ruangannya di huni lagi

***

Di sekolah

"selamat pagi Mayang ?" ucap Zizi seperti biasa menyapa Mayang.

Tapi seperti biasa Mayang hanya akan diam saja. Acuh tak acuh pada Zizi. Tapi Zizi sepertinya tidak menyerah.

Datanglah 3 racun, ehh maksudnya Mega, Rita dan Nia. Mereka menyapa Zizi.

"selamat pagey Zilvana ziya ?" ucap ketiganya dengan kompak.

"pagi semuanya" jawab Zizi.

"ehh sorry sorry kemarin aku main cabut aja ga pamitan dulu sama kamyu" kata Mega dengan nada yang lebay.

"ga apa-apa ko, emangnya ada apa ko buru-buru gitu ?" tanya Zizi.

"emm itu, nenek aku jatuh di kamar mandi, jadi aku auto panik getooh" jawab Mega.

"terus terus neneknya gmna keadaannya sekarang ? " tanya Zizi.

"udah mendingan ko, paling luka kecil ama memar dekit doang" jawab Mega.

"oh, syukurlah, lain kali di suruh hati-hati" ucap Zizi.

"ya namanya juga nenek-nenek" kata Mega.

Kemudian datanglah Doni dan segera menarik Mega keluar. setelah agak jauh dari Doni melepaskan genggaman itu.

"kasar banget sih lu Don ! pelan dikit ngapa !! ih" ucap Mega.

"diem lu ! gue tanya ama lu, ada rencana apa lu ama Zizi ? rencanain apa lu buat dia ?" tanya Doni.

"apaan sih, ngomong apa ? gue ga ngerti omongan lu" tanya Mega.

"halah, alesan !"

"gue kan emang udah baikan sama Zizi"

"ga mungkin !!! gue tau, dari awal lu itu udah ga suka ama Zizi, ngaku deh lu"

"jangan keras-keras ngomongnya bisa ga sih"

"kenapa emangnya ? takut ketahuan sama Zizi ?"

"mau lu apa sih ?"

"cuma mau tau rencana lu aja"

"licik lu"

"hahaha, yang licik siapa ?? lu takut kalah saing sama Zizi ?"

"hidih"

"ya emang sih, lu itu jauh banget dari Zizi, dia itu hampir mendekati kata sempurna, ya 97% lah ya, kepintarannya, kecantikannya, kebaikannya, dan lu mah 69% kayaknya, haha"

" wong ko ngene ko di banding-bandingke, saing-saingke yo mesti kalaaah"

"ealah, malah nyanyi"

"tak oyak o aku yo ora mampu"

"oh ya ga bakalan bisalah, haha"

"diem lu !"

"gue ga bakalan diem sebelum lu kasih tau gua rencana lu !"

"dasar licik !"

"kasih tau aja"

"ok ok gue kasih tau"

"apa ?"

"gue cuma mau Zizi di hukum karna melanggar aturan"

"melanggar aturan ? maksudnya ?"

"ya, di kost"

"ealah, gitu doang, gara-gara Rifki dekat sama Zizi ?"

"kenapa ??"

"ga masuk akal"

"oh ya ? lu sendiri ? lu suka juga sama Zizi ?"

"biasa aja, lu tau nggak, Rifki itu ga suka sama Zizi, tapi dia tuh sukanya sama Mariska anak kelas 10"

"Mariska ?"

"lu mau bikin Zizi melanggar aturan yang mana ?"

"Larangan nomor 9"

"apa itu ?"

"di larang nyanyi jawa"

"hahahaa, lha tadi lu nyanyi jawa, berarti lu juga udah melanggar larangan itu dong ?"

"hah ?? gua kira lagunya tuh yang kayak lingsir wengi, kinanthi dan sejenisnya"

Doni hanya tersenyum.

"Don, serius ??"

"kenapa ? lu takut ?"

"ya ya nggak sih"

"ya udah"

"ya udah apa ?"

"semoga sukses, aku dukung kamu ko" ucap Doni sambil tersenyum lalu pergi.

"Don lagunya yang mana ???" teriak Mega.

"macapat !"

***

Bell istirahat pun berdering, Zizi mendekati Mayang sambil membawa kotak makan.

"bolehkan aku makan di sini sama kamu ?" tanya Zizi pada Mayang.

Mayang heran. Baru kali ini ada anak yang udah dia cuekin tapi masih saja deket-deket.

"kamu bawa bekal apa May ?" tanya Zizi.

Mayang lalu membuka kotak nasi miliknya. Terlihat sederhana, hanya ada nasi goreng, telor dadar, dan bihun goreng.

sedangkan kini giliran Zizi yang membuka kotak nasinya, dengan perlahan ia membukanya. Hanya ada nasi goreng saja.

