***
"Mega, kira-kira kamu tau ga kenapa di kost itu ada larangan ga boleh nyanyi jawa ?" tanya Nia.
"Oh iya juga, aku ga kepikiran deh, menurutmu kenapa ?" tanya Mega.
"Mungkin hantu pohon beringin itu orang jawa kali, jadi mungkin sudah ada perjanjian sebelumnya agar tidak boleh nyanyi lagu-lagu jawa" kata Rita.
"Ga harus orang jawa lah, mungkin lebih tepatnya semacam hantu sinden iya ga sih ?" ucap Nia.
"Waah, ngeri juga ya ?" kata Rita.
"Udah ah, yang itu kita tunda dulu sebentar, kali ini aku mau cari anak yang bernama Mariska anak kelas 10" kata Mega.
"Mariska anak kelas 10 ?" tanya Rita dan Nia kompak.
"Iya, kata Doni, Rifki suka sama tuh anak" jawab Mega.
"Kayak apa sih anaknya ?" tanya Rita.
"Kalau gua udah tau gua ga akan nyariin tuh anak lah dodol !!!"
"Ya udah ayo cari"
"Let's go"
Mereka bertiga pun meluncur ke kelas 10, di tanyalah satu persatu kelas dari mereka.
"Apa di kelas ini ada yang bernama Mariska ? coba maju ke depan, kakak pengin tau, dan akan kakak kasih hadiah" ucap Mega memancing.
"Maaf kak, di kelas ini ga ada yang namanya Mariska" ucap salah satu anak di kelas itu.
"Oh gitu, baiklah. terima kasih, maaf mengganggu waktunya" kata Mega.
Kemudian mereka mencari di kelas 10 berikutnya, namun ternyata tidak ada juga. Sampai di ruang kelas 10 yang terakhirpun mereka tak menemukan anak yang bernama Mariska.
"Kalian yakin ? ga ada yang namanya Mariska di kelas ini ? Riska gitu ga ada ? atau Mari, Aris, kaka atau siapalah panggilannya yang penting nama lengkapnya itu Mariska ?" ucap Mega mulai agak kesal.
"Ga ada kak" ucap anak-anak satu ruangan.
"Waah, gila, jangan-jangan gua di kerjain sama Doni" ucap Mega dalam hati.
Mereka pun keluar dari ruangan itu. Kemudian Mega menghampiri Doni yang sedang duduk di bawah papan tulis.
"Lu ngerjain gua ya Don !" ucap Mega dengan nada marah.
"Maksud lu apa ?"
"Lu bilang kalau Rifki itu suka sama anak kelas 10 yang bernama Mariska, tapi tadi gua tanya semua kelas 10 dan mereka jawab apa ? ga ada yang namanya Mariska di kelas 10 ! dari IPA ke IPS udah gua jelajahi semuanya, tapi ga ada !!" kata Mega.
"(Tersenyum) lu ga percaya ? coba lain kali lu pinjem buku punya Rifki, di tiap halaman akhir pasti ada tulisan nama Mariska !" ucap Doni.
Mega terdiam lalu pergi meninggalkan Doni. Ia mendekati kedua temannya Rita dan Nia.
"Gimana kalau nanti kita cari di ruang gudang ? siapa tau di sana ada berkas tentang Mariska" ucap Nia.
"Gudang ?" tanya Mega.
"Iya, mungkin kertas bekas ulangan atas nama Mariska atau daftar hadirnya" ucap Nia.
"Boleh juga idenya"
"Atau jangan-jangan yang namanya Mariska itu udah pindah sekolah ?" ucap Rita.
"Bisa juga sih ?"
"Atau bukan dari sekolah ini, Doni bilangnya gimana emang ?"
"Cuma bilang kalau Rifki itu suka sama Mariska anak kelas 10, itu aja" jawab Mega.
"Waah, jangan-jangan bukan dari sekolah ini"
"Pilihan terbaik adalah mencoba minjem bukunya Rifki"
***
"Lain kali jangan melamun ya kalau melewati ruang kelas 12 IPA 1" ucap Rifki pada Zizi.
"Sebenarnya ada apa di ruangan itu ? Kanaya dan Aludra ?"
"Banyak yang udah cari tau tentang mereka sebenarnya, termasuk aku dan Doni"
"Terus ?"
"Ga ada yang bisa sampai tuntas"
"Kenapa ?"
"Karna kita tidak bisa menemukan si pembunuh itu dimana ?"
"Termasuk Doni ? ga bisa menuntaskannya ?"
"Benar"
"Bukankah Doni punya insting yang kuat ? pelajaran sejarah dia unggul kan ?" tanya Zizi.
"Bukan cuma insting yang di butuhkan zi, di sini kita berduel sama arwah itu, kekuatan aku dan Doni ga sebanding dengan itu, makanya Doni mati-matian nyari ilmu yang bisa menandingi ilmu arwah itu"
"Ilmu apa ?"
