"Don ! yang penting kamu jangan sampai menyakiti zizi" ucap Rifki.
Doni tersenyum lalu berkata "iya Rifki Muamar Azrori."
Kemudian Rifki beranjak dari tempat itu dan menuju kantin.
Disisi lain zizi dan mayang pun sedang melangkah ke kantin. Di tengah perjalanan Mayang berkata "Nanti kalau lewat di depan kelas 12 Ipa 1 kepala harus nunduk dan tidak boleh bersuara."
"Kenapa emangnya ?" tanya zizi dengan penuh tanda tanya.
"Ikuti dan patuhi, atau kamu akan merasakan akibatnya sendiri" ucap mayang.
Seketika saat melintar di depan ruang kelas itu suasana jadi sangat sunyi senyap. semua anak yang melewati ruangan itu pun menundukan kepalanya.
"Siapa yang sedang mereka hormati ? bukankah ini ruang kelas 12 ? berarti siswa juga dong ? apa dia anak pemilik sekolahan ini ? sehingga sangat di junjung tinggi." ucap zizi dalam hati.
Suara jeritan dari ruang kelas itu membuat zizi penasaran. Ditambah bau anyir tak sedap melintas di hidung zizi.
"uueekkk"
Zizi mau muntah rasanya, kemudian ia menutup mulutnya dan melanjutkan perjalanan menuju kantin.
"Loh ??? zi, kamu ke kantin sama siapa ?" tanya Rifki yang kebetulan melihat zizi.
"Di antar sama mayang, loh kemana tuh anak"
"Mayang ?"
"Iya tadi ada ko bareng aku"
Rifki antara percaya ga percaya kalau zizi di antar mayang, karna setahu Rifki mayang orangnya ga pernah keluar kelas, apa lagi pergi ke kantin.
"Ya udah lah, mau makan apa ?"
"Waduuh, apa ya ? yang enak apa ?"
"Gimana kalau baso ? aku lagi pesen baso soalnya, hehe"
"Baso ?"
"Iya, aku pesenin ya ? kamu duduk aja, nanti biar aku antar ke meja kamu, ok ?"
Zizi tersenyum dan menganggukan kepala. tak lama baso itu pun sudah mulai di bawa Rifki ke mejanya Zizi.
"Ini dia, ini buat kamu, ini aku, kamu suka pedes ga ? ada saus tambahin sendiri ya ?" ucap Rifki.
"Iya, makasih, hehe"
Kemudian Rifki mulai menambahkan saus dan kecap, lalu mulai mencicipinya dan memakannya.
Terlihat zizi kesusahan menusuk baso dengan garpu. Rifki tersenyum melihat pemandangan itu.
"Kamu ga pernah makan baso ?" tanya Rifki.
"Pernah ko" jawab zizi.
"Tapi ko nusuk baso pake garpu aja ga bisa ? hahahaa, mana airnya muncrat-muncrat lagi"
"Soalnyaaa, aku ga pernah makan sendiri"
Rifki tersedak.
"Maksudnya ?" tanya Rifki.
"Aku kalau makan pasti di suapin sama mama, hehe"
"Oalaaah, anak mami to"
"Hehe"
"Sini sini, aku ajarin" ucap Rifki sambil mengambil garpu dari tangan zizi.
Tak jauh dari sana ternyata dari tadi Mega dan teman-temannya memperhatikan Rifki dan Zizi.
"Gini caranya (memegang tangan zizi dan meletakannya di garpu bersamaan dengan tangan Rifki) nusuknya pelan-pelan, biar basonya ga lari" ucap Rifki dengan lemah lembut.
"Oohh baper ga siih" ucap Rita saat melihat Rifki dan Zizi beradegan romantis.
"Pegangan tangan gitu, ya ampuun Mega, hatiku cenat cenut" ucap Nia.
"Apaan sih kalian ! bikin panas aja !!" ucap Mega sewot.
Mega terus memperhatika Rifki dan zizi dari tempat duduknya yang terhalang tiga bangku.
"Oh gitu ya ? jadi harus pelan-pelan ya ?" tanya Zizi kepada Rifki.
"Iya"
Zizi langsung memasukkan baso yang panas itu kedalam mulutnya. sontak zizi pun kepanasan. Rifki hanya tersenyum melihat kelakuan zizi.
"Semanja itu ya kamu, udah gede segini aja ga bisa makan baso, zi... zi..." ucap Rifki.
Kemudian ia mengambil baso di mangkoknya Zizi dan meniupnya.
