12 IPA 1

***

Hari ini di sekolah mengadakan pencarian bakat vocalis untuk band di sekolah itu. Tentunya karna vocalisnya sudah kelas 12 dan sebentar lagi akan lulus, jadi hari ini di adakan seleksi.

Zizi yang tadinya tak tau ia hanya ikut menonton saja. Tadinya ia mengajak mayang, tapi mayang menolak. Akhirnya ia pergi di temani sofia yang duduk di depan Mayang.

Terlihat acara itu sangat meriah dan para pesertanya pun antusias. Disana sudah mulai di buka acara dengan bernyanyi bersama dengan vocalis band kelas 12.

"Namanya Bima Dirgantara, anak kelas 12 IPS, dulu dia anak IPA, tapi setelah putus dari pacarnya dia pindah ke IPS" tutur sofia pada Zizi.

"Oooohhh, lumayan tampan ya ? hehe"

"Bukan lumayan lagi, emang dia tampan ko, jadi idola satu sekolah ini"

"Oh ya ?"

"Iya, suaranya juga bagus banget, dia selalu bawa piala saat ikut perlombaan"

"Wow, hebat"

"Sayangnya, dia playboy"

"Wajarlah, tampan gitu ko"

"Kamu, jangan sampai sama dia"

"Kenapa ?" tanya zizi penasaran.

"Nanti keperawananmu hilang" ucap sofia sambil berbisik ke telinga zizi.

DEGG

"Serius ?"

"Ngapain aku bohong, tanya saja sama yang udah pernah di pacarin sama Bima"

"Serem juga"

Kemudian suara obrolan mereka sedikit terganggu karena suara sound sekolah itu sangat kencang.

Nampak tak jauh dari zizi terlihat Doni sedang memperhatikannya bersama Rifki.

"Karisma Zizi luar biasa ya Ki" kata Doni.

"Biasa saja ko Don" ucap Rifki.

"Aku yakin kalau Bima lihat zizi, pasti langsung jatuh hati"

"Jangan mendahului takdir"

"Lihat saja, saat nanti lampu panggung menyorot ke zizi, Bima akan membawanya naik ke atas panggung"

"Hem"

Tak lama setelah Doni berucap tiba-tiba lampu sorotan itu mengarah ke arah zizi. Bima yang tadinya menyanyi menggunakan kacamata ia sampai melepas kacamata itu saat melihat zizi.

Bima mendatangi zizi dan menarik tangannya untuk ikut ke atas panggung. zizi yang masih kebingungan ia hanya diam dan ikut saja.

"Apa aku bilang" ucap Doni.

"Ahh itu hanya kebetulan"

Mereka kemudian menonton lagi.

"Siapa namamu cantik ?" tanya Bima.

"Zizi"

"Kamu anak baru ya ? ko aku baru lihat"

"Iya, anak 11 IPA 2"

"Wow, anak IPA emang cantik-cantik ya gaes ya ?"

Terdengar suara sorak sorai dari penonton.

"Lu lihat Ki, nanti juga tangan Zizi pasti di cium sama Bima"

Rifki hanya diam dan melihatnya saja. Tak lama benar yang di katakan Doni, Bima mencium tangan Zizi. Doni tertawa.

Semua gadis disana merasa sakit hati. Punya saingan baru lagi. Padahal mereka tau kelakuan Bima, tapi mereka tetap mencintai Bima.

"Ok Zizi cantik, sampai jumpa lagi ya" ucap Bima sambil melambaikan tangan saat zizi turun dari panggung.

Zizi di hampiri sofia.

"Jangan mau kemakan modusnya Bima zi" ucap zizi.

Tapi terlihat zizi sangat bahagia. Ia senyum-senyum sendiri. siapa sih yang nolak kalau di rayu Bima.

***

Di kantin

"Kemarin udah lihat kan kost-nya zizi, serem ga sih menurut kalian ?" tanya Mega pada Rita dan Nia.

"Mewah banget itu"

"Yang serem tuh di samping rumah itu dodol !!"

"Ada apanya sih ?"

"Pohon beringinnyalah !"

"Oh iya. gede itu, hehe"

"Apanya yang gede ?"

"Setannya, hahaha"

"Hush !! jangan keras-keras, nanti ada yang denger. kan yang sekolah di sini juga banyak yang kost di tempat itu"

"Ada ide ga ?"

"Emmm, biasanya di sebuah kost itu ada larangan tertentu yang ga boleh di langgar, aku yakin pasti di sana juga ada larangannyakan ?"

"Wah, bener banget, gimana kalau kita cari tau aja dulu, jangan buru-buru, nanti ketahuan, pelan tapi pasti. ok ?"

***

"Ki, lu udah lihat kan gimana karisma atau aura dari zizi ?" tanya Doni.

