The battle of khodam

Rifki duduk bersila dan membaca mantranya. Keluarlah asap putih yang mengelilingi sekitar tubuh Rifki. Rifki nampak masih memejamkan matanya. Khodam itu bernama Tjatur tupih.

Sedangkan khodam dari Darmaji yang bernama Tamih Muli, ia mulai menyerang Mariska, langsung di hajarlah Khodamnya Darmaji oleh Khodam punya Rifki. Mariska sedikit menjauh, ia masih terlalu lemah untuk menghadapi khodamnya Darmaji.

"Ternyata ilmu yang kau punya adalah ilmu hitam !" ucap Rifki kepada Darmaji.

"hahahaa, hei anak kecil, menyingkir saja kau, daripada nanti kalah kau nangis ! aku tidak punya permen untuk menghentikan tangisanmu itu !" ucap Darmaji.

"sombong !! ilmu hitam tidak akan pernah bisa melawan kebaikan" ucap Rifki.

HWAAA

pertarungan antar khodam itu membuat ruang gudang itu menjadi berantakan. Rifki menyuruh Doni agar membawa Mayang dan Zizi keluar saja, ia takut mereka akan kenapa-napa.

"tapi nanti Rifki ??" ucap Mayang ragu.

"aku tidak apa-apa May, keluarlah !" perintah Rifki.

Saat Rifki sedang tak berkonsentrasi khodam Darmaji menyerangnya.

AWHH

secepat mungkin khodamnya Rifki menghajar khodam yang telah menyakiti tuannya itu.

DUARR

Kardus-kardus isi berkas-berkas berhamburan dan berantakan. Darmaji semakin panas, ia mengeluarkan ajian pamungkasnya untuk melumpuhkan khodamnya Rifki.

Bersamaan dengan khodam itu Rifki pun terpental jauh.

"Aw... aduuh !! ukhuk !!"

Tjatur Tupih segera menyerang Darmaji, namun di halangi oleh Tamih Muli. Mereka saling serang, tapi Tjatur kalah dalam pertarungan itu. Melihat Rifki yang terluka Mariska pun mulai menyerang Darmaji.

Tapi baru mulai melangkah ia segera di tangkap oleh Tamih Muli. Darmaji tertawa lepas, dan ia pun segera menyiapkan kotak untuk mengurung arwah Mariska.

"tidaaaak !! Rifki tolong aku..." teriak Mariska.

Namun Rifki sudah tak kuasa melawan, khodamnya pun sudah kembali ke raganya. Rifki terbatuk dan mengeluarkan darah.

Melihat hal itu Doni pun siap untuk melawan Darmaji, ia yang sangat sangat dendam terharadap Darmaji.

Doni memejamkan matanya dan bersiap mengeluarkan khodamnya.

"Jangan kurung akuuu, aku mohooon, toloooong" teriak Mariska.

"Mariskaaa !!!" teriak Zizi sambil berlari mendekati Darmaji saat melihat bahwa Mariska akan segera di masukan ke dalam kotak.

Tangan Zizi menepis kotak itu. Seketika itu pula Darmaji kaget dan marah. Doni yang melihat itu pun terpana.

"Itu bukan tangan Zizi, melainkan harimau putih itu yang menampik kotaknya" ucap Doni dalam hati.

"Beraninya kau ikut campur urusanku !! minggir kau !!" ucap Darmaji sambil mendorong Zizi.

Raut muka marah terpancar di wajah Zizi, ia pun bangun dan berdiri sambil terus menatap tajam ke arah Darmaji. Darmaji sadar, ia sedang tidak berhadapan dengan seorang gadis biasa, melainkan punya khodam pendamping harimau putih.

"Tatapan itu ??? dari mana anak ini mendapatkannya ? bukankah hanya orang-orang tertentu saja yang mempunyai khodam itu, yang sifat dan akhlaknya terpuji seperti sunan Kalijaga dan Prabu siliwangi ?" ucap Darmaji dalam hati.

"Kau saja berani mengganggu teman-temanku, lalu ? kenapa aku tidak boleh menghadapimu ?" ucap Zizi.

Doni tersenyum.

"sedahsyat itu ternyata, Darmaji saja takut menatap matanya" ucap Doni dalam hati.

"ahh !! persetan kau ! kau hanya anak yang masih ingusan !! walaupun kau di dampinginya, kau masih blm tau apa-apa ! sama seperti Rifki, hahaha" ucap Darmaji.

Baru saja ia menutup mulutnya Harimau putih itu tiba-tiba saja menerkamnya. Dan Darmaji pun terlempar ke luar ruangan, lalu dengan menggunakan kakinya ia menindihi Darmaji.