"Ini kan masih panas, tiup dulu" kata Rifki sambil meniup baso itu.
"Hehe, sorry sorry"
"Nih kayaknya udah bisa di makan deh, biar aku suapin ya ? ayo buka mulut, aaa ??"
Zizi pun membuka mulutnya dan di suapi oleh Rifki. uuhh makin panas deh Mega.
"OMG so sweet bangeet ga sih mereka berdua ?" kata Rita.
"Apaan sih !! hiih !!!" ucap Mega kesal kemudian meninggalkan tempat itu.
"Mau aku suapin lagi ?" tanya Rifki.
"(Tersipu malu) ga usah, kamu makan punya kamu aja, nanti keburu dingin, aku mau latiham makan sendiri, hehe"
Rifki pun tertawa kecil
***
"Hiih ! kesel banget aku lihat Zizi !! baru pertama kali masuk udah bikin aku emosi ! awas aja kamu ya !" ucap Mega.
"Labrak aja dia"
"Labrak labrak ! gimana mau nglabrak, Zizi tuh berduaan terus sama Rifki, nanti malah makin ga suka Rifki sama aku kalau dia tau kelakuanku kayak gitu"
"Ealaaah, ya jangan nglabrak di sekolahan atuh neng Megaaa"
"Maksudmu ?"
"Ya di kost atau di jalan yang sepi"
"Kost ? ehh tunggu, dia tuh kost dimana sih ?"
"Denger-denger sih ga jauh dari sini"
"Gimana kalau nanti kita ikutin dia ?"
"Setuju"
"Kita cari tau dimana dia kost"
***
Malampun tiba. Zizi merebahkan badannya ke kasur sambil scrolling hp. Kemudian ia teringat dengan aturan di sekolahnya.
"Kenapa kalau lewat ruang kelas 12 Ipa 1 tuh harus menundukan kepala ? dan suara siapa yang aku dengar saat melewati ruangan itu ? apa ruangan itu tempat untuk menghukum murid yang bandel ? terus kenapa aroma di sana bikin mual ya ? sebenarnya apa yang terjadi ?" ucap zizi dengan penuh kebingungan.
Kemudian ia pun bersiap untuk tidur karna jam sudah menunjukan pukul 21 : 56. karna jauh dari mamanya ia kini harus belajar cara mandiri dan bangun pagi.
Zizi mulai terlelap sesaat setelah melantunkan sebuah do'a.
"BAAAA !!"
Lagi-lagi zizi terbangun dengan ciluk ba dari sosok yang sama seperti kemarin.
"Ya ampuuun ! apa-apaan ini ? kenapa muncul lagi ? siapa dia ?" ucap zizi sambil tepuk jidat.
Zizi memperhatikan sekeliling, dari pojok ke pojok ia lihat, di kolong tempat tidurpun ia periksa, namun tidak ada siapapun.
Sosok berambut panjang dengan mata besar melotot dan tulang pipi yang timbul, senyuman di atas pipir yang pucat mendatangi zizi lagi.
Lalu zizi mengambil selimut dan menutup seluruh badannya. ia mencoba untuk tidur kembali. namun bayangan sosok itu seolah-olah tetap di depan mata.
Tiba-tiba zizi membuka selimutnya kembali, ia baru sadar bahwa ia belum mengunci pintu kamarnya. ia segera berlari untuk mengunci pintu itu.
"Loh ??? ko sudah di kunci ? siapa yang ngunci ya ? aku sangat yakin kalau tadi sore abis makan malam aku langsung berbaring dan scrolling hp, belum ku kunci pintunya, aku yakin betul. tapi kalau ada yang menguncikannya, harusnya mengunciny dari luar, tapi ini ???? kuncinya saja berada di dalam. apa jangan- jangan ??? orang itu ada di dalam kamar aku ?" ucap Zizi sambil terus waspada.
Ia segera membalikkan badannya dan mencari orang yang sudah mengunci pintu kamarnya. Kolong tempat tidur, di dalam lemari, di dalam kamar mandi.
"Ga ada juga ?? kemana orang itu pergi ? apa dia bersembunyi ? hellooow ada orang di sini ??" tanya zizi meyakinkan dirinya bahwa tidak ada siapa-siapa di sana.
Zizi terus mencarinya di tiap sudut. tapi tidak menemukannya.
"Siapa yang mengunci pintu itu dari dalam ?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Nenti Malau
ohh serammm ihh
2024-03-10
2
Kardi Kardi
never give up miss, dont scared
2024-03-09
2
Rusliadi Rusli
hiiii... serem... atut
2023-11-23
1