KECELAKAAN ISTIMEWA

Setelah membersihkan ikan dan membeli bumbu instan di warung, aku segera membaca petunjuknya dan melakukan seperti apa yang tertera dikemasan bumbu. Dua step sudah beres, sekarang tinggal masalah menggoreng. Ini yang paling menakutkan, ibarat kata, seperti mau maju ke medan perang. Demi apapun, aku tak rela kulit mulusku terkena cipratan minyak.

Aha...tiba tiba aku teringat sesuatu. Ya, helm dan jas hujan. Aku pernah melihat funni vidio orang menggorang ikan menggunakan jas hujan dan helm. Sepertinya patut dicoba. Tapi masalahnya, dimana Biru menyimpan jas hujannya? Kalau helm, aku lihat ada dicantelan sebelah rumah. Tak mau pusing mencarinya, aku memilih mengenakan jaket milik Biru yang ada dijemuran.

Sreng...

Aku tak lagi teriak meski minyaknya meletup letup. Aku sudah aman dengan jaket dan helm. Sembari menunggu ikan, aku mulai menanak nasi. Muncul lagi masalah baru, aku bingung harus memberi air seberapa banyak. Akhirnya aku putuskan pakai sistem kira kira saja. Semoga kali ini dewi fortuna berpihak padaku. Sehingga nasinya bisa dikonsumsi. Tidak terlalu lembek dan tidak keras.

Meong meong

Mulailah Lisa mengeong mencium aroma ikan goreng bikinanku.

"Kenapa, mau?" Tanyaku sambil menatap Lisa yang tampak memelas.

Meong meong

"Jawab iya dulu baru aku kasih." Ledekku sambil lanjut menggoreng.

Meong meong

Awalnya tak kuhiraukan, tapi lama kama, kasihan juga aku melihatnya. Aku ambil seekor ikan goreng lalu kuletakkan diatas piring tempat Lisa makan.

Lisa tak lagi mengeong, melainkan segera menyantap ikan goreng bikinanku.

"Gimana, enak gak?" Tanyaku yang jongkok disebelahnya.

Meong, jawabnya sambil melihatku. Astaga, apa maksudnya dia bilang iya ya? Atau dia bilang terimakasih padaku?

"Aku bukan orang jahat, terutama pada binantang. Aku hanya akan jahat pada orang yang menjahatiku. Hanya saja, aku cemburu padamu? Tuanmu lebih menyayangimu daripada aku. Tapi wajarlah, aku kan orang ketiga disini. Harusnya, kamu yang cemburu sama aku?"

Meong

Lagi lagi dia mengeong sambil menatapku. Jangan jangan dia paham dengan omonganku.

Setelah acara goreng menggoreng ikan selesai, aku masuk ke tahap selanjutnya, yaitu membersihkan rumah. Aku mengambil sapu yang ada dicantelan dan mulai menyapu dapur dan berlanjut keruang berikutnya.

Saat melihat kamar Biru yang tertutup, ada perasaan ingin masuk dan melihatnya. Kira kira, Biru pas tidur masih cakep gak ya? Btw, kalau tidur, dia pakai baju gak? Disini udaranyakan panas banget, apalagi siang gini. Daripada mati penasaran, akhirnya kuputuskan untuk masuk ke kamarnya.

Pelan pelan aku membuka pintu kamar Biru. Wow, ternyata dia hanya memakai celana kolor pendek saat tidur. Aku mendekat kearahnya dengan berjalan jinjit agar derap langkahku tak terdengar. Heis, dah mirip maling aja aku ini.

Glek

Aku menelan ludah melihat perut seksinya dan dada yang sedikit ditumbuhi bulu bulu halus. Kapan kira kira aku bisa memekuk dada telanjang itu? Ahh...pengennn.

Aku beralih menatap wajahnya. Sungguh luar biasa tampan suamiku ini. Rahangnya kokoh, alisnya tebal, hidung macung, dan bibirnya.

Oh my God, dosa gak sih kalau aku nyuri ciumannya.

Gak, gak boleh Cal. Dimana harga dirimu. Orang tidur mau disosor. Mending aku keluar aja. Tapi kakiku terasa berat untuk melangkah dari sana. Seolah ada makhluk tak kasat mata yang menahan kakiku.

Ah...suami sendiri Cal, udah halal, gak dosa kalau mau dicium. Dikelonin juga gak papa.

Seperti ada dua kubu berbeda yang sedang berperang diotakku. Dan teng, yang menang adalah....

Gak papa cium, dia gak akan tahu, gak dosa juga.

Aku menyapukan lidahku dibibir agar bibir ini lembab. Setelah itu, aku maju dan mencongdongkan wajah.

Deg deg deg

Jantungku udah seperti genderang mau perang. Ceileh..pakai bawa bawa lagu segala.

Saat bibir ini hampir mendarat tepat disasaran, tiba tiba mata Biru terbuka. Aku yang terkejut setengah mati reflek mundur kebelakang. Asyemmm...kenapa bangunnya gak tepat banget sih. Kayak ada alarm emergensinya saja. Bisa pas gitu bangunnya.

"Cal, ka, kamu mau ngapain?"Tanya Biru sambil berusaha duduk.

"A, anu.." Duh Cal, mikir , cari alasan yang tepat.

"Kamu kok ada dikamar aku?"

"I, ini." Beruntung aku sedang membawa sapu, jadi aku jadikan itu sebagai alasan. "Mau nyapu kamar kamu."

"Oh...."