"Kejahatan tidak akan pernah menang, sampai kapanpun !" ucap Harimau itu.

Darmaji tidak bisa menggerakan badannya, karena tubuh harimau itu lima kali lipat dari ukuran normal. Dengan badan yang penuh dengan rasa sakit dan mulut yang mengeluarkan darah Darmaji memelas kepada Harimau putih itu.

"a a am ampuun ! ampuni saya, saya janji tidak akan mengulanginya lagi, saya janji" ucap Darmaji dengan wajah yang amat memelas.

"Jangan bunuh dia, biar kita bawa dia ke pengadilan, dan kita pertontonkan kepada banyak orang, ini loh sosok penjaga sekolah yang mencabuli salah satu siswa, kelakuan bejadnya perlu di pertanggung jawabkan di sel jeruji besi" ucap Doni.

"Benar zi, dan nyawa perlu di bayar dengan nyawa ! tunggu setelah kau masuk penjara !" ucap Rifki.

"Anak-anak kurang ajar !!" ucap Darmaji dalam hati.

Zizi menatap Mayang, ia yang masih tertunduk entah karna malu atau karna rasa traumanya, atau bahkan ia mengkhawatirkan sesuatu.

"Jawabannya ada di Mayang, terserah dia" ucap Zizi.

Mayang kaget dan langsung melihat ke arah Zizi. Ternyata masih ada yang menghormati keputusannya, lalu saat Mayang melihat ke arah mereka di belakang Zizi, Doni dan Rifki si Tamih Muli siap menerkam mereka.

ROOAARRR

Ternyata sedari tadi saat ke tiga anak itu membelakangi Darmaji, ia memanggil kembali si Tamih Muli dan memerintahkannya untuk membinasakan mereka.

Ia tak terima jika ia harus di permalukan di hadapan banyak orang.

TIDAAAAAKKKK

Teriakan Mayang menggema saat melihat ke tiga temannya itu terlempar jauh di hantam oleh ekor dari si Tamih Muli.

AWW

Darmaji bangkit dari keterpurukannya dan segera mengambil kotak untuk memasukan arwah Mariska.

Mayang tertunduk sesaat, kemudian entah angin darimana yang bisa mengibaskan rambutnya yang panjang. Sorot matanya mulai menyala. Ia berjalan mendekati Darmaji.

"Ora usah kakeyen polah ! kebajikan wis pasti menang !!"

Rifki, Doni dan Zizi kaget.

"itu bukan suara Mayang"

"Ndok, maos sholawat sing akeh, ajak konco-koncomu !" perintah Mayang kepada Zizi.

"i i iya, baik"

Mereka bertiga pun mulai melantunkan sholawat, dan ternyata itu lah kelemahan dari Tamih Muli. Darmaji pun kaget serta marah.

"siapa yang merasuki Mayang ? ia begitu faham tentang khodamku ?" ucap Darmaji dalam hati.

Mayang terus berjalan mendekati Darmaji. Sedangkan Mariska masih dalam genggaman Darmaji.

Mariska menatap ke arah Mayang. Seakan-akan ia berharap penuh padanya. Sholawat masih terdengar bahkan hingga Mega, Rita dan Nia pun mampu mendengarnya.

Darmaji yang gemeteran serta sudah tak bisa lagi menggerakan badannya mulai ketakutan saat Mayang semakin dekat.

"a am amm amppuun mbah" ucap Darmaji terbata.

"ucapanmu tidak bisa di percaya ! bukankah kau tadi mengucap ampun juga pada harimau putih itu ? tapi kau diam-diam menyiapkan kejutan untuk mereka !"

Darmaji terdiam. Seakan-akan ia bertanya, siapa yang sedang ada di hadapannya.

"perkenalkan, Jenenganku Mbok Tasma ! aku khodam pendampinge Zizi, aku mbah buyute Zizi, aku ndampingi Zizi kawit Zizi cilik, aku ora rela yen koe wani nglarani Zizi !!"

Zizi kaget bukan main.

"khodam pendamping ??" ucap Zizi bingung.

"Bukankah khodammu harimau putih ??" tanya Rifki.

Doni tersenyum.

"Hebat ! kau di jaga oleh 2 khodam sekaligus ! manusia jenis apa kau zi, hahah" canda Doni.

Kemudian mereka melanjutkan membaca sholawatnya. Nia yang tadinya sedang dalam pengaruh makhluk ghoib pun tiba-tiba tersadar. Ternyata ia sedang berseluncur di tanah dekat taman sekolahan hingga membuat celananya sangat kotor dan berlumpur.

