Mariska

***

"Mega, kira-kira kamu tau ga kenapa di kost itu ada larangan ga boleh nyanyi jawa ?" tanya Nia.

"Oh iya juga, aku ga kepikiran deh, menurutmu kenapa ?" tanya Mega.

"Mungkin hantu pohon beringin itu orang jawa kali, jadi mungkin sudah ada perjanjian sebelumnya agar tidak boleh nyanyi lagu-lagu jawa" kata Rita.

"Ga harus orang jawa lah, mungkin lebih tepatnya semacam hantu sinden iya ga sih ?" ucap Nia.

"Waah, ngeri juga ya ?" kata Rita.

"Udah ah, yang itu kita tunda dulu sebentar, kali ini aku mau cari anak yang bernama Mariska anak kelas 10" kata Mega.

"Mariska anak kelas 10 ?" tanya Rita dan Nia kompak.

"Iya, kata Doni, Rifki suka sama tuh anak" jawab Mega.

"Kayak apa sih anaknya ?" tanya Rita.

"Kalau gua udah tau gua ga akan nyariin tuh anak lah dodol !!!"

"Ya udah ayo cari"

"Let's go"

Mereka bertiga pun meluncur ke kelas 10, di tanyalah satu persatu kelas dari mereka.

"Apa di kelas ini ada yang bernama Mariska ? coba maju ke depan, kakak pengin tau, dan akan kakak kasih hadiah" ucap Mega memancing.

"Maaf kak, di kelas ini ga ada yang namanya Mariska" ucap salah satu anak di kelas itu.

"Oh gitu, baiklah. terima kasih, maaf mengganggu waktunya" kata Mega.

Kemudian mereka mencari di kelas 10 berikutnya, namun ternyata tidak ada juga. Sampai di ruang kelas 10 yang terakhirpun mereka tak menemukan anak yang bernama Mariska.

"Kalian yakin ? ga ada yang namanya Mariska di kelas ini ? Riska gitu ga ada ? atau Mari, Aris, kaka atau siapalah panggilannya yang penting nama lengkapnya itu Mariska ?" ucap Mega mulai agak kesal.

"Ga ada kak" ucap anak-anak satu ruangan.

"Waah, gila, jangan-jangan gua di kerjain sama Doni" ucap Mega dalam hati.

Mereka pun keluar dari ruangan itu. Kemudian Mega menghampiri Doni yang sedang duduk di bawah papan tulis.

"Lu ngerjain gua ya Don !" ucap Mega dengan nada marah.

"Maksud lu apa ?"

"Lu bilang kalau Rifki itu suka sama anak kelas 10 yang bernama Mariska, tapi tadi gua tanya semua kelas 10 dan mereka jawab apa ? ga ada yang namanya Mariska di kelas 10 ! dari IPA ke IPS udah gua jelajahi semuanya, tapi ga ada !!" kata Mega.

"(Tersenyum) lu ga percaya ? coba lain kali lu pinjem buku punya Rifki, di tiap halaman akhir pasti ada tulisan nama Mariska !" ucap Doni.

Mega terdiam lalu pergi meninggalkan Doni. Ia mendekati kedua temannya Rita dan Nia.

"Gimana kalau nanti kita cari di ruang gudang ? siapa tau di sana ada berkas tentang Mariska" ucap Nia.

"Gudang ?" tanya Mega.

"Iya, mungkin kertas bekas ulangan atas nama Mariska atau daftar hadirnya" ucap Nia.

"Boleh juga idenya"

"Atau jangan-jangan yang namanya Mariska itu udah pindah sekolah ?" ucap Rita.

"Bisa juga sih ?"

"Atau bukan dari sekolah ini, Doni bilangnya gimana emang ?"

"Cuma bilang kalau Rifki itu suka sama Mariska anak kelas 10, itu aja" jawab Mega.

"Waah, jangan-jangan bukan dari sekolah ini"

"Pilihan terbaik adalah mencoba minjem bukunya Rifki"

***

"Lain kali jangan melamun ya kalau melewati ruang kelas 12 IPA 1" ucap Rifki pada Zizi.

"Sebenarnya ada apa di ruangan itu ? Kanaya dan Aludra ?"

"Banyak yang udah cari tau tentang mereka sebenarnya, termasuk aku dan Doni"

"Terus ?"

"Ga ada yang bisa sampai tuntas"

"Kenapa ?"

"Karna kita tidak bisa menemukan si pembunuh itu dimana ?"

"Termasuk Doni ? ga bisa menuntaskannya ?"

"Benar"

"Bukankah Doni punya insting yang kuat ? pelajaran sejarah dia unggul kan ?" tanya Zizi.

"Bukan cuma insting yang di butuhkan zi, di sini kita berduel sama arwah itu, kekuatan aku dan Doni ga sebanding dengan itu, makanya Doni mati-matian nyari ilmu yang bisa menandingi ilmu arwah itu"

"Ilmu apa ?"

