Siapa yang mengambil ?

***

"Huuugh !! semaleman ga tidur terus pas di suruh tidur rasanya tuh nikmaaaat banget, ygy (buat yg belum tau YGY artinya yaitu YA GAES YA) ??" ucap Mega kepada temannya di sebuah tempat nongkrong.

"iya, tidur sekitar jam 11 siang bangun-bangun jam 5 sore, hahahaa" kata Rita.

"Kenyang dah tuh" ucap Nia.

"Hoaamm... ini saja rasanya masih ngantuk" ucap Rita.

"Waaah parah, udah tidur seharian masih aja kurang" kata Nia.

"Hehehee"

"Mega, lu kenapa ? dari tadi kayak ga semangat gitu ?" tanya Nia.

"Gua lagi bingung aja, kenapa Rifki, Doni dan Zizi bisa di sana ??" kata Mega.

"Maksudnya ??"

"Mereka itu kayak udah ngerencanain buat nangkep pak Aji deh" kata Mega.

"ngerencanain ?? berarti sebelumnya mereka sudah tau dong persoalan ini ?" tebak Nia.

"Nah, maka dari itu, ga mungkinkan kalau mereka hanya sekedar lewat tapi tau kalau pak Aji akan melakukan itu pada Mayang ?" kata Mega.

"Emm... bener banget, pas itu juga Rifki masuk ke gudang duluan kan ??" kata Nia.

"Lu yakin kalau itu Rifki ?" tanya Rita.

"ehh, Rifki atau Doni ya yang ke gudang duluan pas kita lagi nyari berkas tentang Mariska" kata Nia.

"Dan parahnya, ternyata orang yang kita cari itu udah meninggal"

AAAAAAA

"Iya bener banget, gila"

"Lu sih kabur duluan, pas Mariska nyamperin gue dengan wajahnya yang pucat pasi itu, beeeehh, ngeri tau ga ! sampai ga bisa gerak ini badan, mau lari malah ke sandung sama Mega, ya udah deh, jatuh di sana udah ga bisa kemana-mana lagi" kata Rita.

"Pantesan badan gue sakit, ternyata lu tindihin ??" tanya Mega.

"Kan ga sengaja, hehe sorry sorry, panik" kata Rita.

"Yang parah tuh gua" ucap Nia.

HA HA HAAA

"Bisa-bisanya aku tuh lari di tempat sedangkan aku itu udah lari jauh banget sampai-sampai keluar dari gerbang dan lari ke jalan raya" kata Nia.

"Jalan raya versi hantu, hahaha" ledek Mega.

"Gila, celana gua sampai sekotor itu loh, ga nyadar sumpah" kata Nia.

"Ehh Mayang gimana kabarnya ??" tanya Mega.

"Di amankan juga, tapi di komnas perlindungan anak dan perempuan, mau di sembuhin dulu mentalnya" kata Rita.

"Berarti lama dong nanti ga masuk sekolah ?" tanya Nia.

"Ya ga tau juga ya"

"Aku lihat ayang beib Rifki tuh kasihan tau, sampai berdarah-darah gitu di hajar pak Aji" kata Mega.

"Zizi ngapain ya kira-kira ?? dia ga terluka sama sekali kan ?" tanya Nia.

"Oh iya juga ya, ngapain tuh anak, caper sama ayang beib gue ??" kata Mega.

"Waah, parah sih emang, anak baru sok-sok an jadi pahlawan" kata Rita menambahkan panas di hati Mega.

"Awas aja kamu zi"

***

Setelah acara penutupan segel di tutup kembali oleh mbah Muryat semua orang pun satu persatu mulai meninggalkan sekolah itu. Semua orang pulang kerumah masing-masing kecuali Darmaji.

Ia di tahan pak polisi dan harus menginap di hotel jeruji besi alias jadi nara pidana. Sembari menunggu bukti-bukti kekerasan yang lain, Darmaji masih di tetapkan sebagai pelaku kejahatan anak.

Ia di jatuhi pasal berlapis, sehingga di pastikan hukumannya akan sampai puluhan tahun, bahkan jika orangtuanya Mariska menuntut untuk penjara seumur hidup pun bisa saja terjadi. Tergantung nanti bagaimana hakim keadilan memutuskan.

***

"Mayang, kenapa selama ini kamu ga pernah cerita ke mama kalau kamu di perlakukan buruk sama Darmaji ??" kata mamanya Mayang di sebuah ruangan.

Mayang masih terdiam, sedangkan mamanya terus meneteskan air mata.

"Pantas saja selama ini dia baik banget sama keluarga kita, Ya Allah May... perih hati mama May, anak perempuan pertama mama udah ancur" ucap mamanya sambil terus meneteskan air mata.

Mayang masih terdiam, sesekali ia menengok ke arah mamanya.Sesekali juga ia turut menghapus air mata yang terus menggenangi pipi wajah sang ibundanya.

"Aku yakin kamu akan baik-baik saja ko May"

Terdengar suara yang tak asing di telinga Mayang. Suara itu mendekatinya.

"Doni" ucap Mayang perlahan.

Mayang langsung menghampiri Doni dan memeluknya erat-erat. Doni pun membalas pelukan itu, sesekali ia membelai rambutnya Mayang.

