***
Di sekolah
"selamat pagi Mayang ?" ucap Zizi seperti biasa menyapa Mayang.
Tapi seperti biasa Mayang hanya akan diam saja. Acuh tak acuh pada Zizi. Tapi Zizi sepertinya tidak menyerah.
Datanglah 3 racun, ehh maksudnya Mega, Rita dan Nia. Mereka menyapa Zizi.
"selamat pagey Zilvana ziya ?" ucap ketiganya dengan kompak.
"pagi semuanya" jawab Zizi.
"ehh sorry sorry kemarin aku main cabut aja ga pamitan dulu sama kamyu" kata Mega dengan nada yang lebay.
"ga apa-apa ko, emangnya ada apa ko buru-buru gitu ?" tanya Zizi.
"emm itu, nenek aku jatuh di kamar mandi, jadi aku auto panik getooh" jawab Mega.
"terus terus neneknya gmna keadaannya sekarang ? " tanya Zizi.
"udah mendingan ko, paling luka kecil ama memar dekit doang" jawab Mega.
"oh, syukurlah, lain kali di suruh hati-hati" ucap Zizi.
"ya namanya juga nenek-nenek" kata Mega.
Kemudian datanglah Doni dan segera menarik Mega keluar. setelah agak jauh dari Doni melepaskan genggaman itu.
"kasar banget sih lu Don ! pelan dikit ngapa !! ih" ucap Mega.
"diem lu ! gue tanya ama lu, ada rencana apa lu ama Zizi ? rencanain apa lu buat dia ?" tanya Doni.
"apaan sih, ngomong apa ? gue ga ngerti omongan lu" tanya Mega.
"halah, alesan !"
"gue kan emang udah baikan sama Zizi"
"ga mungkin !!! gue tau, dari awal lu itu udah ga suka ama Zizi, ngaku deh lu"
"jangan keras-keras ngomongnya bisa ga sih"
"kenapa emangnya ? takut ketahuan sama Zizi ?"
"mau lu apa sih ?"
"cuma mau tau rencana lu aja"
"licik lu"
"hahaha, yang licik siapa ?? lu takut kalah saing sama Zizi ?"
"hidih"
"ya emang sih, lu itu jauh banget dari Zizi, dia itu hampir mendekati kata sempurna, ya 97% lah ya, kepintarannya, kecantikannya, kebaikannya, dan lu mah 69% kayaknya, haha"
" wong ko ngene ko di banding-bandingke, saing-saingke yo mesti kalaaah"
"ealah, malah nyanyi"
"tak oyak o aku yo ora mampu"
"oh ya ga bakalan bisalah, haha"
"diem lu !"
"gue ga bakalan diem sebelum lu kasih tau gua rencana lu !"
"dasar licik !"
"kasih tau aja"
"ok ok gue kasih tau"
"apa ?"
"gue cuma mau Zizi di hukum karna melanggar aturan"
"melanggar aturan ? maksudnya ?"
"ya, di kost"
"ealah, gitu doang, gara-gara Rifki dekat sama Zizi ?"
"kenapa ??"
"ga masuk akal"
"oh ya ? lu sendiri ? lu suka juga sama Zizi ?"
"biasa aja, lu tau nggak, Rifki itu ga suka sama Zizi, tapi dia tuh sukanya sama Mariska anak kelas 10"
"Mariska ?"
"lu mau bikin Zizi melanggar aturan yang mana ?"
"Larangan nomor 9"
"apa itu ?"
"di larang nyanyi jawa"
"hahahaa, lha tadi lu nyanyi jawa, berarti lu juga udah melanggar larangan itu dong ?"
"hah ?? gua kira lagunya tuh yang kayak lingsir wengi, kinanthi dan sejenisnya"
Doni hanya tersenyum.
"Don, serius ??"
"kenapa ? lu takut ?"
"ya ya nggak sih"
"ya udah"
"ya udah apa ?"
"semoga sukses, aku dukung kamu ko" ucap Doni sambil tersenyum lalu pergi.
"Don lagunya yang mana ???" teriak Mega.
"macapat !"
***
Bell istirahat pun berdering, Zizi mendekati Mayang sambil membawa kotak makan.
"bolehkan aku makan di sini sama kamu ?" tanya Zizi pada Mayang.
Mayang heran. Baru kali ini ada anak yang udah dia cuekin tapi masih saja deket-deket.
"kamu bawa bekal apa May ?" tanya Zizi.
Mayang lalu membuka kotak nasi miliknya. Terlihat sederhana, hanya ada nasi goreng, telor dadar, dan bihun goreng.
sedangkan kini giliran Zizi yang membuka kotak nasinya, dengan perlahan ia membukanya. Hanya ada nasi goreng saja.