"Ilmu yang mampu mematahkan satu persatu organ tubuh makhluk halus"
"Wow ada kah ? ilmu yang begitu hebat, baru denger aku"
"Banyak ilmu yang ingin di kuasai oleh Doni sebenarnya"
"Semacam ilmu desendria ?"
"Ya, bisa jadi"
"Ilmu sepuluh panca indra ? haha kayaknya keren ya ?"
"Yang aku harapkan semoga Doni ga belajar ilmu suanggi"
"Bukankah itu ilmu hitam ?" tanya Zizi kaget.
"Maka dari itu, aku selalu memantaunya, untuk memastikan bahwa ia tak belajar ilmu terkutuk itu"
"Kalau Doni tau tentang masa lalu, berarti Doni tau apa alesan Mayang jadi pendiam seperti itu ??" tanya Zizi.
"Tau lah, kenapa emangnya ?" ucap Doni yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
"Kalau kamu tau kenapa kamu diam saja ?" tanya Zizi.
"Diam saja ? apa maksudmu ?" tanya Doni.
"Kamu tau sebab dan akibat dia jadi anak pendiam kan ?" tanya Zizi lagi.
"Oh iya, dulu sepertinya pas kelas 10 semester satu Mayang anaknya periang ya ? banyak juga mengikuti banyak ekstrakurikuler" kata Rifki.
"Mayang cerita apa aja ke kamu ?" tanya Doni.
"Mayang ga cerita apa-apa, dia lebih banyak diam, memendam semua permasalahan itu sendiri"
"Kalau kamu juga tau lalu kenapa kamu diam saja ?" tanya Doni lagi.
"Aku hanya sedang mencari kebeneran tentang hal itu"
"Dari mana kamu tau ?"
"Mimpi"
"Apa yang di sampaikan oleh mimpi ?"
"Intinya dia di lecehkan dan di jadikan pemuas nafsu seorang pria tua, yang belum pernah aku lihat wajahnya sama sekali !"
"Oh"
"Oh ??? maksudmu apa ?"
"Aku hanya mencoba melindungi privasi Mayang saja"
"Kenapa ga kamu ungkap kebenaran itu kalau kamu sudah tau orangnya !!"
"Harusnya kamu tau juga apa ancaman dari pria itu !!"
Zizi terdiam sejenak.
"Aku ajak kamu buat gabung dan mengungkap semuanya" ucap Zizi.
"Caranya ?"
"Mendatangi sekolah ini di jam 9 malam"
"Nggak !"
"Kenapa ? pria itu sendirian, dan kita bertiga !"
"Zi, andai kamu tau, gadis yang aku sukai di sekolah ini adalah Mayang ! dan lu tau ? gue pernah mencoba mencari tau tentang hal itu, tapi apa yang ku dapat ?? sakit hati zi !!(berteriak) lu bayangin, cewek yang gua suka lagi melakukan hubungan itu dengan pria lain, dan gua lihat itu dengan mata gue sendiri, hancur hatiku zi !" ucap Doni dengan mata berkaca.
"Sorry sorry, aku ga tau Don"
Rifki mencoba menguatkan Doni.
"Kenapa lu ga pernah cerita sama gue, kalau lu suka sama Mayang ?" tanya Rifki.
"Ga penting ki, udah ancur hatiku"
Zizi masih terdiam.
"Dan gua juga muak sama pria tua itu, pria yang di tinggal mati oleh istrinya, lalu kesepian, dan melampiaskannya kepada Mayang" ucap Doni.
"Siapa pria tua itu sebenarnya ?" tanya Zizi.
"Dia ada di area sekolahan ini, makanya Mayang ga suka keluar kelas, takut dia lihat, tekanan batinnya terlalu dalam" kata Doni.
"Dugaanku benar, pasti pria itu ada di sekitar sini, karna dia tau tempat-tempat aman di sekolah ini"
"Kumpulkan bukti, biar kita ramai-ramai adili dia, kasihan Mayang" ucap Rifki.
***
Bell pulang sekolah pun bergema. Semua siswa nampak suka cita. Termasuk juga anak-anak kelas 11 IPA 2.
"Rifki, boleh pinjem bukunya ga ? tadi aku ada yang ketinggalan pas mencatat, janji deh, besok aku bawa lagi ko" ucap Mega.
"Oh, iya, ga apa-apa ko, ini" ucap Rifki sambil menyodorkan bukunya.
"Makasih ya ki"
"Ok sama-sama, aku balik duluan ya ?"
"Iya hati-hati di jalan ya ?"
Rifki pun melangkah keluar kelas. Mega dan kedua temannya bersorak lirih.
"Coba buka halaman akhir"
Mereka dengan perlahan membuka halaman itu. Ternyata benar, ada sebuah tulisan di sana.
'Mariska, terima kasih untuk kehadiranmu di setiap malam kelabuku'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Kardi Kardi
cath a bastard man, guys
2024-03-09
2
van
suka baca novelnya karna naksir sama penulisnya 🤭🤭 tapi kali ini imajinasinya cukup kereeen 👍 i love you... semangat terus
2022-09-01
6