***
"Don, yang melakukan hal asusila sama Mayang itu sebenarnya siapa sih ? kenapa Mayang ga berani berontak, nurut aja lagi dianya, emang tuh pria tua ngancem apa sih ?" tanya Rifki ke Doni di kamar kost.
"suatu saat kamu juga akan tau sendiri ko siapa dia" jawab Doni.
"kenapa aku ga boleh tau ?"
Doni terdiam, ia sibuk membolak balik halaman sebuah buku.
"aku sama Zizi punya rencana buat ngebongkar semuanya, kamu mau ikut atau kamu mau nunggu hasilnya ?" tanya Rifki.
"aku mau lihat raut wajah Mayang saat harus ketangkap basah" ucap Doni.
"katanya mereka biasa melakukan di jam 9, kita bakalan datang jam tengah sembilan, pura-pura mengambil buku tugas yang ketinggalan, dan akan segaja mengulur waktu hingga tukang satpam datang keliling kembali"
"ide siapa ?"
"Zizi"
Doni tersenyum.
"semoga berhasil"
"ikutlah, supaya kamu juga ikut menyelamatkan pujaan hatimu"
"aku tunggu saja hasilnya, semoga Allah berpihak kepada kalian"
"kamu waktu kelas 10 satu ruang kelas juga ya sama Mayang ?"
"kenapa ?"
"ya ga apa-apa sih, cuma nanya aja"
"iya, bahkan satu hari sebelum kejadian bejad itu terjadi aku sempat nembak Mayang, lalu Mayang berkata minta untuk di beri waktu untuk berfikir sejenak sebelum memutuskan suatu pilihannya, tapi setelah itu dia bahkan tidak masuk sekolah lebih dari 1 minggu, aku pikir dia marah sama aku, tapi setelah ku telusuri ternyata ada kejadian itu, huufh !"
"kenapa Mayang bisa berada di sekolah pada malam hari ? iya kan ? kejadian itu malam-malam kan Don ?" tanya Rifki.
"Mayang itu sebenarnya anaknya mudah penasaran, apa lagi dengan desas desus ruang kelas 12 IPA 1"
"apa dia masuk ke ruangan itu ?"
"iya"
"waduh, apa yang terjadi ?"
"ga terjadi apa-apa lah, yang ia lihat hanya ruang kelas biasa"
"Lalu ??"
"ya dia keluar dari ruangan itu, tapi ketahuan sama pria tua"
"waah, ko bisa ? atau jangan-jangan pria tua itu....."
perkataan Rifki terputus saat hpnya berdering, Zizi menelponnya.
"oh iya udah jam 8, sorry ya Doni gua cabut dulu, mau jemput Zizi" ucap Rifki sambil melangkah pergi.
Doni hanya diam kemudian menutup buku yang ia baca tadi. Ternyata ia sedang membaca buku tentang 'cara mendapatkan khodam'.
***
Di lain sisi Mega, Rita dan Nia sudah sampai di sekolah. Mereka segera menuju ke gudang. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian.
kleekk
Ternyata pintu gudang itu tidak terkunci, mereka bertiga pun bersorak riang dalam volume yang kecil.
"Bisa-bisanya pintu gudang ga di kunci ?" ucap Mega.
"Mungkin karna barang-barang yang ada di dalamnya tidak terlalu penting" jawab Nia.
"Bisa jadi mungkin nguncinya nanti kalau pak penjaga sekolah sudah memeriksa seluruh ruangan" celetuk Rita.
"tumben punya pikiran ke arah situ lu ?" kata Nia.
Mereka ngobrol sambil terus mencari berkas atas nama Mariska.
***
"sorry ya zi, agak telat" ucap Rifki.
"nggak ko, lagian kita janjian ke sekolahnya kan jam tengah sembilan"
"ya udah ayo, nanti malah kita nyampe di sekolahnya telat"
Mereka pun mulai berangkat menuju sekolahan dengan menggunakan motornya Rifki.
"haduh, nanti aku tidur dimana ya ? aku tadi minta izin mau tidur di rumah teman, soalnya kan di sini ga boleh pulang lebih dari jam sembilan malam, sudah di kunci pintunya dan ga ada yang boleh bukain kalau udah jam sembilan" ucap Zizi.
"udah, tenang aja, nanti bisa nginep di kost-an sepupunya aku, ga jauh ko dari sini, lagian kan besok hari minggu" jawab Rifki.
Tak lama mereka pun sampai di depan sekolahan. Rifki mencoba mencari tempat parkir yang aman agar tidak ketahuan.
"zi, nanti kita mencar ya ?" ucap Rifki.
