru seram, deh deg seeerrr bacanya Thor apalagi malam², imajianasiku makin liar 🤣🤣🤣🥰🥰🥰

2022-09-28

7

Rheinda Tsuraya

Rheinda Tsuraya

Terima kasih

2022-09-12

1

lihat semua
Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!