Gudang

***

"Don, yang melakukan hal asusila sama Mayang itu sebenarnya siapa sih ? kenapa Mayang ga berani berontak, nurut aja lagi dianya, emang tuh pria tua ngancem apa sih ?" tanya Rifki ke Doni di kamar kost.

"suatu saat kamu juga akan tau sendiri ko siapa dia" jawab Doni.

"kenapa aku ga boleh tau ?"

Doni terdiam, ia sibuk membolak balik halaman sebuah buku.

"aku sama Zizi punya rencana buat ngebongkar semuanya, kamu mau ikut atau kamu mau nunggu hasilnya ?" tanya Rifki.

"aku mau lihat raut wajah Mayang saat harus ketangkap basah" ucap Doni.

"katanya mereka biasa melakukan di jam 9, kita bakalan datang jam tengah sembilan, pura-pura mengambil buku tugas yang ketinggalan, dan akan segaja mengulur waktu hingga tukang satpam datang keliling kembali"

"ide siapa ?"

"Zizi"

Doni tersenyum.

"semoga berhasil"

"ikutlah, supaya kamu juga ikut menyelamatkan pujaan hatimu"

"aku tunggu saja hasilnya, semoga Allah berpihak kepada kalian"

"kamu waktu kelas 10 satu ruang kelas juga ya sama Mayang ?"

"kenapa ?"

"ya ga apa-apa sih, cuma nanya aja"

"iya, bahkan satu hari sebelum kejadian bejad itu terjadi aku sempat nembak Mayang, lalu Mayang berkata minta untuk di beri waktu untuk berfikir sejenak sebelum memutuskan suatu pilihannya, tapi setelah itu dia bahkan tidak masuk sekolah lebih dari 1 minggu, aku pikir dia marah sama aku, tapi setelah ku telusuri ternyata ada kejadian itu, huufh !"

"kenapa Mayang bisa berada di sekolah pada malam hari ? iya kan ? kejadian itu malam-malam kan Don ?" tanya Rifki.

"Mayang itu sebenarnya anaknya mudah penasaran, apa lagi dengan desas desus ruang kelas 12 IPA 1"

"apa dia masuk ke ruangan itu ?"

"iya"

"waduh, apa yang terjadi ?"

"ga terjadi apa-apa lah, yang ia lihat hanya ruang kelas biasa"

"Lalu ??"

"ya dia keluar dari ruangan itu, tapi ketahuan sama pria tua"

"waah, ko bisa ? atau jangan-jangan pria tua itu....."

perkataan Rifki terputus saat hpnya berdering, Zizi menelponnya.

"oh iya udah jam 8, sorry ya Doni gua cabut dulu, mau jemput Zizi" ucap Rifki sambil melangkah pergi.

Doni hanya diam kemudian menutup buku yang ia baca tadi. Ternyata ia sedang membaca buku tentang 'cara mendapatkan khodam'.

***

Di lain sisi Mega, Rita dan Nia sudah sampai di sekolah. Mereka segera menuju ke gudang. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian.

kleekk

Ternyata pintu gudang itu tidak terkunci, mereka bertiga pun bersorak riang dalam volume yang kecil.

"Bisa-bisanya pintu gudang ga di kunci ?" ucap Mega.

"Mungkin karna barang-barang yang ada di dalamnya tidak terlalu penting" jawab Nia.

"Bisa jadi mungkin nguncinya nanti kalau pak penjaga sekolah sudah memeriksa seluruh ruangan" celetuk Rita.

"tumben punya pikiran ke arah situ lu ?" kata Nia.

Mereka ngobrol sambil terus mencari berkas atas nama Mariska.

***

"sorry ya zi, agak telat" ucap Rifki.

"nggak ko, lagian kita janjian ke sekolahnya kan jam tengah sembilan"

"ya udah ayo, nanti malah kita nyampe di sekolahnya telat"

Mereka pun mulai berangkat menuju sekolahan dengan menggunakan motornya Rifki.

"haduh, nanti aku tidur dimana ya ? aku tadi minta izin mau tidur di rumah teman, soalnya kan di sini ga boleh pulang lebih dari jam sembilan malam, sudah di kunci pintunya dan ga ada yang boleh bukain kalau udah jam sembilan" ucap Zizi.

"udah, tenang aja, nanti bisa nginep di kost-an sepupunya aku, ga jauh ko dari sini, lagian kan besok hari minggu" jawab Rifki.

Tak lama mereka pun sampai di depan sekolahan. Rifki mencoba mencari tempat parkir yang aman agar tidak ketahuan.

"zi, nanti kita mencar ya ?" ucap Rifki.