"Jangan khawatir, aku akan selalu ada buat kamu" ucap Doni.

Padahal dari tadi Mayang tidak mau bicara dengan siapapun. Tapi saat Doni datang ia mau membuka mulutnya dan langsung berinetaksi dengannya.

"Aku takut" ucap Mayang dalam pelukan Doni.

"Tidak ada yang perlu di takutkan" jawab Doni.

Tiba-tiba saja Mayang melepaskan pelukan itu dan mendorong Doni.

"Pergi dari sini !!" ucap Mayang.

"Kamu kenapa ??" tanya Doni heran.

"Aku bilang pergi !!" ucap Mayang sembari menahan air matanya yang mulai menggenang.

Doni terdiam dan masih berdiri mematung di sana.

"Aku malu padamu ! aku malu pada semua teman-teman ! aku malu pada ibuku !! dan aku malu terhadap diriku sendiri !" ucap Mayang.

Doni tersenyum dan menghampirinya lagi. Tapi Mayang menghidar dan terus saja mengusir Doni. Ibunya memeluknya dan mencoba menenangkannya.

"Aku perempuan kotoooor !!" ucap Mayang sembari menangis di pelukan ibunya.

"May"

"Aku ga pantas hidup di antara kalian"

"Tenang nak, tenaaang sayang" ucap ibunya yang terus mencoba menenangkan Mayang.

"Aku benci pada diri sendiri ma"

"Dengarkan aku May, apapun dan bagaimanapun keadaanmu, aku akan selalu ada untukmu, dan akan tetap setia mencintaimu"

Mayang langsung menolek ke Doni. Menatapnya dalam-dalam dan kemudian terdiam kembali. Bahkan air mata yang tadinya jatuh dengan derasnya kini hilang tanpa bekas.

***

Di kost putri

"Selamat malam kakak-kakak cantik" sapa Zizi kepada teman kost yang sedang berada di dapur.

"Malam juga zi, dari mana kamu ?" tanya Tasya.

"Hehe main kak" jawab Zizi.

"Mau ikutan masak ga ? sini gabung" kata Lisa.

"Waaah boleh juga, aku bantuin apa nih kak ??" tanya Zizi.

"Emm... apa ya ?"

"Potong tempe boleh deh zi" kata Tasya.

"Hah ?? potong tempe ??" ucap Zizi sedikit kaget.

Tau sendiri kan Zizi anaknya gimana. Makan baso saja tidak bisa apa lagi harus potong tempe, halah-halah.

"Iya, bisa kan ??" kata Tasya.

"Bisa ko bisa" jawab Zizi.

Zizi pun mulai menaru tasnya di meja dan kemudian mengambil pisau dan talenan. Ia mulai memotong sebisanya.

"waduh, ga kayak gitu zi motongnya " kata Lisa.

"Hehe salah ya ??" ucap Zizi.

"itu mah kayak motong ubi buat di bikin kolak atuh zi" ucap Tasya.

"Sini aku ajarin"

Zizi pun di ajarin cara motong tempe untuk di goreng. Lalu di ajari juga cara membuat bumbu lalu di goreng.

"Hahaha ternyata lebih mudah memasak ya dari pada harus menghitung rumus matematika" ucap Zizi.

"Anak mami sih lu, jadi goreng tempe doang kagak bisa" ucap Tasya.

"Hehe, maaf kak"

"Ya udah, ini bentar lagi mateng, sekitar 1 menit lah, nanti di angkat taruh ke sini ya ??" perintah Lisa.

"ok kak Lisa"

1 menitpun berlalu, kini Zizi siap-siap untuk mengangkat tempe itu dan meletakkannya di tempat yang sudah di sediakan oleh Lisa. Mungkin karena baru belajar masak, dan belum rapi dalam tata letak, salah satu tempenya pun jatuh.

"Ehh, ko jatuh, nanti ku ambil deh, jatuh di meja kompor doang ko, ga kotor, aku cuci tangan dulu ah" ucap Zizi.

Zizi pun kemudian mencuci tangannya, sementara Lisa sedang membuat sambal dan Tasya terlihat menyiapkan sayuran.

Ketika Zizi berbalik ke tempat penggorengan ternyata tempenya sudah tidak ada lagi di meja kompor.

"Waduh, jatuh kemana ya ? perasaan tadi di sini deh" ucap Zizi.

Ia pun mencari di sekitar area. Dibawah kompor, ga ada. Di bawah wajan, ga ada juga. Sudah ia cari bolak balik di area situ tapi tetap tidak ketemu.

"Kemana ya tempe itu ? kalau di ambil kak Lisa kayaknya ga mungkin, jaraknya lumayan jauh, kak Tasya juga sedang sibuk menyiapka sayuran, lalu siapa yanh mengambilnya ??"

Terpopuler

Comments

Asla

Asla

seru bangeeeettttt

2024-01-19

0

Hasnah Siti

Hasnah Siti

deg deg kan terusss Thor.....lanjut lg

2023-11-02

3

Yuli

Yuli

penasaran hantu siapa sih Thor yg ada di kostan 🤣🤣🤣

2022-09-28

3

lihat semua
Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!