"Iya, lebih tepatnya pada saat 1 tahun setelah terjadinya pembunuhan di dalam kelas itu, katanya" ucap Rifki.
"Pembunuhan ??"
"Yaps, bener banget"
"Pantas saja ruangan itu bau anyir darah"
"Bau anyir darah ??"
"Iya, kalau lewat ruangan itu seperti mau muntah, apa kamu ga merasakan itu ?"
"Nggak"
"Loh ?? ko bisa ?"
"Ya mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang diperlihatkan kejadian kayak gitu"
"Kalau kejadiannya pembunuhan di kelas, terus si pembunuh itu membunuh atas motif apa ?"
"Setahu aku siiiih, karna dia itu ga mau tersaingi dalam perlombaan"
"Loh ?? namanya lomba ya ada menang ada kalah dong"
"Nah itu dia, dia itu selalu jadi juara dari SD sampai kelas 11, nah di kelas 12 ternyata temannya lebih jago dari dia nih, auto ga trima dong, soalnya teman-teman yang lain juga pada memuji ke pandaian si anak itu. Si pembunuh itu dendam kan ? katanya satu minggu sebelum acara perlombaan di mulai anak itu di bunuh sama dia, katanya sebenarnya tuh mereka sahabatan dari kelas 10, orangtua mereka juga saling mengenal. Sebelum ada dendam anak yang di bunuh ini main ke tempat si pembunuh untuk belajar bersama mengasah kemampuan"
"Oh jadi mereka itu teman dekat ya ??"
"Betul banget"
"Terus terus abis itu gimana ?"
"Mereka latihan itu di temani ayahnya si pembunuh, ayahnya berkata 'waah bagus sekali, om yakin kali ini kamu yang jadi juaranya' sontak si pembunuh itu ga trima dong, masa ayahnya ngomong kayak gitu, bukannya memuji anaknya sendiri tapi malah memuji orang lain. makin panas dia, latihan ga pernah konsen. Akhirnya dengan otak yang ga karuan dan dengan perasaan dendam yang kian membara punya ide lah, untuk membunuhnya"
"Ya ampuun, hanya karna itu"
"Setahu saya sih gitu, dari berita yang beredar"
"Lalu kenapa kelasnya di kosongkan ?"
"Katanya sih karna sering ada penampakan di kelas itu dan berujung kematian siswa, tiap 40 hari sekali, bayangin aja, satu tahun yang mati berapa ?"
"Pantas saja, tiap aku lewat kesana suara teriakan itu berbeda-beda"
"Kamu indigo ya Zi ?"
"Indigo apaan, denger suara jarum jam bergerak aja takut aku"
"Hahahaa, serius ?? Suara jarum jam takut ? Hahaa, kebanyakan nonton film horor ya kamu ? hahaa"
"Hehe, bisa jadi"
"Yang penting kita taati peraturan aja lah, toh peraturannya juga ga menyusahkan banget ko, cuma nunduk ama ga bersuara aja"
"Nunduk supaya si hantu merasa di hormati ?? hahaa aneh tau"
"Ya mau gimana lagi"
"Terus si pembunuh itu melanjutkan perlombaanya ?"
"Ya nggak dong, keduanya justru gugur dalam perlombaan"
"Waduh, tuh kan, ga mikir dulu sih tuh anak, jadinya ya ga bisa ikut semuanya kan, yang bertalenta meninggal, yang punya bakat jadi kena diskualifikasi kan ?"
"Iya, sayang sekali ya, padahal si pembunuh ini ketua osis loh"
"Wah serius ?? gilaa, terus abis kejadian itu dia di penjara ga sih ?"
"Katanya karna masih pelajar jadi ya ga di penjara, tapi di keluarkan dari sekolah ini "
"Waah bahaya, dia bisa aja kan melakukan hal yang sama ke orang lain ?"
"Namanya di coret merah, tandanya ga boleh ada sekolahan yang nerima dia"
"Wow, tapi bisa jadi dia ganti identitas kan ?"
"Kurang tau juga"
"Kalau si pembunuh itu masih hidup kira-kira berapa usianya ?"
"Emmmm... kurang lebih 40 tahun deh"
"40 tahun ?? seperti apa sih wajahnya ?"
"Ga ada yang pernah tau, identitasnya benar-benar di sembunyikan rapat-rapat"
"Oh gitu ya"
"Oh iya, tadi pas aku kesini, kamu tuh lagi nglihatin siapa sih ? kayaknya serius banget"
"Mayang"
"Mayang kenapa ?"
"Di jemput sama ayahnya kayaknya, tapi Mayang kayak ga mau gitu"
"Ayahnya ?? kamu yakin ?"
"Ya yakin ga yakin, soalnya orangnya kan udah tua"
"Zi, ayahnya Mayang tuh udah meninggal saat Mayang SMP"
DEGG
"Terus tadi siapa dong ??" tanya Zizi.