"waah, mau dong zi" ucap Mega yang tiba-tiba nongol.

"Mega mau ? ambil aja kalau mau" ucap Zizi.

Mega dengan cepat menyendok nasi goreng Zizi. oalah busyeettt, Mega langsung tersedak dan segera menyemburkan makannya.

"OMG Zizi ! lu kasih garem berapa sendok ?!" tanya Mega.

"kenapa ? keasinan ya ?" tanya Zizi.

"gilaaa ! berasa makan garem gua" teriak Mega.

"sorry sorry, ini pertama kalinya aku masak soalnya, terus ga aku cicipin dulu, soalnya udah siang terus aku buru-buru berangkat ke sekolah, sorry ya ?"

"ahh tau ahh, yuk gaes ke kantin aja, ih, ueek" ucap Mega.

"Mega, sorry ya" ucap Zizi.

Tapi Mega tak menghiraukannya, ia buru-buru pergi ke kantin. Zizi terlihat murung. Ia merasa bersalah karna telah memberikan makanan yang tak layak untuk temannya.

"kita makan sama-sama ya ?" ucap Mayang sambil menyodorkan makanannya.

Zizi tersenyum. Rasanya baru pertama kalinya Mayang bersikap manis.

"Mayang serius ?" tanya Zizi.

Mayang membalasnya dengan senyuman. uhh manisnya senyuman anak ini, madu aja kalah manis pokoknya deh.

"nanti aku ganti ya, aku beliin di kantin ?"

"ga usah" jawab Mayang singkat.

lalu mereka makan bersama, ternyata rasa masakannya enak.

"ini ibu kamu yang masak ?" tanya Zizi.

"nggak, untuk bekal aku masak sendiri, ibu sudah terlalu sibuk masak untuk dagangannya"

"ibumu dagang ?"

"iya, dagang sarapan"

"waah, pantas saja kamu juga bisa masak, hehe, aku malah sama sekali ga bisa, tau aja nggak, bumbu-bumbu yang aku tau cuma garam, gula, MSG dan terasi, terus bawang merah, bawang putih dan cabe, selebihnya ga tau"

terlihat Mayang tersenyum.

"aku ke kantin dulu ya May, beli minum, aku lupa ga bawa"

Mayang menganggukan kepala. Zizi pun segera berlari kecil keluar. Di tengah perjalanan ia melihat di ruang kelas 12 IPA 1 mulai terlihat ramai.

"apa kelas itu sudah mulai di huni lagi ?" tanya Zizi dalam hati.

Zizi terus melanjutkan langkahnya sambil mengamati ruangan itu, benar, pintunya saja terbuka, terlihat banyak siswa juga di sana, mereka semua pun terlihat bahagia.

Yang menyita perhatian Zizi adalah dua anak perempuan yang terlihat bahagia sekali saling cerita hal yang lucu.

Zizi pun melihat dengan jelas wajah-wajah ceria itu. Zizi tersenyum, akhirnya kelas itu di buka kembali.

"permisi kak Aludra dan kak kanaya, numpang lewat ya ?" ucap Zizi saat melintas di depan mereka.

Tapi mereka terlalu asyik bergurau sehingga tak mendengar perkataan Zizi. Zizi melanjutkan menuju kantin. Disana ia bertemu dengan Rifki dan Doni.

"huufh ! akhirnya kelas 12 IPA 1 di huni lagi ya ? seneng deh" ucap Zizi.

"hah ?? di huni siapa ?" tanya Rifki.

"banyak siswa ko di ruang itu" kata Zizi.

"kapan ??" tanya Doni.

"barusan, kan tadi aku lewat sana" jawab Zizi.

"lu ga halu ?" tanya Rifki.

"ya nggaklah, emang kalian ga lihat ? pintunya aja di buka, dan aku lihat ada banyak siswa di sana, aku juga tadi melihat dengan jelas dua anak perempuan bernama Aludra dan kanaya" jelas Zizi.

"Aludra dan kanaya ??" tanya Doni.

"iya, mereka juga pake kalung berinisial K dan A"

Doni tersenyum.

"itu nama anak yang di bunuh dan membunuh zi" ucap Rifki.

"Hah ?? kamu serius ki ??" tanya Zizi.

"coba aja sekarang lu balik ke sana lagi, kalau masih ada mereka lu hebat" ucap Doni.

"maksudnya ? tadi aku halu ?" tanya Zizi.

"bukan halu, tapi itulah sisi lain kamu zi, keistimewaan kamu" jawab Doni.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

luar biasa. weruh sedurunge winara😇

2024-03-09

2

lihat semua
Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!