Mega yang tadinya pingsan saat mendengar suara gagang pintupun mulai sadar dan melihat Rita yang masih ketakutan di sampingnya.

Nia segera berlari menemui Mega dan Rita. Lalu mereka berpelukan sambil menangis, ala-ala cewek lebay gitu deh, hehe. Mereka sadar, dan kemudian mencari suara sholawat itu.

Sedangkan Tamih Muli sedikit demi sedikit badannya mulai terbakar api. Darmaji teriak ia berusaha menyelamatkan Tamih Muli. Namun sayang, Tamih kini telah menjadi abu.

TIDAAAAAK

Setelah itu terdengar suara dengung yang begitu memekakkan telinga. Hingga semua yang ada di sana harus menutup telinganya. Karna dengung itu membuat kepala menjadi sangat pusing.

NGGUUUUUUNGGGGGG

Episodes
1 perkenalan
2 muncul lagi
3 12 IPA 1
4 Mayang
5 Lewat mimpi
6 Larangan kost
7 ruangannya di huni lagi
8 Mariska
9 Gudang
10 Dari balik pintu
11 kuburkan aku dengan layak
12 flashback 1
13 flashback 2
14 The battle of khodam
15 habis tenaga
16 ketangkap juga kau
17 Tips penangkal ampuh
18 Membuka segel
19 Siapa yang mengambil ?
20 Dua berita
21 Berkunjung ke penjara
22 Gulungan kertas
23 Di mulai
24 Aku datang
25 Lupa tugas
26 Menerima tawaran
27 Bangkit lagi
28 Kematian Darmaji
29 Cewek cantik masih banyak
30 Kanda pat
31 Arti dari kanda pat
32 Jangan mencoba menakutiku
33 Ngobrol
34 Bima
35 Bunyi ketukan
36 Teman kost Doni dan Rifki
37 Mega kenapa ?
38 Dia kemana ??
39 Nyanyian jawa
40 Apa yang terjadi ?
41 Ketempelan setan ?
42 Merindukanmu
43 Mayang back to school
44 Tempe goreng
45 Mau makan melati
46 Kerasukan
47 Sapu lidi gagang palem
48 Lima menit
49 Mie ayam
50 Nyawa Mega
51 Pintu masuk dua alam
52 Keranda terbang
53 Jatuh dari rooftop
54 Oh ternyata
55 cara memanggil Kanaya
56 Ide kepala sekolah
57 Empat
58 Aludra marah
59 Mbah dukun
60 Ruangannya gelap
61 Kau yang menyuruhku
62 Meminjam ajian
63 Mayang vs Zizi
64 Kembalikan kalungku
65 Sofia dan Bima
66 Keluar dari ruangan
67 Lantunan Zizi
68 Saranjana
69 Siapa ??
70 Menghilang
71 Berani coba ?
72 Makhluk apa ini ??
73 Mata batin terbuka
74 Anak yang jail
75 Tiga garis warna biru
76 Cerita Horor
77 Apa gue mau mati ?
78 Jumpa pertama
79 Darmaji berulah lagi
80 perkelahian
81 Mamaaa
82 Cemburu ?
83 Memindah Khodam
84 Di belenggu rantai
85 Maafkan aku
86 Mengembalikkan Khodam
87 Kanaya vs Zizi
88 Kalimat pemanggil kanda pat
89 Mengembalikan Kanaya
90 Ketiduran
91 Kiandra
92 Siapa dia sebenarnya ?
93 Berapa usianya ?
94 Aku mau DIA, Jiwanya saja
95 Makanan favorit
96 Apa mungkin ??
97 De javu
98 Lapeerr
99 pura-pura santuy
100 Kondisi Tasya
101 jangan becanda lu !
102 Cermin
103 Mungkin kecapean
104 Susah membedakan
105 Alamat Rumah Tasya
106 Gue takut Zi
107 Semakin parah
108 Bungkusan kain merah
109 Dimana kain itu ?
110 Gelang itu ???
111 Aroma ini
112 Jiwa yang terkurung
113 Hampir saja
114 Mari bermain
115 Kilas balik
116 Apa dia sudah mati ?
117 Menyegel ilmu
118 Di luar prediksi
119 Kematian Aludra
120 Terlampaui hebat
121 Pertolongan
122 Sebuah pertanda ?
123 Ikut membaca
124 Di hantui
125 saling jahil
126 Siapa yang di sampingku ?
127 Mimpi ini lagi ?
128 Emosi anak baru
129 Lagi pada kenapa ?
130 Pamitnya sang Khodam
131 Dua alam
132 Menjumpai kawan
133 Jangaaaaan !!
134 Berani merendahkanku ?
135 Pisau atau kayu
136 Lu akan mati di tangan gue
137 Jangan halangi aku
138 ternyata....
139 Ini jawabannya
140 Bantuan
141 Menyadarkan Doni
142 Belum cukup ilmu
143 Jokesnya Rifki
144 Zidan
145 Nak, bangun
146 Pedang milik pak Cahya
147 sudah saatnya pulang
148 Babak belur
149 Akhir
Episodes

