ANAK PAK LURAH

POV CALISTA

Siapakah wanita itu? Wanita yang sejak tadi menatap kearah Biru. Wajahnya lumayan cantik. Kulitnya bersih dan satu lagi, dia tampak begitu lembut dan santun. Tapi satu hal yang membuatku jengkel, kenapa Biru juga menatap kearahnya. Apakah mereka sepasang kekasih? Belum selesai otak ini menebak nebak hubungan mereka, tiba tiba wanita itu angkat bicara.

"Ada apa Safa?" tanya pak Lurah.

Oh...jadi namanya Safa.

"Wanita ini hilang ingatan. Jadi kita tidak tahu statusnya secara jelas. Bagaimana jika ternyata dia sudah menikah."

What! ngomong apasih dia. Omongannya bisa merusak semua rencanaku. Bisa bisa Biru kembali ragu dan batal menikahiku. Sepertinya memang ada hubungan antara dia dan Biru. Aku harus cari tahu. Santi, ya, aku bisa cari tahu dari dia.

"Benar, benar."

Huft, para warga pakai membenarkan omongan dia lagi. Semoga saja warga tak terprovokasi.

Biru menoleh kearahku, buru buru aku menggeleng. "Aku belum menikah." Lirihku didekat telinganya.

"Terus gimana ini Pak Lurah. Mereka jadi nikah apa tidak?" Tanya seorang ibu ibu.

Kulihat, pak lurah tampak bimbang. Sepertinya dia juga bingung untuk mengambil keputusan.

Aku tak bisa diam saja. Saat ini, aku yang harus berjuang untuk menentukan nasibku.

"Saya belum menikah." Ucapku lantang. Tak pelak semua perhatian orang orang langsung tertuju padaku. Aku sedikit gemetaran, tapi karena udah terlanjur basah, bukankah lebih baik mandi sekalian. Aku tak akan mundur. Akan melakukan apapun agar bisa tetap stay disini. Sepertinya saat ini bakat aktingku sedang diuji. Kalau aku lolos, emang bakat jadi aktris kayaknya.

"Kamu sudah ingat semuanya?" Tanya Biru yang tampak terkejut.

Aku menggeleng, membuatnya mengerutkan dahi karena bingung.

"Lalu, bagaimana kamu tahu jika kamu belum menikah?" Tanya Safa.

Dih, males banget deh kalau dia udah mulai ikut campur.

Ku perhatikan, semua warga sedang dalam mode penasaran. Menanti nanti klarifikasi dariku yang dikira amnesia ini.

"Tadi aku sempat jatuh dan kepalaku terbentur lantai. Tiba tiba, muncul sedikit bayangan masa laluku."

"Oh...iya iya bener. Kayak ditv, setelah kejeduk kepalanya, ingatannya pulih."

"Iya, iya, kayak sinetron."

Aku bersorak dalam hati mendengar tanggapan mereka. Untung aku teringat adegan sinetron. Entah hal seperti itu benar atau tidak, aku juga tidak tahu. Yang penting sekarang, lanjut pura pura amnesia.

"Lalu, apa saja yang kau ingat? Nama ? Alamat?" Biru menjadi orang yang paling penasaran.

Aku menggeleng. "Aku..." Aku sengaja menjeda ucapanku agar mereka makin penasaran. Biasanya disinetronkan seperti itu. Biar efek dramatisnya makin ngena.

"Kamu kenapa?" Tuhkan, Biru makin penasaran. Warga juga mulai kasak kusuk. Yesss....sekarang saatnya aku menarik simpati warga.

"Aku....." Aku memasang mimik sedih seperti mau nangis agar terlihat real.

"Aku hanya ingat saat aku menangis didepan sebuah makam. Makam papaku. Dan saat itu, aku menangis karena tak mau dipaksa menikah. Ya, seperti itu kejadian yang aku ingat. Jadi intinya aku belum menikah."

Aku terus berdoa dalam hati, semoga saja mereka percaya pada skenario konyol ini.

"Bisa sajakan, itu ingatan masa lalu. Dan setelah itu, kamu setuju untuk menikah." Sela Safa.

Sialan si kunti ini. Sepertinya dia memang ingin menggagalkan pernikahanku dengan Biru. Aku menarik nafas perlahan lalu membuangnya kasar sambil menatap wanita itu tajam. Ingin sekali aku telan dia pakai pisang seperti makan obat biar segera hilang dari pandangan. Calista mau dilawan, jangan mimpi.

"Aku ingat saat dimakam itu, aku memakai baju saat aku tenggelam. Itu artinya, mungkin saja kejadian itu hari dimana aku tenggelam. Mungkin saja karena tak mau dipaksa menikah, akhirnya aku bunuh diri nyebur laut."

"Ya, bisa jadi, bisa jadi."

Aku tersenyum penuh kemenangan saat beberapa warga mendukung skenarioku. Safa tampak geram. Tapi hal itu justru membuatku bersemangat untuk mengalahkannya. Lihatlah Safa, kamu bukan lawanku.

"Baiklah kalau begitu. Kesimpulannya, besok Biru dan nona ini akan menikah. Pertemuan saya akhirnya sampai disini."

Aku bernafas lega mendengar keputusan Pak Lurah. Akhirnya, aku akan tinggal disini. Dan bonusnya, aku dapat suami ganteng.

...****************...

