***
"Huuugh !! semaleman ga tidur terus pas di suruh tidur rasanya tuh nikmaaaat banget, ygy (buat yg belum tau YGY artinya yaitu YA GAES YA) ??" ucap Mega kepada temannya di sebuah tempat nongkrong.
"iya, tidur sekitar jam 11 siang bangun-bangun jam 5 sore, hahahaa" kata Rita.
"Kenyang dah tuh" ucap Nia.
"Hoaamm... ini saja rasanya masih ngantuk" ucap Rita.
"Waaah parah, udah tidur seharian masih aja kurang" kata Nia.
"Hehehee"
"Mega, lu kenapa ? dari tadi kayak ga semangat gitu ?" tanya Nia.
"Gua lagi bingung aja, kenapa Rifki, Doni dan Zizi bisa di sana ??" kata Mega.
"Maksudnya ??"
"Mereka itu kayak udah ngerencanain buat nangkep pak Aji deh" kata Mega.
"ngerencanain ?? berarti sebelumnya mereka sudah tau dong persoalan ini ?" tebak Nia.
"Nah, maka dari itu, ga mungkinkan kalau mereka hanya sekedar lewat tapi tau kalau pak Aji akan melakukan itu pada Mayang ?" kata Mega.
"Emm... bener banget, pas itu juga Rifki masuk ke gudang duluan kan ??" kata Nia.
"Lu yakin kalau itu Rifki ?" tanya Rita.
"ehh, Rifki atau Doni ya yang ke gudang duluan pas kita lagi nyari berkas tentang Mariska" kata Nia.
"Dan parahnya, ternyata orang yang kita cari itu udah meninggal"
AAAAAAA
"Iya bener banget, gila"
"Lu sih kabur duluan, pas Mariska nyamperin gue dengan wajahnya yang pucat pasi itu, beeeehh, ngeri tau ga ! sampai ga bisa gerak ini badan, mau lari malah ke sandung sama Mega, ya udah deh, jatuh di sana udah ga bisa kemana-mana lagi" kata Rita.
"Pantesan badan gue sakit, ternyata lu tindihin ??" tanya Mega.
"Kan ga sengaja, hehe sorry sorry, panik" kata Rita.
"Yang parah tuh gua" ucap Nia.
HA HA HAAA
"Bisa-bisanya aku tuh lari di tempat sedangkan aku itu udah lari jauh banget sampai-sampai keluar dari gerbang dan lari ke jalan raya" kata Nia.
"Jalan raya versi hantu, hahaha" ledek Mega.
"Gila, celana gua sampai sekotor itu loh, ga nyadar sumpah" kata Nia.
"Ehh Mayang gimana kabarnya ??" tanya Mega.
"Di amankan juga, tapi di komnas perlindungan anak dan perempuan, mau di sembuhin dulu mentalnya" kata Rita.
"Berarti lama dong nanti ga masuk sekolah ?" tanya Nia.
"Ya ga tau juga ya"
"Aku lihat ayang beib Rifki tuh kasihan tau, sampai berdarah-darah gitu di hajar pak Aji" kata Mega.
"Zizi ngapain ya kira-kira ?? dia ga terluka sama sekali kan ?" tanya Nia.
"Oh iya juga ya, ngapain tuh anak, caper sama ayang beib gue ??" kata Mega.
"Waah, parah sih emang, anak baru sok-sok an jadi pahlawan" kata Rita menambahkan panas di hati Mega.
"Awas aja kamu zi"
***
Setelah acara penutupan segel di tutup kembali oleh mbah Muryat semua orang pun satu persatu mulai meninggalkan sekolah itu. Semua orang pulang kerumah masing-masing kecuali Darmaji.
Ia di tahan pak polisi dan harus menginap di hotel jeruji besi alias jadi nara pidana. Sembari menunggu bukti-bukti kekerasan yang lain, Darmaji masih di tetapkan sebagai pelaku kejahatan anak.
Ia di jatuhi pasal berlapis, sehingga di pastikan hukumannya akan sampai puluhan tahun, bahkan jika orangtuanya Mariska menuntut untuk penjara seumur hidup pun bisa saja terjadi. Tergantung nanti bagaimana hakim keadilan memutuskan.
***
"Mayang, kenapa selama ini kamu ga pernah cerita ke mama kalau kamu di perlakukan buruk sama Darmaji ??" kata mamanya Mayang di sebuah ruangan.
Mayang masih terdiam, sedangkan mamanya terus meneteskan air mata.
"Pantas saja selama ini dia baik banget sama keluarga kita, Ya Allah May... perih hati mama May, anak perempuan pertama mama udah ancur" ucap mamanya sambil terus meneteskan air mata.
Mayang masih terdiam, sesekali ia menengok ke arah mamanya.Sesekali juga ia turut menghapus air mata yang terus menggenangi pipi wajah sang ibundanya.
"Aku yakin kamu akan baik-baik saja ko May"
Terdengar suara yang tak asing di telinga Mayang. Suara itu mendekatinya.
"Doni" ucap Mayang perlahan.