"wah gila, masa aku sendirian sih ? takut lah ki"
"Bismillah, mudah-mudahan ga ada apa-apa. Ingat niat kita untuk datang kesini"
"iya sih, cuma kan serem, kalau siang aja kadang merinding, apa lagi malem"
"terus gimana ? ga bisa kalau kita tetap berdua, soalnya rencanaku gini, aku masuk ke gudang duluan, nanti kamu tunggu di luar, biar tau siapa bersama Mayang. Abis itu kamu pancing deh biar mereka ga melakukan hal kayak gitu, nanti kamu pikirin aja gimana caranya ngeganggu mereka, ok ?"
"oh gitu, ok deh"
"siiip ! hp jangan di kasih nada, bergetar aja, komunikasi tetap jalan terus ya ? jangan sampai terputus"
"ok"
setelah itu Rifki pun mengendap-endap masuk ke gudang.
Geriiittt
suara pintu itu mengagetkan Mega dan yang lain, mereka panik dan segera bersembunyi.
"ahh sial, siapa sih yang datang ? kan belum nemu apa yang sedang kita cari" gerutu Mega pelan.
"sssttt ! diam deh, nanti kita ketahuan" bisik Nia.
Sedangkan Rifki pun mencari tempat persembunyian yang aman agar tetap bisa memantau pintu masuk.
saat suasana sedang dalam sunyi sepi tiba-tiba Rita bersin dan mengagetkan Rifki.
"ada orang di sini selain aku rupanya" ucap Rifki dalam hati.
Ia pun perlahan mulai mencarinya. sedangkan Mega dan Nia nampak kesal dengan Rita.
saat Rifki sedang mencari suara orang bersin tiba-tiba ada suara pintu terbuka. nampaknya hal itu membuat Rifki menghentikan langkahnya. Begitupula Mega dan yang lain pun benar-benar diam sambil berdebar dan memperhatikan siapa yang datang.
klekk
ukhuk-ukhuk
Betapa terkejudnya Rifki saat yang ia melihat apa yang ada di depan matanya.
"Zizi ??" ucap mereka berempat (Rifki, Mega, Rita dan Nia) dalam hati.
pria tua itu nampak membopong Zizi yang pingsan entah bagaimana kejadiannya. Pria tua itu pun menutupi mulutnya dengan masker agar tidak ketahuan siapa dia sebenarnya.
"waah gawat" ucap Rifki lemes.
"ko bisa Zizi ada sama pria itu ??" tanya Nia berbisik lirih.
"siapapun yang bersembunyi di sini, keluar !! atau anak ini akan kenapa-napa" teriak pria itu.
semuanya masih diam di tempat tak bergerak. pria itu mengulangi kalimat yang sama. Rifki mulai ketar-ketir.
"bagaimana jika pria itu nekad melakukan hal di luar dugaan sama Zizi ?" pikir Rifki.
"apa kalian mau main petak umpet ??" tanya pria itu dengan makin meninggikan volume suaranya.
Makin berdebar jantung mereka. pria itu nampak mengambil sesuatu dari kantong celananya. Ternyata mengambil rokok dan korek. Ia menyalakan korek itu dan mulai menyulut batang rokok itu.
Asap rokok itu mulai mencemari ruangan yang tak terlalu luas itu, bagaimana mereka akan tahan dengan asap rokok selama itu. Tidaklah mungkin mereka akan terus menerus menahan nafas.
Mega yang udah ga kuat dengan asap itu pun terbatuk.
ukhuk !!
pria itu nampak tersenyum.
"aku yang akan mendatangimu atau kau yang kemari !!!" ucap pria itu.
"haduh gimana ini ??" ucap Mega panik.
"kita lari saja, bukankah pintu itu tidak di kunci ?" ucap Nia.
Mega dan Rita saling berpandangan. Sementara pria itu terus berjalan mencari mereka. Sedangkan Rifki terus bergerak mencari tempat yang aman agar tidak ketahuan.
"kita lari, dalam hitungan 1 2 3, lariiiii"
mereka bertiga pun lari menuju pintu dan tak menghiraukan Zizi yang pingsan tak jauh dari pintu itu. Sementara Rifki kaget saat melihat Mega dan teman-temannya yang ternyata sedari tadi di bersembunyi di sana.
"Mega ? mau apa mereka kemari ?" tanya Rifki dalam hati.
Terlihat pria itu pun segera lari mengejar mereka dan tetap meninggalkan Zizi seorang diri di sana.
Ini kesempatan buat Rifki keluar dari tempat persembunyiannya dan segera menghampiri Zizi.
"Zizi, bangun zi ! zi ayo bangun"
tapi nampaknya Zizi belum ada tanda-tanda untuk bangun.
"haduh, bagaimana ini ?" ucap Rifki gelisah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Kardi Kardi
so far, make interisting
2024-03-10
3
❤little girl♥
doni,,, bikin resah,,, siapa doni dan ada hub apa sama si tua itu,, ehmm,, lanjut
2023-11-25
2