"Ilmu yang mampu mematahkan satu persatu organ tubuh makhluk halus"

"Wow ada kah ? ilmu yang begitu hebat, baru denger aku"

"Banyak ilmu yang ingin di kuasai oleh Doni sebenarnya"

"Semacam ilmu desendria ?"

"Ya, bisa jadi"

"Ilmu sepuluh panca indra ? haha kayaknya keren ya ?"

"Yang aku harapkan semoga Doni ga belajar ilmu suanggi"

"Bukankah itu ilmu hitam ?" tanya Zizi kaget.

"Maka dari itu, aku selalu memantaunya, untuk memastikan bahwa ia tak belajar ilmu terkutuk itu"

"Kalau Doni tau tentang masa lalu, berarti Doni tau apa alesan Mayang jadi pendiam seperti itu ??" tanya Zizi.

"Tau lah, kenapa emangnya ?" ucap Doni yang tiba-tiba muncul di antara mereka.

"Kalau kamu tau kenapa kamu diam saja ?" tanya Zizi.

"Diam saja ? apa maksudmu ?" tanya Doni.

"Kamu tau sebab dan akibat dia jadi anak pendiam kan ?" tanya Zizi lagi.

"Oh iya, dulu sepertinya pas kelas 10 semester satu Mayang anaknya periang ya ? banyak juga mengikuti banyak ekstrakurikuler" kata Rifki.

"Mayang cerita apa aja ke kamu ?" tanya Doni.

"Mayang ga cerita apa-apa, dia lebih banyak diam, memendam semua permasalahan itu sendiri"

"Kalau kamu juga tau lalu kenapa kamu diam saja ?" tanya Doni lagi.

"Aku hanya sedang mencari kebeneran tentang hal itu"

"Dari mana kamu tau ?"

"Mimpi"

"Apa yang di sampaikan oleh mimpi ?"

"Intinya dia di lecehkan dan di jadikan pemuas nafsu seorang pria tua, yang belum pernah aku lihat wajahnya sama sekali !"

"Oh"

"Oh ??? maksudmu apa ?"

"Aku hanya mencoba melindungi privasi Mayang saja"

"Kenapa ga kamu ungkap kebenaran itu kalau kamu sudah tau orangnya !!"

"Harusnya kamu tau juga apa ancaman dari pria itu !!"

Zizi terdiam sejenak.

"Aku ajak kamu buat gabung dan mengungkap semuanya" ucap Zizi.

"Caranya ?"

"Mendatangi sekolah ini di jam 9 malam"

"Nggak !"

"Kenapa ? pria itu sendirian, dan kita bertiga !"

"Zi, andai kamu tau, gadis yang aku sukai di sekolah ini adalah Mayang ! dan lu tau ? gue pernah mencoba mencari tau tentang hal itu, tapi apa yang ku dapat ?? sakit hati zi !!(berteriak) lu bayangin, cewek yang gua suka lagi melakukan hubungan itu dengan pria lain, dan gua lihat itu dengan mata gue sendiri, hancur hatiku zi !" ucap Doni dengan mata berkaca.

"Sorry sorry, aku ga tau Don"

Rifki mencoba menguatkan Doni.

"Kenapa lu ga pernah cerita sama gue, kalau lu suka sama Mayang ?" tanya Rifki.

"Ga penting ki, udah ancur hatiku"

Zizi masih terdiam.

"Dan gua juga muak sama pria tua itu, pria yang di tinggal mati oleh istrinya, lalu kesepian, dan melampiaskannya kepada Mayang" ucap Doni.

"Siapa pria tua itu sebenarnya ?" tanya Zizi.

"Dia ada di area sekolahan ini, makanya Mayang ga suka keluar kelas, takut dia lihat, tekanan batinnya terlalu dalam" kata Doni.

"Dugaanku benar, pasti pria itu ada di sekitar sini, karna dia tau tempat-tempat aman di sekolah ini"

"Kumpulkan bukti, biar kita ramai-ramai adili dia, kasihan Mayang" ucap Rifki.

***

Bell pulang sekolah pun bergema. Semua siswa nampak suka cita. Termasuk juga anak-anak kelas 11 IPA 2.

"Rifki, boleh pinjem bukunya ga ? tadi aku ada yang ketinggalan pas mencatat, janji deh, besok aku bawa lagi ko" ucap Mega.

"Oh, iya, ga apa-apa ko, ini" ucap Rifki sambil menyodorkan bukunya.

"Makasih ya ki"

"Ok sama-sama, aku balik duluan ya ?"

"Iya hati-hati di jalan ya ?"

Rifki pun melangkah keluar kelas. Mega dan kedua temannya bersorak lirih.

"Coba buka halaman akhir"

Mereka dengan perlahan membuka halaman itu. Ternyata benar, ada sebuah tulisan di sana.

'Mariska, terima kasih untuk kehadiranmu di setiap malam kelabuku'

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

cath a bastard man, guys

2024-03-09

2

van

van

suka baca novelnya karna naksir sama penulisnya 🤭🤭 tapi kali ini imajinasinya cukup kereeen 👍 i love you... semangat terus

2022-09-01

6

lihat semua
Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!