"Nge-halu kali kamu tuh"
"Ga mungkin. jelas-jelas tadi aku lihat mereka ko, mereka pergi ke arah belakang sana" kata Zizi sambil menunjuk sebuah tempat.
"Ahh udah ah, pulang yuk, ada PR nih, mau ngerjain bareng nggak ??"
"Ga ahh, aku mau langsung pulang, tidur, cape"
"Ya udah, sampai jumpa besok"
***
Di kost putra.
"Lu dari mana aja ki ?" tanya Doni
"Ya baru pulang sekolah lah"
"Ehh Rifki ! liet jam, jam berapa ??"
"Telat dikit doang ko"
"PDKT lu sama zizi ?"
"PDKT apaan sih, ngomongnya sembarangan"
"Kena karismanya Zizi ya ?"
"Emangnya Nella ?"
"Apa Nella ?"
"Karisma"
"Ehh somplak gua nanya serius"
"Tau ah gua mau mandi"
"Ki ! gua tau tanggal lahirnya zizi"
Rifki menghentikan langkahnya.
"Wetonnya pas kalau buat tumbal ilmu yang lagi gua jalani"
"Awas lu macem-macem sama dia !" ancam Rifki.
"Hahahaa"
***
Kali ini zizi sedang duduk di tepian kantin dekat dengan gudang mengarah ke ruang kelas 12 IPA 1. Ia sedang asyik menikmati siomay, tiba-tiba ia melihat Mayang memasuki ruang kelas 12 IPA 1 sambil tengak-tengok.
"Mayang mau ngapain ya ? ko berani dia masuk ke sana sendirian ?"
Suasana di sana agak gelap, mungkin karna mendung, zizi memperhatikan terus. Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan bermaksud menemui Mayang.
Tapi baru satu langkah tiba-tiba Mayang keluar dari ruangan itu.
"Hah ?? dia ga kenapa-napa ?"
Tak tau mengapa suasana jadi makin gelap. Zizi sayup-sayup pandangannya mulai nampak kabur.
"Aku harus ikuti Mayang"
Tiba-tiba ada bapak-bapak yang menghampiri Mayang, tapi tak nampak wajahnya. Ia membelakangi zizi.
"Bukankah pria itu yang kemarin menjemput Mayang ?"
Mayang terlihat mengikuti pria itu pergi. zizi pun segera mengikutinya dengan tetap menjaga jarak.
"Mau kenama mereka ?"
Ternyata mereka masuk sebuah ruangan. zizi melihat papan yang ada di atas pintu itu.
"Gudang ?"
Tak lama pria itu keluar dari sana, zizi mengendap-endap masuk kesana tanpa suara dan tanpa sepengetahuan Mayang. Ia bersembunyi di balik tumpukan kardus.
Kemudian terlihat pria itu membawa 2 botol minuman, lalu satunya di berikan kepada Mayang. Mayang pun meminumnya. Daaan !! tiba-tiba Mayang tergeletak pingsan.
"OMG !" ucap zizi sambil menutup mulutnya agar tidak ketahuan.
Pria itu mulai membuka baju Mayang, rok, dan semua yang ada di tubuh mayang. Lalu ia menyalakan ponsel untuk merekamnya. Ia memperkosa Mayang.
Zizi menutup mata saat adegan berlangsung, tapi tetap stay melihat pergerakan itu. Setelah selesai pria itu menyalakan rokok dan menunggu Mayang bangun.
Zizi ga kuat melihat pemandangan itu, tapi jika ia keluar ia takut akan di perlakukan hal yang sama seperti Mayang.
Terlihat Mayang mulai bangun. Dan betapa kagetnya saat ia sadar bahwa tak sehelai kainpun menutup tubuhnya.
Ia berteriak dan menangis. Zizi hanya bisa menarik nafas dan menyesali perbuatannya yang tak bisa selamatkan Mayang dari kejadian itu.
"Bodoh sekali aku ini ! kenapa ga ambil tindakan untuk menyelamatkan Mayang ?" ucap Zizi dalam rintih hatinya.
Terdengar pria itu mulai mengancam Mayang. Ia pun memperlihatkan video itu kepada Mayang. oh sayang sekali, zizi belum bisa melihat wajah pria itu.
Mayang makin terisak. menangis sejadi-jadinya. Ia terus di ancam oleh pria itu.
"Layani aku tiap hari di sini jam 9 malam ! kalau tidak aku akan sebar video ini dan ku kirim ke ibumu" ucap pria tua itu.
"Jangan pak, aku mohon jangan. baik pak, aku akan.. akan... akan melayani bapak setiap hari"
DERRR
Remuk jantung hati zizi, kenapa ia tak kepikiran merekamnya dengan ponselnya juga ?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Ummi Mimi
kok tokoh utamanya kurang pinter.....
2023-11-24
2