Updated 149 Episodes

1
perkenalan
2
muncul lagi
3
12 IPA 1
4
Mayang
5
Lewat mimpi
6
Larangan kost
7
ruangannya di huni lagi
8
Mariska
9
Gudang
10
Dari balik pintu
11
kuburkan aku dengan layak
12
flashback 1
13
flashback 2
14
The battle of khodam
15
habis tenaga
16
ketangkap juga kau
17
Tips penangkal ampuh
18
Membuka segel
19
Siapa yang mengambil ?
20
Dua berita
21
Berkunjung ke penjara
22
Gulungan kertas
23
Di mulai
24
Aku datang
25
Lupa tugas
26
Menerima tawaran
27
Bangkit lagi
28
Kematian Darmaji
29
Cewek cantik masih banyak
30
Kanda pat
31
Arti dari kanda pat
32
Jangan mencoba menakutiku
33
Ngobrol
34
Bima
35
Bunyi ketukan
36
Teman kost Doni dan Rifki
37
Mega kenapa ?
38
Dia kemana ??
39
Nyanyian jawa
40
Apa yang terjadi ?
41
Ketempelan setan ?
42
Merindukanmu
43
Mayang back to school
44
Tempe goreng
45
Mau makan melati
46
Kerasukan
47
Sapu lidi gagang palem
48
Lima menit
49
Mie ayam
50
Nyawa Mega
51
Pintu masuk dua alam
52
Keranda terbang
53
Jatuh dari rooftop
54
Oh ternyata
55
cara memanggil Kanaya
56
Ide kepala sekolah
57
Empat
58
Aludra marah
59
Mbah dukun
60
Ruangannya gelap
61
Kau yang menyuruhku
62
Meminjam ajian
63
Mayang vs Zizi
64
Kembalikan kalungku
65
Sofia dan Bima
66
Keluar dari ruangan
67
Lantunan Zizi
68
Saranjana
69
Siapa ??
70
Menghilang
71
Berani coba ?
72
Makhluk apa ini ??
73
Mata batin terbuka
74
Anak yang jail
75
Tiga garis warna biru
76
Cerita Horor
77
Apa gue mau mati ?
78
Jumpa pertama
79
Darmaji berulah lagi
80
perkelahian
81
Mamaaa
82
Cemburu ?
83
Memindah Khodam
84
Di belenggu rantai
85
Maafkan aku
86
Mengembalikkan Khodam
87
Kanaya vs Zizi
88
Kalimat pemanggil kanda pat
89
Mengembalikan Kanaya
90
Ketiduran
91
Kiandra
92
Siapa dia sebenarnya ?
93
Berapa usianya ?
94
Aku mau DIA, Jiwanya saja
95
Makanan favorit
96
Apa mungkin ??
97
De javu
98
Lapeerr
99
pura-pura santuy
100
Kondisi Tasya
101
jangan becanda lu !
102
Cermin
103
Mungkin kecapean
104
Susah membedakan
105
Alamat Rumah Tasya
106
Gue takut Zi
107
Semakin parah
108
Bungkusan kain merah
109
Dimana kain itu ?
110
Gelang itu ???
111
Aroma ini
112
Jiwa yang terkurung
113
Hampir saja
114
Mari bermain
115
Kilas balik
116
Apa dia sudah mati ?
117
Menyegel ilmu
118
Di luar prediksi
119
Kematian Aludra
120
Terlampaui hebat
121
Pertolongan
122
Sebuah pertanda ?
123
Ikut membaca
124
Di hantui
125
saling jahil
126
Siapa yang di sampingku ?
127
Mimpi ini lagi ?
128
Emosi anak baru
129
Lagi pada kenapa ?
130
Pamitnya sang Khodam
131
Dua alam
132
Menjumpai kawan
133
Jangaaaaan !!
134
Berani merendahkanku ?
135
Pisau atau kayu
136
Lu akan mati di tangan gue
137
Jangan halangi aku
138
ternyata....
139
Ini jawabannya
140
Bantuan
141
Menyadarkan Doni
142
Belum cukup ilmu
143
Jokesnya Rifki
144
Zidan
145
Nak, bangun
146
Pedang milik pak Cahya
147
sudah saatnya pulang
148
Babak belur
149
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!