"waah, mau dong zi" ucap Mega yang tiba-tiba nongol.
"Mega mau ? ambil aja kalau mau" ucap Zizi.
Mega dengan cepat menyendok nasi goreng Zizi. oalah busyeettt, Mega langsung tersedak dan segera menyemburkan makannya.
"OMG Zizi ! lu kasih garem berapa sendok ?!" tanya Mega.
"kenapa ? keasinan ya ?" tanya Zizi.
"gilaaa ! berasa makan garem gua" teriak Mega.
"sorry sorry, ini pertama kalinya aku masak soalnya, terus ga aku cicipin dulu, soalnya udah siang terus aku buru-buru berangkat ke sekolah, sorry ya ?"
"ahh tau ahh, yuk gaes ke kantin aja, ih, ueek" ucap Mega.
"Mega, sorry ya" ucap Zizi.
Tapi Mega tak menghiraukannya, ia buru-buru pergi ke kantin. Zizi terlihat murung. Ia merasa bersalah karna telah memberikan makanan yang tak layak untuk temannya.
"kita makan sama-sama ya ?" ucap Mayang sambil menyodorkan makanannya.
Zizi tersenyum. Rasanya baru pertama kalinya Mayang bersikap manis.
"Mayang serius ?" tanya Zizi.
Mayang membalasnya dengan senyuman. uhh manisnya senyuman anak ini, madu aja kalah manis pokoknya deh.
"nanti aku ganti ya, aku beliin di kantin ?"
"ga usah" jawab Mayang singkat.
lalu mereka makan bersama, ternyata rasa masakannya enak.
"ini ibu kamu yang masak ?" tanya Zizi.
"nggak, untuk bekal aku masak sendiri, ibu sudah terlalu sibuk masak untuk dagangannya"
"ibumu dagang ?"
"iya, dagang sarapan"
"waah, pantas saja kamu juga bisa masak, hehe, aku malah sama sekali ga bisa, tau aja nggak, bumbu-bumbu yang aku tau cuma garam, gula, MSG dan terasi, terus bawang merah, bawang putih dan cabe, selebihnya ga tau"
terlihat Mayang tersenyum.
"aku ke kantin dulu ya May, beli minum, aku lupa ga bawa"
Mayang menganggukan kepala. Zizi pun segera berlari kecil keluar. Di tengah perjalanan ia melihat di ruang kelas 12 IPA 1 mulai terlihat ramai.
"apa kelas itu sudah mulai di huni lagi ?" tanya Zizi dalam hati.
Zizi terus melanjutkan langkahnya sambil mengamati ruangan itu, benar, pintunya saja terbuka, terlihat banyak siswa juga di sana, mereka semua pun terlihat bahagia.
Yang menyita perhatian Zizi adalah dua anak perempuan yang terlihat bahagia sekali saling cerita hal yang lucu.
Zizi pun melihat dengan jelas wajah-wajah ceria itu. Zizi tersenyum, akhirnya kelas itu di buka kembali.
"permisi kak Aludra dan kak kanaya, numpang lewat ya ?" ucap Zizi saat melintas di depan mereka.
Tapi mereka terlalu asyik bergurau sehingga tak mendengar perkataan Zizi. Zizi melanjutkan menuju kantin. Disana ia bertemu dengan Rifki dan Doni.
"huufh ! akhirnya kelas 12 IPA 1 di huni lagi ya ? seneng deh" ucap Zizi.
"hah ?? di huni siapa ?" tanya Rifki.
"banyak siswa ko di ruang itu" kata Zizi.
"kapan ??" tanya Doni.
"barusan, kan tadi aku lewat sana" jawab Zizi.
"lu ga halu ?" tanya Rifki.
"ya nggaklah, emang kalian ga lihat ? pintunya aja di buka, dan aku lihat ada banyak siswa di sana, aku juga tadi melihat dengan jelas dua anak perempuan bernama Aludra dan kanaya" jelas Zizi.
"Aludra dan kanaya ??" tanya Doni.
"iya, mereka juga pake kalung berinisial K dan A"
Doni tersenyum.
"itu nama anak yang di bunuh dan membunuh zi" ucap Rifki.
"Hah ?? kamu serius ki ??" tanya Zizi.
"coba aja sekarang lu balik ke sana lagi, kalau masih ada mereka lu hebat" ucap Doni.
"maksudnya ? tadi aku halu ?" tanya Zizi.
"bukan halu, tapi itulah sisi lain kamu zi, keistimewaan kamu" jawab Doni.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Kardi Kardi
luar biasa. weruh sedurunge winara😇
2024-03-09
2