kleekk kleekk kleek !!!
Terdengar suara orang memutar-mutar gagang pintu seperti ingin membuka tapi tak bisa.
Merindinglah bulu kuduk Rita dan Nia.
"AAAAAA"
Mereka berpelukan sambil terus memperhatikan pintu ruang kelas 12 IPA 1 itu. sesekali salah satu di antara mereka menelan ludah karena rasa takutnya yang sangat teramat.
"OMG ! matilah kita" ucap Rita.
"tenang tenang, jangan panik. Atur nafas" ucap Nia sambil melepaskan pelukannya dari Rita.
"nafasku ga bisa di atur" ucap Rita.
kleekk !!
"AAAAAA lariiiiii" teriak Nia sambil lari tak tau arah.
sedangkan Rita yang panik ia masih terpaku di sana.
"katanya di suruh tenang, malah di tinggal lari" ucap Rita.
srekkk
gemetarlah tubuh Rita. Ia bersiap balik kanan untuk lari, tapi baru melangkah ia malah tersandung tubuhnya Mega.
"Hwaaaa... ampuuun ! aku ga salah... ampuun !!" ucapnya sambil menangis.
Tapi tangisannya berhenti saat suara itu tak lagi terdengar. Rita benar-benar bingung.
"kemana suara tadi ?" ucap Rita sambil celingukan.
Tiba-tiba
"BAAAA !!!"
"AAAAAAAAA !!! Ampuun ampun... tolong jangan ganggu aku, aku ga salah... aku cuma ikut-ikutan Mega aja ko" ucap Rita sambil menangis ketakutan.
"Bukankah kau mencariku ??" ucap suara itu.
"nggak ko nggak... aku cuma ikut-ikutan saja, aku ke sini hanya mencari data atas nama Mariska".
"Akulah Mariska !!"
Rita melongo melihatnya. Walaupun dengan wajah dan bibir yang pucat Rita mampu melihatnya bahwa ia sebenarnya cantik. Rambut panjang sepinggang dengan mata besar yang melotot dan tulang pipi yang terlihat timbul.
"Mariska ??"
Sementara itu Nia sedang berlari di jalanan yang sepi tanpa penerangan lampu. Ia sesekali berseluncur karna jalanan itu menurun dan terjal.
***
Tap tap
sesekali suara langkah kaki itu hadir di tengah heningnya suasana. Darmaji atau biasa di panggil pak Aji itu memeriksa keluar.
Blukkk !!
suara tendangan itu membuat mata Rifki terbelalak.
"Doni" ucap Rifki.
"muncul juga kau bocah setan !!" ucap Darmaji sambil bangkit dari tendangan Doni.
Doni hanya tersenyum.
"sudah aku duga !! kau ada di sekitar sini, mau jadi pahlawan ? setelah antek-antekmu kalah, barulah kau yang maju melawan ?? cuihh, bocah tengik !! "
"Pak Darmaji, penjaga sekolah yang terlihat kalem saat di depan para guru dan murid-murid di siang hari, namun akan menjadi serigala di malam hari" ucap Doni seakan-akan sedang membacakan puisi.
"Diam kau tengik !! apa sudah kau perdalam ilmu bela dirimu sehingga kau berani muncul di hadapanku lagi setelah waktu itu kau ku hajar sampai ga bisa jalan 1 minggu" ucap Darmaji dengan bertolak pinggang.
Doni tersenyum.
"atau kau datang kemari hanya untuk bertemu dengan pujaan hatimu pengecut ??"
"lebih baik aku di bilang pengecut dari pada harus menghancurkan masa depan seorang anak SMA "
"Diam kau !!"
"penjahat macam kau tak pantas menyuruhku untuk diam !!" jawab Doni.
"penjahat kau bilang ??!!" kata Darmaji makin kesal.
"membunuh dan memperkaos anak SMA itu kriminal !! aku bisa saja melaporkanmu !! tapi....."
"tapi kau tak tega melihat Mayang bersedih kan ??"
"maka dari itu aku ke sini"
"sudah terlambat !!"
"tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan !!"
"apa maumu ?!!"
"aku akan membinasakanmu" ucap Doni lirih.
"cuihh !! tidak akan bisa !! lihat antek-antekmu !! semua tepar ! hahaha, dasar banci !! kau menyuruh seorang gadis untuk memata-mataiku ?? atau kau mengirimku gadis ini untuk di jadikan sesi kedua setelah Mayang ?" canda Darmaji.
"bacot !!! hiaaakkk"
Doni menghajar Darmaji, menendangnya hingga ia tersungkur jatuh ke lantai.
"hahahaaa, hebat hebat, tapi...."
Blaaakkk
Gantian Doni yang tersungkur jatuh setelah Darmaji bangkit dan menendang Doni.
"awwwh !"
"sakit ?? mau lagi kau ?!!"
Plaakkk plakkk
tamparan bolak balik itu membuat Mayang dan Rifki memejamkan mata. Darmaji menaiki tubuh Doni hingga Doni tak bisa bergerak. Ia meninju perut Doni berkali-kali dan memukul pipinya.
"cukup !! hentikan pak !!!" teriak Mayang.
"mau apa kau ??" tanya Darmaji.
"Lepaskan teman-temanku, aku janji mereka tidak akan mengganggumu lagi" ucap Mayang.
"Tidak Mayang !! kamu harus bebas dari pria iblis ini !!" ucap Doni.
"kurang ajar kau !!"
plakk plakk plakk
"aww !!" teriak Doni.