Mayang langsung menghampiri Doni dan memeluknya erat-erat. Doni pun membalas pelukan itu, sesekali ia membelai rambutnya Mayang.
"Jangan khawatir, aku akan selalu ada buat kamu" ucap Doni.
Padahal dari tadi Mayang tidak mau bicara dengan siapapun. Tapi saat Doni datang ia mau membuka mulutnya dan langsung berinetaksi dengannya.
"Aku takut" ucap Mayang dalam pelukan Doni.
"Tidak ada yang perlu di takutkan" jawab Doni.
Tiba-tiba saja Mayang melepaskan pelukan itu dan mendorong Doni.
"Pergi dari sini !!" ucap Mayang.
"Kamu kenapa ??" tanya Doni heran.
"Aku bilang pergi !!" ucap Mayang sembari menahan air matanya yang mulai menggenang.
Doni terdiam dan masih berdiri mematung di sana.
"Aku malu padamu ! aku malu pada semua teman-teman ! aku malu pada ibuku !! dan aku malu terhadap diriku sendiri !" ucap Mayang.
Doni tersenyum dan menghampirinya lagi. Tapi Mayang menghidar dan terus saja mengusir Doni. Ibunya memeluknya dan mencoba menenangkannya.
"Aku perempuan kotoooor !!" ucap Mayang sembari menangis di pelukan ibunya.
"May"
"Aku ga pantas hidup di antara kalian"
"Tenang nak, tenaaang sayang" ucap ibunya yang terus mencoba menenangkan Mayang.
"Aku benci pada diri sendiri ma"
"Dengarkan aku May, apapun dan bagaimanapun keadaanmu, aku akan selalu ada untukmu, dan akan tetap setia mencintaimu"
Mayang langsung menolek ke Doni. Menatapnya dalam-dalam dan kemudian terdiam kembali. Bahkan air mata yang tadinya jatuh dengan derasnya kini hilang tanpa bekas.
***
Di kost putri
"Selamat malam kakak-kakak cantik" sapa Zizi kepada teman kost yang sedang berada di dapur.
"Malam juga zi, dari mana kamu ?" tanya Tasya.
"Hehe main kak" jawab Zizi.
"Mau ikutan masak ga ? sini gabung" kata Lisa.
"Waaah boleh juga, aku bantuin apa nih kak ??" tanya Zizi.
"Emm... apa ya ?"
"Potong tempe boleh deh zi" kata Tasya.
"Hah ?? potong tempe ??" ucap Zizi sedikit kaget.
Tau sendiri kan Zizi anaknya gimana. Makan baso saja tidak bisa apa lagi harus potong tempe, halah-halah.
"Iya, bisa kan ??" kata Tasya.
"Bisa ko bisa" jawab Zizi.
Zizi pun mulai menaru tasnya di meja dan kemudian mengambil pisau dan talenan. Ia mulai memotong sebisanya.
"waduh, ga kayak gitu zi motongnya " kata Lisa.
"Hehe salah ya ??" ucap Zizi.
"itu mah kayak motong ubi buat di bikin kolak atuh zi" ucap Tasya.
"Sini aku ajarin"
Zizi pun di ajarin cara motong tempe untuk di goreng. Lalu di ajari juga cara membuat bumbu lalu di goreng.
"Hahaha ternyata lebih mudah memasak ya dari pada harus menghitung rumus matematika" ucap Zizi.
"Anak mami sih lu, jadi goreng tempe doang kagak bisa" ucap Tasya.
"Hehe, maaf kak"
"Ya udah, ini bentar lagi mateng, sekitar 1 menit lah, nanti di angkat taruh ke sini ya ??" perintah Lisa.
"ok kak Lisa"
1 menitpun berlalu, kini Zizi siap-siap untuk mengangkat tempe itu dan meletakkannya di tempat yang sudah di sediakan oleh Lisa. Mungkin karena baru belajar masak, dan belum rapi dalam tata letak, salah satu tempenya pun jatuh.
"Ehh, ko jatuh, nanti ku ambil deh, jatuh di meja kompor doang ko, ga kotor, aku cuci tangan dulu ah" ucap Zizi.
Zizi pun kemudian mencuci tangannya, sementara Lisa sedang membuat sambal dan Tasya terlihat menyiapkan sayuran.
Ketika Zizi berbalik ke tempat penggorengan ternyata tempenya sudah tidak ada lagi di meja kompor.
"Waduh, jatuh kemana ya ? perasaan tadi di sini deh" ucap Zizi.
Ia pun mencari di sekitar area. Dibawah kompor, ga ada. Di bawah wajan, ga ada juga. Sudah ia cari bolak balik di area situ tapi tetap tidak ketemu.
"Kemana ya tempe itu ? kalau di ambil kak Lisa kayaknya ga mungkin, jaraknya lumayan jauh, kak Tasya juga sedang sibuk menyiapka sayuran, lalu siapa yanh mengambilnya ??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Asla
seru bangeeeettttt
2024-01-19
0
Hasnah Siti
deg deg kan terusss Thor.....lanjut lg
2023-11-02
3
Yuli
penasaran hantu siapa sih Thor yg ada di kostan 🤣🤣🤣
2022-09-28
3