Selamet selamet...

"Tapi kamu tadi kok." Biru menunjuk wajahnya sendiri, sepertinya dia bingung menyusun kata kata yang tepat untuk bertanya.

"I, itu, tadi ada nyamuk diwajah kamu. Mau aku tabok, takut ngagetin kamu. Jadi mau tiup aja biar dia kabur. Ya, seperti itu."

"Oh..."

Untung otakku cerdas, bisa mikir cepet. Btw, alasanku masuk akal gak sih?

"Aku lanjut nyapu dulu ya." Ujarku sambil berjalan cepat keluar dari kamar Biru.

Sesampainya diluar, aku mengatur nafas dan detak jantung yang tak karuan. Untung gak ketahuan, kalau enggak, mau ditaruh mana mukaku ini?

Selesai menyapu, aku lanjut mengepel. Ternyata melelahkan juga membersihkan rumah. Padahal rumah ini hanya seuprit, tak terbayang capeknya art dirumahku yang harus membersihkan rumah segede itu. Oh mbok nah, aku jadi kangen kamu. Ntar saat aku udah kembali kerumah, si mbok bakal aku kasih bonus gaji setahun full.

"Astaga Cal."

Aku segera menoleh mendegar suara Biru. Kulihat dia sudah berdiri didepan pintu kamarnya. Dia geleng geleng sambil memperhatikan lantai yang baru aku pel. Weleh, kenapa lantai yang diperhatikan, kenapa bukan aku? Padahal jelas jelas cantikan aku daripada lantai.

"Kenapa basah gini?" Tanyanya.

"Kan dipel." Jawabku santai. Lagian aneh pertanyaannya, sudah tahu aku lagi pegang pel pelan, masih nanyak kenapa basah.

"Iya tahu dipel. Tapi ini terlalu basah Cal. Kain pel nya gak kamu peras?"

"Hehehe." Jawabku sambil nyengir. Aku memang tidak memerasnya setelah dicelup keair. Aku jijik mau memegangnya. Andai Biru tahu, ini pertama kalinya aku mengepel. Semua itu aku lakukan demi dirinya. Demi mendapatkan nilai plus darinya. Dan siapa tahu dikasih bonus yang plus plus.

"Nanti lama lama juga kering sendiri." Ucapku santai seolah ini bukan masalah besar. Aku berjalan kearah ember berisi air yang kutaruh didekat pintu kamar Biru. Niatku ingin mencelupkan pel yang udah kotor ini ke air, tapi tiba tiba.

"Awww..." Teriakku saat kakiku terpeleset.

Biru reflek maju untuk menolongku. Tapi karena lantai yang teramat basah, dia tak bisa menjaga keseimbangan dan.

Brukkk

Kami berdua sama sama jatuh dengan posisi aku menimpa tubuhnya. Keturutan juga akhirnya memeluk dada dan perut sekse nya Biru. Jarak bibir kami yang sangat dekat membuatku nekat menciumnya. Tentu saja kubuat seolah olah ini adalah bagian dari kecelakaan.

Cup

Mataku sengaja aku pejamkan. Sedetik, dua detik, bibir kami tetap menempel. Tak ada penolakan dari Biru.

Fokusku pada bibir seketika ambyar saat merasakan sesuatu yang keras di pahaku. Jangan jangan, itu.....

Saat pikiranku melanglang buana memikirkan benda keras itu. Tiba tiba tubuhku digulingkan kesamping. Astaga, dia pasti tak bisa bergerak karena tertimpa tubuhku. Makanya dia diam saja saat bibir kamu saling bertumbuk.

"Hah hah hah." Aku melihat dia mengabil nafas sebanyak banyaknya setelah berhasil menyingkirkan tubuhku dari atasnya. Bebanku terlalu berat kali ya? Atau gak bisa nafas karena bibirnya yang aku kecup?

Sekarang posisi kami adalah tidur bersebelahan, sayangnya bukan dikasur yang empuk, melainkan dilantai yang keras dan basah.

Saat aku menoleh kearahnya, dia juga menoleh kearahku. Wajahnya memerah saat mata kami saling beradu.

"Maaf, aku gak sengaja. Tadi itu kecelakaan." Ujarnya.

"I, iya." Jawabku sambil nyengir. Aku yang nyium, tapi dia yang minta maaf dan merasa bersalah. Dan karena penasaran dengan sesuatu yang keras tadi. Mataku langsung menatap ke bagian itu. Dan Oh my God, terlihat sesuatu yang menonjol dari balik celana kolor jersey yang dipakai Biru. Sepertinya Biru tak memakai cd dibalik celana kolornya.

Menyadari kemana arah tatapan mataku, Biru buru buru menutupinya dengan telapak tangan. Kemudian dia berusaha bangun meski kulihat sedikit meringis kesakitan.

"Tolong jangan mikir yang aneh aneh. Aku...aku kebelet pipiss." Ujarnya sambil bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Yakin kebelet pipiss, bukan kebelet yang lainnya?

Terpopuler

Comments

Eti Alifa

Eti Alifa

si calista sengklek😁

2025-01-25

0

Dwisur

Dwisur

ngekek tenan iki

2024-10-10

0

♥(✿ฺ´∀`✿ฺ)Ukhti fillah (。♥‿♥。)

♥(✿ฺ´∀`✿ฺ)Ukhti fillah (。♥‿♥。)

jelas kebelet yg lain nya cm malu aj buat ngakuin nya cal 😅😅🙃

2023-09-26

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!