"wah gila, masa aku sendirian sih ? takut lah ki"

"Bismillah, mudah-mudahan ga ada apa-apa. Ingat niat kita untuk datang kesini"

"iya sih, cuma kan serem, kalau siang aja kadang merinding, apa lagi malem"

"terus gimana ? ga bisa kalau kita tetap berdua, soalnya rencanaku gini, aku masuk ke gudang duluan, nanti kamu tunggu di luar, biar tau siapa bersama Mayang. Abis itu kamu pancing deh biar mereka ga melakukan hal kayak gitu, nanti kamu pikirin aja gimana caranya ngeganggu mereka, ok ?"

"oh gitu, ok deh"

"siiip ! hp jangan di kasih nada, bergetar aja, komunikasi tetap jalan terus ya ? jangan sampai terputus"

"ok"

setelah itu Rifki pun mengendap-endap masuk ke gudang.

Geriiittt

suara pintu itu mengagetkan Mega dan yang lain, mereka panik dan segera bersembunyi.

"ahh sial, siapa sih yang datang ? kan belum nemu apa yang sedang kita cari" gerutu Mega pelan.

"sssttt ! diam deh, nanti kita ketahuan" bisik Nia.

Sedangkan Rifki pun mencari tempat persembunyian yang aman agar tetap bisa memantau pintu masuk.

saat suasana sedang dalam sunyi sepi tiba-tiba Rita bersin dan mengagetkan Rifki.

"ada orang di sini selain aku rupanya" ucap Rifki dalam hati.

Ia pun perlahan mulai mencarinya. sedangkan Mega dan Nia nampak kesal dengan Rita.

saat Rifki sedang mencari suara orang bersin tiba-tiba ada suara pintu terbuka. nampaknya hal itu membuat Rifki menghentikan langkahnya. Begitupula Mega dan yang lain pun benar-benar diam sambil berdebar dan memperhatikan siapa yang datang.

klekk

ukhuk-ukhuk

Betapa terkejudnya Rifki saat yang ia melihat apa yang ada di depan matanya.

"Zizi ??" ucap mereka berempat (Rifki, Mega, Rita dan Nia) dalam hati.

pria tua itu nampak membopong Zizi yang pingsan entah bagaimana kejadiannya. Pria tua itu pun menutupi mulutnya dengan masker agar tidak ketahuan siapa dia sebenarnya.

"waah gawat" ucap Rifki lemes.

"ko bisa Zizi ada sama pria itu ??" tanya Nia berbisik lirih.

"siapapun yang bersembunyi di sini, keluar !! atau anak ini akan kenapa-napa" teriak pria itu.

semuanya masih diam di tempat tak bergerak. pria itu mengulangi kalimat yang sama. Rifki mulai ketar-ketir.

"bagaimana jika pria itu nekad melakukan hal di luar dugaan sama Zizi ?" pikir Rifki.

"apa kalian mau main petak umpet ??" tanya pria itu dengan makin meninggikan volume suaranya.

Makin berdebar jantung mereka. pria itu nampak mengambil sesuatu dari kantong celananya. Ternyata mengambil rokok dan korek. Ia menyalakan korek itu dan mulai menyulut batang rokok itu.

Asap rokok itu mulai mencemari ruangan yang tak terlalu luas itu, bagaimana mereka akan tahan dengan asap rokok selama itu. Tidaklah mungkin mereka akan terus menerus menahan nafas.

Mega yang udah ga kuat dengan asap itu pun terbatuk.

ukhuk !!

pria itu nampak tersenyum.

"aku yang akan mendatangimu atau kau yang kemari !!!" ucap pria itu.

"haduh gimana ini ??" ucap Mega panik.

"kita lari saja, bukankah pintu itu tidak di kunci ?" ucap Nia.

Mega dan Rita saling berpandangan. Sementara pria itu terus berjalan mencari mereka. Sedangkan Rifki terus bergerak mencari tempat yang aman agar tidak ketahuan.

"kita lari, dalam hitungan 1 2 3, lariiiii"

mereka bertiga pun lari menuju pintu dan tak menghiraukan Zizi yang pingsan tak jauh dari pintu itu. Sementara Rifki kaget saat melihat Mega dan teman-temannya yang ternyata sedari tadi di bersembunyi di sana.

"Mega ? mau apa mereka kemari ?" tanya Rifki dalam hati.

Terlihat pria itu pun segera lari mengejar mereka dan tetap meninggalkan Zizi seorang diri di sana.

Ini kesempatan buat Rifki keluar dari tempat persembunyiannya dan segera menghampiri Zizi.

"Zizi, bangun zi ! zi ayo bangun"

tapi nampaknya Zizi belum ada tanda-tanda untuk bangun.

"haduh, bagaimana ini ?" ucap Rifki gelisah.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

so far, make interisting

2024-03-10

3

❤little girl♥

❤little girl♥

doni,,, bikin resah,,, siapa doni dan ada hub apa sama si tua itu,, ehmm,, lanjut

2023-11-25

2

lihat semua
Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!