Pagi pagi, Santi sudah membawaku ke tempat rias. Salonnya sangat kecil, dan yang bikin aku gak yakin, tukang riasnya udah emak emak paruh baya. Semoga saja hasil make up dia masih up to date. Bukan make up jadul yang akan membuat wajah cantikku justru jelek.

"Aduh, aduh...cantik sekali calon pengantinnya. Wajahnya kinclong, pasti rajin pakai masker timun sama bengkoang ya?"

"Hehehe."Aku hanya nyengir saja. Bisa pingsan dia kalau tahu berapa biaya perawatanku sebulan. Oh my God, aku jadi teringat skin care. Disini aku tak punya benda kesayangan itu. Semoga saja wajahku masih baik baik saja sampai 5 bulan kedepan. Apalagi jika ingat ini daerah pesisir pantai yang panas. Bisa terbakar kulitku tanpa sun block. Pokoknya, setelah urusan menikah beres, aku harus membeli benda itu. Harus pokoknya.

Aku menurut saja saat dia mengoleskan foundation dan bedak yang merk nya tak pernah aku tahu diwajahku. Masih ok sih, tapi aku melotot saat dia membentuk alisku. Oh tidak, kenapa jatuhnya mirip sincan. Belum lagi eye shadow yang norak ini. Tidak tidak, aku tak boleh diam saja.

Aku segera menggosok alis dan eyeshadow supaya hilang.

"Hei, apa yang kamu lakukan. Riasannya bisa rusak." Protes tukang rias yang tampak panik melihatku menghapus riasannya.

"Bisakah saya make up sendiri saja." Ujarku.

"Kalau mau make up sendiri, ngapain kesini?" Tanyanya heran.

"Saya tidak punya alat make up." Jawabku sambil tersenyum absurd.

"Emang kamu bisa?" Bisik Santi tepat ditelingaku.

"Aku jago." Jawabku yakin.

"Ya udah kalau gitu kamu make up sendiri." Tukang rias itu meletakkan palet ayeshadow diatas meja. " Lagipula cucian saya banyak. Belum masak pula. Tapi bayarnya full ya."

"Beres." Jawabku sambil mengambil kapas dan membersihkan wajah. Biru sudah memberiku uang untuk make up, jadi urusan biaya, tak ada masalah.

Aku segera mulai acara merias diri. Selama ini , tak pernah aku kepikiran akan menikah dengan riasan sendiri. Dirumah pengantin pria pula. Tak ada ballromm, gaun pengantin dan sederet acara resepsi lainnya. Yang ada hanya kebaya putih yang dipinjami salon. Itupun warnanya udah bukan putih lagi, alias menguning.

Sambil make up, aku mengobrol sama Santi dan menanyakan perihal wanita bernama Safa itu.

"Dia mantannya Biru."

Astaga, jadi benar dugaanku.

"Kenapa mereka pisah?" tanyaku.

"Aku juga gak tahu. Tapi kayaknya karena Biru gak ngelanjutin kuliah di kota."

"Hah." aku seketika melotot. Ada ya orang putus gara gara masalah pendidikan. "Jadi gara gara itu. Dih, cinta apaan itu. Hanya gara gara Biru batal jadi sarjana, dia minta putus." Cibirku sambil terus mengaplikasikan make up diwajah. Baguslah Biru putus dengannya, seengaknya dia batal punya istri matre. Dan sekarang, malah akan punya istri miliader, batinku.

"Kayaknya bukan Safa deh yang minta putus, tapi bapaknya yang gak merestui. Maklumlah, Safa kan kuliah, bentar lagi dia akan jadi perawat. Ya masa perawat menikah sama nelayan lulusan SMA."

His, kenapa sih, orang orang masih saja mempermasalahkan kesenjangan sosial. Emang gak boleh apa, wanita lulusan S1 nikah ma pria lulusan SMA? Kerja jadi nelayan juga halal kali.

"Yang mana bapaknya, biar aku kasih pelajaran. Jadi orang kok matre plus gila gelar. Punya mantu mau nya sarjana."

"Pak Lurah."

"Bapaknya Safa." Ulangku lagi karena Santi malah ngomongin pak lurah.

"Iya, Pak Lurah."

"Maksud kamu?"

"Bapaknya si Safa ya pak Lurah."

Mulutku seketika menganga. Pantesan Pak Lurah kesannya kepengen banget aku nikah ma Biru. Jadi ada udang dibalik rempeyek toh. Ada niat tersembunyi dibalik sikapnya yang sok bijak. Tidak apa apa Biru. Aku lebih baik dari Safa. Jangankan membiayai kamu kuliah S1, sampai S3 diluar negeripun, aku mampu. Dan disaat itu, Pak Lurah dan Safa akan menangis melihatmu sukses. Aku janji Biru, aku akan membuatmu menjadi sukses sebagai balasan karena sudah menyelamatkanku.

Terpopuler

Comments

Mamah Nisa

Mamah Nisa

ceritanya bagus....lucu....sangat menghibur...tetimakasih kak author

2024-12-10

1

Mayyuzira

Mayyuzira

hahahaha
lucu kali ceritanya 😂😂😂

2023-11-08

0

♥(✿ฺ´∀`✿ฺ)Ukhti fillah (。♥‿♥。)

♥(✿ฺ´∀`✿ฺ)Ukhti fillah (。♥‿♥。)

itupun klo Biru mau memafkan kebohongan mu cal smoga Biru mau memafkan mu ya cal

2023-09-26

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!