"Lu nanyanya itu mulu, yang lain kek"

"Gua penasaran banget ama zizi, kayaknya dia itu punya khodam ratu deh"

DEGG

"Khodam ratu ??" tanya Rifki.

"Iya, tau kan ciri-cirinya ?"

"Di sukai banyak orang ??"

"Betul"

"Ealah Don ! jaman sekarang ko percaya sama kayak gituan, Zizi di sukai banyak orang karna attitude-nya baik, sopan santun, ramah, kalem. Ga perlu punya khodam ratu buat bisa dapatin hati semua orang"

Plaakkk

Sebuah buku melayang ke kepala Rifki.

"Ehh somplak !! Bima yang punya semar mesem aja kepincut loh sama Zizi" ucap Doni.

"Ya karna Bima itu playboy. Lihat gadis cantik dikit ya matanya ijo"

"Lu lama-lama ngeselin ya ki !"

"Don, Zizi itu anaknya manja, makan baso aja dia ga bisa. Apa lagi punya khodam ratu. Dia juga bukan anak indomie"

"indigo !!"

"Ya itulah maksud aku, hehe"

"Punya khodam ga harus indigo ki"

"Tapi setidaknya kalau dia punya khodam sudah pasti dia bisa melihat makhluk tak kasat mata alias indihome"

"Indigo Rifki !!"

"Hehe"

"Lu becanda mulu dari tadi"

"Sorry sorry, ok serius. yang aku rasakan di Zizi itu bukan khodam ratu Don, tapi khodam harimau putih"

"Serius lu ?"

"Ya itu yang aku rasakan, dan ada aura berbeda lagi, tapi aku ga tau apa itu. Susah di tebak. Auranya lari-lari, hehe"

"Aku juga mikir gitu, auranya berbeda-beda"

"Makanya, lu ga usah macem-macem sama Zizi, khodamnya ga cuma satu."

Doni tersenyum. Tapi senyumannya seperti menyimpan sesuatu. Kira-kira apa ya ?

***

Jam pulang sekolah pun berdentang, semua murid berhamburan keluar. Zizi berniat mengajak mayang untuk pulang bareng.

"Loh ?? kemana tuh anak ? ko ilang ?" tanya zizi dalam hati saat melihat ke arah meja Mayang namun Mayang sudah menghilang.

Zizi mencoba bertanya kepada Sofia.

"Udah keluar tadi" jawab sofia.

Zizi segera berlari keluar untuk mencari Mayang. Tapi di luar banyak siswa, jadi tak nampaklah tuh Mayang. saat ia hendak menuju parkiran motor ia melihat Mayang bersama dengan seorang bapak-bapak agak tua.

"Mayang sama siapa ya ?" tanya zizi heran.

Saat ia akan mendekati Mayang tiba-tiba Rifki datang menghampiri Zizi.

"Hay zi, mau pulang bareng ?" tanya Rifki.

Zizi masih mencoba melihat Mayang tapi mayang pergi bersama pria itu.

"Mungkin ayahnya" ucap zizi lirih.

"Hellow Zizi, kamu baik-baik aja ??" tanya Rifki.

"Ehh, i i iya, tadi ngomong apa ?"

"(Tersenyum dan mengulangi pertanyaannya) mau pulang bareng ga ?"

"Emmm... ga usah, ehh Rifki, aku mau nanya boleh ?"

"Bolehlah, nanya aja"

"Kamu tau kelas 12 IPA 1 ?"

DEGGG

"Ngapain kamu nanyain ruangan itu ?"

"Ya penasaran aja, lagian kenapa juga harus nundukin kepala pas jalan di area itu ? sebegitu istimewanya kah ?"

"Emmm... gimana ya ngejelasinnya ke kamu ?"

"Emang ada apa sih ?"

"Kamu tau itu dari Mayang ya ?"

"Iya, ga boleh bersuara dan kepala harus nunduk, ga masuk akal banget"

"Ada lagi yang di ceritakan oleh Mayang ?"

"Ga ada"

"Ya udah, patuhi dan turuti aja"

"Ya penasaran aja, saat melintas di sana ada suara jeritan dan bau yang sangat menyengat, bikin mual."

"Tunggu tunggu ! suara jeritan ?"

"Iya, apa ruangan itu adalah tempat hukuman bagi anak yang melanggar aturan ya ?"

"Nggak. Ruangan itu kosong sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu Zi"

DEGG

"Kosong berpuluh-puluh tahun yang lalu ???"

Terpopuler

Comments

Anita Kumala Sari

Anita Kumala Sari

klo khodam macan kasur gmn🤭

2023-11-26

2

Hasnah Siti

Hasnah Siti

lanjut lg....makin seru ...🤩🤩

2023-11-01

1

Ela Jutek

Ela Jutek

mulai ada serem nya nie

2022-10-17

3

lihat semua
Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!