Melihat rintihan Doni, Mayang tiba-tiba menendang kepala Darmaji hingga Darmaji oleng.
"bisa jadi kuat juga kau ya ?? kurang ajar !!" ucap Darmaji sambil kembali bangkit mendekati Mayang dan menjambak rambutnya.
"aduh sakit !!" teriak Mayang.
"sudah berani kau sekarang ??"
Doni masih merintih kesakitan hingga tak mampu bangkit. Rifki merangkak mendekati Doni, tapi baru beberapa langkah janggutnya di tendang oleh Darmaji.
Blukkk
krosakkk !!
Rifki jatuh ke samping rak berisi plastik-plastik.
"ukhuk !! aduuh" rintih Rifki.
Doni makin geram melihat hal itu.
"kau pikir temannya Mayang akan diam saja saat kau menyiksanya ?" ucap Doni.
"temannya Mayang ?? siapa ??"
"siapa lagi kalau bukan gadis yang kau sembunyikan di lemari kelas 12 IPA 1 pada saat ia masih kelas 10 semester 1" jawab Doni.
DEGGG
Mayang tertegun mendengar itu.
"halu kau ini !" kata Darmaji.
"hahahaa, halu ?? Gadis yang tadinya kau incar, pas malam itu ada kesempatan, kau sekap dia, tapi ia justru kehabisan nafas. waktu itu dia ke sini bersama Mayang" ucap Doni.
"Mariska" ucap Mayang lirih.
"Mariska ??" kata Rifki bertanya-tanya.
"iya. Dia Mariska, temannya Mayang yang sama-sama penasaran dengan kelas 12 IPA 1, kemudian malam-malam mereka berdua datang kemari, tapi saat akan memasuki ruangan itu Mariska izin ke toilet, sedangkan Mayang menunggu di depan kelas itu, 1 jam berlalu Mariska tak kembali, kalian tau apa yang terjadi ?? Dia yang membunuhnya !!" ucap Doni.
Mayang menetesakan air mata. Ia tak pernah mengira bahwa sahabatnya telah tiada. Ia fikir dulu Mariska sengaja meninggalkannya seorang diri si sana.
"Dia menaruh jasadnya Mariska sesaat setelah Mayang telah di perkaos dan pulang. Dia menarunya di sana karna dia tau, tidak ada yang berani memasuki ruangan itu, dan mayat itu dia kasih obat supaya tidak menimbulkan bau !"
DEGG
"kurang ajar kau !!"
Duaakkk
Doni di hajar habis-habisan sama Darmaji. Rifki yang baru saja di tendang janggutnya pun tak bisa berbuat apa-apa.
Mayang menarik baju Darmaji dan berusaha menolong Doni. Tapi karna Darmaji enggan menyingkir akhirnya tanpa sengaja Mayang terpental saat tangan Darmaji berusaha menjauhkan Mayang darinya.
Blaakk
Ia tersungkur menabrak tembok.
"aw !" rintih Mayang sambil memegangi lengan atasnya yang terkena tembok.
Tiba-tiba ada angin yang begitu kencang hingga menyeret Darmaji dan membuatnya tersungkur jauh.
Zizi membuka matanya saat ada yang berbisik di telinganya.
"Ndang tangio ndok"
Zizi terduduk menunduk lesu. Tapi sorot matanya tiba-tiba mengarah ke arah Darmaji. Ia bangun dan mendekati Darmaji.
srekk srekk
perlahan suara langkah itu makin mendekat ke Darmaji. Darmajia terbelalak menatapnya. Darmaji tau bahwa ia bukanlah Zizi. Namun arwah seseorang yang sedang memasukinya.
Tiba-tiba Zizi mencekik leher Darmaji. Darmaji sekuat tenaga melawannya namun sia-sia, kekuatan gadis itu sungguh kuat. Bahkan ia mampu mengangkat tubuh Darmaji yang tinggi besar.
Tangan Darmaji melambai tanda minta tolong. Semua yang ada di sana hanya terpaku melihat pemandangan itu.
"Kuburkan aku dengan cara yang layak !!!" teriak Zizi dengan nada tinggi.
"itu suara Mariska" ucap Rifki.
"Le... a.a..aa..." ucap Darmaji tak mampu mengeluarkan kata-kata.
"Jangan kau ganggu teman-temanku lagi !!!"
cekikan itu makin kuat. Darmaji teringat bahwa setiap malam ada suara yang berkata "kuburkan aku dengan layak !!"
Tapi Darmaji tidak mempedulikannya. Walaupun ia selalu di hantui tapi ia benar-benar acuh tak acuh dengan hal itu. Ia hanya menganggap bahwa itu adalah hantu penasaran yang nyasar ke rumahnya.
Darmaji lupa bahwa ia pernah membunuh seorang gadis SMA bernama Mariska. Gadis yang cantik, bahkan bisa di bilang idola sekolahan. Ia pun di tunjuk sebagai kapten voly putri.
Banyak prestasinya, anaknya periang dan aktif. Baik hati dan sopan santun. Maka dari itulah Rifki pun jatuh hati.
Mata Darmaji mulai memerah, kakinya dingin dan mulai sedikit kehabisan nafas. Mayang yang melihat bahwa Darmaji akan mati segera berteriak.
"Hentikan ka !!! kasihanilah pak Darmaji" ucap Mayang sambil memohon.
Zizi menatap tajam ke arah Mayang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Kardi Kardi
nice stories thor
2024-03-10
2